MANAGED BY:
KAMIS
15 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Jumat, 10 November 2017 11:33
Sukiman, Pahlawan Pendidikan dari Wilayah Paminggir

Terobos Rawa Berjam-Jam Setiap Hari

MENIKMATI SUASANA PERJALANAN: Sukiman melaju di perahu yang membelah perairan Paminggir, Hulu Sungai Utara untuk bertugas.

PROKAL.CO, Kalau ikhlas semua jadi enteng dan nyaman. Itu semboyan penguat asa Sukiman dalam menjalani perannya sebagai kepsek di daerah terluar Kabupaten HSU. 

----------------------------------------------

MUHAMMAD AKBAR, Paminggir

----------------------------------------------

Sukiman, 53, dulunya adalah guru dengan segudang prestasi yang mengajar di salah satu SMA terkemuka di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Sebagai guru di sekolah yang top di ibukota kabupaten, dia ikut merasa kenyamanan fasilitas dan akses.

Namun kenyamanan itu harus berakhir. Pada tahun 2012 lalu, Sukiman mengikuti seleksi calon kepala sekolah  dan akhirnya lulus. Usai mengikuti pendidikan,   dia ditempatkan di SMA Negeri 1 Paminggir,   wilayah yang aksesnya sulit.

Setiap hari, dia pergi ke sekolah dengan kelotok. Paminggir memang wilayah yang  dikelilingi rawa dan sungai besar. Dari rumahnya di ibukota HSUAmuntai ke Kecamatan Paminggir, dia harus melewati tiga kecamatan yakni Kecamatan Sungai Pandan, Sungai Tabukan dan Danau Panggang yang jaraknya kurang lebih 27 kilometer. Tapi perjalanan Sukiman tak terhenti begitu saja. Kiman masih harus menuju ke Dermaga Sungai Danau Panggang dan kembali naik  angkutan sungai bernama bus air untuk menembus perairan rawa. Lamanya lebih dari 3 jam perjalanan normal. Meskipun begitu, dia mengaku menikmatinya kala sepanjang perjalanan ada pesona lukisan alam  sepanjang perjalanan. 

Sukiman mengaku tidak pernah sama sekali bermimpi mendapatkan tugas di Kecamatan Paminggir. Dirinya mengaku sebelum ditetapkan sebagai kepala sekolah, sudah lebih dulu ada tiga seniornya yang lulus sebagai calon kepala sekolah dan akan diplot bertugas di sana.

Namun entah pertimbangan apa,  tiba-tiba ketiga seniornya itu memilih mundur dengan pernyataan surat bermaterai saat itu. Konon Paminggir memang dicap sebagai wilayah buangan bagi para pegawai.

Nah setelah kejadian itu, Sukiman yang peraih juara 3 Simposium Pembelajaran Dan Pengelolaan Sekolah tingkat Nasional tahun 2003 Kemendikbud  akhirnya dipanggil   Disdik HSU. Dia ditanya kesiapan untuk menjadi kepala sekolah. Sukiman meminta waktu untuk berdiskusi dengan istrinya.  Istrinya akhirnya menyetujui. Jadilah, Sukiman mendapatkan tugas barunya. 

"Tugas di Paminggir mungkin serem. Namun teman-teman yang pernah tugas disini,selalu ingat dengan rawa ini," katanya yang mengatakan guru, tenaga kesehatan, maupun aparat TNI dan Polair, selalu punya memori indah jika tugas di Paminggir.

Sukiman kemudian langsung bekerja dengan giat sebagai kepala sekolah. Dengan cepat,  sekolah yang bersiswakan 200 murid itu berkembang pesat.   SMAN 1 Paminggir yang semula hanya sekolah SMA biasa di sebuah daratan kecil, pelan tapi pasti mulai berprestasi. Baru-baru ini, sekolah itu lolos seleksi   calon sekolah Adiwiyata Nasional tahun 2017. Siswanya bahkan ada yang lolos  Paskibraka tahun 2017 tadi.

"Alhamdulillah tak ada yang sia-sia selama niat untuk mengabdi," kata Sukiman yang juga pernah meraih juara harapan 1 Lomba Kreativitas Guru Tingkat Nasional tahun 2002 di Jakarta.

Sukiman mengatakan sosok yang begitu berjasa dalam kehidupannya adalah  Irnita Wenny, istrinya. Sebab, dia harus rela kehilangan hak waktu berkumpul dan perhatian dari sosok Kiman.

"Mengedepankan tugas dan pengabdian diatas kepentingan pribadi, mungkin itu bentuk pengorbanan kami. Namun ikhlas saja," kata Irnita istrinya. Irnita mengaku tahun pertama dan kedua sangat berat. Dirinya sering ditanya anak-anak, “bapak kenapa kok lama tugasnya,” kutipnya tertawa seraya menambahkan tahun ini tahun keenam suaminya bertugas di Paminggir. (mar/ay/ran)


BACA JUGA

Kamis, 15 November 2018 12:03

Jalan Untuk Kaum Difabel di DPRD Jatim

Hak penyandang disabilitas sekarang ini masih kurang, baik sarana maupun prasarana publik maupun pekerjaan.…

Selasa, 13 November 2018 15:04

Event Gowes Untukmu Pahlawanku Meriah dan Banyak Hadiah

WALAU Sempat diguyur hujan, Fun Gowes Untukmu Pahlawanku "Semangat Pahlawan di Dadaku" gelaran Dewan…

Selasa, 13 November 2018 14:47

Unik, Samsat Bergerak Sapu Jagad

BANJARMASIN - Untuk meningkatkan pendapatan di sektor pajak, Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kalsel…

Senin, 12 November 2018 12:52
Berita Tenaga Kerja Indonesia

Hongkong Paling Banyak, Baru Arab Saudi

September tadi, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banjarmasin bersama BP3TKI Banjarbaru mencegat keberangkatan…

Sabtu, 10 November 2018 11:34

Mengenang Gugurnya Sembilan Syuhada 9 November 1945 di Banua

Abdul Majid, lahir sepuluh tahun setelah penyerangan 9 November 1945. Tiga pamannya gugur dalam penyerangan…

Selasa, 06 November 2018 14:50

Sungai Baru Larut dalam Nostalgia Layar Tancap

Layar tancap adalah hiburan rakyat. Orang juga menyebutnya dengan misbar alias gerimis bubar. Di Banjarmasin,…

Jumat, 02 November 2018 10:50

Ada yang Jadi Mata Pilot, Ada yang Penjaga Cuaca

BANJARBARU - Bandara adalah sebuah dunia sendiri. Dengan ribuan orang yang bergegas, jadwal yang…

Jumat, 26 Oktober 2018 15:28

Menanti Hujan Turun di Pulau Laut, PDAM Andalkan Empang...Eh Waduk

Doa PDAM minta hujan rupanya masih tertahan di langit. Pulau Laut panas, walau siang kemarin sempat…

Rabu, 24 Oktober 2018 12:32

Lagu "Insya Allah" Fadly Padi Sejukkan Ribuan Napi

Lapangan besar Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Banjarbaru memutih. Ribuan Warga Binaan Pemasyarakatan…

Minggu, 21 Oktober 2018 07:05

Memahami Selera Fashion Leluhur dari Busana Pengantin Banjar Abad 15-19

BANJARMASIN -Mengusung suara dari masa lampau, bukan berarti Kawang Yoedha anti perubahan. Kreasi modern…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .