MANAGED BY:
SELASA
19 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Rabu, 08 November 2017 13:38
Hebat! Siswa SMKN 1 Binuang Raih Prestasi Berkat Film Dokumenter

Berdesak-desakan Merekam Kesenian Kuda Gepang

SYUTING: Hambali dkk merekam latihan kesenian kuda gepang di Desa Parigi, Kecamatan Bakarang, Tapin.

PROKAL.CO, Pembuatan film dokumenter ternyata juga bisa membawa berkah prestasi. Ini dialami empat siswa SMKN 1 Binuang.

-----------------------------------

RASIDI FADLI, Rantau

-----------------------------------

Alwiyansyah, Ahmad Abdillah, Ahmad Fitriadi dan Hambali sedang menatap ke layar kamera. Keempat siswa siswa SMKN 1 Binuang ini sedang mengecek hasil syuting latihan tari Kuda Gepang di Desa Parigi, Kecamatan Bakarang, Kabupaten Tapin. Ini terjadi bulan Juni lalu. Saat itu mereka sedang membuat film dokumenter yang berjudul Kuda Yang Terlupakan. Kebetulan pembuatan film dokumenter ini dilombakan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N).

Awalnya, video berjudul Warisan Keteladanan yang diolah terlebih dulu pada bulan Mei. Video ini mengisahkan perjuangan guru yang mengajar di madrasah. Mereka otomatis harus bangun subuh untuk merekam kegiatan sang tokoh, Taufiqurrahman (42) di rumahnya. "Kami mengikuti semua kegiatan bapak tersebut dari membangunkan anak-anaknya untuk salat subuh berjemaah di masjid, lalu mengajar ke sekolahan, lanjut sorenya berkebun di sawah," ungkap Hambali.

Berkat merekam langsung kegiatan Taufiqurrahman, banyak pelajaran mereka ambil. Tidak hanya soal arti kehidupan, juga perjuangannya untuk meraih sukses. "Beliau dulunya orang susah. Bahkan bersekolah pun harus menempuh jarak yang jauh," kata siswa yang berumur 16 tahun ini.

Taufiqurrahman juga mengajarkan kepada anaknya untuk bersikap jujur, memberikan karakter anak, dan mengajarkan kegigihan dalam pendidikan. "Berkat itulah beliau sekarang bisa sukses," cerita Hambali.

Film yang berdurasi 8,43 menit ini ternyata sukses membuat mereka menang lomba Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat Kabupaten Tapin pada 24 Mei lalu.

Tantangan lain menghampiri mereka. "Setelah menang, kami disarankan untuk membuat film yang berunsur budaya. Lalu berdiskusi bersama guru yang membimbing kami, akhirnya mengangkat tema Kuda yang Terlupakan," jelasnya.

Keempat siswa ini berbagi peran. Abdillah menuliskan skenario. Hambali editor dan kamerawan. Alwiyansyah dan Ahmad Fitriadi tetap membantu mendampingi walau usai membuat film Warisan Keteladanan telah lulus sekolah.

Proses pembuatan film Kuda Yang Terlupakan memakan waktu yang lumayan singkat. Dari pembuatan naskah, memahami karakter atau tokoh, sampai mengedit video. "Pembuatannya hanya sekitar dua minggu," ungkap Hambali yang saat ini magang di Banjarbaru.

Film dokumenter ini bercerita tentang Kakek Usup yang hingga sekarang mempertahankan kesenian Kuda Gepang. Padahal kesenian ini mulai tergeser modernisasi. "Kakek Usup dengan swadaya sendiri berjuang mempertahankan kesenian Kuda Gepang agar tetap ada di Tapin," tutur Hambali menceritakan secara singkat sinopsisnya.

Pembuatan film kedua ini cukup menyulitkan. Berbekal dua kamera dari sekolah, mereka harus harus berdesak-desakan dengan penonton sekitar yang menonton atraksi Kuda Gepang. "Terkadang pengambilan video bisa salah, harus diulangi lagi sampai bagus. Apalagi juga turun hujan waktu syuting, ditambah suara gemuruh angin yang mengganggu," jelas warga Jalan Jawa Rt 01 Kecamatan Binuang ini.

Setelah proses pengambilan video dan editing selesai, mereka terlebih dahulu menonton bersama para guru sebelum dikirim lomba tingkat provinsi pada 15 Juli 2017. "Setelah tidak ada komentar dari mereka, film pun langsung kami kirim untuk ikut lomba," jelasnya.

Hari pengumuman tiba. Dewan juri ternyata memutuskan film dokumenter mereka yang berhasil juara, dan berhak mewakili provinsi ke tingkat nasional. "Tidak menyangka sama sekali kami bisa menang di tingkat provinsi. Peserta lain juga terkejut kalau kami yang menang. Bahkan kami hanya berbeda satu poin dengan SMKN 2 Banjarmasin," kenangnya.

Setelah itu, karya mereka ini diikutkan event FL2SN tingkat nasional di Kupang Nusa Tenggara Timur pada 24 September lalu. "Di tingkat nasional ini tetap kami pertahankan film Kuda yang Terlupakan. Tetapi, kami revisi sedikit," lanjut Hambali.

Untuk tingkat nasional, film mereka masih belum bisa menjadi yang terbaik. "Di sana kita sudah berusaha, tetapi masih kalah dengan peserta yang lain," ucapnya.

Mislani sebagai guru pembimbing mengatakan bahwa semua proses dalam pembuatan itu murni dilakukan muridnya. "Kami dewan guru hanya mengawasi saja. Pembuatan film juga diawasi oleh Forum Sineas Banua," tuntasnya.(ma/dye)


BACA JUGA

Selasa, 19 Juni 2018 14:08

Mengenal Dokter Fairuz yang Setia Mengawal Kaum Pemudik

Bagi kebanyakan orang, lebaran bersinonim dengan liburan. Tapi untuk segelintir orang, lebaran artinya…

Rabu, 13 Juni 2018 13:18

Gerakan Literasi dari Balik Jeruji Penjara

Lapas Teluk Dalam punya perpustakaan, tapi isinya buku hukum melulu. Mobil perpustakaan keliling Dinas…

Minggu, 10 Juni 2018 13:21

Tempat Cukur Legendaris Banjarmasin: Layani Bayi Sehari Hingga Manula

Beralamat di Jalan Hassanudin HM, no 23. Ada sebuah ruang berbidang segi tiga. Pangkas Rambut Nasional,…

Jumat, 08 Juni 2018 11:15

Kisah Nanang, Penjual Burung Jalak Keliling di Banjarmasin

Dengan mengayuh ontel tua, Nanang (70) berkeliling Kota Banjarmasin. Menjajakan burung jalak, dikurung…

Senin, 04 Juni 2018 12:54

Melacak Jejak Musyawaratutthalibin, Pergerakan Islam Asli Kalsel

Mempersatukan kaum terpelajar Muslim Kalsel, pergerakan Islam bernama Moesjawaratoetthalibin pernah…

Sabtu, 02 Juni 2018 13:19

Mengenal Transpuan Paling Fotogenik di Tahun 2018

Cap negatif melekat pada diri mereka. Kiky Fadilah, transpuan asal Banjarmasin berusaha semampunya.…

Selasa, 29 Mei 2018 15:35

Seniman Clay Dari Banjarmasin

Menyerupai tanah liat, namun kaya warna. Adonan khusus itu kalis dan bisa dibentuk. Itulah clay. Dian…

Kamis, 24 Mei 2018 12:57

Kisah Andra Fathur Rahman, Desainer Spesialis Gaun di Banjarmasin

Gaun menjuntai. Dengan sematan payet dan beberapa ornamen khas kain tile. Pemakainya sudah pasti memesona.…

Rabu, 23 Mei 2018 14:59

Menengok Jumat Kelabu Lewat Kliping Koran

23 Mei 1997. Setelah salat Jumat, Tajuddin hendak menuju Lapangan Kamboja. Mengikuti puncak kampanye…

Senin, 21 Mei 2018 12:56

Ini Dia Sosok Dibalik Bubur Sabilal yang Melegenda

Bubur ayam sudah menjadi ciri khas Ramadan di Masjid Raya Sabilal Muhtadin. Ribuan porsi disiapkan bagi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .