MANAGED BY:
MINGGU
17 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

HUKUM & PERISTIWA

Jumat, 17 November 2017 15:30
ASTAGFIRULLAH..!! Ayah Haus Seks, Anak Kandung Ditiduri, Kini Hamil 2 Bulan
Foto ilustrasi

PROKAL.CO, KOTABARU - Jika sampai Melati akhirnya mengadukan ayahnya, artinya habis sudah kesabarannya. Selama setahun, gadis yang masih duduk di bangku SMA ini menyimpan rapat-rapat perlakuan bejat Ar, ayah kandungnya sendiri kepadanya. Hingga akhirnya perbuatan yang terus terulang itu akhirnya menumbuhkan benih di dalam kandungan Melati. Dia hamil dari ayahnya sendiri!

Kamis 9 November silam, saat keluarga ibunya menggelar hajatan malam Jumat. Melati merasa itulah saat yang tepat mengungkapkan kisah kelam yang dipendamnya. Semua keluarganya berkumpul, kecuali Ar.

Sore pulang kerja dari pabrik Sawit, Melati menghambur ke dapur, lari ke pangkuan neneknya. Di pangkuan ibu dari ibunya yang berusia 60 tahunan itu dia bercerita. "Tidak tahan lagi, dipukul terus sama Abah, diancam mau dibunuh," isaknya.
Seluruh keluarga kaget. "Ada apa ini, ada apa?" tanya neneknya.

"Ulun (saya dalam bahasa Banjar), telat dua bulan. Abah meanui (meniduri) ulun," isak Melati.

Bagai gelegar. Suara lirih Melati memekak pendengaran keluarga. Keluarga pun menanyakan lagi, memastikan. Melati pun menceritakan semuanya.
"Astagfirullah....astagfirullah," ucap neneknya saat itu.

Cerita Melati mengalir dan membuat keluarganya tercekam. Sesekali, gadis yang menjadi tulang punggung keluarganya itu terisak di sela-sela cerita.

Kisah itu bermula pada siang 3 September 2016, silam. Melati saat itu sedang asyik melipat pakaian. Ujian SMA sudah usai, jadi gadis berparas manis itu punya waktu luang di rumah.

Rumah Melati berada di ujung desa, terpisah jauh dari kampung. Rumah sederhana berdinding bata berlantai semen. Di sana dia tinggal dengan ayah, ibu kandung, ibu tiri dan tiga orang adiknya. Di dalam rumah hanya ada TV kecil dan beberapa lemari. Sebuah kendaraan trail dan satu motor bebek dimiliki keluarga ini.

Sambil terus melipat baju, pikiran Melati menerawang. Dia ulang tahun. Usianya tepat 17 tahun. Lagi ranum-ranumnya. Sesekali mulutnya tersenyum mengingat nama teman-teman di facebook yang memberikan ucapan.

"Saya ingat sekali, soalnya waktu itu ulang tahun. Pas 3 September. Saya pakai baju tidur warna putih ada gambar ikannya," kata Melati bercerita.

Di rumah waktu itu sepi. Ibu dan ibu tirinya, serta adik-adiknya sedang pergi ke desa tetangga, ada acara keluarga. Di rumah hanya ada ayahnya.

Belum selesai semua baju dilipat, Ar datang dari dapur. Duduk di sampingnya. Ar berperawakan sedang, usia 40 tahun saat itu. Kepalanya botak, kulitnya legam, mata beringas. Dia dikenal preman atau jago di kampung, sengketa tanah dia kerap membereskan, hampir tidak ada berani melawannya.

Tiba-tiba saja, Ar memegang bahu Melati. Gadis yang sudah beranjak dewasa itu pun sempat terkejut, namun tetap meneruskan pekerjaan melipat. Melati jarang bertegur sapa dengan ayahnya, sehingga dia pun heran dan penasaran mengapa sang ayah duduk di dekatnya.

Belum hilang rasa penasarannya, tangan ayahnya yang berbulu di pangkal lengan itu menjamah dadanya. Melati terlonjak sampai hampir berdiri. "Kenapa, ini Bah (Abah, panggilan Bapak dalam bahasa Banjar)?!" tanya Melati keras.

Tidak berbicara, Ar terus saja memeluk dan mencumbui leher dan dada Melati. Gadis bertubuh semampai itu berontak, dia mulai berteriak, kaget bercampur marah. Juga tidak percaya apa yang baru saja terjadi.

Suara teriakan Melati dibawa angin, hilang ke arah perbukitan di depan rumah. Dalam posisi berdiri, Ar terus saja menggerayangi tubuh anaknya. Preman ini seperti kerasukan setan. Ancaman pun dia keluarkan. "Diam, kubunuh nanti semua keluarga kalau ribut!" begitu ucap Ar, dituturkan Melati kepada Radar Banjarmasin, Rabu (14/11) tadi disaksikan keluarga besarnya.

Dan, entah terangsang bagaimana, Ar kemudian menarik celana anaknya. Melati menjerit, memukul dan berontak, panik teramat sangat waktu itu. Tapi, ancaman bunuh kembali dilantangkan Ar.

Melati semakin Panik. Terbayang wajah Ibu dan adik-adiknya. Terbayang, hampir setiap hari, Ar marah-marah di rumah hanya karena masalah sepele. Sudah biasa Melati melihat ibunya dipukul, adiknya, ibu tirinya, dan bahkan dirinya sendiri.

Dengan air mata menggelanggang minta dikasihani, Melati terus saja memohon. Namun, Ar sudah gelap mata. Dia menarik tangan Melati ke dalam kamar. Direbahkannya tubuh anaknya di kasur, sembari melucuti pakaiannya. "Istigfar, Bah, istigfar!" jerit Melati menyayat hati, badannya gemetar.

Ar tidak peduli, tenaganya kuat menindih sang anak. Kehabisan tenaga berontak, Melati kemudian merasakan perih. Namun tidak sebanding rasa sakit di dalam hatinya, perasannya hancur, matanya terpejam, tidak pernah terbayangkan jika keperawanan hilang oleh ayah sendiri.

Suara isak dari keluarga terdengar, ibu-ibu di dapur lirih meratap. Paman Melati wajahnya mengeras. "Binatang itu orang!" kata salah seorang pamannya Melati dengan rahang mengeras.

Perlakuan itu kemudian terus terjadi. Waktu berlalu. Sejak awal kejadian, Melati sudah menganggap Abah bukan ayahnya lagi. Dia pun hari-hari memandang jijik. Tidak siang atau malam, Abah terus saja memerkosanya.

Ar bahkan terus saja mengawasi Melati dengan ketat. Ke luar rumah sebentar pasti ditelepon, ditanya ada di mana, dan disuruh pulang.

"Kasihan dia. Saya menangis waktu dengar itu. Bapaknya memang jahat. Kalau anaknya itu ke luar dicari terus, baru mengerjakan PR sebentar ditelepon sama Bapaknya, disuruh pulang," kata seorang karib Melati.

Oktober 2017, Melati telat menstruasi dua bulan. Dia cemas. Suatu waktu pulang kerja, Melati nekat menyeberang ke Kabupaten Tanah Bumbu. Rencananya mau membeli alat tes kehamilan. Tapi tidak jadi, karena malu dan bingung.

Tapi kemudian dia pun yakin kalau sedang hamil. Tak terkira rasa marah dan kecewanya. "Saya tidak pernah ada hubungan badan sama orang lain sebelumnya," kata Melati.

Saking takut kepada ayahnya, Melati kemudian memiliki pikiran lain. Dia tidak akan menggugurkan kandungan kandungan karena tak berani. Dia juga takut melaporkan ke ayahnya. Jadi, yang Melati lakukan adalah mengambinghitamkan pacarnya. Dia kemudian berencana mengajak pacarnya berhubungan badan. Dia janji bertemu dengan sang pacar di Tanah Bumbu.

Sore pulang kerja dia menyeberang dari Kotabaru ke Tanah Bumbu, kepada orang rumah dia mengabarkan ada pekerjaan tambahan di kantornya. Melati kemudian nekat. Di Tanah Bumbu akhirnya dia berhubungan badan. Itulah orang ke dua dalam kehidupan seksualnya.

Beberapa waktu kemudian, Melati menelepon pacarnya. Dia mengaku hamil. Namun sang pacar tidak terima. "Kenapa bisa? Kan kita baru sekali ini?" tanya pacarnya ditirukan Melati.

Terus didesak pacarnya, Melati yang lugu, akhirnya mengaku siapa ayah dari anak malang itu ke pacarnya. Harapannya, pacarnya akan membantunya, setidaknya dengan dukungan moral. Alih-alih, pacarnya memutuskannya.

"Habis itu kami putus. Nomor saya dia blok. BBM saya juga. Saya bingung, terpaksa memang waktu itu, saya tidak tahu mau bagaimana lagi," lirih Melati.

Sementara di rumah, hari-hari neraka Melati terus berjalan. Kerja memberi makan keluarga, karena penghasilan ibunya di kebun pas-pasan, tambah pula harus melayani nafsu Ar. "Terakhir dia (Ar) tidur dengan saya tanggal 6 November," ucapnya.

Sesudah cerita itu, keluarga yang sudah marah kemudian bersepakat untuk melapor ke Polsek terdekat. Saat laporan masuk, mereka pun segera mempersiapkan diri menangkap Ar. Polisi juga meminta bantuan tim Buser karena reputasi terkenal Ar yang kerap nekat.
Tidak lama, datang Buser enam orang ke rumah nenek Melati. Tambah anggota Polsek, jadi totalnya ada sembilan. Malam Jumat, seperti sudah diduga, Ar kembali menelepon Melati menyuruh anaknya pulang. Namun Melati menjawab tidak. Semua sudah dipersiapkan untuk menangkap Ar

Dan benar saja, tidak lama Ar datang dengan trail. Di bawah tangga dia berteriak mencari Melati. Tengah asyik memanggil anaknya, polisi pun langsung membekuk. Melihat begitu banyak lawan, Ar pun pasrah dibawa ke Mapolsek.

Kabar ini menyebar cepat di kampung. Semua marah. Desas-desus keluarga dan warga akan melakukan pemukulan terdengar ke polisi. Dari informasi yang dihimpun, warga dan pemuda kampung memang marah. Bahkan beberapa mengaku ingin membunuh Ar. "Ini aib di kampung," sungutnya.

Selain itu warga juga tambah marah, karena kabarnya Ar saat ditangkap sempat mengancam semua keluarganya. "Dia bilang akan membunuh semua keluarga yang melaporkan.

Karena khawatir amuk masa, polisi pun memindah Ar ke tahanan Mapolres Kotabaru. Kapolres Kotabaru AKBP Suhasto melalui Kasat Reskrim membenarkan, bahwa Ar dilaporkan telah melakukan pemerkosaan kepada anak kandungnya sendiri. Juga tindak kekerasan dalam rumah tangga. Sementara ini Ar masih terus diperiksa.

Dari hasil pemeriksaan penyidik, Ar mengakui semua perbuatannya. Dia memang memaksa dan mengancam akan membunuh anak dan istrinya, jika Melati tidak mau melayaninya.
Ar sendiri dikenal dikenal para istrinya sebagai sosok lelaki yang haus seks. Mudah terangsang. Dalam kurun setahun belakangan ini, praktis dia menggarap tiga wanita secara bergantian dalam satu rumah karena dia tinggal bersama dua istrinya.

Kegilaan seksual Abah memang keterlaluan. Bayangkan saja, Melati mengaku dalam seminggu bisa sampai empat malam berturut-turut digarap. Dua istri sahnya juga hampir rutin minimal seminggu sekali.

Radar Banjarmasin sempat berbincang sebentar dengan pria yang sudah lima kali menikah ini. Ar mengaku memang berlebihan dalam urusan seksual. Namun ditanya kenapa bisa memiliki nafsu dengan anak kandung, dia mengaku tidak tahu.

Saat ditanya bagaimana nasib anaknya ke depan saat nanti melahirkan, mantan pengusaha yang pernah jaya di era bisnis kayu itu hanya tertunduk. "Saya menyesal," katanya.

Ingin Pindah, Uang Tidak Punya

Tragedi Melati yang menyayat hati ini pun menyebar cepat. Dukungan moril berdatangan. Beberapa waktu lalu, tujuh orang petinggi perusahaan datang. Mereka membujuk Melati tetap bekerja, sehingga tidak larut dalam kesedihan.

Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak (KPPA) Kotabaru juga datang. "Kami akan coba terus berikan pendampingan. Polisi di sini semua bantu, mereka terus memberikan pemahaman kepada warga agar jangan ada mencemooh korban," kata Ketua KPPA Alamatulradiah.

Hanya tinggal masalahnya, sampai kapan Melati bisa bertahan di kampung? Apalagi dia memutuskan tidak mau menggugurkan kandungan. Sementara keluarga khawatir jika Melati pergi, siapa yang mengawasi, dan bagaimana biayanya? Tidak ada keluarga di luar daerah.

"Makanya ini. Mereka keluarga tidak mampu. Tapi kami juga sedang berkoordinasi dengan Pemkab Kotabaru. Sama-sama kita carikan solusinya. Anak ini baik, dia yang bantu keluarga urusan dapur;" kata Alamatul.

Sementara itu Melati juga mengaku sedang gamang. Meski katanya di kampung keluarga terus memberikan dukungan, namun dunia sudah terasa sempit baginya. "Saya mau saja pindah, tapi harus dapat pekerjaan, biar bisa kirim uang ke keluarga," ujarnya tulus.

Memang Melati sempat berkeinginan kuliah, tapi terbentur biaya. Sementara tiga adiknya sudah mulai memerlukan biaya tinggi.

Ditanya apa cita-citanya, gadis yang memang dipuji kecantikannya itu tersenyum. "Tapi yang penting bisa bahagiakan mama sana adik-adik," ucapnya membuat sang ibu kembali terisak saat itu. (zal)


BACA JUGA

Jumat, 15 Desember 2017 15:53

Ngamuk Bawa Parang, Polisi Datang Langsung Bercebur ke Sungai

BARABAI – Warga Barabai Darat Hulu Sungai Tengah Rabu (13/12) malam kemarin sempat dibuat heboh…

Jumat, 15 Desember 2017 15:50

Terdakwa Kasus Suap Beberkan Suap Lain di PDAM

Terdakwa kasus suap untuk pengesahan Raperda Penyertaan Modal PDAM Bandarmasih, Muslih akhirnya membuka…

Jumat, 15 Desember 2017 15:32

ADA APA? Ratusan Warga Serbu KPUD HSS

KANDANGAN –  Merasa tidak puas dengan hasil Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten…

Jumat, 15 Desember 2017 15:05

Banjarmasin Bakal Miliki Perda untuk Pil Teler

BANJARMASIN - Sebentar lagi Banjarmasin memiliki perda larangan pil untuk teler. Patut dicatat, pasal…

Jumat, 15 Desember 2017 14:56

Sengketa, Rumah Mewah di Kayutangi Dieksekusi

BANJARMASIN - Sebuah rumah dan lahan kosong yang berlokasi di jalan Hasan Basri Banjarmasin,  Rt…

Kamis, 14 Desember 2017 16:05

Rugikan Negara Rp 1,7 Miliar, Mantan Kadisdik HST Ditahan

BARABAI - Mantan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) HST Dia Udini akhirnya ditahan oleh Kejaksaan Negeri…

Kamis, 14 Desember 2017 10:43

Satu Tahanan di Rutan Polda Kalsel Terjangkit TBC

BANJARMASIN - Satu orang dari sembilan puluh tahanan di Rutan Polda Kalsel terjangkit  Tubercolosis…

Rabu, 13 Desember 2017 15:37

Waduh..! Bupati Kotabaru Dituntut Rp102 Miliar

KOTABARU - Pernah mendengar pegawai menuntut kepala daerah ganti kerugian jabatan senilai Rp100 miliar…

Rabu, 13 Desember 2017 15:11

Polisi Razia Knalpot Blong ke Sekolah

BANJARBARU - Banyaknya keluhan dari masyarakat tentang masih adanya balapan liar dan penggunaan knalpot…

Rabu, 13 Desember 2017 14:32

KNKT Investigasi Kapal Karam di Sungai Barito

BANJARMASIN - Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sedang menginvestigasi insiden karamnya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .