MANAGED BY:
MINGGU
17 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Minggu, 19 November 2017 10:39
Jalan Panjang Nelayan Berjuang Merancang Alat Penangkap Ikan
TIDAK RAMAH - Alat lampara dasar mini dianggap belum ramah lingkungan oleh pemerintah. Nelayan asal Kotabaru mencoba memodifikasi alat ini agar tak merusak ekosistem laut. | Foto : Zalyan S. Abdi / Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, BANJARBARU - Puluhan nelayan kecil yang tergabung dalam Ikatan Nelayan Saijaan (INSAN) Kotabaru beberapa waktu (31/10)  lalu mendatangi Kantor Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Kalsel di Kota Banjarbaru. Mereka punya tujuan mengajak para petinggi Diskanlut Kalsel  melihat alat tangkap ikan yang telah dimodifikasi oleh nelayan. Pasalnya, alat tangkap berupa lampara dasar mini yang mereka gunakan dianggap melanggar Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) No. 71 Tahun 2016. Sementara masa dispensasi Permen KP tersebut bakal berakhir Desember 2017 mendatang.

Zainal Abidin, Ketua INSAN Kotabaru kepada Radar Banjarmasin beberapa waktu lalu mengatakan, langkah modifikasi alat tangkap ikan yang mereka beri nama Jaring Waraling ini dianggap menjadi jalan alternatif bagi keberlangsungan kehidupan nelayan setempat. "Mudah-mudahan setelah dilakukan kroscek oleh pemerintah provinsi, alat yang kami modifikasi ini dianggap ramah  lingkungan," ujarnya sewaktu berada di Kantor Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Kasel.  

Lalu, bagaimana kelanjutannya hingga sekarang? Dikonfirmasi Radar Banjarmasin, Kepala Diskanlut Kalsel, Syaiful Azhari mengatakan pihaknya sudah meninjau ke lapangan. "Sudah kami  tinjau melalui Kabid Pengawasan," ujarnya. Namun, nyatanya Syaiful menjelaskan alat tangkap modifikasi para nelayan INSAN Kotabaru tersebut masih belum ramah lingkungan. "Mekanisme kerjanya masih ditarik atau dihela, ini bertentangan dengan aturan menteri No. 71 Tahun 2016," kata dia. 

Solusinya, Syaiful dan timnya sedang mendatangkan ribuat paket alat tangkap ikan bantuan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI. "Modelnya berbeda-beda, nanti bersama rekan-rekan akademisi akan kita uji coba di lapangan apakah alat ini cocok atau tidak untuk para nelayan," ujarnya. Ia berharap, setelah adanya uji coba alat tangkap ini nantinya bakal memberikan solusi  untuk para nelayan yang ada di Kotabaru dan sekitarnya. Tak hanya itu, pihaknya juga bakal menguji alat tangkap ikan modifikasi oleh nelayan INSAN.  

Menanggapi hal ini, Zainal mengatakan, bantuan alat tangkap ikan dari Kementerian KP tersebut sudah basi. "Tidak bakal menyelesaiakan masalah. Jauh sebelum adanya bantuan, kami sudah pernah memakai alat yang kementerian ajukan dan tidak berhasil membawa ikan-ikan seperti layaknya penggunaan alat lampara dasar mini," ujarnya. Bahkan, alat penangkap ikan yang  diberikan oleh kementerian ini lebih mudah rusak. "Dua bulan rusak, ini tentunya bakal menambah biaya operasional kembali," kata dia.

Zainal menuding, penilaian alat penangkap ikan yang mereka modifikasi ini membuat pemprov terlihat tidak bijak dalam mengatasi persoalan nelayan yang ada di Kalimantan Selatan, khususnya di Kotabaru. "Harusnya dilakukan uji coba terlebih dahulu di lapangan, kemarin waktu datang ke sini tidak ada uji coba," ujarnya.  Lantas, jika masa dispensasi pemberlakuan sudah habis dan tidak adanya solusi kongkret dari pemerintah daerah, Zainal dan ribuan nelayan lainnya bakal melancarkan aksi massa. "Kami akan  terus bergerak merebut hak. Hak kami sebagai nelayan sudah dipermainkan oleh pemerintah," pungkasnya. (dom/tof/ema)


BACA JUGA

Jumat, 15 Desember 2017 15:23

Setengah Hari di Hutan Mangrove Langadai Kelumpang Hilir Kotabaru

Tombak ulin yang tengahnya berlubang mereka angkat ke depan wajah. Kemudian mereka tiup pangkalnya,…

Jumat, 15 Desember 2017 14:46

Kisah Atlet Paralympic Balangan Berprestasi di Nasional dan Internasional

Atlet National Paralympic Committe (NPC) asal Kabupaten Balangan, menjadi buah bibir pada perhelatan…

Rabu, 13 Desember 2017 15:15

Melihat Kiprah Kelompok Dukungan Sebaya Pengidap HIV/AIDS

Bagi Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA), bercerita secara terbuka tentang penyakit yang dialaminya bukanlah…

Selasa, 12 Desember 2017 14:22

Pengalaman Danlanal TNI AL Banjarmasin Selama Mengikuti Kursus Militer di Inggris

Komandan Pangkalan TNI AL Banjarmasin, Kolonel Laut (P) Oky IZ Dipura bergabung dalam kursus NATO (Pakta…

Senin, 11 Desember 2017 13:14

Melihat Tradisi Mandi Kebal di Hulu Sungai Selatan

Masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) selain akrab dengan tradisi membawa senjata tajam (sajam)…

Senin, 11 Desember 2017 10:38

Wayang Kulit Banjar Hibur Pengunjung Perpusda

Asam pauh dalima pauh, rama-rama batali banang. Ndiiiiiiih yaaaaaing. Ikam jauh aku jauh, sama-sama…

Sabtu, 09 Desember 2017 16:36

Aksi Bagi Nasi Bungkus dari Komunitas Sijum

Ada komunitas unik di Kota Amuntai. Para personelnya rutin membagikan nasi bungkus setiap Jumat pagi.…

Jumat, 08 Desember 2017 18:37
Mereka Mantap jadi Pegulat (Bagian II, Habis)

Gulat Tak Sekadar Prestasi, Tapi juga Ladang Rezeki

Gulat tak hanya memenuhi harapan atlet muda yang perlu perbaikan rezeki. Namun, membuka pintu bagi atlet…

Kamis, 07 Desember 2017 16:27
Mereka Memilih jadi Pegulat (1)

Dibesarkan Loncat Indah, tapi Sukses di Gulat

Ina menoreh prestasi di loncat indah, tapi kemudian jenuh dan kepincut gulat. Sedangkan Adam harus memberontak…

Rabu, 06 Desember 2017 12:05

Meriahnya Perayaan Baayun Maulid di Masjid Nurul Amilin

Ribuan manusia berjejal di Masjid Nurul Amilin, di Jalan Kelayan B Timur, Kelurahan Haur Kuning, Kecamatan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .