MANAGED BY:
SELASA
19 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Rabu, 15 November 2017 15:30
Wahyudi, GM Bandara Syamsuddin Noor yang Baru Bertugas

Trauma Gara-gara Gubernur Batal Terbang

TAK ASING - GM Bandara Syamsuddin Noor yang baru, Wahyudi berpose untuk Radar Banjarmasin, kemarin siang. Ia bukanlah wajah baru, pernah bertugas selama 11 tahun di Banjarmasin.

PROKAL.CO, Namanya pendek dan mudah diingat, Wahyudi. Mantan General Manager Bandara El Tari Kupang itu buka-bukaan tentang pekerjaannya. Bandara Syamsuddin Noor menunggu sentuhan Wahyudi.

--------------------------------------

SYARAFUDDIN, Banjarbaru

--------------------------------------

WAHYUDI didapuk sebagai GM Bandara Syamsuddin Noor untuk menggantikan Handy Heryudhitiawan yang dipindah tugas ke Bandara Sepinggan, Balikpapan. Senin (13/11) tadi, ia makan siang bareng dua puluh reporter media lokal dan nasional.

"Namanya juga orang baru, saya harus ucapkan salam. Walaupun saya tak asing dengan Banjarmasin. Saya pernah bertugas di sini 11 tahun lamanya," ungkap pria kelahiran Jakarta pada 46 tahun silam itu.

Ia bertugas di Syamsuddin Noor tak lama setelah reformasi, dari tahun 1999 sampai 2010. Kemudian pindah ke Jakarta dan memimpin Bandara Kupang selama empat tahun. Hingga akhirnya ia dikembalikan ke Kalsel.

Misi yang dibebankan direksi PT Angkasa Pura I, apalagi kalau bukan mengawal proyek pengembangan bandara yang menelan investasi Rp2,3 triliun. Ia mengaku terkesan dengan cetak biru desain bandara baru.

"Sepinggan jelas lebih besar. Dari segi ukuran, Balikpapan boleh menang. Tapi perkara desain, Syamsuddin Noor bakal lebih cantik," ujarnya. Desain bandara terinspirasi dari bentuk jukung (perahu kecil) yang sering wara-wiri di Sungai Martapura.

Dibangun di atas lahan seluas 101 hektare, bandara baru ditaksir berdaya tampung 15 juta penumpang per tahun. Lima kali lipat dari daya tampung bandara lama. Hitung-hitungannya, bandara ini baru kelebihan kapasitas pada 2040.

Wahyudi ingat, pada masa pertamanya bertugas di sini, jumlah penumpang bisa tembus tujuh ribu orang per hari. Sekarang, mencapai angka lima ribu pun ngos-ngosan. "Wajar, dulu era kejayaan batubara. Kabar baiknya pertambangan mulai pulih," imbuhnya.

Namun, tak ada tantangan jika ia hanya menunggu bandara baru rampung atau mengharap harga batubara membaik. Semasa bertugas di Kupang, Wahyudi berkesempatan mengunjungi bandara di salah satu kota kecil di Thailand.

Secara ukuran dan fasilitas, bandara itu tak lebih baik atau besar dari Syamsuddin Noor. Yang membuatnya heran, penumpangnya bisa tembus enam juta per tahun. "Mereka rupanya lebih mampu menjual wisatanya. Padahal cuma jualan candi. Yang sejujurnya masih bagusan Borobodur," tukasnya.

Wisata susur sungai atau Pasar Terapung di Kalsel mungkin sudah biasa bagi orang Banjar. Namun, lain cerita jika disodorkan pada turis Eropa atau Amerika. Ia yakin, objek wisata di sini hanya perlu dipoles dan dipromosikan lebih gencar.

Selain mewacanakan kerjasama dengan Dinas Pariwisata setempat, ia juga harus menyiapkan kenaikan status Syamsuddin Noor menjadi bandara internasional. "Saya malu dan merasa bersalah dengan umat. Katanya sanggup menerbangkan jemaah dari Banjarmasin ke Jeddah. Faktanya toh masih pakai transit," bebernya.

Sekarang, ia bertekad merapikan slot time (jadwal penerbangan). Gagasannya, penerbangan domestik dibatasi, cukup sampai jam tujuh malam. Dilanjutkan pada jam 8-12 malam untuk penerbangan internasional. "Itu yang sedang kami rintis," tegasnya.

Apa-apa yang diutarakan di atas adalah gagasan-gagasan besar. Yang terdekat, Wahyudi sudah 'menebar ancaman' pada maskapai yang mencari rejeki di Syamsuddin Noor.

Mereka diminta menyediakan satu kursi kosong pada setiap penerbangan. Khusus selama masa padat penerbangan yang biasanya dimulai sejak November hingga Januari mendatang. Satu kursi yang sengaja dikosongkan hingga jam terakhir jelang penerbangan itu khusus untuk pejabat daerah yang bepergian mendadak untuk keperluan dinas. Jika mendekati keberangkatan kursi itu tetap kosong, silakan dijual ke penumpang biasa.

"Di Kupang kami pernah kalang kabut. Gara-gara gubernur yang tak kebagian kursi karena tiket sudah habis terjual. Keterlaluan jika pejabat daerah batal terbang cuma gara-gara hal sepele," jelasnya.

Namun, ia meminta kursi kosong ini tak dimain-mainkan. Ia hanya disediakan untuk pejabat teras seperti gubernur, bupati, walikota dan sekretaris daerah. Tak ada pengecualian. "Kalau cuma pengusaha tidak boleh diakomodir," pungkasnya. (fud)


BACA JUGA

Selasa, 05 Juni 2018 14:41

Mengintip Kampung Permainan Tradisonal Pendamai di Teluk Tiram Darat

Bulan Ramadan ini Kampung Permainan Tradisional Pendamai bukannya sepi. Tapi makin ramai dikunjungi.…

Senin, 04 Juni 2018 12:54

Melacak Jejak Musyawaratutthalibin, Pergerakan Islam Asli Kalsel

Mempersatukan kaum terpelajar Muslim Kalsel, pergerakan Islam bernama Moesjawaratoetthalibin pernah…

Minggu, 03 Juni 2018 12:29

Senjakala Sastra Lisan Belamut, Jaya Pada Masanya, Kini Minim Apresiasi

Menjadi seniman lamut sejak puluhan tahun, Gusti Jamhar Akbar akhirnya memutuskan pensiun dari panggung…

Jumat, 01 Juni 2018 11:25

Serunya Sahur Sembari Menyaksikan Mamanda Bersama Taman Budaya Kalsel

Sang Putri dari Kerajaan Malinggam Cahaya tak hanya terkenal cantik, namun juga fasih dalam melantunkan…

Rabu, 30 Mei 2018 15:00
Perayaan Waisak di Banjarmasin

Pesan Jaga Keharmonisan, Panjatkan Doa Untuk Negeri

Winda terlihat penuh hati-hati meletakkan dana makan ke mangkok yang dibawa oleh para Bikhu di Vihara…

Kamis, 24 Mei 2018 12:57

Kisah Andra Fathur Rahman, Desainer Spesialis Gaun di Banjarmasin

Gaun menjuntai. Dengan sematan payet dan beberapa ornamen khas kain tile. Pemakainya sudah pasti memesona.…

Rabu, 23 Mei 2018 14:59

Menengok Jumat Kelabu Lewat Kliping Koran

23 Mei 1997. Setelah salat Jumat, Tajuddin hendak menuju Lapangan Kamboja. Mengikuti puncak kampanye…

Senin, 21 Mei 2018 12:56

Ini Dia Sosok Dibalik Bubur Sabilal yang Melegenda

Bubur ayam sudah menjadi ciri khas Ramadan di Masjid Raya Sabilal Muhtadin. Ribuan porsi disiapkan bagi…

Sabtu, 19 Mei 2018 10:38

Menengok Kelahiran Kampung Mural di Jalan Tunjung Maya

Seusai salat tarawih hingga tibanya waktu sahur, warga dan pelukis berkumpul. Membawa teko kopi dan…

Senin, 14 Mei 2018 15:15

Cerita Ketua MUI Tanbu KH Fadli Muis Mendirikan Pondok Pesantren Zaadul Muttaqiin

Saat ini, pondok pesantren mulai digandrungi anak muda putra dan putri. Pondok pesantren (ponpes) mulai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .