MANAGED BY:
SELASA
20 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Rabu, 08 November 2017 13:38
Hebat! Siswa SMKN 1 Binuang Raih Prestasi Berkat Film Dokumenter

Berdesak-desakan Merekam Kesenian Kuda Gepang

SYUTING: Hambali dkk merekam latihan kesenian kuda gepang di Desa Parigi, Kecamatan Bakarang, Tapin.

PROKAL.CO, Pembuatan film dokumenter ternyata juga bisa membawa berkah prestasi. Ini dialami empat siswa SMKN 1 Binuang.

-----------------------------------

RASIDI FADLI, Rantau

-----------------------------------

Alwiyansyah, Ahmad Abdillah, Ahmad Fitriadi dan Hambali sedang menatap ke layar kamera. Keempat siswa siswa SMKN 1 Binuang ini sedang mengecek hasil syuting latihan tari Kuda Gepang di Desa Parigi, Kecamatan Bakarang, Kabupaten Tapin. Ini terjadi bulan Juni lalu. Saat itu mereka sedang membuat film dokumenter yang berjudul Kuda Yang Terlupakan. Kebetulan pembuatan film dokumenter ini dilombakan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N).

Awalnya, video berjudul Warisan Keteladanan yang diolah terlebih dulu pada bulan Mei. Video ini mengisahkan perjuangan guru yang mengajar di madrasah. Mereka otomatis harus bangun subuh untuk merekam kegiatan sang tokoh, Taufiqurrahman (42) di rumahnya. "Kami mengikuti semua kegiatan bapak tersebut dari membangunkan anak-anaknya untuk salat subuh berjemaah di masjid, lalu mengajar ke sekolahan, lanjut sorenya berkebun di sawah," ungkap Hambali.

Berkat merekam langsung kegiatan Taufiqurrahman, banyak pelajaran mereka ambil. Tidak hanya soal arti kehidupan, juga perjuangannya untuk meraih sukses. "Beliau dulunya orang susah. Bahkan bersekolah pun harus menempuh jarak yang jauh," kata siswa yang berumur 16 tahun ini.

Taufiqurrahman juga mengajarkan kepada anaknya untuk bersikap jujur, memberikan karakter anak, dan mengajarkan kegigihan dalam pendidikan. "Berkat itulah beliau sekarang bisa sukses," cerita Hambali.

Film yang berdurasi 8,43 menit ini ternyata sukses membuat mereka menang lomba Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat Kabupaten Tapin pada 24 Mei lalu.

Tantangan lain menghampiri mereka. "Setelah menang, kami disarankan untuk membuat film yang berunsur budaya. Lalu berdiskusi bersama guru yang membimbing kami, akhirnya mengangkat tema Kuda yang Terlupakan," jelasnya.

Keempat siswa ini berbagi peran. Abdillah menuliskan skenario. Hambali editor dan kamerawan. Alwiyansyah dan Ahmad Fitriadi tetap membantu mendampingi walau usai membuat film Warisan Keteladanan telah lulus sekolah.

Proses pembuatan film Kuda Yang Terlupakan memakan waktu yang lumayan singkat. Dari pembuatan naskah, memahami karakter atau tokoh, sampai mengedit video. "Pembuatannya hanya sekitar dua minggu," ungkap Hambali yang saat ini magang di Banjarbaru.

Film dokumenter ini bercerita tentang Kakek Usup yang hingga sekarang mempertahankan kesenian Kuda Gepang. Padahal kesenian ini mulai tergeser modernisasi. "Kakek Usup dengan swadaya sendiri berjuang mempertahankan kesenian Kuda Gepang agar tetap ada di Tapin," tutur Hambali menceritakan secara singkat sinopsisnya.

Pembuatan film kedua ini cukup menyulitkan. Berbekal dua kamera dari sekolah, mereka harus harus berdesak-desakan dengan penonton sekitar yang menonton atraksi Kuda Gepang. "Terkadang pengambilan video bisa salah, harus diulangi lagi sampai bagus. Apalagi juga turun hujan waktu syuting, ditambah suara gemuruh angin yang mengganggu," jelas warga Jalan Jawa Rt 01 Kecamatan Binuang ini.

Setelah proses pengambilan video dan editing selesai, mereka terlebih dahulu menonton bersama para guru sebelum dikirim lomba tingkat provinsi pada 15 Juli 2017. "Setelah tidak ada komentar dari mereka, film pun langsung kami kirim untuk ikut lomba," jelasnya.

Hari pengumuman tiba. Dewan juri ternyata memutuskan film dokumenter mereka yang berhasil juara, dan berhak mewakili provinsi ke tingkat nasional. "Tidak menyangka sama sekali kami bisa menang di tingkat provinsi. Peserta lain juga terkejut kalau kami yang menang. Bahkan kami hanya berbeda satu poin dengan SMKN 2 Banjarmasin," kenangnya.

Setelah itu, karya mereka ini diikutkan event FL2SN tingkat nasional di Kupang Nusa Tenggara Timur pada 24 September lalu. "Di tingkat nasional ini tetap kami pertahankan film Kuda yang Terlupakan. Tetapi, kami revisi sedikit," lanjut Hambali.

Untuk tingkat nasional, film mereka masih belum bisa menjadi yang terbaik. "Di sana kita sudah berusaha, tetapi masih kalah dengan peserta yang lain," ucapnya.

Mislani sebagai guru pembimbing mengatakan bahwa semua proses dalam pembuatan itu murni dilakukan muridnya. "Kami dewan guru hanya mengawasi saja. Pembuatan film juga diawasi oleh Forum Sineas Banua," tuntasnya.(ma/dye)


BACA JUGA

Senin, 19 Februari 2018 14:01

Jasa Foto dan Cetak Kilat Hanya 5 Menit di Siring Tendean

Mencetak foto dengan hitungan satu jam sudah biasa. Lalu, percayakah Anda jika ada jasa cetak lima menit?…

Jumat, 16 Februari 2018 14:36

Soetji Nurani sebagai Kelenteng Dewi Kwan Im

Bangunan tempat ibadah, berdiri megah di beberapa ruas jalan di Kota Banjarmasin. Salah satunya adalah…

Kamis, 15 Februari 2018 14:57

Fakta Menarik Di Balik Pesta Perkawinan Anak Bos Binuang

Publik Indonesia tersentak acara pernikahan Muhammad Prayudha anak pengusaha terkenal Tapin, Muhammad…

Rabu, 14 Februari 2018 15:14

Bauntung Evo 04, Mobil Hemat Energi Karya FT ULM

Shell Eco Marathon Asia 2018 akan dihelat 8-11 Maret mendatang di Changi Exhibition Center Singapore.…

Selasa, 13 Februari 2018 14:49

Kala Dekranasda Jawa Barat Kepincut Cara Mewarnai Sasirangan

Corak warna warni dan cara pewarnaan kain sasirangan yang unik membuat Ketua Dewan Kerajinan Nasional…

Sabtu, 10 Februari 2018 14:39

Kiprah Urang Banua Menjadi Komisioner Komnas HAM

Sudah tiga bulan Hariansyah di ibu kota Jakarta mengemban tugas sebagai Wakil Ketua Bidang Internal…

Sabtu, 10 Februari 2018 14:25

Mengenal Komunitas The Kutu Buku, Gelar Lapak Baca, Punya Perpus Binaan

Banyak orang beranggapan membaca itu membosankan. Tapi tidak bagi The Kutu Buku. Sekelompok anak muda…

Jumat, 09 Februari 2018 11:53

Daryll Alfaraby Noorlaksono, Penabuh Drum Cilik Beraliran Cadas

Aliran hard rock dan heavy metal identik dengan kalangan sesepuh. Namun, bagi Daryll Alfaraby Noorlaksono…

Selasa, 06 Februari 2018 11:43

Penggemar Berat Game Online Bikin Situs Alquran Audio

Enam bulan lalu, Fahreza membangun situs Alquran Audio. Idenya memang tak orisinil, tak juga menyentak.…

Senin, 05 Februari 2018 10:12
Laporan dari Perayaan Hari Kanker Sedunia 2018

Selundupkan Obat Kanker Demi Bertahan Hidup

Vonis kanker ibarat tenggat waktu menuju kematian. Anggapan itulah yang coba dikikis Chalid dan Humaidi.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .