MANAGED BY:
MINGGU
17 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Jumat, 24 November 2017 14:44
Gara-Gara Aturan, Ekspor Udang Diprediksi Anjlok

Buntut Pelarangan Alat Tangkap Ikan Lampara Dasar Mini

KAPAL NELAYAN: Nelayan Kalsel termasuk produktif dalam menangkap udang untuk diekspor.

PROKAL.CO, BANJARBARU - Aturan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti mengenai aturan pelarangan alat tangkap ikan yang bersifat ditarik atau dihela menuai banyak polemik.

Setelah dianggap merugikan nelayan kecil, aturan yang ini nantinya bakal membuat nilai ekspor hasil tangkapan laut jadi anjlok jika tidak disikapi dengan bijak.

Pandangan tersebut disampaikan oleh akademisi perikanan Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Dr. Erwin Rosadi. Pandangan ini bukannya tanpa alasan. Sebab, para nelayan di Kalimantan Selatan termasuk produktif dalam menangkap udang untuk diekspor.

"Sementara, alat tangkap mereka yang berupa lampara dasar mini dilarang menurut aturan menteri yang tertuang dalam Permen KP Nomer 71 tahun 2016 lantaran termasuk tidak ramah lingkungan. Ini tentu bakal mengurangi pasokan bahan baku ke pabrik pengolahan udang yang tersebar beberapa titik di Kalsel," cecarnya.

Untuk diketahui, dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI memang sudah menyediakan pengganti alat tangkap ikan yang lebih ramah lingkungan.

Namun, beragam alat tangkap yang ditawarkan tersebut belum pernah dilakukan uji coba di perairan Kalimantan Selatan.  "Sampai saat ini saya belum menemui ada langkah uji coba dari pemerintah," kata dia.

Pemerintah pusat bahkan hanya memberikan tenggat waktu sampai Desember 2017 mendatang terkait penggunaan alat lampara dasar mini yang dilarang.

Harusnya, menurut Erwin pemerintah pusat dan daerah harus mengkaji lebih dalam lagi terkait alat penangkap ikan pengganti tersebut. "Jangan sampai alat tangkap dari kementerian itu tidak berhasil memuaskan nelayan," ujarnya.

Namun, Erwin memberikan solusi jika nantinya tangkapan udang di Kalsel masih bermasalah lantaran polemik alat tangkap antara nelayan dan pemerintah.

Diterangkannya, untuk menjaga pasokan udang di Kalimantan Selatan tetap terjaga, pemerintah daerah harus melakukan revitalisasi wilayah tambak udang yang ada di Kalsel.

"Dulu, sektor budidaya udang tambak pernah berjaya. Contohnya, upaya budidaya ini pernah dilakukan di daerah Tanah Bumbu. Tepatnya, di kawasan Muara Kintap dan Sungai Loban," ujarnya.

Namun, jika ditarik ke era sekarang, tren budidaya udang tambak ini menguap. Dalam kacamata Erwin, hanya segelintir pihak yang masih melakukan budidaya. "Ada banyak faktor yang menyebabkan tren budidaya menyusut. Salah satunya, akibat kawasan budidaya yang tergerus oleh lalu lalang angkutan batu bara di perairan Kalsel," kata dia.

Dijelaskannya, lalu lalang angkutan batu bara yang ada di perairan membuat kondisi udang jadi tak tahan. "Udang gampang stres. Kondisi airnya harus bagus,"  kata dia. 

Oleh karena itu, untuk melakukan revitalisasi udang tambak, pemerintah daerah harus saling bersinergi. "Tak cuma Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Kalsel saja. Peran Dinas Perhubungan untuk mengatur jalur transportasi juga penting," kata dia.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalsel, Syaiful Azhar memang mengakui tren budidaya udang tambak kurang ada gaungnya dalam belakangan waktu terakhir. "Anggaran untuk budidaya udang berasal dari APBN. Dananya digunakan untuk pembinaan tambak udang yang masih bertahan saja," kata dia.

Terkait adanya gagasan untuk merevitalisasi tambak udang yang ada di Kalsel, Syaiful menyambut baik. "Akan kita upayakan. Untuk sementara  kita akan mencoba mendatangkan alat tangkap ikan yang dijanjikan oleh Kementerian KP terlebih dahulu," tandasnya. (dom/by/ram)


BACA JUGA

Sabtu, 16 Desember 2017 15:08

Memilih Pejabat, Nadjmi: Bukan karena Teman, Apalagi Bayaran

BANJARBARU - Sebanyak 21 nama peserta pemilihan jabatan pimpinan tinggi pratama yang lolos tiga besar…

Sabtu, 16 Desember 2017 15:05

Tahun ini Penyerahan Bantuan Alat Tangkap Ikan Tak Selesai

BANJARBARU – Penyerahan ribuan paket bantuan alat tangkap ikan (API) dari Kementerian Perikanan…

Sabtu, 16 Desember 2017 14:54

Alhamdulillah, Banjir di HSS Akhirnya Surut

KANDANGAN – Jalan empat kecamatan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS); jalan di Kecamatan Kandangan,…

Sabtu, 16 Desember 2017 11:56

PRIHATIN..!!! Tiap Tahun 15 Miliar Pohon Lenyap

BATULICIN - Hutan di Indonesia sudah masuk kategori kritis. Dalam jurnal terbaru, setiap tahunnya…

Sabtu, 16 Desember 2017 11:54

Besok, SMPC Digelar di RTH Pasar Minggu

BATULICIN - Kegiatan Senam Minggu Pagi Ceria (SMPC) akan kembali digelar Minggu (17/12), di Ruang…

Sabtu, 16 Desember 2017 11:50

Permudah Sistem Pengelolaan Keuangan Daerah

BATULICIN - Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Tanah Bumbu menggelar Sosialisasi…

Jumat, 15 Desember 2017 15:59

SMS Ancaman Gagal Halangi Angket

MARTAPURA - Sebuah SMS dikirimkan seseorang ke handphone H Akhmad Rozani. Isinya adalah ancaman kepada…

Jumat, 15 Desember 2017 15:38

Astaga..!! Empat Rumah di Desa Malutu Ditelan Sungai Amandit

KANDANGAN – Arus Sungai Amandit yang meluap dan berarus kuat setelah hujan yang turun sejak Kamis…

Jumat, 15 Desember 2017 15:26

Truk Besar Masih Kuasai Jalan Trikora

BANJARBARU - Belum ada tindakan dari instansi terkait, Bundaran Trikora berdekatan dengan Masjid Agung…

Jumat, 15 Desember 2017 15:19

Fokus Penguatan Kader Lingkungan

BANJARBARU - Para kader lingkungan Banjarbaru Go Green and Clean Kamis (14/12) kemarin mendapatkan penghargaan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .