MANAGED BY:
SELASA
23 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Selasa, 21 November 2017 14:32
Tokoh Inspiratif
Lebih Dekat dengan Bupati Tanah Laut, H Bambang Alamsyah ST
DICINTAI WARGA: Bupati Tala Bambang Alamsyah (tengah peci hitam) dalam salah satu kesempatan. Salah satu ciri pemimpin yang baik adalah dicintai warganya.

PROKAL.CO, Kabupaten Tanah Laut, saat ini dipimpin bupati pemuda dalam sepanjang sejarahnya. Hari ini, Bupati H Bambang Alamsyah baru genap berusia 38 tahun. Wartawan Radar Banjarmasin Ardian Hariyansyah mendapat kesempatan berbincang banyak dengan Bambang, Sabtu (18/11) tadi, berikut catatannya.
-----------------------------
Kesempatan wawancara didapat Radar Banjarmasin dalam perjalanan pulang, dari kegiatan pembukaan Festival Budaya di Desa Batu Mulia Kecamatan Panyipatan. Dalam mobil dinas Trailblazer buatan Chevrolet bernomor polisi DA 1 L, H Bambang Alamsyah pun menceritakan perjalanan hidupnya.

“Saya lahir di Bati-Bati, subuh Rabu, tanggal 21 November 1979. Tepatnya pukul 05.30 Wita,” ujar Bambang.

Hari kelahiran putra pertama pasangan H Adriansyah dan Hj Jumini ini, bertepatan dengan datangnya tahun baru, sekaligus abad baru dalam kalender Islam, 1 Muharram 1400 H. Kehadiran bayi laki-laki ini juga mendatangkan kegembiraan bagi keluarga besar sang kakek, Syah Minan, tokoh Bati-Bati yang pernah menjadi camat di kecamatan tersebut pada tahun 1966-1968.

Memasuki usia sekolah, Bambang banyak menghabiskan masa kecil dan remaja di Kota Banjarbaru. Mengikuti ayahnya yang bertugas sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banjar.

Diawali dari TK Kanzul Khairat Jln Panglima Batur Banjarbaru, dipilih lantaran dekat dengan rumahnya yang di Jalan Pinus. Lepas itu, Bambang melanjutkan pendidikan di SD Tunas Harapan Banjarbaru 3. Saat ini, SD tersebut sudah berganti nama menjadi SDN Komet 3, masih di Jalan Panglima Batur.

Lulus SD, pilihan anak pertama dari tiga bersaudara ini adalah SMP 2 Banjarbaru, masih tak jauh dari rumah. Sekarang SD dan SMP tempat Bambang mendapatkan pendidikan dasar, dikenal sebagai salah satu sekolah favorit di Banjarbaru.

“Waktu SMP itulah interaksi pertama saya dengan aktivitas organisasi dan politik terjadi,” ujar Bambang tersenyum.

Meskipun bukan terlibat secara langsung. Karena ia hanya mengikuti sang ayah yang aktif menjadi Ketua KNPI Kabupaten Banjar dan Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Kabupaten Banjar. AMPI sendiri dikenal sebagai organisasi sayap Golongan Karya.  “Rapat-rapat diajak, meski cuma duduk menonton,” kenangnya.

Namun, meski sudah dikenalkan dengan politik sejak usia dini, tapi Bambang sebenarnya punya cita-cita sendiri. Tidak seperti kebanyakan anak-anak yang ingin menjadi guru, dokter, polisi, tentara, atau bupati seperti jabatan yang dipegangnya sejak 2013 hingga saat ini.

“Mau jadi petani,” ungkap Bambang soal cita-citanya.

Bambang sejak kecil mengaku suka bercocok tanam, karena asyik melihat sang paman, Abidinsyah yang bertani padi di Bati-Bati. “Waktu kecil sering ikut Paman Abid ke sawah,” tuturnya.

Maka itu pula, sampai SMA, Bambang masih belum tertarik berorganisasi di sekolah. Di masa ini, ada satu kenangan yang diingatnya sampai sekarang. Bahkan bekasnya pun masih terlihat, baret dibawah mata sebelah kiri.

“Ini bekas saya dikeroyok teman-teman SMA, luka berdarah,” ujar Bambang.

Sambil menangis ia pun pulang mengadu pada orang tua. Tapi ternyata, bukan pembelaan yang didapatnya.

“Supan lakian menangis bekelahi, jangan pulang, selesaikan sorang,” ucap Bambang menirukan kata-kata ayahnya hari itu.

Sejak saat itu, kakak dari Marliana Adriana dan Rina Febriana ini pun mendapat pelajaran, untuk selalu berusaha menyelesaikan sendiri masalah yang dihadapi.

Memasuki usia perguruan tinggi, Bambang dikirim ke seberang, melanjutkan studi di Universitas Muhammadiyah Malang, jurusan Teknik Sipil.

Dalam Kampus Putih ini, ternyata tidak hanya ilmu tentang kontruksi jembatan, jalan raya serta gambar teknik. Namun, juga bersosialisasi dengan mahasiswa yang datang dari seluruh penjuru nusantara.
“Sebab selain Yogyakarta, Malang juga kita kenal sebagai kota pelajar,” jelasnya.

Disini pula, interaksinya dengan organisasi dan politik mulai terjalin lagi. Saat itu Indonesia baru saja memasuki Era Reformasi. Tahun 1999, Presiden RI yang ketiga, Prof DR Ing Baharuddin Jusuf Habibie, memberikan kuliah tamu di Masjid Kampus AR Fachruddin.

Pada sesi tanya jawab, seorang mahasiswa bertanya hal cukup konyol kepada Presiden. Yakni soal harga makanan di kantin kampus, kenapa lebih mahal dibanding warung yang ada di luar kampus.

“Semua peserta tertawa, namun pak Presiden tidak, beliau tetap menjawab dengan tenang, khas gaya beliau,” tuturnya.

Habibie memberi petuah, itu membuktikan bahwa masih banyak yang perlu dipelajari dari kehidupan. Mahasiswa harus memiliki wawasan luas, termasuk politik.

“Pemuda jangan jauh dari politik, organisasi menjadi bagian dari itu,” ujar Bambang yang kemudian dikenal menjadi Aktivis Persatuan Mahasiswa Kalimantan Selatan (PMKS) di Kota Malang.

Tahun 2001, Bambang membawa pulang gelar Sarjana Teknik. Ia pun mulai serius terjun ke politik. Karir politiknya dimulai dari menjadi Pimpinan Anak cabang (PAC) PDI P Kecamatan Pelaihari. Usai pemilu 2009, terpilih menjadi anggota DPRD Tanah Laut. Karena partainya menjadi pemenang pemilu di Bumi Tuntung Pandang, Bambang naik menjadi ketua DPRD.

Karir politiknya semakin moncer, tahun 2013 ia memenangi Pilkada dan terpilih menjadi Bupati Tanah Laut periode 2013-2018.

 

Membawa Tala jadi Kawasan Strategis Nasional

 

Hari Rabu, 24 Juli 2013, H Bambang Alamsyah resmi dilantik menjadi Bupati Tanah Laut periode 2013-2018. Usianya waktu itu baru baru jalan 34 tahun.

Banyak yang bertanya-tanya, apakah bupati muda ini mampu “Bekerja untuk Rakyat Tanah Laut”, sebagaimana jargon yang diusungnya saat kampanye pemilihan kepala daerah (Pilkada).

Maklum saja, dibawahnya adalah pejabat-pejabat eselon II yang usianya terpaut jauh dengannya. Tetapi Bambang membuktikan, ia bisa menjalankan roda pemerintahan dengan baik. Ia pun terjun langsung ke desa-desa, melihat persoalan yang dihadapi masyarakat. Lalu mendiskusikannya langsung dengan pejabat-pejabat teknis, setingkat kepala bidang yang rata-rata usia mereka lebih muda.

“Saya minta mereka jelaskan, apa saja yang dilakukan untuk mengatasi persoalan ini, saya ajak mereka untuk bekerja lebih baik, menjadikan Tanah Laut makin hebat,” sebutnya.

Menariknya, salah satu sarana yang digunakan Bambang untuk blusukan, memanfaatkan hobinya touring dengan motor trail. Tunggangan kesayangannya adalah Husqvarna 450 cc. “Dengan motor trail ini bisa masuk ke desa-desa, mendengar aspirasi mereka,” ujarnya.

Di sisi lain, Bambang gencar melakukan mempromosikan Tanah Laut ke kementerian, dengan membawa berbagai usulan program pembangunan. Hingga akhirnya, kini Tala sudah ditetapkan sebagai salah satu dari 30 Kabupaten di Indonesia yang menjadi kawasan strategis nasional (KSN).

KSN ditetapkan pada kawasan yang memiliki potensi ekonomi cepat tumbuh, memiliki sektor unggulan yang dapat menggerakkan pertumbuhan ekonomi nasional, memiliki potensi ekspor, didukung jaringan prasarana dan fasilitas penunjang kegiatan ekonomi. Memiliki kegiatan ekonomi yang memanfaatkan teknologi tinggi, berfungsi untuk mempertahankan tingkat produksi pangan nasional dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan nasional, berfungsi untuk mempertahankan tingkat produksi sumber energi dalam rangka mewujudkan ketahanan energi nasional atau ditetapkan untuk mempercepat pertumbuhan kawasan tertinggal.

“Manfaat yang langsung dirasakan masyarakat adalah pembangunan pelabuhan,” cetusnya.

Selain itu di masa kepemimpinan Bambang pula, upaya peningkatan layanan kesehatan dengan pembangunan Rumah Sakit Type B dimulai. Prinsipnya, pelayanan kesehatan harus lebih baik dari sektor lain. Dengan keberadaan rumah sakit ini, akan memberikan manfaat semua fasilitas yang lengkap bagi masyarakat Tala.

“Sehebat apapun, kalau sudah sakit tidak ada yang mampu menghindar,” jelasnya.

Lebih lanjut Bambang mengungkap, dibalik semua usaha keras untuk membangun Tanah Laut ini, ada kedua orang tuanya yang selalu mendukung, melalui doa-doa yang dipanjatkan kepada Allah Swt, dan menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai teladan utamanya.

“Tidak henti berdoa, meminta kepada Allah Taala, agar setiap upaya yang dilakukan untuk membawa masyarakat semakin sejahtera, mendapatkan ridho-Nya,” tandas Bambang mengakhiri wawancara. (ard/bin/ema)


BACA JUGA

Selasa, 23 Januari 2018 15:32
Parlementaria Balangan

DPRD Balangan Tengahi Permasalahan Warga dan Perusahaan Tambang

PARINGIN - Untuk menengahi permasalahan yang terjadi antara warga Desa Padang Batung dan Tawahan Kecamatan…

Selasa, 23 Januari 2018 14:48

DPRD Kotabaru dan DPRD Kalsel Saling Tuding Soal Tambang

KOTABARU - Aksi saling tuding antara anggota DPRD Kotabaru dan DPRD Kalsel sempat mewarnai jalannya…

Selasa, 23 Januari 2018 14:23

Duh, Bertahun-tahun Warga Dua Desa Rebutan Lahan dengan TNI

Urusan tanah memang rumit. Puluhan tahun bersengketa belum tentu selesai meski pertemuan dan mediasi…

Selasa, 23 Januari 2018 14:08

Meriahkan Hari Jadi Batola, Wayang Kulit Digelar

MARABAHAN - Wakil Bupati Batola Rahmadian Noor mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang…

Selasa, 23 Januari 2018 13:59

Lift Macet, Ketua Komisi III DPRD Banjabaru Terperangkap

BANJARBARU - Nasib apes menimpa Politisi PDI-P Kota Banjarbaru, Bambang S. Roni, kemarin (22/1) pagi.…

Selasa, 23 Januari 2018 13:51

Februari Portal Pasar Minggu Akan Difungsikan

BATULICIN - Pemkab Tanbu melalui Dinas Perdagangan menganggarkan dana sebesar Rp200 juta untuk membangun…

Selasa, 23 Januari 2018 13:50

IGTKI Tanbu Terima Bantuan Laptop

BATULICIN - Pemkab Tanbu memberikan bantuan laptop kepada Ketua Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia…

Selasa, 23 Januari 2018 13:49

ASN Purnabakti Terima Tali Asih

BATULICIN - Aparatur Sipil Negara (ASN) yang purnabakti atau pensiun menerima bantuan sosial pensiun…

Selasa, 23 Januari 2018 13:44

Satpol PP Bubar, PKL Siring Tandean Balik Berjualan Lagi

BANJARMASIN - Satpol PP bubar, pedagang kaki lima (PKL) menyebar. Begitulah yang tergambar di Siring…

Selasa, 23 Januari 2018 13:36

Jalan Lakstarda Rusak Parah, Pemko Harus Turun Tangan

BANJARMASIN –  Jalan Lakstarda Kelurahan Sungai Andai, Banjarmasin Utara, rusak parah. Kerusakannya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .