MANAGED BY:
MINGGU
16 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Senin, 13 November 2017 11:50
Jalan ke Lontar Bermasalah Lagi, Kontraktor Memakai Alat di Cagar Alam
ALAT BERMASALAH: Bukannya mendatangkan alat seperti disebut Pokja ULP, perusahaan malah memakai alat yang dulu bermasalah. Foto: Zalyan S Abdi/Radar Banjarmasin.

PROKAL.CO, KOTABARU - Keinginan Bupati Kotabaru Sayed Jafar Alidrus untuk meningkatkan kualitas jalan sepertinya terhambat oleh kinerja bawahannya sendiri. Seperti pada kasus jalan ke Lontar, kontraktor yang menang sampai sekarang tidak mampu mendatangkan alat primer berupa batching plant.

Dari pantauan Radar Banjarmasin akhir pekan tadi, PT RPB pemenang proyek jalan Sepagar - Sebanti menuju Lontar Kecamatan Pulau Laut Barat, nyatanya belum mendatangkan alat batching plant. Perusahaan ini malah memakai alat yang sebelumnya bermasalah karena masuk kawasan cagar alam.

Padahal kemenangan RPB seperti yang dinyatakan Pokja ULP sebelumnya, adalah karena perusahaan itu mengaku siap mendatangkan alat ke lokasi pekerjaan. "Mereka memberikan pernyataan sanggup memindahkan alat ke titik dekat pekerjaan," ujar anggota Pokja ULP, Wahyudin kepada Radar Banjarmasin bulan Oktober tadi.

Ditanya apakah dia sudah menganalisis kemampuan perusahaan memindahkan alat, dia mengatakan hal itu tidak dilakukan. Pasalnya, perusahaan sudah menyanggupi akan memindahkan alat ke Pulau Laut. "Kami tidak ada dasar menggugurkan kontraktor dengan alasan alatnya berada jauh dari lokasi pekerjaan," akunya.

Lantas bagaimana dengan kontraktor kedua PT SJ? Perusahaan yang menawar Rp5,2 miliar ini kata Wahyudin memiliki alat di Banjarmasin. Bentuknya portabel, bisa dipindah. Soal analisis siapa yang sanggup memindah alat kata Wahyudin tidak dilakukan Pokja.

Proyek jalan ini berasal dari APBD dengan pagu awal senilai Rp6,08 miliar. Pemenangnya adalah PT RPB dengan hasil negosiasi Rp5,1 miliar.

Selain memakai alat yang masuk kawasan cagar alam, pekerjaan di lapangan juga bisa dibilang kurang memuaskan. Lantai dasar kerja tidak rata, masih bergelombang dan tipis lapisannya.

Pekerja di sana saat ditanya mengaku pesimis jika pekerjaan bisa selesai Desember nanti. Kendala utama mereka adalah cuaca yang sering hujan. Dan lambatnya pekerjaan dilakukan sejak perusahaan memenangkan proyek bulan Agustus tadi.

Sayang hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan dari kontraktor maupun Kepala Dinas Bina Marga Dan Sumber Daya Air, Suprapti Tri Astuti. Juga oleh Kabid Jalan Wilayah I, Hasbiyanta. Baik Suprapti maupun Hasbiyanta tidak menjawab telepon dan sms wartawan.

Sementara itu anggota DPRD perwakilan daerah Lontar, Hamka Mamang yang sebelumnya mengatakan akan adakan hearing terkait jalan itu mengatakan, kalau dia pun bertanya-tanya mengapa kontraktor bisa pakai alat yang masuk kawasan cagar alam. "Kan dulu sudah bermasalah alat itu karena masuk cagar alam. Dan kata Pokja perjanjian awalnya kontraktor menyatakan sanggup bawa alat sendiri. Ini pertanyaan besar," ujarnya.

Sementara itu kontraktor asal Kotabaru Yus Iskandar beranggapan kalau masalah ini ada pada Pojka dan instansi terkait. Dia menegaskan, Pokja dari awal harus memverifikasi alat kontraktor sehingga kontraktor benar-benar secara faktual mampu mengerjakan jalan.

"Tidak bisa begitu. Pokja harus verifikasi alat, apakah layak, dan apakah bisa dipindah. Kalau mengaku sanggup, semua rekanan bisa saja mengaku-ngaku meski di atas kertas bermaterai," tekannya.

Mestinya kata Yus, Pokja sesuai tugasnya melakukan verifikasi dan analisis kesanggupan kontraktor di lapangan. Bukan mengambil kesimpulan di atas kertas atau di balik meja. "Memangnya alat bisa dibawa ke kantor? Kan Pokja memang harus ke lapangan, bukan berpedoman pada pengakuan di atas kertas," sesalnya. (zal/by/ram)

Jalan ke Lontar Bermasalah Lagi


BACA JUGA

Minggu, 16 Desember 2018 12:18

Kampus Tertua Kalsel, ULM Banjarmasin Targetkan Akreditasi A

BANJARMASIN – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin terus meningkatkan akreditasi…

Minggu, 16 Desember 2018 12:12

Smart City Bukan Sekedar Aplikasi Tapi Juga Menyangkut Gaya Hidup

BANJARMASIN – Kota Banjarmasin dan Banjarbaru adalah dua dari 100…

Minggu, 16 Desember 2018 11:46

Antusias, Ratusan Masyarakat Datang Untuk Saksikan Peringatan Hari Juang ke-73

BANJARBARU - Lapangan Murjani, Sabtu (15/12) kemarin tampak meriah. Ratusan…

Minggu, 16 Desember 2018 11:17

Ternyata, Kecamatan Martapura Kota Kasus Tertinggi HIV/AIDS

MARTAPURA - Menjadi daerah berjuluk Serambi Makkah, ternyata tak membuat…

Minggu, 16 Desember 2018 11:03

AIMI Tekankan Pentingnya ASI

BANJARMASIN-Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Wilayah Kalimantan Selatan kembali menggelar…

Minggu, 16 Desember 2018 10:54

Ilung Warnai Festival Jukung, Warga : Jukungnya malah balap-balapan dengan ilung

BANJARMASIN - Festival Jukung 2018 dirundung pampangan enceng gondok. Meski…

Minggu, 16 Desember 2018 10:33

Jengah Dengan Pampangan, Ibnu Buka Sayembara

BANJARMASIN - Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina jengah melihat sampah…

Sabtu, 15 Desember 2018 14:17

Beruntung, Ambruknya Ruang Kelas SMKN 1 Daha Selatan Tidak Makan Korban

KANDANGAN – Satu ruang kelas belajar SMKN 1 Daha Selatan…

Sabtu, 15 Desember 2018 14:09

Tantangan Sebenarnya Larangan Kantong Plastik Ada di Pasar Tradisional

BANJARMASIN - Pemko Banjarmasin mulai melarang penyediaan kantong plastik di…

Sabtu, 15 Desember 2018 14:00

Pembeli Bingung, Habis Belanja Bawanya Gimana!!

Pemko Banjarbaru dalam beberapa pekan terakhir mulai menjalankan kebijakan pengurangan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .