MANAGED BY:
SELASA
19 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Selasa, 14 November 2017 12:19
Pangeran Muhammad Noor Gagal Lagi Jadi Pahlawan Nasional

Semua Syarat Terpenuhi, Aneh Jika Belum Pahlawan

MENINJAU PROYEK: Ir PM Noor meninjau proyek pembangunan Waduk Riam Kanan.

PROKAL.CO, Perjuangan Pangeran Muhammad Noor dalam merebut kemerdekaan tak berbeda dengan pahlawan nasional lain dari Kalsel, seperti Pangeran Antasari, KH Dr Idham Chalid, dan Brigjen H Hasan Basri. Tetapi, pemerintah pusat belum menasbihkannya sebagai pahlawan nasional.

Tahun ini pemerintah pusat hanya memberikan gelar pahlawan nasional kepada empat orang tokoh. Mereka adalah almarhum TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid dari Provinsi Nusa Tenggara Barat, almarhumah Laksamana Malahayati dari Provinsi Aceh, almarhum Sultan Mahmud Riayat Syah dari Provinsi Kepulauan Riau, dan almarhum Lafran Pane dari Provinsi DI Yogyakarta.

Padahal, mengacu syarat yang ditentukan seseorang untuk mendapatkan tanda kehormatan sebagai pahlawan nasional yang berpedoman pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan, PM Noor sudah bisa dibilang layak.

Misalnya, mengacu syarat pertama, tokoh tersebut pernah memimpin dan melaksanakan perjuangan bersenjata atau perjuangan politik atau perjuangan dalam bidang lain untuk mencapai, merebut, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan, serta mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa. PM Noor sendiri pada di era tahun 1945-1949 berhasil mempersatukan pasukan pejuang kemerdekaan di Kalimantan ke dalam basis perjuangan yang diberi nama Divisi IV ALRI Pertahanan Kalimantan di bawah pimpinan Hassan Basry.

Syarat yang kedua, dimana tokoh tersebut tidak pernah menyerah pada musuh dalam perjuangan. PM Noor sendiri adalah salah satu tokoh bangsa asal Kalimantan yang menjadi anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).

Mengacu syarat ketiga yakni melakukan pengabdian dan perjuangan yang berlangsung hampir sepanjang hidupnya dan melebih tugas yang diembannya. Pejuang kelahiran Martapura pada 24 Juni 1901 silam itu adalah gubernur pertama Kalimantan.

Sedangkan mengacu syarat keempat, tokoh tersebut pernah melahirkan gagasan atau pemikiran besar yang dapat menunjang pembangunan bangsa dan negara. Syarat ini praktis dipenuhinya. Peraih gelar insinyur dalam waktu empat tahun di Technische Hoogeschool te Bandoeng (THS) atau yang sekarang dikenal sebagai Institut Teknologi Bandung (ITB) itu, mencanangkan sejumlah pekerjaan pembuatan waduk, salah satunya Waduk Riam Kanan yang saat ini manfaatnya dinikmati oleh masyarakat Kalsel.

Yang dilakukan PM Noor ini bertautan pula pada syarat kelima dimana tokoh tersebut pernah menghasilkan karya besar yang bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat luas atau meningkatkan harkat martabat bangsa ketika dia menjabat sebagai Menteri Pekerjaan Umum di era kepemimpinan Presiden Soekarno.

Nah, di syarat keenam yang harus memiliki konsistensi jiwa dan semangat kebangsaan yang tinggi, jJuga ada di diri beliau. Termasuk di syarat terakhir adalah tokoh tersebut melakukan perjuangan yang mempunyai jangkauan luas dan berdampak nasional.

Memang usaha mendapatkan gelar pahlawan nasional untuk PM Noor, terus dilakukan Pemprov Kalsel. Bahkan upaya mendorong PM Noor sebagai Pahlawan nasional sudah digaungkan sejak kepemimpinan Gubernur Kalsel, Rudy Ariffin.

Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor yang menaruh simpati besar terhadap pejuang, menginginkan gelar kehormatan sebagai pahlawan nasional juga diberikan kepada PM Noor. Menurutnya, gelar pahlawan nasional kepada PM Noor sudah tepat. Terlebih jasa beliau sudah sangat terbukti, baik dalam pembangunan maupun kemerdekaan negeri ini.
“Jasa beliau sangat nyata, tak hanya untuk Kalsel namun bagi bangsa ini. Terlebih beliau adalah Gubernur pertama di Kalimantan. Peran beliau yang paling utama adalah, mempersatukan pasukan pejuang kemerdekaan di Kalimantan,” kata Sahbirin.

Pengamat sejarah dari FKIP ULM, Yusliannor berpendapat sosok PM Noor sudah sangat layak dianugerahi sebagai Pahlawan Nasional negeri ini. Menurutnya, peran PM Noor untuk negeri ini, tak hanya dari sisi perjuangan. Namun juga dari sisi pembangunan.

Dari sisi sejarah sebutnya, jasa perjuangan beliau sangat banyak, yang utama adalah selain gubernur pertama Kalimantan PM Noor juga adalah yang menghimpun putra Kalimantan di pulau Jawa dan Kalimantan dalam rangka membebaskan Kalimantan untuk mendapatkan kemerdekaan RI pada tahun 1945-1949 silam. Ketika itu dirinya berhasil membentuk Divisi IV ALRI Pertahanan Kalimantan di bawah pimpinan Hassan Basry dan Tjilik Riwut. “Kalau berkaca dari Hassan Basry dan Tjilik Riwut yang saat ini sudah mendapatkan gelar pahlawan nasional, lucu jika seorang penggagasnya, PM Noor belum dinobatkan sebagai pahlawan nasional,” ujar Yusliannor.

Peran PM Noor dalam hal pembangunan sebutnya sangat nyata. Dimana melalui tangan dinginnya, Kalimantan Selatan dan Tengah memiliki listrik melalui gagasan pembangunan Waduk Riam Kanan dengan PLTA nya. “Beliau lah yang menjadi pelopor ini. Selain itu yang belum kesampaian adalah menggagas pelabuhan laut hingga ke Marabahan. Peran dan jasa beliau sangat besar tak hanya pada aspek perjuangan, namun juga di sektor pembangunan,” sebutnya.

Belum saja didapatnya gelar pahlawan nasional kepada PM Noor menurutnya, Pemprov harus memberikan rekomendasi yang lebih tajam lagi kepada pemerintah pusat. “Kajiannya harus lebih tajam lagi. Biasanya tokoh tersebut harus dikuatkan lagi sebagai suatu tokoh yang benar-benar nyata dalam perspektif sejarah. Ini yang harus dilakukan,” cetusnya. (mof/ay/ran)


BACA JUGA

Selasa, 19 Juni 2018 14:16

Masjid-Masjid ini Tetap Sediakan Buka Puasa Pasca Ramadan

Ramadan 1439 Hijriyah telah berlalu. Bagi umat muslim, dianjurkan berpuasa enam hari di bulan Syawal.…

Selasa, 19 Juni 2018 14:08

Mengenal Dokter Fairuz yang Setia Mengawal Kaum Pemudik

Bagi kebanyakan orang, lebaran bersinonim dengan liburan. Tapi untuk segelintir orang, lebaran artinya…

Rabu, 13 Juni 2018 13:18

Gerakan Literasi dari Balik Jeruji Penjara

Lapas Teluk Dalam punya perpustakaan, tapi isinya buku hukum melulu. Mobil perpustakaan keliling Dinas…

Minggu, 10 Juni 2018 13:21

Tempat Cukur Legendaris Banjarmasin: Layani Bayi Sehari Hingga Manula

Beralamat di Jalan Hassanudin HM, no 23. Ada sebuah ruang berbidang segi tiga. Pangkas Rambut Nasional,…

Jumat, 08 Juni 2018 11:15

Kisah Nanang, Penjual Burung Jalak Keliling di Banjarmasin

Dengan mengayuh ontel tua, Nanang (70) berkeliling Kota Banjarmasin. Menjajakan burung jalak, dikurung…

Rabu, 06 Juni 2018 12:53

Geliat Kerajinan Tanggui Pesisir Utara di Banjarmasin

Di balik sumpeknya kehidupan perkotaan. Tepian Utara Kota Banjarmasin ternyata masih menyimpan kearifan…

Selasa, 05 Juni 2018 14:41

Mengintip Kampung Permainan Tradisonal Pendamai di Teluk Tiram Darat

Bulan Ramadan ini Kampung Permainan Tradisional Pendamai bukannya sepi. Tapi makin ramai dikunjungi.…

Senin, 04 Juni 2018 12:54

Melacak Jejak Musyawaratutthalibin, Pergerakan Islam Asli Kalsel

Mempersatukan kaum terpelajar Muslim Kalsel, pergerakan Islam bernama Moesjawaratoetthalibin pernah…

Minggu, 03 Juni 2018 12:29

Senjakala Sastra Lisan Belamut, Jaya Pada Masanya, Kini Minim Apresiasi

Menjadi seniman lamut sejak puluhan tahun, Gusti Jamhar Akbar akhirnya memutuskan pensiun dari panggung…

Sabtu, 02 Juni 2018 13:19

Mengenal Transpuan Paling Fotogenik di Tahun 2018

Cap negatif melekat pada diri mereka. Kiky Fadilah, transpuan asal Banjarmasin berusaha semampunya.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .