MANAGED BY:
SABTU
26 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Jumat, 10 November 2017 11:07
Menengok Kelompok Perajin di Kampung Purun Banjarbaru

Dalam Sebulan Mampu Menjual Ribuan Produk

KERAJINAN PURUN: Para pengrajin di Kampung Purun saat memproduksi kerajinan purun. FOTO: SUTRISNO

PROKAL.CO, Satu tahun sudah destinasi wisata Kampung Purun di Kelurahan Palm, Banjarbaru diperkenalkan. Bagaimanakah kini perkembangan kampung yang memiliki kelompok pengrajin aneka kerajinan berbahan baku purun tersebut?

-----------------------------------

SUTRISNO, Banjarbaru

-----------------------------------

Untuk mencari lokasi Kampung Purun sangatlah mudah, dari Jalan A Yani Km 32 hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 10 menit melintasi Jalan Karang Rejo hingga ke ujung Jalan Palm. Di sana, kemudian terdapat tugu bertuliskan "Selamat Datang di Kampung Purun".

Saat Radar Banjarmasin Kamis (9/11) kemarin datang ke sana, para pengrajin yang sebagian besar ibu-ibu terlihat berkumpul di satu tempat yang mereka namai Pendopo Kampung Purun. Tempat itu sengaja dibangun memang difungsikan untuk para pengrajin memproduksi hasil karya mereka yang berbahan baku purun.

Ada puluhan wanita berada di sana, mereka terlihat saling berhadapan dengan tangan yang terus bekerja menganyam purun. "Ini rutinitas kami setiap hari," kata salah seorang pengrajin, Masliani.

Dia mengungkapkan, kali ini semua pengrajin sedang fokus membuat kerajinan tas. "Pesanan tas yang paling banyak, jadi kelompok pengrajin banyak yang membuat tas," ungkapnya.

Di Kampung Purun terdapat dua kelompok pengrajin, yaitu Kelompok Al Firdaus dan Kelompok Galuh Cempaka. Masliani sendiri merupakan anggota Kelompok Al Firdaus.

Ketua Kelompok Al Firdaus Mujiatni mengungkapkan, kerajinan yang mereka produksi sekarang laku keras. Berbeda jauh dengan tahun lalu. "Pertengahan tahun 2016, saat kelompok baru terbentuk kami hanya bisa menjual ratusan produksi perbulan. Sementara tahun ini sudah mencapai ribuan produksi perbulan," ungkapnya.

Bulan ini sendiri, sudah ada 1.350 pesanan tas yang harus mereka penuhi. Pemesan bukan hanya dari Kalsel, tapi ada juga dari luar Kalsel. "Ada pemesan dari Rembang, Jawa Tengah juga," ujar Mujiatni.

Mengenai harganya, dia mengungkapkan, untuk tas purun mereka jual dengan harga Rp15 ribu hingga Rp20 ribu. Sedangkan karpet, tergantung ukuran. Mulai dari Rp70 ribu hingga ratusan ribu rupiah.

"Mudah-mudahan peminat purun terus bertambah dari tahun ke tahun," ungkapnya.

Hasil penjualan produksi, kemudian dikumpulkan di koperasi kelompok mereka. Lalu, uang yang terkumpul nantinya dapat digunakan untuk memberikan bantuan ke para anggota koperasi. (ris)


BACA JUGA

Kamis, 24 Mei 2018 12:57

Kisah Andra Fathur Rahman, Desainer Spesialis Gaun di Banjarmasin

Gaun menjuntai. Dengan sematan payet dan beberapa ornamen khas kain tile. Pemakainya sudah pasti memesona.…

Rabu, 23 Mei 2018 14:59

Menengok Jumat Kelabu Lewat Kliping Koran

23 Mei 1997. Setelah salat Jumat, Tajuddin hendak menuju Lapangan Kamboja. Mengikuti puncak kampanye…

Senin, 21 Mei 2018 12:56

Ini Dia Sosok Dibalik Bubur Sabilal yang Melegenda

Bubur ayam sudah menjadi ciri khas Ramadan di Masjid Raya Sabilal Muhtadin. Ribuan porsi disiapkan bagi…

Sabtu, 19 Mei 2018 10:38

Menengok Kelahiran Kampung Mural di Jalan Tunjung Maya

Seusai salat tarawih hingga tibanya waktu sahur, warga dan pelukis berkumpul. Membawa teko kopi dan…

Senin, 14 Mei 2018 15:15

Cerita Ketua MUI Tanbu KH Fadli Muis Mendirikan Pondok Pesantren Zaadul Muttaqiin

Saat ini, pondok pesantren mulai digandrungi anak muda putra dan putri. Pondok pesantren (ponpes) mulai…

Sabtu, 12 Mei 2018 14:14

Menengok Kehidupan di Ponpes Dalam Pagar Kandangan

Santri; terpisah dari keluarga, belajar agama atau menghafal ayat-ayat suci Alquran. Kalau dibayangan…

Jumat, 11 Mei 2018 16:00

Kala Petani Keluhkan Sawah Mereka yang Mengering karena Irigasi Berubah Fungsi

Kejadian yang cukup langka  terjadi di Kampung Handil Buluan, Desa Gudang Hirang Kecamatan Sungai…

Jumat, 11 Mei 2018 15:56

Kisah Purnawirawan TNI yang Menjadi Relawan Penyeberangan Pejalan Kaki

Kopral Effendie sedang menyeberangkan pejalan kaki. Truk tentara melintas. Sejenak dia terdiam. Tangan…

Kamis, 10 Mei 2018 18:57

Kisah Nelayan Pulau Laut yang Menolak Keras Pertambangan

Sama seperti hari cerah lainnya, Ari si pemancing ikan gabus, beberapa hari lalu dapat puluhan kilogram…

Rabu, 09 Mei 2018 16:15

Ini Nih Relawan Ojek Gratis di SBMPTN ULM

Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) selalu merepotkan karena digelar di tempat berbeda.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .