MANAGED BY:
SABTU
25 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Senin, 13 November 2017 11:50
Jalan ke Lontar Bermasalah Lagi, Kontraktor Memakai Alat di Cagar Alam
ALAT BERMASALAH: Bukannya mendatangkan alat seperti disebut Pokja ULP, perusahaan malah memakai alat yang dulu bermasalah. Foto: Zalyan S Abdi/Radar Banjarmasin.

PROKAL.CO, KOTABARU - Keinginan Bupati Kotabaru Sayed Jafar Alidrus untuk meningkatkan kualitas jalan sepertinya terhambat oleh kinerja bawahannya sendiri. Seperti pada kasus jalan ke Lontar, kontraktor yang menang sampai sekarang tidak mampu mendatangkan alat primer berupa batching plant.

Dari pantauan Radar Banjarmasin akhir pekan tadi, PT RPB pemenang proyek jalan Sepagar - Sebanti menuju Lontar Kecamatan Pulau Laut Barat, nyatanya belum mendatangkan alat batching plant. Perusahaan ini malah memakai alat yang sebelumnya bermasalah karena masuk kawasan cagar alam.

Padahal kemenangan RPB seperti yang dinyatakan Pokja ULP sebelumnya, adalah karena perusahaan itu mengaku siap mendatangkan alat ke lokasi pekerjaan. "Mereka memberikan pernyataan sanggup memindahkan alat ke titik dekat pekerjaan," ujar anggota Pokja ULP, Wahyudin kepada Radar Banjarmasin bulan Oktober tadi.

Ditanya apakah dia sudah menganalisis kemampuan perusahaan memindahkan alat, dia mengatakan hal itu tidak dilakukan. Pasalnya, perusahaan sudah menyanggupi akan memindahkan alat ke Pulau Laut. "Kami tidak ada dasar menggugurkan kontraktor dengan alasan alatnya berada jauh dari lokasi pekerjaan," akunya.

Lantas bagaimana dengan kontraktor kedua PT SJ? Perusahaan yang menawar Rp5,2 miliar ini kata Wahyudin memiliki alat di Banjarmasin. Bentuknya portabel, bisa dipindah. Soal analisis siapa yang sanggup memindah alat kata Wahyudin tidak dilakukan Pokja.

Proyek jalan ini berasal dari APBD dengan pagu awal senilai Rp6,08 miliar. Pemenangnya adalah PT RPB dengan hasil negosiasi Rp5,1 miliar.

Selain memakai alat yang masuk kawasan cagar alam, pekerjaan di lapangan juga bisa dibilang kurang memuaskan. Lantai dasar kerja tidak rata, masih bergelombang dan tipis lapisannya.

Pekerja di sana saat ditanya mengaku pesimis jika pekerjaan bisa selesai Desember nanti. Kendala utama mereka adalah cuaca yang sering hujan. Dan lambatnya pekerjaan dilakukan sejak perusahaan memenangkan proyek bulan Agustus tadi.

Sayang hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan dari kontraktor maupun Kepala Dinas Bina Marga Dan Sumber Daya Air, Suprapti Tri Astuti. Juga oleh Kabid Jalan Wilayah I, Hasbiyanta. Baik Suprapti maupun Hasbiyanta tidak menjawab telepon dan sms wartawan.

Sementara itu anggota DPRD perwakilan daerah Lontar, Hamka Mamang yang sebelumnya mengatakan akan adakan hearing terkait jalan itu mengatakan, kalau dia pun bertanya-tanya mengapa kontraktor bisa pakai alat yang masuk kawasan cagar alam. "Kan dulu sudah bermasalah alat itu karena masuk cagar alam. Dan kata Pokja perjanjian awalnya kontraktor menyatakan sanggup bawa alat sendiri. Ini pertanyaan besar," ujarnya.

Sementara itu kontraktor asal Kotabaru Yus Iskandar beranggapan kalau masalah ini ada pada Pojka dan instansi terkait. Dia menegaskan, Pokja dari awal harus memverifikasi alat kontraktor sehingga kontraktor benar-benar secara faktual mampu mengerjakan jalan.

"Tidak bisa begitu. Pokja harus verifikasi alat, apakah layak, dan apakah bisa dipindah. Kalau mengaku sanggup, semua rekanan bisa saja mengaku-ngaku meski di atas kertas bermaterai," tekannya.

Mestinya kata Yus, Pokja sesuai tugasnya melakukan verifikasi dan analisis kesanggupan kontraktor di lapangan. Bukan mengambil kesimpulan di atas kertas atau di balik meja. "Memangnya alat bisa dibawa ke kantor? Kan Pokja memang harus ke lapangan, bukan berpedoman pada pengakuan di atas kertas," sesalnya. (zal/by/ram)

Jalan ke Lontar Bermasalah Lagi


BACA JUGA

Sabtu, 25 November 2017 11:24

Hamli Diberhentikan Dari Ketua Dewan Pengawas PDAM Bandarmasih

BANJARMASIN – Tertanggal 9 November lalu, Sekdako Banjarmasin Hamli Kursani resmi diberhentikan…

Sabtu, 25 November 2017 11:21

DPRD Kota Banjarmasin Hanya Mampu Selesaikan 17 Perda

BANJARMASIN – DPRD Kota Banjarmasin mampu menyelesaikan sebanyak 17 peraturan daerah (Perda) pada…

Jumat, 24 November 2017 14:48

Senin Independen HSS Serahkan Berkas

KANDANGAN – Pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati H Najmuddin-HM Ridha dari jalur independen…

Jumat, 24 November 2017 14:44

Gara-Gara Aturan, Ekspor Udang Diprediksi Anjlok

BANJARBARU - Aturan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti mengenai aturan pelarangan alat…

Jumat, 24 November 2017 14:39

Palmi Jaya: Ajaran Balian Bukan Hindu Maupun Kaharingan

BANJARBARU – Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Kalimantan Selatan, Palmi Jaya menegaskan…

Jumat, 24 November 2017 13:24

Berikan Kiat Cara Bekerja Dengan Bahagia

BANJARBARU - Program kelas inspirasi yang digelar oleh General Manager Community Plus (GMC+) bekerja…

Jumat, 24 November 2017 12:59

Jalan A Yani Km 32 Dipasang Videotron, Pengendara: Silau Pak!

BANJARBARU - Di Banjarbaru kini telah tersedia videotron, dipasang di Jalan A Yani Km 32. Sayangnya,…

Jumat, 24 November 2017 11:21

9.537 Orang Sudah Mendapat Penyuluhan

BATULICIN - Ratusan anggota majelis taklim dan pengajian yang ada di Bumi Bersujud, mengikuti sosialisasi…

Jumat, 24 November 2017 11:20

Komitmen Tingkatkan Pelayanan Kesehatan

BATULICIN - Wabup Tanbu Sudian Noor mengatakan, salah satu indikator bahwa Kabupaten Tanah Bumbu terkenal…

Jumat, 24 November 2017 11:17

Wujudkan Masyarakat Sehat dan Berkualitas

BATULICIN - Sinergi dengan peningkatan pembangunan sejumlah sarana kesehatan di Kabupaten Tanbu, pemerintah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .