MANAGED BY:
MINGGU
17 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Selasa, 21 November 2017 14:05
Tiga Bulan, Sudah Dua Korban Meregang Nyawa di PT Conch

Conch Diberi Teguran Lisan

Foto ilustrasi

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Kasus kecelakaan kerja yang terjadi di lingkungan perusahaan semen PT Conch South Kalimantan, Desa Saradang, Kecamatan Haruai, Tabalong, Kamis (16/11) yang menewaskan seorang pekerja asing asal Tiongkok, Fang Cheng Lin (45) seolah membuka masih minimnya pengawasan yang dilakukan perusahaan tersebut maupun dinas terkait.

Fang Cheng Lin (45). Pengawas PT Conch itu meninggal dengan kondisi sangat mengenaskan. Diduga korban terlindas alat berat jenis loader. Kejadian bermula ketika operator loader inisial AR sedang operasionalkan unit dan memindahkan tanah, tepat di tikungan menabrak drum dan ternyata di belakang drum ada korban Fang Cen Lin sedang duduk.

Atas kasus ini, Radar Banjarmasin mencoba untuk menyambangi Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Selatan. Kepala Disnakertrans Kalsel Antonius Simbolon serta Kabid Binwasnaker Disnakertrans Provinsi Kalsel Puguh Priyambada, tidak berada di tempat, sedang tugas ke luar daerah.

Saat dikonfirmasi via telepon pukul 09.47 Wita, Puguh Priyambada mengaku sedang take off untuk berangkat menuju Batam. Baru pukul 15.28 Wita, ia memberikan penjelasan, perihal kasus kecelakaan kerja yang menimpa tenaga kerja asing itu.

“Ya, kami sudah menerima laporan di hari kejadian dan mendapatkan data foto-foto di malam harinya,” ucapnya.

Mengenai nasib Fang Chen Lin, Puguh meyakini jika masa kerja tenaga asing ini kurang dari enam bulan, sehingga tidak mendapatkan jaminan ketenagakerjaan. Sedangkan di pihak kepolisian Ia mengatakan saat ini sedang mengusut apakah ada unsur pidana dalam kasus kecelakaan kerja tersebut. “Apakah ada unsur kesengajaan?,”katanya lagi.

Tanpa melihat kasus pidana yang diusut pihak kepolisian, Disnakertrans Kalsel pun membenarkan kasus ini adalah kali kedua yang terjadi di kawasan PT Conch. Pertama adalah kecelakaan kerja yang menimpa Warjito (37) warga Desa Bentot RT. 01 Kecamatan Patengkep Tutui, Barito Timur, Kalimantan Tengah. Diduga ia terjepit saat keluar dari truk untuk mengantre mengisi klinker (semen setengah jadi) di lingkungan pabrik semen PT Conch.

Atas dua kasus ini, Puguh menyampaikan bahwa pihak Disnakertrans sudah memberikan saran agar pihak PT Conch membuat polisi tidur di kawasan tersebut utamanya di areal tikungan agar lebih berhati-hati saat berbelok.

“Kami pun menyarankan para subcon PT Conch yang melakukan pekerjaan ini lebih dipantau operatornya, yang ditakutkan mereka dalam kondisi teler karena obat keras,” ucapnya.

Menilik dari kasus sebelumnya yang sudah terjadi, Pengawasan K3 di perusahaan ini sangat buruk sekali. Dalam tiga bulan terakhir sudah terjadi yang memakan dua korban jiwa. Namun, Puguh mengatakan mereka hanya memberikan teguran secara lisan saja kepada pihak PT Conch. “Memang apapun kejadiannya, entah tanpa disengaja otomatis karena lalai, namun untuk teguran tertulis hanya memberikan saran kepada pihak perusahaan,” katanya.

“Memang di dalam surat tertulis tidak teguran pernyataan, kami hanya memberikan saran saja,” kembali ditegaskannya.

Padahal untuk mengantisipasi terjadinya hal naas ini, Puguh mengatakan sudah melakukan pembinaan dan pengawasan baik dari tingkat provinsi maupun masing-masing korwil kepada perusahaan meski bisa dikatakan tidak maksimal karena kurangnya tenaga yang diperlukan. “Mungkin sebulan sekali sih tidak karena keterbatasan anggota sendiri,” ujarnya.

Cukup mengejutkan pula, ketika Puguh memberikan data kasus kecelakaan kerja di Kalimantan Selatan. Dari data tahun 2012-2016, selama lima tahun tersebut terjadi 1.300 kasus dengan korban meninggal 148 orang. Kasus kecelakaan kerja tertinggi terjadi di tahun 2012 sebanyak 277 kasus. Namun jika dilihat dari korban meninggal, terbanyak terjadi tahun 2013 yaitu sebanyak 36 orang. (bir)


BACA JUGA

Sabtu, 16 Desember 2017 15:08

Memilih Pejabat, Nadjmi: Bukan karena Teman, Apalagi Bayaran

BANJARBARU - Sebanyak 21 nama peserta pemilihan jabatan pimpinan tinggi pratama yang lolos tiga besar…

Sabtu, 16 Desember 2017 15:05

Tahun ini Penyerahan Bantuan Alat Tangkap Ikan Tak Selesai

BANJARBARU – Penyerahan ribuan paket bantuan alat tangkap ikan (API) dari Kementerian Perikanan…

Sabtu, 16 Desember 2017 14:54

Alhamdulillah, Banjir di HSS Akhirnya Surut

KANDANGAN – Jalan empat kecamatan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS); jalan di Kecamatan Kandangan,…

Sabtu, 16 Desember 2017 11:56

PRIHATIN..!!! Tiap Tahun 15 Miliar Pohon Lenyap

BATULICIN - Hutan di Indonesia sudah masuk kategori kritis. Dalam jurnal terbaru, setiap tahunnya…

Sabtu, 16 Desember 2017 11:54

Besok, SMPC Digelar di RTH Pasar Minggu

BATULICIN - Kegiatan Senam Minggu Pagi Ceria (SMPC) akan kembali digelar Minggu (17/12), di Ruang…

Sabtu, 16 Desember 2017 11:50

Permudah Sistem Pengelolaan Keuangan Daerah

BATULICIN - Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Tanah Bumbu menggelar Sosialisasi…

Jumat, 15 Desember 2017 15:59

SMS Ancaman Gagal Halangi Angket

MARTAPURA - Sebuah SMS dikirimkan seseorang ke handphone H Akhmad Rozani. Isinya adalah ancaman kepada…

Jumat, 15 Desember 2017 15:38

Astaga..!! Empat Rumah di Desa Malutu Ditelan Sungai Amandit

KANDANGAN – Arus Sungai Amandit yang meluap dan berarus kuat setelah hujan yang turun sejak Kamis…

Jumat, 15 Desember 2017 15:26

Truk Besar Masih Kuasai Jalan Trikora

BANJARBARU - Belum ada tindakan dari instansi terkait, Bundaran Trikora berdekatan dengan Masjid Agung…

Jumat, 15 Desember 2017 15:19

Fokus Penguatan Kader Lingkungan

BANJARBARU - Para kader lingkungan Banjarbaru Go Green and Clean Kamis (14/12) kemarin mendapatkan penghargaan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .