MANAGED BY:
SABTU
26 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Kamis, 09 November 2017 14:37
Yoga Rivaldi, Peraih IPK Sempurna, Wakili Indonesia di Ajang Internasional
Yoga Rivaldi

PROKAL.CO, Kebanggaan luar biasa dirasakan kedua orang tua Yoga Rivaldi. Bagaimana tidak, anak tertua dari dua bersaudara itu berhasil meraih IPK sempurna 4,00 dan berprestasi di ajang internasional.

--------------------------------------------

IBNU WAHYUDI, Tabalong

--------------------------------------------

Titik air mata tanpa terasa keluar dari mata Siti Jamiah, ibunda Yoga Rivaldi. Ia sangat merindukan anaknya yang jauh merantau menimba ilmu di Bogor. Rasa bangga terselip saat mendengar anak lelakinya meraih prestasi.

"Mudahan dia selalu sehat dan bisa menjaga diri," kata wanita berkerudung panjang itu lirih sambil mengusap tetesan air mata dengan kertas tisu.  Ia sangat senang mendengarkan prestasi anaknya.

Suaminya, Budi Traiwan sangat senang ketika Radar Banjarmasin mengabarkan prestasi anaknya itu. Bagaimana tidak, padahal keseharian anaknya layaknya remaja pada umumnya. "Paling waktu SMP saja dia pernah juara kelas," ujarnya.

Kalaupun ada hal yang menonjol, Budi memberitahukan jika anaknya senang membaca. Tidur saja selalu ditemani buku,sehingga wajar kalau ditemui tidur dengan buku berserakan. "Memang waktu sekolah dulu banyak teman-teman sering ke rumah kerja kelompok," ucap lelaki pekerja kuli bangunan tersebut, membayangkan masa SMA sang anak.

 

Yoga Rivaldi sendiri kini tinggal di Bogor menjalani hidup menjadi mahasiswa di Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Institut Pertanian Bogor. Ayah dan ibunya sangat mendukung apapun yang diperbuatnya asalkan itu untuk kebaikan. "Katanya dia mau ke Taiwan, ada lomba karya ilmiah," ujarnya.

Rasa bangga dan haru orang tua Yogi sangat terasa saat Radar Banjarmasin mendatangi pasangan yang tinggal di Kelurahan Pandan Sari RT 13 Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong, Rabu (7/11).

Keberhasilan mahasiswa ini sangat luar biasa, baik di perkuliahan maupun event-event lomba tingkat internasional. Selain meraih IPK sempurna, lomba yang diikutinya selalu dimenangkan baik tingkat nasional dan internasional.  

Adapun prestasi itu adalah juara 1 debat ilmiah tingkat nasional di Universitas Diponegoro tahun 2016, menjadi delegasi konferensi mahasiswa kedokteran hewan Indonesia-Malaysia tahun 2017. Di tahun ini juga dia meraih juara dua lomba debat teknologi tingkat nasional di Institut Teknologi Kalimantan, lolos karya ilmiah Program Committe of ASEAN Islamic Economic Summit  di Kuala Lumpur.

Ditambah lagi lolos karya ilmiah program International Paper Competition of Animal Science and Veterinary di Jepang, juara tiga lomba karya ilmiah tingkat nasional di Universitas Hasanudin, dan finalis Top 60 Best Youth Innovation  ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas).

Ketika dikonfirmasi melalui telpon genggamnya, Yoga bercerita prestasi yang diraihnya itu semua berkat kemudahan dari Allah SWT, walau sebelumnya banyak kegagalan.  "Sebelumnya saya sering gagal," kata remaja kelahiran di Blitar, 18 April 1998 lalu itu.

Namun, kegagalan itu dievaluasi, sembari menumbuhkan kesadaran diri memperbanyak ibadah. Di tengah keteguhan memperbanyak amal kebaikan, ternyata dimudahkan Allah SWT, dengan berhasilnya diraihnya juara lomba.

“Alhamdulillah, setelah saya perbaiki kualitas ibadah saya, Allah mengizinkan saya untuk memperoleh kemenangan yang indah,” tutur Yoga.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah pada Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Tabalong, Tonie Marwan mengatakan, Yoga Rivaldi adalah mahasiswa yang mendapatkan beasiswa kerja sama antara Pemkab Tabalong, PT Adaro Indonesia dan IPB Bogor. "Iya, sekarang masih kuliah. Dan dia mendapatkan IPK 04.00 dan banyak juara lomba," katanya.   

Section Head CSR PT Adaro Indonesia Bidang Pendidikan Kesehatan dan Lingkungan, Sri Armiyati Jarkasi memberitahukan jika remaja berusia 19 tahun itu berkualiah atas program Beasiswa Utusan Daerah (BUD). "Semua kehidupan, kos, keberangkatan dan biaya kuliahnya kami tanggung selama di Bogor," katanya.

Ia menjelaskan, berangkatnya Yoga ke IPB Bogor merupakan jalur khusus adanya kerja sama perusahaan dengan perkuliahan. Pasalnya, sangat sulit anak -anak di daerah untuk mengakses pendidikan di perguruan tinggi ternama. "Harapan kami, tidak ada keharusan mereka yang dikirim untuk kerja di Adaro, minimal mereka bisa kembali ke daerah sebagai orang terdidik, dan membangun banua," ucapnya. (ibn/tof)


BACA JUGA

Rabu, 23 Mei 2018 14:59

Menengok Jumat Kelabu Lewat Kliping Koran

23 Mei 1997. Setelah salat Jumat, Tajuddin hendak menuju Lapangan Kamboja. Mengikuti puncak kampanye…

Minggu, 13 Mei 2018 05:50

Surat Terakhir Erik Petersen Pria Keturunan Bangsa Viking di Banua Anyar

Erik Petersen adalah keturunan Bangsa Viking. Yang memilih meninggal dunia di Banua Anyar. Warisan Erik,…

Kamis, 10 Mei 2018 18:57

Kisah Nelayan Pulau Laut yang Menolak Keras Pertambangan

Sama seperti hari cerah lainnya, Ari si pemancing ikan gabus, beberapa hari lalu dapat puluhan kilogram…

Selasa, 08 Mei 2018 13:36

Bukan Sibuk Main Mobile Legends, Bocah ini Malah Asik Koleksi Perangko

Kecil-kecil, berani tampil beda. Itulah Muhammad Fahriza. Hobinya tak biasa. Jika anak seusianya sibuk…

Senin, 07 Mei 2018 14:17

Mengunjungi Pasar Kajut Edisi ke-IV, Menjual Apa Saja yang Penting Keren

Orang Indonesia mengenal Pasar Kaget. Anak muda Banjarmasin mengenal Pasar Kajut. Inilah wadah banyak…

Sabtu, 05 Mei 2018 19:41

Curahan Lirih dari Pulau Laut: "Mau Tinggal di Mana Kami"

Aksi menolak penambangan batubara di Pulau Laut, Kotabaru, terus dilancarkan. Beragam cara dilakukan…

Sabtu, 05 Mei 2018 12:39

Kisah Mereka yang Ditolak Pulang dari Rumah Singgah Baiman

Rumah Singgah Baiman didirikan untuk menampung ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa), pengemis, gelandangan,…

Jumat, 04 Mei 2018 14:17

Mengintip Aktifitas Pelatih Karate Cantik di Banjarmasin

Helda Wahdini punya paras cantik. Tapi di balik kecantikannya orang tidak menduga kalau dia ternyata…

Kamis, 03 Mei 2018 12:27

Eter Nabiring, Penjaga Adat dan Tradisi Suku Dayak Halong

Gelisah akan kemajuan zaman yang menggerus kearifan lokal dan budaya warisan nenek moyang, Eter Nabiring,…

Kamis, 03 Mei 2018 12:03

Hardiknas Berbarengan dengan USBN SLB

Ricky Joevani begitu pendiam. Saat diwawancara, dia lebih banyak mengangguk dan tersenyum. Sesekali…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .