MANAGED BY:
SELASA
20 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Rabu, 15 November 2017 15:30
Wahyudi, GM Bandara Syamsuddin Noor yang Baru Bertugas

Trauma Gara-gara Gubernur Batal Terbang

TAK ASING - GM Bandara Syamsuddin Noor yang baru, Wahyudi berpose untuk Radar Banjarmasin, kemarin siang. Ia bukanlah wajah baru, pernah bertugas selama 11 tahun di Banjarmasin.

PROKAL.CO, Namanya pendek dan mudah diingat, Wahyudi. Mantan General Manager Bandara El Tari Kupang itu buka-bukaan tentang pekerjaannya. Bandara Syamsuddin Noor menunggu sentuhan Wahyudi.

--------------------------------------

SYARAFUDDIN, Banjarbaru

--------------------------------------

WAHYUDI didapuk sebagai GM Bandara Syamsuddin Noor untuk menggantikan Handy Heryudhitiawan yang dipindah tugas ke Bandara Sepinggan, Balikpapan. Senin (13/11) tadi, ia makan siang bareng dua puluh reporter media lokal dan nasional.

"Namanya juga orang baru, saya harus ucapkan salam. Walaupun saya tak asing dengan Banjarmasin. Saya pernah bertugas di sini 11 tahun lamanya," ungkap pria kelahiran Jakarta pada 46 tahun silam itu.

Ia bertugas di Syamsuddin Noor tak lama setelah reformasi, dari tahun 1999 sampai 2010. Kemudian pindah ke Jakarta dan memimpin Bandara Kupang selama empat tahun. Hingga akhirnya ia dikembalikan ke Kalsel.

Misi yang dibebankan direksi PT Angkasa Pura I, apalagi kalau bukan mengawal proyek pengembangan bandara yang menelan investasi Rp2,3 triliun. Ia mengaku terkesan dengan cetak biru desain bandara baru.

"Sepinggan jelas lebih besar. Dari segi ukuran, Balikpapan boleh menang. Tapi perkara desain, Syamsuddin Noor bakal lebih cantik," ujarnya. Desain bandara terinspirasi dari bentuk jukung (perahu kecil) yang sering wara-wiri di Sungai Martapura.

Dibangun di atas lahan seluas 101 hektare, bandara baru ditaksir berdaya tampung 15 juta penumpang per tahun. Lima kali lipat dari daya tampung bandara lama. Hitung-hitungannya, bandara ini baru kelebihan kapasitas pada 2040.

Wahyudi ingat, pada masa pertamanya bertugas di sini, jumlah penumpang bisa tembus tujuh ribu orang per hari. Sekarang, mencapai angka lima ribu pun ngos-ngosan. "Wajar, dulu era kejayaan batubara. Kabar baiknya pertambangan mulai pulih," imbuhnya.

Namun, tak ada tantangan jika ia hanya menunggu bandara baru rampung atau mengharap harga batubara membaik. Semasa bertugas di Kupang, Wahyudi berkesempatan mengunjungi bandara di salah satu kota kecil di Thailand.

Secara ukuran dan fasilitas, bandara itu tak lebih baik atau besar dari Syamsuddin Noor. Yang membuatnya heran, penumpangnya bisa tembus enam juta per tahun. "Mereka rupanya lebih mampu menjual wisatanya. Padahal cuma jualan candi. Yang sejujurnya masih bagusan Borobodur," tukasnya.

Wisata susur sungai atau Pasar Terapung di Kalsel mungkin sudah biasa bagi orang Banjar. Namun, lain cerita jika disodorkan pada turis Eropa atau Amerika. Ia yakin, objek wisata di sini hanya perlu dipoles dan dipromosikan lebih gencar.

Selain mewacanakan kerjasama dengan Dinas Pariwisata setempat, ia juga harus menyiapkan kenaikan status Syamsuddin Noor menjadi bandara internasional. "Saya malu dan merasa bersalah dengan umat. Katanya sanggup menerbangkan jemaah dari Banjarmasin ke Jeddah. Faktanya toh masih pakai transit," bebernya.

Sekarang, ia bertekad merapikan slot time (jadwal penerbangan). Gagasannya, penerbangan domestik dibatasi, cukup sampai jam tujuh malam. Dilanjutkan pada jam 8-12 malam untuk penerbangan internasional. "Itu yang sedang kami rintis," tegasnya.

Apa-apa yang diutarakan di atas adalah gagasan-gagasan besar. Yang terdekat, Wahyudi sudah 'menebar ancaman' pada maskapai yang mencari rejeki di Syamsuddin Noor.

Mereka diminta menyediakan satu kursi kosong pada setiap penerbangan. Khusus selama masa padat penerbangan yang biasanya dimulai sejak November hingga Januari mendatang. Satu kursi yang sengaja dikosongkan hingga jam terakhir jelang penerbangan itu khusus untuk pejabat daerah yang bepergian mendadak untuk keperluan dinas. Jika mendekati keberangkatan kursi itu tetap kosong, silakan dijual ke penumpang biasa.

"Di Kupang kami pernah kalang kabut. Gara-gara gubernur yang tak kebagian kursi karena tiket sudah habis terjual. Keterlaluan jika pejabat daerah batal terbang cuma gara-gara hal sepele," jelasnya.

Namun, ia meminta kursi kosong ini tak dimain-mainkan. Ia hanya disediakan untuk pejabat teras seperti gubernur, bupati, walikota dan sekretaris daerah. Tak ada pengecualian. "Kalau cuma pengusaha tidak boleh diakomodir," pungkasnya. (fud)


BACA JUGA

Jumat, 16 Februari 2018 14:36

Soetji Nurani sebagai Kelenteng Dewi Kwan Im

Bangunan tempat ibadah, berdiri megah di beberapa ruas jalan di Kota Banjarmasin. Salah satunya adalah…

Senin, 12 Februari 2018 15:01

Melihat Aktivitas Akhir Pekan Anak Desa Nelayan Bajau Pulau Laut

Pernah kangen masa kecil lepas ceria, bermain tanpa harus menunduk melihat hape? Di pesisir Pulau Laut,…

Senin, 12 Februari 2018 12:50

Monolog Luka Persembahan Teater Dapur Kalsel

Luka tidak bicara tentang roman picisan. Tapi bicara tentang luka yang diderita bumi. Tempat kita lahir,…

Sabtu, 03 Februari 2018 14:40

Ketika Mereka Melawan Kanker dengan Harapan

Besok (4/2) masyarakat dunia memperingati Hari Kanker. Inilah kisah Aisyah dan Burhanuddin, penderita…

Sabtu, 03 Februari 2018 14:18

Kreatif, Hasilkan Uang dari Modifikasi Gundam

Penggemar anime Jepang, pasti tahu dengan Gundam. Tak sebatas hanya di film. Karakternya sudah menjelma…

Jumat, 02 Februari 2018 12:15

Ini Jadinya Kalau Polwan Gabung Pasukan Raimas

Polisi harus siap ditugaskan di mana saja. Termasuk ditunjuk sebagai pasukan pengurai massa. Seperti…

Kamis, 01 Februari 2018 15:31

Kisah Syarif, Warga Sungai Besar yang Terbaring Sakit karena Diabetes

Syarif, warga Komplek Jeruk Raya, Kelurahan Sungai Besar sedang memerlukan bantuan. Pria berusia 40…

Kamis, 01 Februari 2018 13:38

Menengok Perajin Ukiran di Pierre Tendean

Orang Banjar pasti tak asing dengan ram angin, les plang, hingga jamang yang terbuat dari kayu ulin.…

Rabu, 31 Januari 2018 14:29

Melukis dengan Kopi di Kedai Hudes

Masih ingat dengan liputan berjudul 'Mengangkat Derajat Kopi Pengaron'? Sang narasumber, pendiri Hudes…

Selasa, 30 Januari 2018 17:45

Ketika Warga "Demo" di Rumah Kepala Dinas Saat Jam Kerja

Entah karena lelah, banyak habis biaya pulang-pergi ke kota, sekelompok warga menumpahkan kekesalannya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .