MANAGED BY:
KAMIS
20 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Rabu, 08 November 2017 13:38
Hebat! Siswa SMKN 1 Binuang Raih Prestasi Berkat Film Dokumenter

Berdesak-desakan Merekam Kesenian Kuda Gepang

SYUTING: Hambali dkk merekam latihan kesenian kuda gepang di Desa Parigi, Kecamatan Bakarang, Tapin.

PROKAL.CO, Pembuatan film dokumenter ternyata juga bisa membawa berkah prestasi. Ini dialami empat siswa SMKN 1 Binuang.

-----------------------------------

RASIDI FADLI, Rantau

-----------------------------------

Alwiyansyah, Ahmad Abdillah, Ahmad Fitriadi dan Hambali sedang menatap ke layar kamera. Keempat siswa siswa SMKN 1 Binuang ini sedang mengecek hasil syuting latihan tari Kuda Gepang di Desa Parigi, Kecamatan Bakarang, Kabupaten Tapin. Ini terjadi bulan Juni lalu. Saat itu mereka sedang membuat film dokumenter yang berjudul Kuda Yang Terlupakan. Kebetulan pembuatan film dokumenter ini dilombakan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N).

Awalnya, video berjudul Warisan Keteladanan yang diolah terlebih dulu pada bulan Mei. Video ini mengisahkan perjuangan guru yang mengajar di madrasah. Mereka otomatis harus bangun subuh untuk merekam kegiatan sang tokoh, Taufiqurrahman (42) di rumahnya. "Kami mengikuti semua kegiatan bapak tersebut dari membangunkan anak-anaknya untuk salat subuh berjemaah di masjid, lalu mengajar ke sekolahan, lanjut sorenya berkebun di sawah," ungkap Hambali.

Berkat merekam langsung kegiatan Taufiqurrahman, banyak pelajaran mereka ambil. Tidak hanya soal arti kehidupan, juga perjuangannya untuk meraih sukses. "Beliau dulunya orang susah. Bahkan bersekolah pun harus menempuh jarak yang jauh," kata siswa yang berumur 16 tahun ini.

Taufiqurrahman juga mengajarkan kepada anaknya untuk bersikap jujur, memberikan karakter anak, dan mengajarkan kegigihan dalam pendidikan. "Berkat itulah beliau sekarang bisa sukses," cerita Hambali.

Film yang berdurasi 8,43 menit ini ternyata sukses membuat mereka menang lomba Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat Kabupaten Tapin pada 24 Mei lalu.

Tantangan lain menghampiri mereka. "Setelah menang, kami disarankan untuk membuat film yang berunsur budaya. Lalu berdiskusi bersama guru yang membimbing kami, akhirnya mengangkat tema Kuda yang Terlupakan," jelasnya.

Keempat siswa ini berbagi peran. Abdillah menuliskan skenario. Hambali editor dan kamerawan. Alwiyansyah dan Ahmad Fitriadi tetap membantu mendampingi walau usai membuat film Warisan Keteladanan telah lulus sekolah.

Proses pembuatan film Kuda Yang Terlupakan memakan waktu yang lumayan singkat. Dari pembuatan naskah, memahami karakter atau tokoh, sampai mengedit video. "Pembuatannya hanya sekitar dua minggu," ungkap Hambali yang saat ini magang di Banjarbaru.

Film dokumenter ini bercerita tentang Kakek Usup yang hingga sekarang mempertahankan kesenian Kuda Gepang. Padahal kesenian ini mulai tergeser modernisasi. "Kakek Usup dengan swadaya sendiri berjuang mempertahankan kesenian Kuda Gepang agar tetap ada di Tapin," tutur Hambali menceritakan secara singkat sinopsisnya.

Pembuatan film kedua ini cukup menyulitkan. Berbekal dua kamera dari sekolah, mereka harus harus berdesak-desakan dengan penonton sekitar yang menonton atraksi Kuda Gepang. "Terkadang pengambilan video bisa salah, harus diulangi lagi sampai bagus. Apalagi juga turun hujan waktu syuting, ditambah suara gemuruh angin yang mengganggu," jelas warga Jalan Jawa Rt 01 Kecamatan Binuang ini.

Setelah proses pengambilan video dan editing selesai, mereka terlebih dahulu menonton bersama para guru sebelum dikirim lomba tingkat provinsi pada 15 Juli 2017. "Setelah tidak ada komentar dari mereka, film pun langsung kami kirim untuk ikut lomba," jelasnya.

Hari pengumuman tiba. Dewan juri ternyata memutuskan film dokumenter mereka yang berhasil juara, dan berhak mewakili provinsi ke tingkat nasional. "Tidak menyangka sama sekali kami bisa menang di tingkat provinsi. Peserta lain juga terkejut kalau kami yang menang. Bahkan kami hanya berbeda satu poin dengan SMKN 2 Banjarmasin," kenangnya.

Setelah itu, karya mereka ini diikutkan event FL2SN tingkat nasional di Kupang Nusa Tenggara Timur pada 24 September lalu. "Di tingkat nasional ini tetap kami pertahankan film Kuda yang Terlupakan. Tetapi, kami revisi sedikit," lanjut Hambali.

Untuk tingkat nasional, film mereka masih belum bisa menjadi yang terbaik. "Di sana kita sudah berusaha, tetapi masih kalah dengan peserta yang lain," ucapnya.

Mislani sebagai guru pembimbing mengatakan bahwa semua proses dalam pembuatan itu murni dilakukan muridnya. "Kami dewan guru hanya mengawasi saja. Pembuatan film juga diawasi oleh Forum Sineas Banua," tuntasnya.(ma/dye)


BACA JUGA

Kamis, 13 September 2018 12:05

YS Agus Suseno, Penyair Banjar Yang Berani Menohok Rezim

Meminjam istilah sastrawan Seno Gumira Ajidarma: ketika jurnalisme dibungkam, maka mestinya sastra harus…

Rabu, 12 September 2018 15:23

Kisah Perajin Miniatur Kapal Pinisi dari Sungai Alalak

Salman tak bisa jauh-jauh dari perahu dan sungai. Semasa bujangan, dia menjadi perajin perahu di Pulau…

Sabtu, 08 September 2018 12:51

Menengok Festival Anggrek 2018 di Taman Kamboja

Apa yang dicari-cari dunia jika melancong ke Kalsel? Jawabannya; anggrek. Bukan tanpa alasan, tanaman…

Sabtu, 08 September 2018 12:48

Memanen Kelapa Sawit, Pekebun Malah Menjerit

Memanen kelapa sawit tidak terlalu menggembirakan bagi pekebun di Kotabaru. Bekerja di bawah terik mentari,…

Rabu, 05 September 2018 11:13

Jean, Siswi SMAN 2 Banjarmasin Menang Lomba Monolog di Aceh

Kamera dokumentasi sudah dimatikan. Sebagian penonton juga telah beranjak pulang. Juri pun tampak capek.…

Selasa, 04 September 2018 13:18

Jasa Datu, Perguruan Kuntau yang Sudah Eksis 32 Tahun Lamanya

Pencak silat sedang naik daun di Asian Games 2018. Di Banua, para pendekar silat ternyata sudah lama…

Kamis, 30 Agustus 2018 10:36

"First Love Never Die"

Hermansyah memutuskan tinggal di panti jompo atas pilihannya sendiri. Sebaliknya, Yulia terpaksa minggat…

Kamis, 30 Agustus 2018 10:33

Yulia Minggat karena Merepotkan

Hermansyah boleh dibilang beruntung. Masih bisa berkumpul keluarga. Masuk panti pun juga atas pilihan…

Rabu, 29 Agustus 2018 10:23

Bosan Tidur di Pengungsian, Pengungsi Lombok Mulai Datangi Kalsel

Pengungsi gempa Lombok mulai berdatangan ke Kalimantan Selatan melalui bandar udara Syamsuddin Noor…

Selasa, 28 Agustus 2018 10:18

Malam terakhir Konser Wartawan & Musisi Banua Untuk Palestina dan Lombok

Konser amal bertajuk Wartawan & Musisi Banua Untuk Palestina dan Penggalangan Dana Gempa Lombok,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .