MANAGED BY:
MINGGU
22 JULI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Sabtu, 18 November 2017 13:51
Asma, Penulis Cilik Peraih Penghargaan Nasional

Kelas Satu SD Sudah Menulis Novel

Asma Taqiyya Jihada Fama, peraih penghargaan nasional di ajang KPCI (Konferensi Penulis Cilik Indonesia) 2017.

PROKAL.CO, Banua patut berbangga karena telah memiliki penulis cilik bernama Asma Taqiyya Jihada Fama. Bocah berusia 11 tahun ini telah meraih penghargaan nasional di ajang KPCI (Konferensi Penulis Cilik Indonesia) 2017.

-----------------------------------

SUTRISNO, Banjarbaru

-----------------------------------

Bel tanda istirahat di SD IT Robbani Banjarbaru berbunyi. Asma Taqiyya Jihada Fama baru bisa ditemui di perpustakaan sekolah di Jalan Mentaos Raya, Jumat (17/11) kemarin. Namun, Asma terlihat malu-malu menceritakan pengalaman membanggakannya. Padahal didampingi ibunya, Aisy Swan.

Dia ikut KPCI yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Selain melaksanakan konferensi, acara yang diselenggarakan di Bogor pada 26–29 Oktober 2017 itu juga digelar Apresiasi Sastra Siswa Sekolah Dasar. Para penulis cilik yang hadir di situ diadu bakat menulisnya dalam kompetisi.

Asma harus bersaing dengan 45 anak lain yang datang dari seluruh Indonesia. "Yang ikut di sana hanya anak-anak pilihan, karena kami sebelumnya harus mengirim naskah sastra dulu. Dari 639 naskah, hanya 46 anak yang dipanggil," kenangnya.

Saat mengikuti kompetisi itulah Asma Taqiyya Jihada Fama sebagai perwakilan SD IT Robbani Banjarbaru mampu meraih juara tiga dalam kategori penulis cerpen pemula.

Dalam perlombaan, para peserta hanya diberi tiga tema dalam menulis karya sastra cerpen. Memecahkan permasalahan antar teman, menyesuaikan diri di lingkungan baru, dan andai tidak ada keberagaman. "Saya memilih tema memecahkan permasalahan antar teman. Alhamdulillah, juara tiga," ujar warga Kompleks Ratu Elok, Banjarbaru ini.

Asma senang bisa mengikuti KPCI 2017. Sejak kecil memang hobi menulis. "Saya kalau ada waktu luang pasti menulis dan membaca. Biasanya menulis cerpen dan novel," katanya.

Penggemar Tere Liye ini telah merampungkan puluhan karya cerpen dan satu novel. Namun, masih malu menunjukkan karya-karyanya itu. "Masih belum bagus," nilainya.

Aisy Swan tak terkejut dengan bakat menulis anaknya. Sejak kecil Asma sudah hobi membaca dan menulis. "Kalau anak-anak lain menangis dan dikasih mainan diam. Kalau Asma menangis dia diamnya dikasih buku," katanya.

Selama ini tidak ada pelatihan menulis khusus yang diberikan untuk anaknya. Bakat menulisnya muncul secara alami. "Dia kelas satu SD, baru bisa membaca sudah menulis novel," tuntasnya.(at/dye)


BACA JUGA

Jumat, 20 Juli 2018 10:21

Kisah Kehidupan Tak Layak di Kolong Jembatan Antasari

Di bawah kolong Jembatan Antasari, tinggal menetap enam janda dengan keseharian sebagai pengemis. Memiliki…

Rabu, 18 Juli 2018 16:58
Menyaksikan Pementasan Tim Kesenian Taman Budaya Kalsel di Yogyakarta (3-Habis)

Tak Ada Standar Harga

Pasar Kangen menjadi salah satu daya tarik gelaran Seni Tradisi yang digagas Taman Budaya Yogyakarta.…

Selasa, 17 Juli 2018 13:36

Belajar Otodidak, Menangis Melihat Bulan Purnama

Tanggal 1 Desember mendatang, umurnya genap 10 tahun. Umar Ikhsan, menjadi satu-satunya anggota paling…

Senin, 16 Juli 2018 15:52

Perkenalkan Seni Banua dengan Kritik Eksploitasi Lingkungan

Menampilkan seni tari, musik dan teater, Tim Kesenian Taman Budaya Kalsel tampil di panggung sederhana…

Selasa, 10 Juli 2018 14:13

Kisah Buruh Kasur Kapuk Pasar Ujung Murung

Di sebuah gudang bekas toko tua, Guriyah (55) tampak sibuk. Duduk berselonjor, tangannya meraih tumpukan…

Senin, 09 Juli 2018 11:19

Cake Decorator Asal Banjarmasin, Beri Pelajaran Gratis untuk Konsumen

Menghias kue biasanya dilakukan oleh kaum hawa. Berani tampil beda, Ahmad (42) menekuni profesi cake…

Sabtu, 07 Juli 2018 16:07

Begini Proses Produksi Gulali Khas Amuntai yang Terkenal

Gula batu atau gulali merupakan permen tradisional khas Amuntai. Untuk membuatnya, diperlukan keterampilan,…

Kamis, 05 Juli 2018 15:06

WOW, Sebulan Paman Odong-Odong Bisa Nabung Rp 9 Juta

Kebahagiaan anak-anak itu sederhana. Cukup bisa naik odong-odong. Kebahagiaan operatornya tidak sesederhana…

Kamis, 05 Juli 2018 14:21

Sulitnya Kesempatan Kerja untuk Penyandang Disabilitas

Merekrut pekerja difabel bukanlah ide beken. Ongkos kerja yang mahal hingga sempitnya wawasan para pemberi…

Senin, 02 Juli 2018 15:06

Gerakan From Zero To Hero, Bina Anak Jalanan dan Pengamen

Membina anak jalanan dan pengamen bukanlah urusan enteng. Namun, sekelompok pemuda terpelajar memilih…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .