MANAGED BY:
JUMAT
14 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Selasa, 14 November 2017 11:38
Pengurukan Bandara Molor, Diperkirakan Hingga Tahun Depan
SUDAH RISIKO: Ceceran tanah merah di bahu Jalan Ahmad Yani yang dilintasi truk pemasok tanah uruk bandara. Ketika terik, jalan jadi berdebu.

PROKAL.CO, BANJARBARU - Pimpinan Proyek Pengembangan Bandara Syamsuddin Noor Taochid P Hadi memastikan pengurukan areal bandara molor. Ditarget rampung November ini, prediksinya bakal molor hingga awal Januari.

"Tapi saya sudah tegaskan ke pemasok tanah. Jangan sampai molor hingga tahun depan. Desember sudah harus rampung," ungkap Taochid dalam media gathering PT Angkasa Pura I kemarin (13/11).

Prediksi awal, dengan pasokan 800 rit tanah uruk per hari, pengurukan areal proyek bandara bakal kelar dalam kurun waktu empat bulan. Perkiraan itu ternyata meleset. "Ada dua kendala, pertama pasokannya memang telat dari jadwal. Kedua cuaca, sekarang sering hujan. Masalahnya klasik," imbuhnya.

Taochid ingin ngebut mengejar jadwal, tapi sulit karena izin pengiriman tanah uruk dibatasi dari pagi hari sampai jam 11 malam. "Setelah jam 11 malam wajib setop," tukasnya.

Pengiriman pasokan tanah uruk ini sempat disorot masyarakat. Awal November tadi, salah satu truk pengangkut tanah terbalik di Jalan Ahmad Yani seberang landasan pacu. As roda patah dan tumpahan tanahnya sempat membuat kemacetan panjang.

Ia maklum ini musibah, tapi tetap saja mestinya evakuasi truk bisa berlangsung lebih cepat. Gara-gara lambannya kedatangan crane untuk mengevakuasi truk tersebut. "Terus terang saya khawatir juga pas dengar kabar itu," akunya.

Antisipasinya, sekarang pemasok diminta bekerjasama dengan pengusaha crane di Jalan Trikora dan Jalan Ahmad Yani. Jadi ketika musibah serupa kembali terjadi, evakuasi bisa lebih cepat. Tidak lagi sibuk nyari-nyari kontak pemilik crane seusai insiden.

Soal debu jalanan, sisa tanah uruk yang menempel di roda truk dan berceceran di badan jalan, Taochid menuntut pembersihan sekali dalam satu jam. Dengan cara menyemprot sisa ceceran tanah.

"Tapi sekeras apapun usaha kita, setiap proyek pasti berdampak negatif pada lingkungan, sudah risikonya. Semoga masyarakat maklum dan bisa bersabar," pungkasnya.

Taochid menargetkan pengurukan bisa rampung pada akhir tahun karena pihaknya perlu fokus ke pengerjaan lain. Memasuki pekan kedua November, kemajuan proyek vital ini sudah mencapai 10 persen.

Selain pengurukan, mereka sedang mengerjakan pemancangan tiang dan pembuatan pondasi untuk infrastruktur bangunan penunjang dan apron bandara. Sembari menunggu beresnya lelang pengerjaan terminal bandara.

"Targetnya Januari pemenang lelang sudah bisa bekerja. Target lain, akhir tahun sudah mencapai 20 persen. Jadi struktur fisiknya sudah bisa terlihat," pungkasnya. (fud) 


BACA JUGA

Kamis, 13 Desember 2018 14:07

Ketiga Kalinya, Bupati Balangan Raih Penghargaan Peduli HAM

PARINGIN - Bupati Balangan H Ansharuddin, Selasa (11/12) kemarin menerima…

Kamis, 13 Desember 2018 14:00

Hanya 36 Km, Lebih Pendek Dari Tahun Sebelumnya

BANJARMASIN – Hanya ada 36 kilometer ruas jalan yang diperbaiki…

Kamis, 13 Desember 2018 13:38

Warga Temukan Bekantan di Pematang Sawah

AMUNTAI – Warga Desa Rantau Karau Hulu, Sungai Pandan menemukan…

Kamis, 13 Desember 2018 13:30

Ibu Bekerja, Anak Penderita Hydrocepalus Diletakan di Pinggir Jalan

PELAIHARI-Pengendara motor dan mobil di Jalanan Jorong, Tanah Laut dihebohkan…

Kamis, 13 Desember 2018 11:36

Resmi Disumpah, Anggota KAI kalsel Bertambah Tujuh Orang

BANJARMASIN – Bertambah lagi advokat di Kalsel. Tujuh anggota Kongres…

Kamis, 13 Desember 2018 11:04

600 Calon Siswa Sekolah Inspektur Polisi Jalani Cek Kesehatan

BANJARMASIN - Ratusan calon peserta seleksi pendidikan pengembangan Polri menjalani…

Kamis, 13 Desember 2018 10:54

Hasan Basri Membantah Bila Pemko Mengabaikan Penghuni Kolong Jembatan (2)

KELUHAN penghuni kolong Jembatan Pangeran Antasari bahwa mereka diabaikan pemko…

Kamis, 13 Desember 2018 10:43

Mereka Hanya Bisa Pasrah Ketika Tempat Tinggalnya Dipagari Petugas (1)

Pemagaran kolong Jembatan Pangeran Antasari menyedot perhatian masyarakat. Ada delapan…

Kamis, 13 Desember 2018 10:28

Pemko Banjarmasin Terima 465 Aduan Online Sepanjang Tahun 2018

SEPANJANG tahun 2018, pemko telah menerima 465 aduan online. Keluhan…

Kamis, 13 Desember 2018 10:20

Penggodokan Perda Lingkungan Hidup Tuntas, Begini Isinya

BANJARMASIN - Penggodokan Raperda tentang Pedoman Pengelolaan Lingkungan Hidup akhirnya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .