MANAGED BY:
RABU
19 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Jumat, 10 November 2017 11:07
Menengok Kelompok Perajin di Kampung Purun Banjarbaru

Dalam Sebulan Mampu Menjual Ribuan Produk

KERAJINAN PURUN: Para pengrajin di Kampung Purun saat memproduksi kerajinan purun. FOTO: SUTRISNO

PROKAL.CO, Satu tahun sudah destinasi wisata Kampung Purun di Kelurahan Palm, Banjarbaru diperkenalkan. Bagaimanakah kini perkembangan kampung yang memiliki kelompok pengrajin aneka kerajinan berbahan baku purun tersebut?

-----------------------------------

SUTRISNO, Banjarbaru

-----------------------------------

Untuk mencari lokasi Kampung Purun sangatlah mudah, dari Jalan A Yani Km 32 hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 10 menit melintasi Jalan Karang Rejo hingga ke ujung Jalan Palm. Di sana, kemudian terdapat tugu bertuliskan "Selamat Datang di Kampung Purun".

Saat Radar Banjarmasin Kamis (9/11) kemarin datang ke sana, para pengrajin yang sebagian besar ibu-ibu terlihat berkumpul di satu tempat yang mereka namai Pendopo Kampung Purun. Tempat itu sengaja dibangun memang difungsikan untuk para pengrajin memproduksi hasil karya mereka yang berbahan baku purun.

Ada puluhan wanita berada di sana, mereka terlihat saling berhadapan dengan tangan yang terus bekerja menganyam purun. "Ini rutinitas kami setiap hari," kata salah seorang pengrajin, Masliani.

Dia mengungkapkan, kali ini semua pengrajin sedang fokus membuat kerajinan tas. "Pesanan tas yang paling banyak, jadi kelompok pengrajin banyak yang membuat tas," ungkapnya.

Di Kampung Purun terdapat dua kelompok pengrajin, yaitu Kelompok Al Firdaus dan Kelompok Galuh Cempaka. Masliani sendiri merupakan anggota Kelompok Al Firdaus.

Ketua Kelompok Al Firdaus Mujiatni mengungkapkan, kerajinan yang mereka produksi sekarang laku keras. Berbeda jauh dengan tahun lalu. "Pertengahan tahun 2016, saat kelompok baru terbentuk kami hanya bisa menjual ratusan produksi perbulan. Sementara tahun ini sudah mencapai ribuan produksi perbulan," ungkapnya.

Bulan ini sendiri, sudah ada 1.350 pesanan tas yang harus mereka penuhi. Pemesan bukan hanya dari Kalsel, tapi ada juga dari luar Kalsel. "Ada pemesan dari Rembang, Jawa Tengah juga," ujar Mujiatni.

Mengenai harganya, dia mengungkapkan, untuk tas purun mereka jual dengan harga Rp15 ribu hingga Rp20 ribu. Sedangkan karpet, tergantung ukuran. Mulai dari Rp70 ribu hingga ratusan ribu rupiah.

"Mudah-mudahan peminat purun terus bertambah dari tahun ke tahun," ungkapnya.

Hasil penjualan produksi, kemudian dikumpulkan di koperasi kelompok mereka. Lalu, uang yang terkumpul nantinya dapat digunakan untuk memberikan bantuan ke para anggota koperasi. (ris)


BACA JUGA

Kamis, 13 September 2018 12:05

YS Agus Suseno, Penyair Banjar Yang Berani Menohok Rezim

Meminjam istilah sastrawan Seno Gumira Ajidarma: ketika jurnalisme dibungkam, maka mestinya sastra harus…

Rabu, 12 September 2018 15:23

Kisah Perajin Miniatur Kapal Pinisi dari Sungai Alalak

Salman tak bisa jauh-jauh dari perahu dan sungai. Semasa bujangan, dia menjadi perajin perahu di Pulau…

Sabtu, 08 September 2018 12:51

Menengok Festival Anggrek 2018 di Taman Kamboja

Apa yang dicari-cari dunia jika melancong ke Kalsel? Jawabannya; anggrek. Bukan tanpa alasan, tanaman…

Sabtu, 08 September 2018 12:48

Memanen Kelapa Sawit, Pekebun Malah Menjerit

Memanen kelapa sawit tidak terlalu menggembirakan bagi pekebun di Kotabaru. Bekerja di bawah terik mentari,…

Rabu, 05 September 2018 11:13

Jean, Siswi SMAN 2 Banjarmasin Menang Lomba Monolog di Aceh

Kamera dokumentasi sudah dimatikan. Sebagian penonton juga telah beranjak pulang. Juri pun tampak capek.…

Selasa, 04 September 2018 13:18

Jasa Datu, Perguruan Kuntau yang Sudah Eksis 32 Tahun Lamanya

Pencak silat sedang naik daun di Asian Games 2018. Di Banua, para pendekar silat ternyata sudah lama…

Kamis, 30 Agustus 2018 10:36

"First Love Never Die"

Hermansyah memutuskan tinggal di panti jompo atas pilihannya sendiri. Sebaliknya, Yulia terpaksa minggat…

Kamis, 30 Agustus 2018 10:33

Yulia Minggat karena Merepotkan

Hermansyah boleh dibilang beruntung. Masih bisa berkumpul keluarga. Masuk panti pun juga atas pilihan…

Rabu, 29 Agustus 2018 10:23

Bosan Tidur di Pengungsian, Pengungsi Lombok Mulai Datangi Kalsel

Pengungsi gempa Lombok mulai berdatangan ke Kalimantan Selatan melalui bandar udara Syamsuddin Noor…

Selasa, 28 Agustus 2018 10:18

Malam terakhir Konser Wartawan & Musisi Banua Untuk Palestina dan Lombok

Konser amal bertajuk Wartawan & Musisi Banua Untuk Palestina dan Penggalangan Dana Gempa Lombok,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .