MANAGED BY:
SELASA
19 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Kamis, 09 November 2017 11:31
Kala Anak Punk Memilih Berkontribusi untuk Lingkungan Sekitar

Membuat Sepeda, Kostum dari Besi Bekas

IKUT BERKONTRIBUSI: Berasal dari komunitas punk, Ahmad Eka Fadlianto (topi hitam) ingin ikut mengkampanyekan kesadaran lingkungan dengan mengajak masyarakat untuk kembali bersepeda.

PROKAL.CO, Anak punk acap kali dicap sebagai kumpulan orang yang tak punya tujuan hidup dan sering bikin cemas masyarakat. Namun, Ahmad Eka Fadlianto dan teman-temannya yang tergabung dalam Banjarmasin Lowrider (Blower) mematahkan stigma tersebut. Memilih menjadi anak punk, mereka membuktikan bahwa anak punk dan juga bisa berkontribusi untuk masyarakat.

------------------------------------------------

DONNY MUSLIM, BANJARMASIN

-----------------------------------------------

Ahmad Eka Fadlianto lahir 24 tahun silam di Kota Banjarmasin. Namanya mencuat ketika dirinya mengikuti pemilihan dan menyabet juara I Bidang Pengelolaan Sumber Daya Alam pada ajang Pemuda Pelopor Banjarmasin 2017. Pemuda Pelopor adalah ajang yang dilaksanakan Dinas Pemuda Olahraga (Dispora) Kota Banjarmasin untuk memberi penghargaan kepada pemuda-pemuda yang memiliki kontribusi untuk lingkungan sekitarnya.

Menariknya, Fadli, sapaan pemuda yang satu ini, mempunyai latar belakang dari komunitas punk yang acap kali dicap buruk oleh masyarakat. Ia tergabung dalam Outsiders Banjarmasin, kumpulan penyuka musik dari band punk rock asal Bali, Superman Is Dead. Ia juga tergabung dalam komunitas sepeda kostum, Banjarmasin Lowrider.

Lantas, terobosan apa yang dibuatnya sehingga ia menyabet juara pertama bidang pengelolaan sumber daya alam? Ternyata, Fadli membuat terobosan membuat sepeda kostum dengan menggunakan besi-besi bekas. Fadli mendapatkan apresiasi lantaran ia berhasil mengelola besi bekas menjadi sepeda kostum yang bernilai seni.

Senin (6/11) Radar Banjarmasin menyempatkan untuk mengunjungi kediamannya yang beralamat di Kompleks Al Azhar, Jalan Cemara Ujung, Kota Banjarmasin. Saat sampai di rumahnya, penulis sudah disambut spanduk Outsiders Banjarmasin dan Banjarmasin Lowrider, pertanda rumah ini adalah markas besar mereka yang tergabung dalam dua komunitas tersebut.

Di samping kediamannya, terdapat bengkel pribadi yang sering ia gunakan untuk melakukan kostumisasi sepeda. Terlihat besi-besi bekas berkarat menumpuk di bengkel tersebut. Beragam kerangka sepeda yang akan disulap menjadi sepeda kostum bernilai jual tinggi juga terdapat di bengkelnya.

Penulis menemuinya saat Fadli dan beberapa bocah yang ada di kompleksnya sedang mengerjakan sepeda lowrider yang belum sempat ia kerjakan beberapa waktu terakhir. Terdengar musik dari para musisi beraliran punk rock seperti Superman Is Dead dan Suicidal Sinatra menyeruak keluar dari pengeras suara aktif. Tujuannya, Menambah semangat Fadli untuk mengerjakan sepeda kostumnya yang hampir rampung.

"Ini bahan-bahannya berasal dari besi bekas semua," kata Fadli memulai pembicaraan. Dia menceritakan, besi-besi bekas untuk membuat pembuatan sepeda kostum ini ia dapatkan dari hasil perburuannya dari tukang loak yang ada di daerah Kuin Selatan, Kota Banjarmasin. Daripada tidak digunakan dan menumpuk di tukang loak, Fadli berinisiatif untuk membuatnya menjadi sepeda kostum.

Setelah mendapatkan besi-besi bekas yang diinginkan, ia lalu membawa besi-besi tersebut ke tukang las untuk meminta bantuan pembuatan pola untuk sepeda kostum. Tuntas pengerjaan oleh tukang las, pengerjaan dilanjutkan oleh tangannya sendiri. "Setelah dibentuk pola, besi akan dihaluskan dan dicat dengan warna yang sesuai dengan keinginan," kata dia. Setelah itu, sepeda sudah siap untuk dirakit.

Di lain sisi, tak ingin sendirian dalam bergelut di dunia sepeda kostum, ia kemudian membuat sebuah perkumpulan dengan nama Banjarmasin Lowrider. Di komunitas ini, rata-rata anggotanya berasal dari komunitas punk yang menyukai menggunakan sepeda. Para bocah yang menemaninya merakit sepeda kala itu ternyata juga bagian dari Banjarmasin Lowrider. "Sebagiannya memang ada yang bukan berlatar belakang anak punk," kata Fadli.

Lewat komunitas ini, ia ingin membuktikan bahwa anak punk juga bisa berkontribusi dan bermanfaat pada lingkungan sekitar. Konkritnya, ia menanamkan sikap mandiri kepada anggota agar tak mudah bergantung pada orang lain. "Jadi, anak-anak di Banjarmasin Lowrider ini sama-sama belajar mengenai wirausaha. Misalnya, kami bikin usaha jualan stiker serta jasa melakukan kostumisasi sepeda," kata dia.

Selain itu, ia juga menebarkan 'virus' bersepeda kepada masyarakat lewat Banjarmasin Lowrider. "Sekarang polusi udara sudah menjadi-jadi. Meningkatnya kendaraan bermotor menjadi salah satu penyebabnya," cecarnya.

Oleh karena itu, dengan menebar virus bersepeda kepada masyarakat, Fadli dan teman-temannya yang ada di Banjarmasin Lowrider dapat berperan menyampaikan pesan kesadaran lingkungan untuk meminimalisasi polusi udara yang ada di Kota Banjarmasin. "Harapannya begitu. Ketika mau bepergian, kalau memang jaraknya dekat lebih baik pakai sepeda saja," tuntas Fadli. (by/ram)


BACA JUGA

Selasa, 19 Juni 2018 14:08

Mengenal Dokter Fairuz yang Setia Mengawal Kaum Pemudik

Bagi kebanyakan orang, lebaran bersinonim dengan liburan. Tapi untuk segelintir orang, lebaran artinya…

Rabu, 13 Juni 2018 13:18

Gerakan Literasi dari Balik Jeruji Penjara

Lapas Teluk Dalam punya perpustakaan, tapi isinya buku hukum melulu. Mobil perpustakaan keliling Dinas…

Minggu, 10 Juni 2018 13:21

Tempat Cukur Legendaris Banjarmasin: Layani Bayi Sehari Hingga Manula

Beralamat di Jalan Hassanudin HM, no 23. Ada sebuah ruang berbidang segi tiga. Pangkas Rambut Nasional,…

Jumat, 08 Juni 2018 11:15

Kisah Nanang, Penjual Burung Jalak Keliling di Banjarmasin

Dengan mengayuh ontel tua, Nanang (70) berkeliling Kota Banjarmasin. Menjajakan burung jalak, dikurung…

Rabu, 06 Juni 2018 12:53

Geliat Kerajinan Tanggui Pesisir Utara di Banjarmasin

Di balik sumpeknya kehidupan perkotaan. Tepian Utara Kota Banjarmasin ternyata masih menyimpan kearifan…

Selasa, 05 Juni 2018 14:41

Mengintip Kampung Permainan Tradisonal Pendamai di Teluk Tiram Darat

Bulan Ramadan ini Kampung Permainan Tradisional Pendamai bukannya sepi. Tapi makin ramai dikunjungi.…

Senin, 04 Juni 2018 12:54

Melacak Jejak Musyawaratutthalibin, Pergerakan Islam Asli Kalsel

Mempersatukan kaum terpelajar Muslim Kalsel, pergerakan Islam bernama Moesjawaratoetthalibin pernah…

Minggu, 03 Juni 2018 12:29

Senjakala Sastra Lisan Belamut, Jaya Pada Masanya, Kini Minim Apresiasi

Menjadi seniman lamut sejak puluhan tahun, Gusti Jamhar Akbar akhirnya memutuskan pensiun dari panggung…

Sabtu, 02 Juni 2018 13:19

Mengenal Transpuan Paling Fotogenik di Tahun 2018

Cap negatif melekat pada diri mereka. Kiky Fadilah, transpuan asal Banjarmasin berusaha semampunya.…

Jumat, 01 Juni 2018 11:25

Serunya Sahur Sembari Menyaksikan Mamanda Bersama Taman Budaya Kalsel

Sang Putri dari Kerajaan Malinggam Cahaya tak hanya terkenal cantik, namun juga fasih dalam melantunkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .