MANAGED BY:
MINGGU
21 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Jumat, 10 November 2017 11:11
1600 Guru Agama di Tapin Belum dapat Insentif
DENGAR PENDAPAT: Perwakilan guru agama berdiskusi dengan Komisi II DPRD Tapin. ||Foto by Rasidi Fadli

PROKAL.CO, RANTAU - Setelah beberapa jam melakukan diskusi antara perwakilan pengajar, guru agama non PNS dengan Komisi II DPRD Tapin di ruang pertemuan, Selasa (7/11), diperoleh beberapa keputusan yang melegakan para guru.

Dengar pendapat dengan Komisi II DPRD Kabupaten Tapin, mitra kerja seperti Bagian Kesra Pemkab Tapin, Kemenag Tapin, Perwakilan Forum Komunikasi Diniah Takmiliah (FKDT) dan Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) membahas tentang rencana pemberian insentif bulanan bagi pengajar agama non PNS, guru swasta, guru TK Alquran dan guru pondok pesantren.

Hasil rapat ini meminta guru agama non PNS yang belum memperoleh insentif dan ingin mendapatkan tunjangan bulanan dari pemerintah daerah diminta secepatnya mengumpulkan dokumen dan berkas persyaratan di lembaga masing-masing.

Terutama persyaratan domisili pengajar berupa Kartu Tanda Penduduk Elektronik atau Surat Keterangan dari Disdukcapil dan kartu Keluarga. Juga lamanya masa waktu pengajar yang mensyaratkan minimal dua tahun, dibuktikan dengan surat keputusan dari instansi terkait.

Ada juga pernyataan berupa surat pernyataan tidak menerima tunjangan lebih dari satu tunjangan yang bersumber dari APBD dan APBN. Surat pernyataan tersebut harus bertanda tangan di atas materai.

Jumlah santri yang diajar pun turut jadi persyaratan. Santri minimal harus sepuluh orang dengan waktu mengajar dua jam setiap kali pertemuan, minimal lima kali pertemuan serta maksimal tujuh kali. Dengan tempat mengajar yang tetap, tidak berpindah-pindah, dibuktikan dengan keterangan dari lurah atau kepala Desa.

Pengajar juga harus mendapat rekomendasi dari Forum Komunikasi Diniah Takmiliah (FKDT), Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) dan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI).

Persyaratan umur juga turut dicantumkan, karena pengajar yang diperbolehkan hanya mereka yang telah berumur serendah-rendahnya 20 tahun dan setinggi-tingginya 60 tahun.

Dan persyaratan terakhirnya yang paling penting. Pengajar minimal lulus Madrasah Sanawiah atau sederajat, menguasai ilmu tajwid dan fasih membaca Alquran serta buku atau kitab pelajaran agama yang dimaksud dengan rekomendasi dari Kemenag Kabupaten Tapin.

Rapat ini dipimpin Komisi II DPRD Kabupaten Tapin yang terdiri dari Wahyu Ranoro, H Ihwanuddin Husin dan Muhammad Baseri. Ihwanuddin atau H Iwan mengharapkan hasil rapat ini dapat direspon eksekutif dan akan dibahas nanti. "Kalau usulan ini bisa disetujui, maka tahun 2018 nanti sudah mulai jalan, karena guru TK swasta, guru pondok pesantren dan guru madrasah di Tapin sudah saatnya diberi insentif," jelasnya.

Ketua Forum Komunikasi Diniah Takmiliah Muhammad Zaini mengatakan, untuk guru non PNS di Tapin ini ada sekitar 1600 orang. Madrasah Diniah sebanyak 507 orang, Pondok Pesantren sekitar 362 orang, TK Alquran sekitar 762 orang.

Dengan kesepakatan ini, Zaini berharap nantinya saat pertemuan dengan eksekutif bisa terealisasikan, karena pengajar non PNS di Tapin juga perlu mendapat perhatian. "Untuk Madrasah Diniah, kami sudah mengumpulkan berkas dan tinggal menyerahkannya," katanya. (dly/by/ram)


BACA JUGA

Minggu, 21 Oktober 2018 09:21

Hermansyah: Dewan Harus Ngebut

BANJARMASIN -Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hermansyah menuntut DPRD Banjarmasin untuk tancap gas. Mengingat…

Sabtu, 20 Oktober 2018 10:02

Penggodokan Raperda Lingkungan Hidup, Pansus Bolak-Balik Ganti Judul

BANJARMASIN — Rancangan peraturan daerah tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup…

Sabtu, 20 Oktober 2018 09:52

Usulan Juru Sembelih Halal Mencuat di DPRD

BANJARMASIN - Dewan sedang menggodok raperda untuk melindungi masyarakat dari wabah penyakit yang ditularkan…

Sabtu, 20 Oktober 2018 09:39

BK Bersidang, Terlapor Malah ke Bali

Kasus dugaan pelanggaran kode etik DPRD Banjarmasin berlanjut. Kemarin (19/10), Badan Kehormatan (BK)…

Sabtu, 20 Oktober 2018 09:33

Khawatir Anak Autis Dikeluarkan

BANJARMASIN – Orang tua yang memiliki anak penyandang autis jangan bersedih. Biasanya dikaruniai…

Sabtu, 20 Oktober 2018 09:31

Tak Bakal Sia-Sia, Lokasi HPS di Batola Jadi Wisata Edukasi

BATOLA - Lahan persawahan di Jejangkit Kabupaten Barito Kuala (Batola) bukan hanya sebagai program pemerintah…

Sabtu, 20 Oktober 2018 09:13

BPK Tarsan 2 Dibentuk Amankan Pasar Sentra Antasari

BANJARMASIN – Pasar Sentra Antasari menjadi ikon pusat kawasan perekonomian wilayah Kalimantan…

Sabtu, 20 Oktober 2018 08:41

Hebat! Kontingen Tanbu Raih Prestasi Kalsel

BATULICIN - Kontingen Kabupaten Tanah Bumbu meraih prestasi sebagai juara umum IV pada Pekan Keterampilan…

Sabtu, 20 Oktober 2018 08:39

Senam Sehat Bersama Radar Banjarmasin Minggu ini

BATULICIN - Kegiatan Senam Minggu Pagi Ceria kembali akan digelar Minggu (21/10) pagi di Ruang Terbuka…

Sabtu, 20 Oktober 2018 08:38

Menteri Pertanian Singgahi Stan Tanbu di Perayaan HPS

BATULICIN - Pemkab Tanah Bumbu ikut meramaikan pembukaan pameran dalam rangka Perayaan Hari Pangan Sedunia…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .