MANAGED BY:
SABTU
20 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Rabu, 15 November 2017 16:12
Kapal Terbalik, Akhirnya Berenang 2 Jam di Tengah Laut
PENYELAMATAN: Suasana evakuasi korban KM Makmur Rezeki daru KAL Kelambau di Kotabaru, kemarin.

PROKAL.CO, KOTABARU - Sore 12 November, Adi Saputra melihat semacam penampakan melintas di atas kamar mesin kapal pukat KM Makmur Rezeki. Dan malamnya, 13 November pukul 00.00, saat laut teduh kapalnya tiba-tiba terbalik. Sebanyak 25 orang nelayan tenggelam.

KM Makmur Rezeki milik pengusaha Ratna Kusuma itu berangkat dari Juana, Pati, Jawa Tengah, 3 November silam. Kapal yang dikomandoi Rasulin (48) menuju perairan Selat Makassar yang berbatasan dengan wilayah Kotabaru.

Di perairan Pulau Masalima, mereka menebar jaring di sana. Dalam beberapa hari sudah ada dua ton ikan terkumpul di kapal yang berbobot 58 GT itu.

Rasulin yang sudah jadi nelayan sejak puluhan tahun silam mengaku tidak ada firasat apa-apa. Laut teduh, tangkapan normal. "Biasa saja," ujarnya bercerita kepada Radar Banjarmasin, Selasa (14/11) petang kemarin di Pos Basarnas Kotabaru setelah diselamatkan.

Adi Saputra mengaku memang melihat hal tidak biasa pada KM Makmur Rezeki pada sore tanggal 12 November. Kapal sempat miring ke kiri padahal ikan diisi sebelah kanan lambung kapal. "Harusnya kan miring ke kanan kapal," ujarnya.

Maka Adi segera mengatur letak ikan sehingga kapal seimbang. Dekat tengah malam nelayan kembali beraksi. Mereka menebar jaring di bagian kanan kapal. "Hampir semua awak kapal ada di sebelah kanan posisinya," kata Rasulin.

Setelah semua jaring pukat tenggelam. Maka nelayan pun membenahi tali-temali jaring. "Waktu kami narik tali, kami semua ada di kanan kapal. Tiba-tiba kapal tenggelam ke kiri," kata Rasulin lagi.

Tenggelamnya kapal berlangsung sangat cepat. Tidak sampai dua menit, semuanya tenggelam. "Tidak berayun kapalnya. Itu yang sampai sekarang kami tidak mengerti. Kenapa tenggelamnya ke kiri padahal kami semua ada di kanan narik tali," kata Adi Saputra.

Saat kapal tenggelam, suasana kata mereka berlangsung gaduh. Saling berteriak, meraih apa yang bisa diraih. Ada meraih ban, galon, gabus dan benda-benda mengapung lainnya.

Di bawah sinar rembulan temaram, dan bintang gemintang serta suara kecipak air mereka berkoordinasi dalam bahasa Jawa. Diputuskan Rasulin akan berenang mengikuti arus, sementara Adi Saputra ke arah lain dengan cara memotong arus. Mereka berdua akan mencari kapal pukat lainnya yang berada di radius 1 mil dari mereka.

"Kami ke sini tidak sendiri. Ada beberapa kapal juga dari Jawa," jelas Rasulin.

Berenanglah dua nelayan ini. Rasulin menggunakan galon, sementara Adi Saputra menggunakan gabus. Berenang di lautan luas tidak ada daratan terlihat.

"Saya coba menjaga pikiran tetap senang. Kalau saya panik, bahaya bisa jengkel dan putus asa," kata Adi Saputra.

Dua jam berenang, Rasulin berhasil menemukan kapal nelayan. Dan setengah jam sesudahnya Adi juga berhasil. Dua kapal nelayan kemudian ke lokasi KM Makmur Rezeki tenggelam.

Evakuasi segera dilakukan. Saat itu ada 18 awak kapal selamat termasuk Rasulin dan Adi. Setelah evakuasi, pencarian korban lainnya diakukan. Pada pagi pukul 06.00 nelayan Toani (60) ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa, diduga karena sempat terperangkap dalam kapal.

Kabar tenggelamnya KM Makmur Rezeki sampai kepada nelayan Desa Kerayaan Pulau Sembilan yang kebetulan lewat di sana. Siang hari 13 November nelayan melapor ke Pos TNI AL di Desa Tg Pelayar. Kabar ini segera ditindaklanjuti Komandan AL Kotabaru Letkol Laut (E) Joko Andriyanto, yang memerintahkan KAL Kelambau melakukan SAR dan evakuasi ke lokasi kejadian.

KAL Kelambau berangkat dari Kotabaru pukul 11.30 dan sampai ke lokasi pada pukul 17.17. Pencarian korban dihentikan pada pukul 18.30 karena cuaca mulai tidak bersahabat. Dan Kelambau memutuskan kembali ke Kotabaru membawa para korban dan jenazah.

14 November pukul 06.00 pagi, Kelambau tiba di pelabuhan PPI Kotabaru. Di sana para korban disambut oleh TNI, Basarnas dan tim kesehatan. Korban segera dibawa ke RSUD Kotabaru untuk mendapatkan perawatan. Sementara jenazah dilakukan visum dan prosedur lainnya.

Dalam proses ini tim segera memberikan kabar kepada pemilik kapal Ratna Kusuma dan anggota keluarga. Isak tangis keluarga di Jawa terdengar melalui telepon yang dipinjamkan petugas kepada para nelayan. Semua handphone nelayan hilang pada saat malam kejadian.

Sementara itu Tim Basarnas, TNI AL, Pol Air dan lainnya masih melakukan operasi pencarian pada 6 orang nelayan lainnya. "Mereka masih ada di sana," lirih Rasulin berharap rekan-rekan lainnya bisa segera ditemukan.

Berhubung para korban tidak mengalami luka serius maka tim pun memutuskan memulangkan seluruh korban berikut ke Jawa. Namun terkendala dengan jenazah yang belum bisa keluar dari kamar mayat. Informasinya pihak RSUD Kotabaru masih memproses beberapa berkas juga biaya peti mayat senilai Rp12 juta.

Hingga sore hari kemarin belum ada kejelasan kapan jenazah bisa keluar. Akhirnya tim pada pukul 17.00 berangkat dengan membawa 18 orang korban tanpa jenazah ke pelabuhan. Namun di tengah perjalanan mereka balik karena ketinggalan kapal KM Kirana yang sudah berangkat ke Surabaya.

"Jadi lambat karena jenazah tidak bisa keluar. Kasihan keluarga korban. Ini kan kecelakaan biasa, prosedur apa sih yang diperlukan," misuh salah satu petugas penyelamat.

Dirut RSUD Kotabaru dr Nanang Hidayat malam harinya dihubungi mengaku tidak terlalu mengerti apa yang terjadi di birokrasi di kamar mayat. Dia pun memberikan nomor handhphone Kasi Pelayanan Medik, Fauziah.

Namun di sambungan telepon Fauziah juga mengaku tidak terlalu mengetahui apa yang terjadi di kamar mayat. Dia hanya mengatakan, memang benar untuk peti mati nilainya Rp12 juta. Dan ada prosedur lainnya yang harus dijalankan untuk mengeluarkan jenazah.

"Tapi untuk peti mayat itu bukan kami sediakan, itu pihak ketiga. Coba telepon saja Bu Yuli staf di kamar mayat, dia yang menangani," katanya.

Yuli yang dihubungi kemudian menolak disebut memperlambat proses pengeluaran jenazah. Dia mengatakan, keterlambatan karena petugas baru sekitar pukul 16.00 sore memutuskan jenazah akan dibawa melalui jalur laut. "Biasanya kan pakai pesawat," katanya.

Dia menjelaskan, prosedur yang harus dilakukan sebelum mengeluarkan jenazah adalah harus ada surat visum, surat keterangan tidak terinfeksi dan surat keterangan lainnya yang dikeluarkan oleh rumah sakit. Kata Yuli, surat itu sudah keluar. Dan peti mayat juga sudah dibayar oleh pemilik kapal, tapi tidak Rp12 juta, melainkan sebesar dua juta sekian.

"Peti biasa saja. Kalau yang 12 juta itu yang untuk pesawat," akunya.

Narti pengurus KM Makmur Rezeki dikonfirmasi membenarkan jika awalnya pihak kamar mayat meminta harga Rp12 juta. Namun Narti meminta harga lebih murah, karena mereka sudah menyiapkan sendiri peti di Surabaya.

"Mintanya 12 jt pak tapi kami minta yang lebih murah soalnya sampai di Surabaya kita bawa peti sendiri pak," kata Narti viaSMS kepada Radar Banjarmasin.

Mendengar itu beberapa warga mengatakan terlalu mahal harga petinya. "Seberapa hebat sih itu yang untuk pesawat sampai dua belas juta. Mahal sekali," kata Randi warga Kotabaru. (zal/ay/ran)


BACA JUGA

Jumat, 19 Oktober 2018 10:22

Kangen Penjara, Rafiki Tertangkap Lagi Karena Kasus Penganiayaan

BANJARMASIN - Rafiki alias Iki (21) lebih banyak menghabiskan usianya dibalik jeruji besi sel tahanan.…

Jumat, 19 Oktober 2018 09:17

Penjara Tak Membuat Jera, Ucuk Kembali Diciduk Aparat Edarkan Sabu

RANTAU - Rupanya jeruji besi tidak membuat jera Supian alias Ucuk (36),  warga Batu Laki Rt 02…

Kamis, 18 Oktober 2018 15:53

Senpi dan Peluru Komplotan Mafia Narkoba Dikenakan Undang-undang Darurat

TANJUNG - Temuan satu pucuk senjata api (Senpi) rakitan dan 15 peluru berkaliber 15 mm saat penggerebekan…

Kamis, 18 Oktober 2018 15:50

Mafia Narkoba Desa Bongkang Ini Sejak Lama Diintai Selalu Lolos

TANJUNG - Komplotan Mafia Narkoba di Desa Bongkang Kecamatan Haruai Kabupaten Tabalong itu ternyata…

Kamis, 18 Oktober 2018 15:48

Pengedar Mantan Brimob Itu Salah Satu Komplotan Mafia Narkoba

TANJUNG - Ternyata dua pengedar narkoba yang salah satunya mantan anggota Brimob Polda Kalimantan Selatan…

Kamis, 18 Oktober 2018 15:28

Dorrr..!! Pengedar Narkoba Pecatan Brimob Dihadiahi Timah Panas

TANJUNG - Dua pengedar narkoba di Kabupaten Tabalong berhasil diamankan jajaran Polres Tabalong. Dari…

Kamis, 18 Oktober 2018 10:45

Korban Kebakaran di Desa Mawangi Tak Sempat Selamatkan Harta Benda

KANDANGAN – Pasca kebakaran hebat yang melanda  Desa Mawangi, Kecamatan Padang Batung, …

Kamis, 18 Oktober 2018 09:20

Paman Versus Keponakan di Pengambangan, Celurit Akhirnya Keluar

BANJARMASIN - Perkelahian antara paman dan keponakan terjadi di Simpang Pengambangan, kemarin (17/10)…

Kamis, 18 Oktober 2018 09:04

Rebutan Lahan, Ahmad Tega Tebas Keluarga Sendiri Hingga Tewas

BANJARMASIN - Ahmad (38) sudah sepekan mendekam di balik jeruji sel tahanan Mapolsek Kertak Hanyar,…

Kamis, 18 Oktober 2018 08:52

Biddokkes Polda Kalsel Periksa Kesehatan Personel di SPN

BANJARMASIN-Bidang Dokter Kesehatan (Biddokkes) Polda Kalsel menggelar pemeriksaan kesehatan personel…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .