MANAGED BY:
MINGGU
16 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

LIFESTYLE

Kamis, 23 November 2017 15:04
Shaula Chintyasari: Tertarik Bikin Kelas Feminisme
Shaula Chintyasari

PROKAL.CO, MENJALANI aktivitas sebagai Duta Bahasa Kalimantan 2017 tak melulu membuat Shaula Chintyasari berkutat pada dunia literasi saja. Belakangan diketahui, cewek kelahiran tahun 1998 ini juga aktif menyuarakan isu-isu feminisme ke orang-orang yang ada di sekitarnya. "Bahkan, aku pengen juga suatu saat membuat kelas feminisme," beber Shaula ketika diwawancarai Radar Banjarmasin, kemarin (22/11).

Shaula menjelaskan, gagasan-gagasan mengenai feminisme penting untuk ditebarkan ke masyarakat lantaran kasus-kasus pelecehan seksual masih marak terjadi. Ia mengeluh, perempuan acap kali direndahkan dan dicari-cari kesalahannya. Padahal, menurutnya laki-laki dan perempuan itu setara.

Misal saja, dalam hal kasus kekerasan terhadap perempuan dalam bentuk pelecehan seksual atau sampai tindakan pemerkosaan. Ada sebagian orang yang menilai bahwa akar kesalahannya berasal pada perempuan yang acap kali mengenakan pakaian minim dan akhirnya mengundang hawa nafsu. "Ini sepenuhnya pola pikir yang sudah salah," cecarnya.

"Jika masyarakat terus mencari-cari kesalahan korban yang dianggap memicu terjadinya pelecehan seksual oleh pelaku, maka dampak pada calon-calon korban lainnya adalah mereka tidak berani bersuara lantang dalam membela diri mereka," jelas mahasiswi Fakultas Kedokteran Gigi.

Lebih lanjut Shaula mengatakan, baik perempuan ataupun laki-laki, berhak menggunakan jenis pakaian apa saja yang nyaman bagi mereka. "Karena wanita dan pria sudah punya kewajiban mengontrol diri masing-masing," ujarnya.

Lantas, menurutnya yang perlu dibenahi untuk mengurangi kasus pelecehan seksual adalah pola pikir masyarakat itu sendiri. "Manusia itu punya nafsu, tapi mereka juga punya akal dan iman. Harusnya hawa nafsu tersebut harus diimbangi dengan akal dan iman," kata dia.

Selagi memikirkan kelas feminisme yang bakal ia gelar, Shaula sudah aktif menyuarakan gagasan mengenai hak-hak perempuan melalui akun media sosial pribadinya. "Aku juga menyuarakannya ke orang-orang sekelilingku, biar mereka nggak alergi sama label feminis," tandas Shaula yang memang hobi membaca buku ini. (dom/ay/ran/ema)

 


BACA JUGA

Jumat, 18 September 2015 09:32

Dua Kapal Perang TNI Singgah di Banjarmasin

<p style="text-align: justify;"><strong>BANJARMASIN</strong> &ndash;…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .