MANAGED BY:
SELASA
18 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Minggu, 19 November 2017 10:39
Jalan Panjang Nelayan Berjuang Merancang Alat Penangkap Ikan
TIDAK RAMAH - Alat lampara dasar mini dianggap belum ramah lingkungan oleh pemerintah. Nelayan asal Kotabaru mencoba memodifikasi alat ini agar tak merusak ekosistem laut. | Foto : Zalyan S. Abdi / Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, BANJARBARU - Puluhan nelayan kecil yang tergabung dalam Ikatan Nelayan Saijaan (INSAN) Kotabaru beberapa waktu (31/10)  lalu mendatangi Kantor Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Kalsel di Kota Banjarbaru. Mereka punya tujuan mengajak para petinggi Diskanlut Kalsel  melihat alat tangkap ikan yang telah dimodifikasi oleh nelayan. Pasalnya, alat tangkap berupa lampara dasar mini yang mereka gunakan dianggap melanggar Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) No. 71 Tahun 2016. Sementara masa dispensasi Permen KP tersebut bakal berakhir Desember 2017 mendatang.

Zainal Abidin, Ketua INSAN Kotabaru kepada Radar Banjarmasin beberapa waktu lalu mengatakan, langkah modifikasi alat tangkap ikan yang mereka beri nama Jaring Waraling ini dianggap menjadi jalan alternatif bagi keberlangsungan kehidupan nelayan setempat. "Mudah-mudahan setelah dilakukan kroscek oleh pemerintah provinsi, alat yang kami modifikasi ini dianggap ramah  lingkungan," ujarnya sewaktu berada di Kantor Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Kasel.  

Lalu, bagaimana kelanjutannya hingga sekarang? Dikonfirmasi Radar Banjarmasin, Kepala Diskanlut Kalsel, Syaiful Azhari mengatakan pihaknya sudah meninjau ke lapangan. "Sudah kami  tinjau melalui Kabid Pengawasan," ujarnya. Namun, nyatanya Syaiful menjelaskan alat tangkap modifikasi para nelayan INSAN Kotabaru tersebut masih belum ramah lingkungan. "Mekanisme kerjanya masih ditarik atau dihela, ini bertentangan dengan aturan menteri No. 71 Tahun 2016," kata dia. 

Solusinya, Syaiful dan timnya sedang mendatangkan ribuat paket alat tangkap ikan bantuan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI. "Modelnya berbeda-beda, nanti bersama rekan-rekan akademisi akan kita uji coba di lapangan apakah alat ini cocok atau tidak untuk para nelayan," ujarnya. Ia berharap, setelah adanya uji coba alat tangkap ini nantinya bakal memberikan solusi  untuk para nelayan yang ada di Kotabaru dan sekitarnya. Tak hanya itu, pihaknya juga bakal menguji alat tangkap ikan modifikasi oleh nelayan INSAN.  

Menanggapi hal ini, Zainal mengatakan, bantuan alat tangkap ikan dari Kementerian KP tersebut sudah basi. "Tidak bakal menyelesaiakan masalah. Jauh sebelum adanya bantuan, kami sudah pernah memakai alat yang kementerian ajukan dan tidak berhasil membawa ikan-ikan seperti layaknya penggunaan alat lampara dasar mini," ujarnya. Bahkan, alat penangkap ikan yang  diberikan oleh kementerian ini lebih mudah rusak. "Dua bulan rusak, ini tentunya bakal menambah biaya operasional kembali," kata dia.

Zainal menuding, penilaian alat penangkap ikan yang mereka modifikasi ini membuat pemprov terlihat tidak bijak dalam mengatasi persoalan nelayan yang ada di Kalimantan Selatan, khususnya di Kotabaru. "Harusnya dilakukan uji coba terlebih dahulu di lapangan, kemarin waktu datang ke sini tidak ada uji coba," ujarnya.  Lantas, jika masa dispensasi pemberlakuan sudah habis dan tidak adanya solusi kongkret dari pemerintah daerah, Zainal dan ribuan nelayan lainnya bakal melancarkan aksi massa. "Kami akan  terus bergerak merebut hak. Hak kami sebagai nelayan sudah dipermainkan oleh pemerintah," pungkasnya. (dom/tof/ema)


BACA JUGA

Kamis, 13 September 2018 12:05

YS Agus Suseno, Penyair Banjar Yang Berani Menohok Rezim

Meminjam istilah sastrawan Seno Gumira Ajidarma: ketika jurnalisme dibungkam, maka mestinya sastra harus…

Rabu, 12 September 2018 15:23

Kisah Perajin Miniatur Kapal Pinisi dari Sungai Alalak

Salman tak bisa jauh-jauh dari perahu dan sungai. Semasa bujangan, dia menjadi perajin perahu di Pulau…

Sabtu, 08 September 2018 12:48

Memanen Kelapa Sawit, Pekebun Malah Menjerit

Memanen kelapa sawit tidak terlalu menggembirakan bagi pekebun di Kotabaru. Bekerja di bawah terik mentari,…

Rabu, 05 September 2018 11:13

Jean, Siswi SMAN 2 Banjarmasin Menang Lomba Monolog di Aceh

Kamera dokumentasi sudah dimatikan. Sebagian penonton juga telah beranjak pulang. Juri pun tampak capek.…

Selasa, 04 September 2018 13:18

Jasa Datu, Perguruan Kuntau yang Sudah Eksis 32 Tahun Lamanya

Pencak silat sedang naik daun di Asian Games 2018. Di Banua, para pendekar silat ternyata sudah lama…

Kamis, 30 Agustus 2018 10:36

"First Love Never Die"

Hermansyah memutuskan tinggal di panti jompo atas pilihannya sendiri. Sebaliknya, Yulia terpaksa minggat…

Kamis, 30 Agustus 2018 10:33

Yulia Minggat karena Merepotkan

Hermansyah boleh dibilang beruntung. Masih bisa berkumpul keluarga. Masuk panti pun juga atas pilihan…

Rabu, 29 Agustus 2018 10:23

Bosan Tidur di Pengungsian, Pengungsi Lombok Mulai Datangi Kalsel

Pengungsi gempa Lombok mulai berdatangan ke Kalimantan Selatan melalui bandar udara Syamsuddin Noor…

Selasa, 28 Agustus 2018 10:18

Malam terakhir Konser Wartawan & Musisi Banua Untuk Palestina dan Lombok

Konser amal bertajuk Wartawan & Musisi Banua Untuk Palestina dan Penggalangan Dana Gempa Lombok,…

Senin, 27 Agustus 2018 11:20

Melihat Eksistensi Komunitas MGR Pasca Ganti Presiden

Meski telah ditinggalkan presiden sekaligus pendirinya Fitri Zamzam, yang telah berpulang pada November…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .