MANAGED BY:
KAMIS
20 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Selasa, 14 November 2017 12:19
Pangeran Muhammad Noor Gagal Lagi Jadi Pahlawan Nasional

Semua Syarat Terpenuhi, Aneh Jika Belum Pahlawan

MENINJAU PROYEK: Ir PM Noor meninjau proyek pembangunan Waduk Riam Kanan.

PROKAL.CO, Perjuangan Pangeran Muhammad Noor dalam merebut kemerdekaan tak berbeda dengan pahlawan nasional lain dari Kalsel, seperti Pangeran Antasari, KH Dr Idham Chalid, dan Brigjen H Hasan Basri. Tetapi, pemerintah pusat belum menasbihkannya sebagai pahlawan nasional.

Tahun ini pemerintah pusat hanya memberikan gelar pahlawan nasional kepada empat orang tokoh. Mereka adalah almarhum TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid dari Provinsi Nusa Tenggara Barat, almarhumah Laksamana Malahayati dari Provinsi Aceh, almarhum Sultan Mahmud Riayat Syah dari Provinsi Kepulauan Riau, dan almarhum Lafran Pane dari Provinsi DI Yogyakarta.

Padahal, mengacu syarat yang ditentukan seseorang untuk mendapatkan tanda kehormatan sebagai pahlawan nasional yang berpedoman pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan, PM Noor sudah bisa dibilang layak.

Misalnya, mengacu syarat pertama, tokoh tersebut pernah memimpin dan melaksanakan perjuangan bersenjata atau perjuangan politik atau perjuangan dalam bidang lain untuk mencapai, merebut, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan, serta mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa. PM Noor sendiri pada di era tahun 1945-1949 berhasil mempersatukan pasukan pejuang kemerdekaan di Kalimantan ke dalam basis perjuangan yang diberi nama Divisi IV ALRI Pertahanan Kalimantan di bawah pimpinan Hassan Basry.

Syarat yang kedua, dimana tokoh tersebut tidak pernah menyerah pada musuh dalam perjuangan. PM Noor sendiri adalah salah satu tokoh bangsa asal Kalimantan yang menjadi anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).

Mengacu syarat ketiga yakni melakukan pengabdian dan perjuangan yang berlangsung hampir sepanjang hidupnya dan melebih tugas yang diembannya. Pejuang kelahiran Martapura pada 24 Juni 1901 silam itu adalah gubernur pertama Kalimantan.

Sedangkan mengacu syarat keempat, tokoh tersebut pernah melahirkan gagasan atau pemikiran besar yang dapat menunjang pembangunan bangsa dan negara. Syarat ini praktis dipenuhinya. Peraih gelar insinyur dalam waktu empat tahun di Technische Hoogeschool te Bandoeng (THS) atau yang sekarang dikenal sebagai Institut Teknologi Bandung (ITB) itu, mencanangkan sejumlah pekerjaan pembuatan waduk, salah satunya Waduk Riam Kanan yang saat ini manfaatnya dinikmati oleh masyarakat Kalsel.

Yang dilakukan PM Noor ini bertautan pula pada syarat kelima dimana tokoh tersebut pernah menghasilkan karya besar yang bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat luas atau meningkatkan harkat martabat bangsa ketika dia menjabat sebagai Menteri Pekerjaan Umum di era kepemimpinan Presiden Soekarno.

Nah, di syarat keenam yang harus memiliki konsistensi jiwa dan semangat kebangsaan yang tinggi, jJuga ada di diri beliau. Termasuk di syarat terakhir adalah tokoh tersebut melakukan perjuangan yang mempunyai jangkauan luas dan berdampak nasional.

Memang usaha mendapatkan gelar pahlawan nasional untuk PM Noor, terus dilakukan Pemprov Kalsel. Bahkan upaya mendorong PM Noor sebagai Pahlawan nasional sudah digaungkan sejak kepemimpinan Gubernur Kalsel, Rudy Ariffin.

Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor yang menaruh simpati besar terhadap pejuang, menginginkan gelar kehormatan sebagai pahlawan nasional juga diberikan kepada PM Noor. Menurutnya, gelar pahlawan nasional kepada PM Noor sudah tepat. Terlebih jasa beliau sudah sangat terbukti, baik dalam pembangunan maupun kemerdekaan negeri ini.
“Jasa beliau sangat nyata, tak hanya untuk Kalsel namun bagi bangsa ini. Terlebih beliau adalah Gubernur pertama di Kalimantan. Peran beliau yang paling utama adalah, mempersatukan pasukan pejuang kemerdekaan di Kalimantan,” kata Sahbirin.

Pengamat sejarah dari FKIP ULM, Yusliannor berpendapat sosok PM Noor sudah sangat layak dianugerahi sebagai Pahlawan Nasional negeri ini. Menurutnya, peran PM Noor untuk negeri ini, tak hanya dari sisi perjuangan. Namun juga dari sisi pembangunan.

Dari sisi sejarah sebutnya, jasa perjuangan beliau sangat banyak, yang utama adalah selain gubernur pertama Kalimantan PM Noor juga adalah yang menghimpun putra Kalimantan di pulau Jawa dan Kalimantan dalam rangka membebaskan Kalimantan untuk mendapatkan kemerdekaan RI pada tahun 1945-1949 silam. Ketika itu dirinya berhasil membentuk Divisi IV ALRI Pertahanan Kalimantan di bawah pimpinan Hassan Basry dan Tjilik Riwut. “Kalau berkaca dari Hassan Basry dan Tjilik Riwut yang saat ini sudah mendapatkan gelar pahlawan nasional, lucu jika seorang penggagasnya, PM Noor belum dinobatkan sebagai pahlawan nasional,” ujar Yusliannor.

Peran PM Noor dalam hal pembangunan sebutnya sangat nyata. Dimana melalui tangan dinginnya, Kalimantan Selatan dan Tengah memiliki listrik melalui gagasan pembangunan Waduk Riam Kanan dengan PLTA nya. “Beliau lah yang menjadi pelopor ini. Selain itu yang belum kesampaian adalah menggagas pelabuhan laut hingga ke Marabahan. Peran dan jasa beliau sangat besar tak hanya pada aspek perjuangan, namun juga di sektor pembangunan,” sebutnya.

Belum saja didapatnya gelar pahlawan nasional kepada PM Noor menurutnya, Pemprov harus memberikan rekomendasi yang lebih tajam lagi kepada pemerintah pusat. “Kajiannya harus lebih tajam lagi. Biasanya tokoh tersebut harus dikuatkan lagi sebagai suatu tokoh yang benar-benar nyata dalam perspektif sejarah. Ini yang harus dilakukan,” cetusnya. (mof/ay/ran)


BACA JUGA

Kamis, 13 September 2018 12:05

YS Agus Suseno, Penyair Banjar Yang Berani Menohok Rezim

Meminjam istilah sastrawan Seno Gumira Ajidarma: ketika jurnalisme dibungkam, maka mestinya sastra harus…

Rabu, 12 September 2018 15:23

Kisah Perajin Miniatur Kapal Pinisi dari Sungai Alalak

Salman tak bisa jauh-jauh dari perahu dan sungai. Semasa bujangan, dia menjadi perajin perahu di Pulau…

Sabtu, 08 September 2018 12:48

Memanen Kelapa Sawit, Pekebun Malah Menjerit

Memanen kelapa sawit tidak terlalu menggembirakan bagi pekebun di Kotabaru. Bekerja di bawah terik mentari,…

Rabu, 05 September 2018 11:13

Jean, Siswi SMAN 2 Banjarmasin Menang Lomba Monolog di Aceh

Kamera dokumentasi sudah dimatikan. Sebagian penonton juga telah beranjak pulang. Juri pun tampak capek.…

Selasa, 04 September 2018 13:18

Jasa Datu, Perguruan Kuntau yang Sudah Eksis 32 Tahun Lamanya

Pencak silat sedang naik daun di Asian Games 2018. Di Banua, para pendekar silat ternyata sudah lama…

Kamis, 30 Agustus 2018 10:36

"First Love Never Die"

Hermansyah memutuskan tinggal di panti jompo atas pilihannya sendiri. Sebaliknya, Yulia terpaksa minggat…

Kamis, 30 Agustus 2018 10:33

Yulia Minggat karena Merepotkan

Hermansyah boleh dibilang beruntung. Masih bisa berkumpul keluarga. Masuk panti pun juga atas pilihan…

Rabu, 29 Agustus 2018 10:23

Bosan Tidur di Pengungsian, Pengungsi Lombok Mulai Datangi Kalsel

Pengungsi gempa Lombok mulai berdatangan ke Kalimantan Selatan melalui bandar udara Syamsuddin Noor…

Selasa, 28 Agustus 2018 10:18

Malam terakhir Konser Wartawan & Musisi Banua Untuk Palestina dan Lombok

Konser amal bertajuk Wartawan & Musisi Banua Untuk Palestina dan Penggalangan Dana Gempa Lombok,…

Senin, 27 Agustus 2018 11:20

Melihat Eksistensi Komunitas MGR Pasca Ganti Presiden

Meski telah ditinggalkan presiden sekaligus pendirinya Fitri Zamzam, yang telah berpulang pada November…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .