MANAGED BY:
SELASA
20 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Kamis, 09 November 2017 11:31
Kala Anak Punk Memilih Berkontribusi untuk Lingkungan Sekitar

Membuat Sepeda, Kostum dari Besi Bekas

IKUT BERKONTRIBUSI: Berasal dari komunitas punk, Ahmad Eka Fadlianto (topi hitam) ingin ikut mengkampanyekan kesadaran lingkungan dengan mengajak masyarakat untuk kembali bersepeda.

PROKAL.CO, Anak punk acap kali dicap sebagai kumpulan orang yang tak punya tujuan hidup dan sering bikin cemas masyarakat. Namun, Ahmad Eka Fadlianto dan teman-temannya yang tergabung dalam Banjarmasin Lowrider (Blower) mematahkan stigma tersebut. Memilih menjadi anak punk, mereka membuktikan bahwa anak punk dan juga bisa berkontribusi untuk masyarakat.

------------------------------------------------

DONNY MUSLIM, BANJARMASIN

-----------------------------------------------

Ahmad Eka Fadlianto lahir 24 tahun silam di Kota Banjarmasin. Namanya mencuat ketika dirinya mengikuti pemilihan dan menyabet juara I Bidang Pengelolaan Sumber Daya Alam pada ajang Pemuda Pelopor Banjarmasin 2017. Pemuda Pelopor adalah ajang yang dilaksanakan Dinas Pemuda Olahraga (Dispora) Kota Banjarmasin untuk memberi penghargaan kepada pemuda-pemuda yang memiliki kontribusi untuk lingkungan sekitarnya.

Menariknya, Fadli, sapaan pemuda yang satu ini, mempunyai latar belakang dari komunitas punk yang acap kali dicap buruk oleh masyarakat. Ia tergabung dalam Outsiders Banjarmasin, kumpulan penyuka musik dari band punk rock asal Bali, Superman Is Dead. Ia juga tergabung dalam komunitas sepeda kostum, Banjarmasin Lowrider.

Lantas, terobosan apa yang dibuatnya sehingga ia menyabet juara pertama bidang pengelolaan sumber daya alam? Ternyata, Fadli membuat terobosan membuat sepeda kostum dengan menggunakan besi-besi bekas. Fadli mendapatkan apresiasi lantaran ia berhasil mengelola besi bekas menjadi sepeda kostum yang bernilai seni.

Senin (6/11) Radar Banjarmasin menyempatkan untuk mengunjungi kediamannya yang beralamat di Kompleks Al Azhar, Jalan Cemara Ujung, Kota Banjarmasin. Saat sampai di rumahnya, penulis sudah disambut spanduk Outsiders Banjarmasin dan Banjarmasin Lowrider, pertanda rumah ini adalah markas besar mereka yang tergabung dalam dua komunitas tersebut.

Di samping kediamannya, terdapat bengkel pribadi yang sering ia gunakan untuk melakukan kostumisasi sepeda. Terlihat besi-besi bekas berkarat menumpuk di bengkel tersebut. Beragam kerangka sepeda yang akan disulap menjadi sepeda kostum bernilai jual tinggi juga terdapat di bengkelnya.

Penulis menemuinya saat Fadli dan beberapa bocah yang ada di kompleksnya sedang mengerjakan sepeda lowrider yang belum sempat ia kerjakan beberapa waktu terakhir. Terdengar musik dari para musisi beraliran punk rock seperti Superman Is Dead dan Suicidal Sinatra menyeruak keluar dari pengeras suara aktif. Tujuannya, Menambah semangat Fadli untuk mengerjakan sepeda kostumnya yang hampir rampung.

"Ini bahan-bahannya berasal dari besi bekas semua," kata Fadli memulai pembicaraan. Dia menceritakan, besi-besi bekas untuk membuat pembuatan sepeda kostum ini ia dapatkan dari hasil perburuannya dari tukang loak yang ada di daerah Kuin Selatan, Kota Banjarmasin. Daripada tidak digunakan dan menumpuk di tukang loak, Fadli berinisiatif untuk membuatnya menjadi sepeda kostum.

Setelah mendapatkan besi-besi bekas yang diinginkan, ia lalu membawa besi-besi tersebut ke tukang las untuk meminta bantuan pembuatan pola untuk sepeda kostum. Tuntas pengerjaan oleh tukang las, pengerjaan dilanjutkan oleh tangannya sendiri. "Setelah dibentuk pola, besi akan dihaluskan dan dicat dengan warna yang sesuai dengan keinginan," kata dia. Setelah itu, sepeda sudah siap untuk dirakit.

Di lain sisi, tak ingin sendirian dalam bergelut di dunia sepeda kostum, ia kemudian membuat sebuah perkumpulan dengan nama Banjarmasin Lowrider. Di komunitas ini, rata-rata anggotanya berasal dari komunitas punk yang menyukai menggunakan sepeda. Para bocah yang menemaninya merakit sepeda kala itu ternyata juga bagian dari Banjarmasin Lowrider. "Sebagiannya memang ada yang bukan berlatar belakang anak punk," kata Fadli.

Lewat komunitas ini, ia ingin membuktikan bahwa anak punk juga bisa berkontribusi dan bermanfaat pada lingkungan sekitar. Konkritnya, ia menanamkan sikap mandiri kepada anggota agar tak mudah bergantung pada orang lain. "Jadi, anak-anak di Banjarmasin Lowrider ini sama-sama belajar mengenai wirausaha. Misalnya, kami bikin usaha jualan stiker serta jasa melakukan kostumisasi sepeda," kata dia.

Selain itu, ia juga menebarkan 'virus' bersepeda kepada masyarakat lewat Banjarmasin Lowrider. "Sekarang polusi udara sudah menjadi-jadi. Meningkatnya kendaraan bermotor menjadi salah satu penyebabnya," cecarnya.

Oleh karena itu, dengan menebar virus bersepeda kepada masyarakat, Fadli dan teman-temannya yang ada di Banjarmasin Lowrider dapat berperan menyampaikan pesan kesadaran lingkungan untuk meminimalisasi polusi udara yang ada di Kota Banjarmasin. "Harapannya begitu. Ketika mau bepergian, kalau memang jaraknya dekat lebih baik pakai sepeda saja," tuntas Fadli. (by/ram)


BACA JUGA

Senin, 19 Februari 2018 14:01

Jasa Foto dan Cetak Kilat Hanya 5 Menit di Siring Tendean

Mencetak foto dengan hitungan satu jam sudah biasa. Lalu, percayakah Anda jika ada jasa cetak lima menit?…

Jumat, 16 Februari 2018 14:36

Soetji Nurani sebagai Kelenteng Dewi Kwan Im

Bangunan tempat ibadah, berdiri megah di beberapa ruas jalan di Kota Banjarmasin. Salah satunya adalah…

Kamis, 15 Februari 2018 14:57

Fakta Menarik Di Balik Pesta Perkawinan Anak Bos Binuang

Publik Indonesia tersentak acara pernikahan Muhammad Prayudha anak pengusaha terkenal Tapin, Muhammad…

Rabu, 14 Februari 2018 15:14

Bauntung Evo 04, Mobil Hemat Energi Karya FT ULM

Shell Eco Marathon Asia 2018 akan dihelat 8-11 Maret mendatang di Changi Exhibition Center Singapore.…

Selasa, 13 Februari 2018 14:49

Kala Dekranasda Jawa Barat Kepincut Cara Mewarnai Sasirangan

Corak warna warni dan cara pewarnaan kain sasirangan yang unik membuat Ketua Dewan Kerajinan Nasional…

Senin, 12 Februari 2018 15:01

Melihat Aktivitas Akhir Pekan Anak Desa Nelayan Bajau Pulau Laut

Pernah kangen masa kecil lepas ceria, bermain tanpa harus menunduk melihat hape? Di pesisir Pulau Laut,…

Senin, 12 Februari 2018 12:50

Monolog Luka Persembahan Teater Dapur Kalsel

Luka tidak bicara tentang roman picisan. Tapi bicara tentang luka yang diderita bumi. Tempat kita lahir,…

Sabtu, 10 Februari 2018 14:39

Kiprah Urang Banua Menjadi Komisioner Komnas HAM

Sudah tiga bulan Hariansyah di ibu kota Jakarta mengemban tugas sebagai Wakil Ketua Bidang Internal…

Sabtu, 10 Februari 2018 14:25

Mengenal Komunitas The Kutu Buku, Gelar Lapak Baca, Punya Perpus Binaan

Banyak orang beranggapan membaca itu membosankan. Tapi tidak bagi The Kutu Buku. Sekelompok anak muda…

Jumat, 09 Februari 2018 11:53

Daryll Alfaraby Noorlaksono, Penabuh Drum Cilik Beraliran Cadas

Aliran hard rock dan heavy metal identik dengan kalangan sesepuh. Namun, bagi Daryll Alfaraby Noorlaksono…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .