MANAGED BY:
SENIN
17 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Selasa, 14 November 2017 11:38
Pengurukan Bandara Molor, Diperkirakan Hingga Tahun Depan
SUDAH RISIKO: Ceceran tanah merah di bahu Jalan Ahmad Yani yang dilintasi truk pemasok tanah uruk bandara. Ketika terik, jalan jadi berdebu.

PROKAL.CO, BANJARBARU - Pimpinan Proyek Pengembangan Bandara Syamsuddin Noor Taochid P Hadi memastikan pengurukan areal bandara molor. Ditarget rampung November ini, prediksinya bakal molor hingga awal Januari.

"Tapi saya sudah tegaskan ke pemasok tanah. Jangan sampai molor hingga tahun depan. Desember sudah harus rampung," ungkap Taochid dalam media gathering PT Angkasa Pura I kemarin (13/11).

Prediksi awal, dengan pasokan 800 rit tanah uruk per hari, pengurukan areal proyek bandara bakal kelar dalam kurun waktu empat bulan. Perkiraan itu ternyata meleset. "Ada dua kendala, pertama pasokannya memang telat dari jadwal. Kedua cuaca, sekarang sering hujan. Masalahnya klasik," imbuhnya.

Taochid ingin ngebut mengejar jadwal, tapi sulit karena izin pengiriman tanah uruk dibatasi dari pagi hari sampai jam 11 malam. "Setelah jam 11 malam wajib setop," tukasnya.

Pengiriman pasokan tanah uruk ini sempat disorot masyarakat. Awal November tadi, salah satu truk pengangkut tanah terbalik di Jalan Ahmad Yani seberang landasan pacu. As roda patah dan tumpahan tanahnya sempat membuat kemacetan panjang.

Ia maklum ini musibah, tapi tetap saja mestinya evakuasi truk bisa berlangsung lebih cepat. Gara-gara lambannya kedatangan crane untuk mengevakuasi truk tersebut. "Terus terang saya khawatir juga pas dengar kabar itu," akunya.

Antisipasinya, sekarang pemasok diminta bekerjasama dengan pengusaha crane di Jalan Trikora dan Jalan Ahmad Yani. Jadi ketika musibah serupa kembali terjadi, evakuasi bisa lebih cepat. Tidak lagi sibuk nyari-nyari kontak pemilik crane seusai insiden.

Soal debu jalanan, sisa tanah uruk yang menempel di roda truk dan berceceran di badan jalan, Taochid menuntut pembersihan sekali dalam satu jam. Dengan cara menyemprot sisa ceceran tanah.

"Tapi sekeras apapun usaha kita, setiap proyek pasti berdampak negatif pada lingkungan, sudah risikonya. Semoga masyarakat maklum dan bisa bersabar," pungkasnya.

Taochid menargetkan pengurukan bisa rampung pada akhir tahun karena pihaknya perlu fokus ke pengerjaan lain. Memasuki pekan kedua November, kemajuan proyek vital ini sudah mencapai 10 persen.

Selain pengurukan, mereka sedang mengerjakan pemancangan tiang dan pembuatan pondasi untuk infrastruktur bangunan penunjang dan apron bandara. Sembari menunggu beresnya lelang pengerjaan terminal bandara.

"Targetnya Januari pemenang lelang sudah bisa bekerja. Target lain, akhir tahun sudah mencapai 20 persen. Jadi struktur fisiknya sudah bisa terlihat," pungkasnya. (fud) 


BACA JUGA

Minggu, 16 Desember 2018 13:04

Ujian Kompetensi Wartawan, Hendro Beberkan Materi Tahun Depan Akan Semakin Sulit

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalsel setiap tahun memperbaiki kualitas wartawan.…

Minggu, 16 Desember 2018 12:18

Kampus Tertua Kalsel, ULM Banjarmasin Targetkan Akreditasi A

BANJARMASIN – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin terus meningkatkan akreditasi…

Minggu, 16 Desember 2018 12:12

Smart City Bukan Sekedar Aplikasi Tapi Juga Menyangkut Gaya Hidup

BANJARMASIN – Kota Banjarmasin dan Banjarbaru adalah dua dari 100…

Minggu, 16 Desember 2018 11:46

Antusias, Ratusan Masyarakat Datang Untuk Saksikan Peringatan Hari Juang ke-73

BANJARBARU - Lapangan Murjani, Sabtu (15/12) kemarin tampak meriah. Ratusan…

Minggu, 16 Desember 2018 11:17

Ternyata, Kecamatan Martapura Kota Kasus Tertinggi HIV/AIDS

MARTAPURA - Menjadi daerah berjuluk Serambi Makkah, ternyata tak membuat…

Minggu, 16 Desember 2018 11:03

AIMI Tekankan Pentingnya ASI

BANJARMASIN-Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Wilayah Kalimantan Selatan kembali menggelar…

Minggu, 16 Desember 2018 10:54

Ilung Warnai Festival Jukung, Warga : Jukungnya malah balap-balapan dengan ilung

BANJARMASIN - Festival Jukung 2018 dirundung pampangan enceng gondok. Meski…

Minggu, 16 Desember 2018 10:33

Jengah Dengan Pampangan, Ibnu Buka Sayembara

BANJARMASIN - Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina jengah melihat sampah…

Sabtu, 15 Desember 2018 14:17

Beruntung, Ambruknya Ruang Kelas SMKN 1 Daha Selatan Tidak Makan Korban

KANDANGAN – Satu ruang kelas belajar SMKN 1 Daha Selatan…

Sabtu, 15 Desember 2018 14:09

Tantangan Sebenarnya Larangan Kantong Plastik Ada di Pasar Tradisional

BANJARMASIN - Pemko Banjarmasin mulai melarang penyediaan kantong plastik di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .