MANAGED BY:
SABTU
23 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Senin, 13 November 2017 11:50
Jalan ke Lontar Bermasalah Lagi, Kontraktor Memakai Alat di Cagar Alam
ALAT BERMASALAH: Bukannya mendatangkan alat seperti disebut Pokja ULP, perusahaan malah memakai alat yang dulu bermasalah. Foto: Zalyan S Abdi/Radar Banjarmasin.

PROKAL.CO, KOTABARU - Keinginan Bupati Kotabaru Sayed Jafar Alidrus untuk meningkatkan kualitas jalan sepertinya terhambat oleh kinerja bawahannya sendiri. Seperti pada kasus jalan ke Lontar, kontraktor yang menang sampai sekarang tidak mampu mendatangkan alat primer berupa batching plant.

Dari pantauan Radar Banjarmasin akhir pekan tadi, PT RPB pemenang proyek jalan Sepagar - Sebanti menuju Lontar Kecamatan Pulau Laut Barat, nyatanya belum mendatangkan alat batching plant. Perusahaan ini malah memakai alat yang sebelumnya bermasalah karena masuk kawasan cagar alam.

Padahal kemenangan RPB seperti yang dinyatakan Pokja ULP sebelumnya, adalah karena perusahaan itu mengaku siap mendatangkan alat ke lokasi pekerjaan. "Mereka memberikan pernyataan sanggup memindahkan alat ke titik dekat pekerjaan," ujar anggota Pokja ULP, Wahyudin kepada Radar Banjarmasin bulan Oktober tadi.

Ditanya apakah dia sudah menganalisis kemampuan perusahaan memindahkan alat, dia mengatakan hal itu tidak dilakukan. Pasalnya, perusahaan sudah menyanggupi akan memindahkan alat ke Pulau Laut. "Kami tidak ada dasar menggugurkan kontraktor dengan alasan alatnya berada jauh dari lokasi pekerjaan," akunya.

Lantas bagaimana dengan kontraktor kedua PT SJ? Perusahaan yang menawar Rp5,2 miliar ini kata Wahyudin memiliki alat di Banjarmasin. Bentuknya portabel, bisa dipindah. Soal analisis siapa yang sanggup memindah alat kata Wahyudin tidak dilakukan Pokja.

Proyek jalan ini berasal dari APBD dengan pagu awal senilai Rp6,08 miliar. Pemenangnya adalah PT RPB dengan hasil negosiasi Rp5,1 miliar.

Selain memakai alat yang masuk kawasan cagar alam, pekerjaan di lapangan juga bisa dibilang kurang memuaskan. Lantai dasar kerja tidak rata, masih bergelombang dan tipis lapisannya.

Pekerja di sana saat ditanya mengaku pesimis jika pekerjaan bisa selesai Desember nanti. Kendala utama mereka adalah cuaca yang sering hujan. Dan lambatnya pekerjaan dilakukan sejak perusahaan memenangkan proyek bulan Agustus tadi.

Sayang hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan dari kontraktor maupun Kepala Dinas Bina Marga Dan Sumber Daya Air, Suprapti Tri Astuti. Juga oleh Kabid Jalan Wilayah I, Hasbiyanta. Baik Suprapti maupun Hasbiyanta tidak menjawab telepon dan sms wartawan.

Sementara itu anggota DPRD perwakilan daerah Lontar, Hamka Mamang yang sebelumnya mengatakan akan adakan hearing terkait jalan itu mengatakan, kalau dia pun bertanya-tanya mengapa kontraktor bisa pakai alat yang masuk kawasan cagar alam. "Kan dulu sudah bermasalah alat itu karena masuk cagar alam. Dan kata Pokja perjanjian awalnya kontraktor menyatakan sanggup bawa alat sendiri. Ini pertanyaan besar," ujarnya.

Sementara itu kontraktor asal Kotabaru Yus Iskandar beranggapan kalau masalah ini ada pada Pojka dan instansi terkait. Dia menegaskan, Pokja dari awal harus memverifikasi alat kontraktor sehingga kontraktor benar-benar secara faktual mampu mengerjakan jalan.

"Tidak bisa begitu. Pokja harus verifikasi alat, apakah layak, dan apakah bisa dipindah. Kalau mengaku sanggup, semua rekanan bisa saja mengaku-ngaku meski di atas kertas bermaterai," tekannya.

Mestinya kata Yus, Pokja sesuai tugasnya melakukan verifikasi dan analisis kesanggupan kontraktor di lapangan. Bukan mengambil kesimpulan di atas kertas atau di balik meja. "Memangnya alat bisa dibawa ke kantor? Kan Pokja memang harus ke lapangan, bukan berpedoman pada pengakuan di atas kertas," sesalnya. (zal/by/ram)

Jalan ke Lontar Bermasalah Lagi


BACA JUGA

Sabtu, 23 Juni 2018 14:20

GAWAT! Stok Darah di PMI Banjarmasin Menipis

BANJARMASIN – Ketersediaan darah sehat di Unit Donor Daerah (UDD) PMI Kota Banjarmasin hanya sebanyak…

Sabtu, 23 Juni 2018 13:26

Diduga Money Politik, Paslon Nomor Satu di Tanah Laut Dilaporkan ke Bawaslu

PELAIHARI - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Tanah Laut (Tala) menerima aduan dari Badrul…

Sabtu, 23 Juni 2018 10:44

Pemkab Batola Beri Perhatian Serius Bagi ASN yang Mangkir Dihari Pertama Masuk Kerja

MARABAHAN - Kendati memiliki kelonggaran dengan tidak memberlakukan absensi,  seperti apa yang…

Jumat, 22 Juni 2018 15:48

Banjir Diangsana, Perusahaan Tambang Jangan hanya Diam

BATULICIN - Musibah banjir di Kecamatan Angsana, Rabu (20/6), menjadi perhatian serius dari Pemprov…

Jumat, 22 Juni 2018 15:42

HADUH! Hari Pertama Masuk, Masih Banyak PNS di Banua Bolos Kerja

BANJARMASIN - Tahun ini Aparatus Sipil Negara mendapat kenyamanan berlipat-lipat. Mereka diberi libur…

Jumat, 22 Juni 2018 15:33
Pemkab Batola

Lensa Foto Pemkab Balangan

SILATURAHMI : Bupati Balangan Ansharuddin (berdiri) saat menggelar open house pada hari raya Idulfitri…

Jumat, 22 Juni 2018 14:42

Jaring Bacaleg, DPD PDI-P Kalsel Gelar Psikotes Online

BANJARMASIN - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kalimantan Selatan,…

Jumat, 22 Juni 2018 13:56

Arus Balik di Bandara Syamsudin Noor Tembus 14 Ribu Penumpang

BANJARBARU - Jumlah penumpang pada arus balik Lebaran di Bandara Syamsudin Noor mulai mengalami peningkatan…

Jumat, 22 Juni 2018 13:49

Johar Arif, PNS Rajin Membolos Tapi Dapat Gaji Tak Pernah Telat

BANJARMASIN - Wakil Wali Kota Banjarmasin Hermansyah geram bukan main. Saat mengetahui ada PNS di Dinas…

Jumat, 22 Juni 2018 13:30

Melihat PNS Santai di Dispencapil, Hermansyah: Kada Tahu Dibasa!

BANJARMASIN - Setelah liburan panjang Idulfitri, kemarin (21/6), antrean di Dinas Kependudukan dan Catatan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .