MANAGED BY:
SABTU
26 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Selasa, 14 November 2017 12:19
Pangeran Muhammad Noor Gagal Lagi Jadi Pahlawan Nasional

Semua Syarat Terpenuhi, Aneh Jika Belum Pahlawan

MENINJAU PROYEK: Ir PM Noor meninjau proyek pembangunan Waduk Riam Kanan.

PROKAL.CO, Perjuangan Pangeran Muhammad Noor dalam merebut kemerdekaan tak berbeda dengan pahlawan nasional lain dari Kalsel, seperti Pangeran Antasari, KH Dr Idham Chalid, dan Brigjen H Hasan Basri. Tetapi, pemerintah pusat belum menasbihkannya sebagai pahlawan nasional.

Tahun ini pemerintah pusat hanya memberikan gelar pahlawan nasional kepada empat orang tokoh. Mereka adalah almarhum TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid dari Provinsi Nusa Tenggara Barat, almarhumah Laksamana Malahayati dari Provinsi Aceh, almarhum Sultan Mahmud Riayat Syah dari Provinsi Kepulauan Riau, dan almarhum Lafran Pane dari Provinsi DI Yogyakarta.

Padahal, mengacu syarat yang ditentukan seseorang untuk mendapatkan tanda kehormatan sebagai pahlawan nasional yang berpedoman pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan, PM Noor sudah bisa dibilang layak.

Misalnya, mengacu syarat pertama, tokoh tersebut pernah memimpin dan melaksanakan perjuangan bersenjata atau perjuangan politik atau perjuangan dalam bidang lain untuk mencapai, merebut, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan, serta mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa. PM Noor sendiri pada di era tahun 1945-1949 berhasil mempersatukan pasukan pejuang kemerdekaan di Kalimantan ke dalam basis perjuangan yang diberi nama Divisi IV ALRI Pertahanan Kalimantan di bawah pimpinan Hassan Basry.

Syarat yang kedua, dimana tokoh tersebut tidak pernah menyerah pada musuh dalam perjuangan. PM Noor sendiri adalah salah satu tokoh bangsa asal Kalimantan yang menjadi anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).

Mengacu syarat ketiga yakni melakukan pengabdian dan perjuangan yang berlangsung hampir sepanjang hidupnya dan melebih tugas yang diembannya. Pejuang kelahiran Martapura pada 24 Juni 1901 silam itu adalah gubernur pertama Kalimantan.

Sedangkan mengacu syarat keempat, tokoh tersebut pernah melahirkan gagasan atau pemikiran besar yang dapat menunjang pembangunan bangsa dan negara. Syarat ini praktis dipenuhinya. Peraih gelar insinyur dalam waktu empat tahun di Technische Hoogeschool te Bandoeng (THS) atau yang sekarang dikenal sebagai Institut Teknologi Bandung (ITB) itu, mencanangkan sejumlah pekerjaan pembuatan waduk, salah satunya Waduk Riam Kanan yang saat ini manfaatnya dinikmati oleh masyarakat Kalsel.

Yang dilakukan PM Noor ini bertautan pula pada syarat kelima dimana tokoh tersebut pernah menghasilkan karya besar yang bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat luas atau meningkatkan harkat martabat bangsa ketika dia menjabat sebagai Menteri Pekerjaan Umum di era kepemimpinan Presiden Soekarno.

Nah, di syarat keenam yang harus memiliki konsistensi jiwa dan semangat kebangsaan yang tinggi, jJuga ada di diri beliau. Termasuk di syarat terakhir adalah tokoh tersebut melakukan perjuangan yang mempunyai jangkauan luas dan berdampak nasional.

Memang usaha mendapatkan gelar pahlawan nasional untuk PM Noor, terus dilakukan Pemprov Kalsel. Bahkan upaya mendorong PM Noor sebagai Pahlawan nasional sudah digaungkan sejak kepemimpinan Gubernur Kalsel, Rudy Ariffin.

Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor yang menaruh simpati besar terhadap pejuang, menginginkan gelar kehormatan sebagai pahlawan nasional juga diberikan kepada PM Noor. Menurutnya, gelar pahlawan nasional kepada PM Noor sudah tepat. Terlebih jasa beliau sudah sangat terbukti, baik dalam pembangunan maupun kemerdekaan negeri ini.
“Jasa beliau sangat nyata, tak hanya untuk Kalsel namun bagi bangsa ini. Terlebih beliau adalah Gubernur pertama di Kalimantan. Peran beliau yang paling utama adalah, mempersatukan pasukan pejuang kemerdekaan di Kalimantan,” kata Sahbirin.

Pengamat sejarah dari FKIP ULM, Yusliannor berpendapat sosok PM Noor sudah sangat layak dianugerahi sebagai Pahlawan Nasional negeri ini. Menurutnya, peran PM Noor untuk negeri ini, tak hanya dari sisi perjuangan. Namun juga dari sisi pembangunan.

Dari sisi sejarah sebutnya, jasa perjuangan beliau sangat banyak, yang utama adalah selain gubernur pertama Kalimantan PM Noor juga adalah yang menghimpun putra Kalimantan di pulau Jawa dan Kalimantan dalam rangka membebaskan Kalimantan untuk mendapatkan kemerdekaan RI pada tahun 1945-1949 silam. Ketika itu dirinya berhasil membentuk Divisi IV ALRI Pertahanan Kalimantan di bawah pimpinan Hassan Basry dan Tjilik Riwut. “Kalau berkaca dari Hassan Basry dan Tjilik Riwut yang saat ini sudah mendapatkan gelar pahlawan nasional, lucu jika seorang penggagasnya, PM Noor belum dinobatkan sebagai pahlawan nasional,” ujar Yusliannor.

Peran PM Noor dalam hal pembangunan sebutnya sangat nyata. Dimana melalui tangan dinginnya, Kalimantan Selatan dan Tengah memiliki listrik melalui gagasan pembangunan Waduk Riam Kanan dengan PLTA nya. “Beliau lah yang menjadi pelopor ini. Selain itu yang belum kesampaian adalah menggagas pelabuhan laut hingga ke Marabahan. Peran dan jasa beliau sangat besar tak hanya pada aspek perjuangan, namun juga di sektor pembangunan,” sebutnya.

Belum saja didapatnya gelar pahlawan nasional kepada PM Noor menurutnya, Pemprov harus memberikan rekomendasi yang lebih tajam lagi kepada pemerintah pusat. “Kajiannya harus lebih tajam lagi. Biasanya tokoh tersebut harus dikuatkan lagi sebagai suatu tokoh yang benar-benar nyata dalam perspektif sejarah. Ini yang harus dilakukan,” cetusnya. (mof/ay/ran)


BACA JUGA

Kamis, 24 Mei 2018 12:57

Kisah Andra Fathur Rahman, Desainer Spesialis Gaun di Banjarmasin

Gaun menjuntai. Dengan sematan payet dan beberapa ornamen khas kain tile. Pemakainya sudah pasti memesona.…

Rabu, 23 Mei 2018 14:59

Menengok Jumat Kelabu Lewat Kliping Koran

23 Mei 1997. Setelah salat Jumat, Tajuddin hendak menuju Lapangan Kamboja. Mengikuti puncak kampanye…

Senin, 21 Mei 2018 12:56

Ini Dia Sosok Dibalik Bubur Sabilal yang Melegenda

Bubur ayam sudah menjadi ciri khas Ramadan di Masjid Raya Sabilal Muhtadin. Ribuan porsi disiapkan bagi…

Sabtu, 19 Mei 2018 10:38

Menengok Kelahiran Kampung Mural di Jalan Tunjung Maya

Seusai salat tarawih hingga tibanya waktu sahur, warga dan pelukis berkumpul. Membawa teko kopi dan…

Senin, 14 Mei 2018 15:15

Cerita Ketua MUI Tanbu KH Fadli Muis Mendirikan Pondok Pesantren Zaadul Muttaqiin

Saat ini, pondok pesantren mulai digandrungi anak muda putra dan putri. Pondok pesantren (ponpes) mulai…

Minggu, 13 Mei 2018 05:50

Surat Terakhir Erik Petersen Pria Keturunan Bangsa Viking di Banua Anyar

Erik Petersen adalah keturunan Bangsa Viking. Yang memilih meninggal dunia di Banua Anyar. Warisan Erik,…

Sabtu, 12 Mei 2018 14:14

Menengok Kehidupan di Ponpes Dalam Pagar Kandangan

Santri; terpisah dari keluarga, belajar agama atau menghafal ayat-ayat suci Alquran. Kalau dibayangan…

Jumat, 11 Mei 2018 16:00

Kala Petani Keluhkan Sawah Mereka yang Mengering karena Irigasi Berubah Fungsi

Kejadian yang cukup langka  terjadi di Kampung Handil Buluan, Desa Gudang Hirang Kecamatan Sungai…

Jumat, 11 Mei 2018 15:56

Kisah Purnawirawan TNI yang Menjadi Relawan Penyeberangan Pejalan Kaki

Kopral Effendie sedang menyeberangkan pejalan kaki. Truk tentara melintas. Sejenak dia terdiam. Tangan…

Kamis, 10 Mei 2018 18:57

Kisah Nelayan Pulau Laut yang Menolak Keras Pertambangan

Sama seperti hari cerah lainnya, Ari si pemancing ikan gabus, beberapa hari lalu dapat puluhan kilogram…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .