MANAGED BY:
RABU
21 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Senin, 13 November 2017 11:50
Jalan ke Lontar Bermasalah Lagi, Kontraktor Memakai Alat di Cagar Alam
ALAT BERMASALAH: Bukannya mendatangkan alat seperti disebut Pokja ULP, perusahaan malah memakai alat yang dulu bermasalah. Foto: Zalyan S Abdi/Radar Banjarmasin.

PROKAL.CO, KOTABARU - Keinginan Bupati Kotabaru Sayed Jafar Alidrus untuk meningkatkan kualitas jalan sepertinya terhambat oleh kinerja bawahannya sendiri. Seperti pada kasus jalan ke Lontar, kontraktor yang menang sampai sekarang tidak mampu mendatangkan alat primer berupa batching plant.

Dari pantauan Radar Banjarmasin akhir pekan tadi, PT RPB pemenang proyek jalan Sepagar - Sebanti menuju Lontar Kecamatan Pulau Laut Barat, nyatanya belum mendatangkan alat batching plant. Perusahaan ini malah memakai alat yang sebelumnya bermasalah karena masuk kawasan cagar alam.

Padahal kemenangan RPB seperti yang dinyatakan Pokja ULP sebelumnya, adalah karena perusahaan itu mengaku siap mendatangkan alat ke lokasi pekerjaan. "Mereka memberikan pernyataan sanggup memindahkan alat ke titik dekat pekerjaan," ujar anggota Pokja ULP, Wahyudin kepada Radar Banjarmasin bulan Oktober tadi.

Ditanya apakah dia sudah menganalisis kemampuan perusahaan memindahkan alat, dia mengatakan hal itu tidak dilakukan. Pasalnya, perusahaan sudah menyanggupi akan memindahkan alat ke Pulau Laut. "Kami tidak ada dasar menggugurkan kontraktor dengan alasan alatnya berada jauh dari lokasi pekerjaan," akunya.

Lantas bagaimana dengan kontraktor kedua PT SJ? Perusahaan yang menawar Rp5,2 miliar ini kata Wahyudin memiliki alat di Banjarmasin. Bentuknya portabel, bisa dipindah. Soal analisis siapa yang sanggup memindah alat kata Wahyudin tidak dilakukan Pokja.

Proyek jalan ini berasal dari APBD dengan pagu awal senilai Rp6,08 miliar. Pemenangnya adalah PT RPB dengan hasil negosiasi Rp5,1 miliar.

Selain memakai alat yang masuk kawasan cagar alam, pekerjaan di lapangan juga bisa dibilang kurang memuaskan. Lantai dasar kerja tidak rata, masih bergelombang dan tipis lapisannya.

Pekerja di sana saat ditanya mengaku pesimis jika pekerjaan bisa selesai Desember nanti. Kendala utama mereka adalah cuaca yang sering hujan. Dan lambatnya pekerjaan dilakukan sejak perusahaan memenangkan proyek bulan Agustus tadi.

Sayang hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan dari kontraktor maupun Kepala Dinas Bina Marga Dan Sumber Daya Air, Suprapti Tri Astuti. Juga oleh Kabid Jalan Wilayah I, Hasbiyanta. Baik Suprapti maupun Hasbiyanta tidak menjawab telepon dan sms wartawan.

Sementara itu anggota DPRD perwakilan daerah Lontar, Hamka Mamang yang sebelumnya mengatakan akan adakan hearing terkait jalan itu mengatakan, kalau dia pun bertanya-tanya mengapa kontraktor bisa pakai alat yang masuk kawasan cagar alam. "Kan dulu sudah bermasalah alat itu karena masuk cagar alam. Dan kata Pokja perjanjian awalnya kontraktor menyatakan sanggup bawa alat sendiri. Ini pertanyaan besar," ujarnya.

Sementara itu kontraktor asal Kotabaru Yus Iskandar beranggapan kalau masalah ini ada pada Pojka dan instansi terkait. Dia menegaskan, Pokja dari awal harus memverifikasi alat kontraktor sehingga kontraktor benar-benar secara faktual mampu mengerjakan jalan.

"Tidak bisa begitu. Pokja harus verifikasi alat, apakah layak, dan apakah bisa dipindah. Kalau mengaku sanggup, semua rekanan bisa saja mengaku-ngaku meski di atas kertas bermaterai," tekannya.

Mestinya kata Yus, Pokja sesuai tugasnya melakukan verifikasi dan analisis kesanggupan kontraktor di lapangan. Bukan mengambil kesimpulan di atas kertas atau di balik meja. "Memangnya alat bisa dibawa ke kantor? Kan Pokja memang harus ke lapangan, bukan berpedoman pada pengakuan di atas kertas," sesalnya. (zal/by/ram)

Jalan ke Lontar Bermasalah Lagi


BACA JUGA

Selasa, 20 Februari 2018 19:59
Parlementaria Balangan

Iswan : Guru Berprestasi Harus Diberdayakan di Sekolah

PARINGIN - Pembangunan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi visi-misi utama Pemkab Balangan…

Selasa, 20 Februari 2018 15:24

Gusti Syahyar Resmi Penjabat Sementara Bupati Tapin

BANJARMASIN – Masa Jabatan Arifin Arpan sebagai Bupati Tapin resmi berakhir, Senin (19/2) kemarin.…

Selasa, 20 Februari 2018 15:10
Parlementaria

DPRD Banjarbaru Berharap Atlet Berprestasi Lebih Diperhatikan

BANJARBARU - KONI Banjarbaru kini telah memiliki ketua baru. Setelah Sabtu (17/2) tadi dilaksanakan…

Selasa, 20 Februari 2018 15:07

Lensa Foto Pemko Banjarbaru Sepekan

MENTERI PERDAGANGAN: Wakil Walikota banjarbaru H Darmawan Jaya Setiawan saat menyambut Menteri perdagangan…

Selasa, 20 Februari 2018 14:35

Semula Jatuh di Depan Rumah, Kini Kondisi Rizi Memprihatinkan

BANJARMASIN – Salman Al Farizi harus menjalani hidup yang tak biasa. Bocah berumur 4 tahun itu…

Selasa, 20 Februari 2018 14:31

Waduh Pos Polantas Jadi Tempat Ngelem Anjal

EKS POS polantas di oprit Jembatan Merdeka dirobohkan Satpol PP, kemarin (19/2) pagi. Lantaran pos yang…

Selasa, 20 Februari 2018 14:28

LOWONGAN !!! Jabatan Dirut PDAM Dilelang

BANJARMASIN - Sepeninggal Muslih yang tertangkap tangan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), jabatan…

Selasa, 20 Februari 2018 13:07

Ratusan Peserta Ramaikan SMPC Batulicin

BATULICIN - Ratusan peserta ikut meramaikan kegiatan Senam Minggu Pagi Ceria (SMPC) gelaran Radar Banjarmasin…

Selasa, 20 Februari 2018 13:07

Komunitas Vespa se-Kalsel Gelar Acara Bekumpulan

BATULICIN - Komunitas Vespa seluruh Kalimantan Selatan menggelar acara Bekumpulan Vespa Kalimantan Selatan…

Selasa, 20 Februari 2018 12:54

Rehab Bangunan Sekolah Tetap Prioritas Pemkab Tanbu

BATULICIN - Pemkab Tanbu melalui Dinas Pendidikan akan menggelontorkan dana miliaran rupiah untuk Rehab…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .