MANAGED BY:
SABTU
26 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Jumat, 10 November 2017 11:33
Sukiman, Pahlawan Pendidikan dari Wilayah Paminggir

Terobos Rawa Berjam-Jam Setiap Hari

MENIKMATI SUASANA PERJALANAN: Sukiman melaju di perahu yang membelah perairan Paminggir, Hulu Sungai Utara untuk bertugas.

PROKAL.CO, Kalau ikhlas semua jadi enteng dan nyaman. Itu semboyan penguat asa Sukiman dalam menjalani perannya sebagai kepsek di daerah terluar Kabupaten HSU. 

----------------------------------------------

MUHAMMAD AKBAR, Paminggir

----------------------------------------------

Sukiman, 53, dulunya adalah guru dengan segudang prestasi yang mengajar di salah satu SMA terkemuka di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Sebagai guru di sekolah yang top di ibukota kabupaten, dia ikut merasa kenyamanan fasilitas dan akses.

Namun kenyamanan itu harus berakhir. Pada tahun 2012 lalu, Sukiman mengikuti seleksi calon kepala sekolah  dan akhirnya lulus. Usai mengikuti pendidikan,   dia ditempatkan di SMA Negeri 1 Paminggir,   wilayah yang aksesnya sulit.

Setiap hari, dia pergi ke sekolah dengan kelotok. Paminggir memang wilayah yang  dikelilingi rawa dan sungai besar. Dari rumahnya di ibukota HSUAmuntai ke Kecamatan Paminggir, dia harus melewati tiga kecamatan yakni Kecamatan Sungai Pandan, Sungai Tabukan dan Danau Panggang yang jaraknya kurang lebih 27 kilometer. Tapi perjalanan Sukiman tak terhenti begitu saja. Kiman masih harus menuju ke Dermaga Sungai Danau Panggang dan kembali naik  angkutan sungai bernama bus air untuk menembus perairan rawa. Lamanya lebih dari 3 jam perjalanan normal. Meskipun begitu, dia mengaku menikmatinya kala sepanjang perjalanan ada pesona lukisan alam  sepanjang perjalanan. 

Sukiman mengaku tidak pernah sama sekali bermimpi mendapatkan tugas di Kecamatan Paminggir. Dirinya mengaku sebelum ditetapkan sebagai kepala sekolah, sudah lebih dulu ada tiga seniornya yang lulus sebagai calon kepala sekolah dan akan diplot bertugas di sana.

Namun entah pertimbangan apa,  tiba-tiba ketiga seniornya itu memilih mundur dengan pernyataan surat bermaterai saat itu. Konon Paminggir memang dicap sebagai wilayah buangan bagi para pegawai.

Nah setelah kejadian itu, Sukiman yang peraih juara 3 Simposium Pembelajaran Dan Pengelolaan Sekolah tingkat Nasional tahun 2003 Kemendikbud  akhirnya dipanggil   Disdik HSU. Dia ditanya kesiapan untuk menjadi kepala sekolah. Sukiman meminta waktu untuk berdiskusi dengan istrinya.  Istrinya akhirnya menyetujui. Jadilah, Sukiman mendapatkan tugas barunya. 

"Tugas di Paminggir mungkin serem. Namun teman-teman yang pernah tugas disini,selalu ingat dengan rawa ini," katanya yang mengatakan guru, tenaga kesehatan, maupun aparat TNI dan Polair, selalu punya memori indah jika tugas di Paminggir.

Sukiman kemudian langsung bekerja dengan giat sebagai kepala sekolah. Dengan cepat,  sekolah yang bersiswakan 200 murid itu berkembang pesat.   SMAN 1 Paminggir yang semula hanya sekolah SMA biasa di sebuah daratan kecil, pelan tapi pasti mulai berprestasi. Baru-baru ini, sekolah itu lolos seleksi   calon sekolah Adiwiyata Nasional tahun 2017. Siswanya bahkan ada yang lolos  Paskibraka tahun 2017 tadi.

"Alhamdulillah tak ada yang sia-sia selama niat untuk mengabdi," kata Sukiman yang juga pernah meraih juara harapan 1 Lomba Kreativitas Guru Tingkat Nasional tahun 2002 di Jakarta.

Sukiman mengatakan sosok yang begitu berjasa dalam kehidupannya adalah  Irnita Wenny, istrinya. Sebab, dia harus rela kehilangan hak waktu berkumpul dan perhatian dari sosok Kiman.

"Mengedepankan tugas dan pengabdian diatas kepentingan pribadi, mungkin itu bentuk pengorbanan kami. Namun ikhlas saja," kata Irnita istrinya. Irnita mengaku tahun pertama dan kedua sangat berat. Dirinya sering ditanya anak-anak, “bapak kenapa kok lama tugasnya,” kutipnya tertawa seraya menambahkan tahun ini tahun keenam suaminya bertugas di Paminggir. (mar/ay/ran)


BACA JUGA

Rabu, 23 Mei 2018 14:59

Menengok Jumat Kelabu Lewat Kliping Koran

23 Mei 1997. Setelah salat Jumat, Tajuddin hendak menuju Lapangan Kamboja. Mengikuti puncak kampanye…

Minggu, 13 Mei 2018 05:50

Surat Terakhir Erik Petersen Pria Keturunan Bangsa Viking di Banua Anyar

Erik Petersen adalah keturunan Bangsa Viking. Yang memilih meninggal dunia di Banua Anyar. Warisan Erik,…

Kamis, 10 Mei 2018 18:57

Kisah Nelayan Pulau Laut yang Menolak Keras Pertambangan

Sama seperti hari cerah lainnya, Ari si pemancing ikan gabus, beberapa hari lalu dapat puluhan kilogram…

Selasa, 08 Mei 2018 13:36

Bukan Sibuk Main Mobile Legends, Bocah ini Malah Asik Koleksi Perangko

Kecil-kecil, berani tampil beda. Itulah Muhammad Fahriza. Hobinya tak biasa. Jika anak seusianya sibuk…

Senin, 07 Mei 2018 14:17

Mengunjungi Pasar Kajut Edisi ke-IV, Menjual Apa Saja yang Penting Keren

Orang Indonesia mengenal Pasar Kaget. Anak muda Banjarmasin mengenal Pasar Kajut. Inilah wadah banyak…

Sabtu, 05 Mei 2018 19:41

Curahan Lirih dari Pulau Laut: "Mau Tinggal di Mana Kami"

Aksi menolak penambangan batubara di Pulau Laut, Kotabaru, terus dilancarkan. Beragam cara dilakukan…

Sabtu, 05 Mei 2018 12:39

Kisah Mereka yang Ditolak Pulang dari Rumah Singgah Baiman

Rumah Singgah Baiman didirikan untuk menampung ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa), pengemis, gelandangan,…

Jumat, 04 Mei 2018 14:17

Mengintip Aktifitas Pelatih Karate Cantik di Banjarmasin

Helda Wahdini punya paras cantik. Tapi di balik kecantikannya orang tidak menduga kalau dia ternyata…

Kamis, 03 Mei 2018 12:27

Eter Nabiring, Penjaga Adat dan Tradisi Suku Dayak Halong

Gelisah akan kemajuan zaman yang menggerus kearifan lokal dan budaya warisan nenek moyang, Eter Nabiring,…

Kamis, 03 Mei 2018 12:03

Hardiknas Berbarengan dengan USBN SLB

Ricky Joevani begitu pendiam. Saat diwawancara, dia lebih banyak mengangguk dan tersenyum. Sesekali…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .