MANAGED BY:
RABU
24 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Jumat, 24 November 2017 14:44
Gara-Gara Aturan, Ekspor Udang Diprediksi Anjlok

Buntut Pelarangan Alat Tangkap Ikan Lampara Dasar Mini

KAPAL NELAYAN: Nelayan Kalsel termasuk produktif dalam menangkap udang untuk diekspor.

PROKAL.CO, BANJARBARU - Aturan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti mengenai aturan pelarangan alat tangkap ikan yang bersifat ditarik atau dihela menuai banyak polemik.

Setelah dianggap merugikan nelayan kecil, aturan yang ini nantinya bakal membuat nilai ekspor hasil tangkapan laut jadi anjlok jika tidak disikapi dengan bijak.

Pandangan tersebut disampaikan oleh akademisi perikanan Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Dr. Erwin Rosadi. Pandangan ini bukannya tanpa alasan. Sebab, para nelayan di Kalimantan Selatan termasuk produktif dalam menangkap udang untuk diekspor.

"Sementara, alat tangkap mereka yang berupa lampara dasar mini dilarang menurut aturan menteri yang tertuang dalam Permen KP Nomer 71 tahun 2016 lantaran termasuk tidak ramah lingkungan. Ini tentu bakal mengurangi pasokan bahan baku ke pabrik pengolahan udang yang tersebar beberapa titik di Kalsel," cecarnya.

Untuk diketahui, dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI memang sudah menyediakan pengganti alat tangkap ikan yang lebih ramah lingkungan.

Namun, beragam alat tangkap yang ditawarkan tersebut belum pernah dilakukan uji coba di perairan Kalimantan Selatan.  "Sampai saat ini saya belum menemui ada langkah uji coba dari pemerintah," kata dia.

Pemerintah pusat bahkan hanya memberikan tenggat waktu sampai Desember 2017 mendatang terkait penggunaan alat lampara dasar mini yang dilarang.

Harusnya, menurut Erwin pemerintah pusat dan daerah harus mengkaji lebih dalam lagi terkait alat penangkap ikan pengganti tersebut. "Jangan sampai alat tangkap dari kementerian itu tidak berhasil memuaskan nelayan," ujarnya.

Namun, Erwin memberikan solusi jika nantinya tangkapan udang di Kalsel masih bermasalah lantaran polemik alat tangkap antara nelayan dan pemerintah.

Diterangkannya, untuk menjaga pasokan udang di Kalimantan Selatan tetap terjaga, pemerintah daerah harus melakukan revitalisasi wilayah tambak udang yang ada di Kalsel.

"Dulu, sektor budidaya udang tambak pernah berjaya. Contohnya, upaya budidaya ini pernah dilakukan di daerah Tanah Bumbu. Tepatnya, di kawasan Muara Kintap dan Sungai Loban," ujarnya.

Namun, jika ditarik ke era sekarang, tren budidaya udang tambak ini menguap. Dalam kacamata Erwin, hanya segelintir pihak yang masih melakukan budidaya. "Ada banyak faktor yang menyebabkan tren budidaya menyusut. Salah satunya, akibat kawasan budidaya yang tergerus oleh lalu lalang angkutan batu bara di perairan Kalsel," kata dia.

Dijelaskannya, lalu lalang angkutan batu bara yang ada di perairan membuat kondisi udang jadi tak tahan. "Udang gampang stres. Kondisi airnya harus bagus,"  kata dia. 

Oleh karena itu, untuk melakukan revitalisasi udang tambak, pemerintah daerah harus saling bersinergi. "Tak cuma Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Kalsel saja. Peran Dinas Perhubungan untuk mengatur jalur transportasi juga penting," kata dia.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalsel, Syaiful Azhar memang mengakui tren budidaya udang tambak kurang ada gaungnya dalam belakangan waktu terakhir. "Anggaran untuk budidaya udang berasal dari APBN. Dananya digunakan untuk pembinaan tambak udang yang masih bertahan saja," kata dia.

Terkait adanya gagasan untuk merevitalisasi tambak udang yang ada di Kalsel, Syaiful menyambut baik. "Akan kita upayakan. Untuk sementara  kita akan mencoba mendatangkan alat tangkap ikan yang dijanjikan oleh Kementerian KP terlebih dahulu," tandasnya. (dom/by/ram)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 24 Oktober 2018 06:41
Parlementaria Banjarbaru

DPRD: Santri di Banjarbaru Harus Melek Politik

BANJARBARU -- Hari Santri Nasional ditetapkan sebagai wujud pengakuan Pemerintah terhadap peran besar…

Rabu, 24 Oktober 2018 06:38
Berita Banjarbaru

Bersih-bersih Sekaligus Deklarasikan Kampanye Damai

BANJARBARU - Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani bersama istrinya Ririen Nadjmi Adhani, Sabtu (20/10)…

Rabu, 24 Oktober 2018 06:32
Berita Tanah Bumbu

Susun APBD, ini Formula Rahasia Keuangan Pemkab Tanbu

BATULICIN - Saat ini, Pemkab Tanbu memasuki masa penyusunan APBD.  Di titik inilah bagaimana pemerintah…

Rabu, 24 Oktober 2018 06:27
Berita Tanah Bumbu

Hebat, Tanbu Mendapat Anugerah KASN 2018

BATULICIN - Pemkab Tanbu kembali menorehkan prestasi di tingkat Nasional dengan memboyong penghargaan…

Selasa, 23 Oktober 2018 20:03

Jangan Pasang Poster Politik Sembarang Tempat

BANJARMASIN – Berbagai atribut kampanye mulai menghiasi sudut kota. Sayangnya, semua terkesan…

Selasa, 23 Oktober 2018 19:52

Rawan Penyimpangan, Dana Kelurahan Masih Tarik Ulur Ditahun Politik

BANJARMASIN - Pencairan dana kelurahan akan dimulai tahun depan. Anggaran sebesar Rp 3 triliun pun sudah…

Selasa, 23 Oktober 2018 19:47

Pengumuman Hasil Tes CPNS Diundur

BANJARMASIN - Batas akhir pengumuman kelulusan seleksi administrasi rekrutmen CPNS sejatinya Minggu…

Selasa, 23 Oktober 2018 19:44

Waduh, Ribuan Pelamar CPNS di Kalsel Gugur Gara-gara ini

BANJARMASIN - Sebanyak 1.354 pelamar gugur dalam seleksi administrasi rekruitmen CPNS Pemprov Kalsel.…

Selasa, 23 Oktober 2018 19:31

Pedagang Pasar Bauntung Bantah Tudingan Sekda Banjarbaru

BANJARBARU - Polemik soal rencana relokasi pasar Bauntung Banjarbaru belum juga sirna. Sebagian pedagang…

Selasa, 23 Oktober 2018 16:01

PAUD Amalia Belajar Mengenal Tanaman di SMK Pertanian Banjarbaru

BANJARBARU -Usia dini khususnya bagi anak-anak Pendidikan Usia Dini (PAUD) merupakan usia tumbuh kembang,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .