MANAGED BY:
MINGGU
17 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Selasa, 21 November 2017 12:11
FAKTA, Kesadaran Warga Banjarmasin Membuang Sampah Masih Rendah
MAKAN JALAN: Petugas kebersihan menyingkirkan sampah yang meluber hingga ke badan jalan di kawasan pertigaan menuju Sungai Lulut dan Jalan Pramuka Banjarmasin.

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Slogan Banjarmasin sebagai Kota Baiman (Barasih wan Nyaman) terus digaungkan Pemko Banjarmasin. Namun, untuk urusan persampahan masih perlu perhatian.

Contoh sederhana tengok saja ke TPS. Masih banyak warga membuang sampah bukan pada jam yang ditentukan, hingga melubernya sampah di tempat penampungan sementara itu.

Minggu (19/11) tadi, sampah meluber di beberapa TPS. Seperti di Jalan Veteran (Pertigaan Sungai Lulut dan Jalan Pramuka), dan Jalan Pramuka. Padahal, baru pukul 18.30 Wita. Begitu pula kemarin, pada pukul 18.00 Wita sampah sudah meluber. Padahal jam membuang harusnya pukul 20.00 Wita sampai pukul 06.00 Wita.

Itu kalau mengacu pada Perda Kota Banjarmasin Nomor 21 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Persampahan/Kebersihan dan Pertamanan. Hal itu tertuang dalam Pasal 34 ayat (1) huruf c yang berbunyi setiap orang dilarang membuang sampah di TPS dari pukul 06.00 Wita sampai dengan pukul 20.00 Wita.

Warga Banjarmasin, Yuli mengaku tidak tahu dengan jam membuang sampah. Selama ini pembuangan sampah diserahkan kepada petugas yang biasa memungut sampah. "Kalau saya biasanya sih sampah diletakkan di depan rumah. Nanti ada yang mengangkut. Jadi, tinggal bayar Rp 15 ribu setiap bulan," bebernya saat ditemui sedang duduk santai di kawasan Masjid Sabilal Muhtadin.

Aisyah justru memilih membuang sampah sendiri. Warga Banjarmasin ini mengaku, membuang sampah pada pagi hari. "Wah saya tidak tahu jamnya," katanya saat ditemui di kawasan Jalan Belitung.

Kepala Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup, Mafliani mengatakan persoalan sampah tidak akan selesai jika masyarakat tidak mau mengubah gaya hidup terkait cara maupun waktu pembuangan sampah. “Saya akui kesadaran masyarakat membuang sampah dengan benar itu masih rendah,” ujarnya.

Contoh lainnya, dekat Kuburan Muslimin di Jalan Malkon Temon. Berdasarkan pantauan Radar Banjarmasin pada Kamis sebelumnya, sampah meluber dan berserakan di luar hingga dalam pagar pemakaman. Padahal di sana berdiri TPST3R (Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu Reuse, Reduce, dan Recycle). Aroma tak enak pun muncul, terlebih saat basah sesudah hujan.

Maflani menjelaskan TPST3R di situ memang sudah kelebihan kapasitas. Terlebih warga yang membuang bukan hanya dari lingkungan TPS, juga dari wilayah lain. Berdasarkan data tahun 2016, TPST3R hanya mampu menampung 135 ton per bulan untuk 14 TPST. “Idealnya sampah hanya untuk beberapa RT. Tetapi, sampai satu kelurahan membuang sampah di sana,” ungkapnya.

Terkait persoalan sampah masuk ke pemakaman, menurutnya selalu dibersihkan. “Masalahnya, masih ada warga yang membuang bukan pada jamnya. Dikejar sama petugas Linmas, eh petugasnya jatuh karena ada aksi adang dari warga. Akhirnya kami juga mengobati petugas Linmas yang jatuh,” bebernya.

Banyak cara sudah dilakukan oleh DLH untuk meminimalisir persoalan sampah. Mulai dari sidang tipiring, sampai TPS ditunggu oleh petugas Linmas. “Intinya kesadaran warga,” bebernya.

Menurut Maflani, pemulung dan bank sampah sebenarnya sudah membantu pihaknya. “Untuk bank sampah perbulan membantu mengurangi sampah 1,6 ton dari 200 buah bank sampah,” ujarnya.

Peningkatkan sampah terus terjadi di Kota Banjarmasin. Tahun 2010 silam produksi sampah ibu kota Kalsel ini sudah mencapai 320 ton per hari. Sekarang, produksi sampah meningkat hingga 600 ton per hari.

Sampah tersebut terdiri dari sisa makanan, kayu, ranting, daun, kertas, plastik, logam, kain, tekstil, karet, kulit, kaca dan lain sebagainya.

Maflani menjamin setiap sampah selalu diangkut dari TPS. Meskipun armada angkutan truk masih kurang. Saat ini, DLH hanya memiliki 61 unit saja. Menurutnya, idealnya truk yang dimiliki 70 unit.(eka/at/dye)


BACA JUGA

Sabtu, 16 Desember 2017 15:08

Memilih Pejabat, Nadjmi: Bukan karena Teman, Apalagi Bayaran

BANJARBARU - Sebanyak 21 nama peserta pemilihan jabatan pimpinan tinggi pratama yang lolos tiga besar…

Sabtu, 16 Desember 2017 15:05

Tahun ini Penyerahan Bantuan Alat Tangkap Ikan Tak Selesai

BANJARBARU – Penyerahan ribuan paket bantuan alat tangkap ikan (API) dari Kementerian Perikanan…

Sabtu, 16 Desember 2017 14:54

Alhamdulillah, Banjir di HSS Akhirnya Surut

KANDANGAN – Jalan empat kecamatan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS); jalan di Kecamatan Kandangan,…

Sabtu, 16 Desember 2017 11:56

PRIHATIN..!!! Tiap Tahun 15 Miliar Pohon Lenyap

BATULICIN - Hutan di Indonesia sudah masuk kategori kritis. Dalam jurnal terbaru, setiap tahunnya…

Sabtu, 16 Desember 2017 11:54

Besok, SMPC Digelar di RTH Pasar Minggu

BATULICIN - Kegiatan Senam Minggu Pagi Ceria (SMPC) akan kembali digelar Minggu (17/12), di Ruang…

Sabtu, 16 Desember 2017 11:50

Permudah Sistem Pengelolaan Keuangan Daerah

BATULICIN - Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Tanah Bumbu menggelar Sosialisasi…

Jumat, 15 Desember 2017 15:59

SMS Ancaman Gagal Halangi Angket

MARTAPURA - Sebuah SMS dikirimkan seseorang ke handphone H Akhmad Rozani. Isinya adalah ancaman kepada…

Jumat, 15 Desember 2017 15:38

Astaga..!! Empat Rumah di Desa Malutu Ditelan Sungai Amandit

KANDANGAN – Arus Sungai Amandit yang meluap dan berarus kuat setelah hujan yang turun sejak Kamis…

Jumat, 15 Desember 2017 15:26

Truk Besar Masih Kuasai Jalan Trikora

BANJARBARU - Belum ada tindakan dari instansi terkait, Bundaran Trikora berdekatan dengan Masjid Agung…

Jumat, 15 Desember 2017 15:15

Ciptakan Rasa Aman Bagi Masyarakat

BATULICIN - DPRD Tanbu menyetujui Raperda Penanggulangan Prostitusi, Perumahan dan Permukiman menjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .