MANAGED BY:
KAMIS
19 JULI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Jumat, 24 November 2017 14:44
Gara-Gara Aturan, Ekspor Udang Diprediksi Anjlok

Buntut Pelarangan Alat Tangkap Ikan Lampara Dasar Mini

KAPAL NELAYAN: Nelayan Kalsel termasuk produktif dalam menangkap udang untuk diekspor.

PROKAL.CO, BANJARBARU - Aturan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti mengenai aturan pelarangan alat tangkap ikan yang bersifat ditarik atau dihela menuai banyak polemik.

Setelah dianggap merugikan nelayan kecil, aturan yang ini nantinya bakal membuat nilai ekspor hasil tangkapan laut jadi anjlok jika tidak disikapi dengan bijak.

Pandangan tersebut disampaikan oleh akademisi perikanan Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Dr. Erwin Rosadi. Pandangan ini bukannya tanpa alasan. Sebab, para nelayan di Kalimantan Selatan termasuk produktif dalam menangkap udang untuk diekspor.

"Sementara, alat tangkap mereka yang berupa lampara dasar mini dilarang menurut aturan menteri yang tertuang dalam Permen KP Nomer 71 tahun 2016 lantaran termasuk tidak ramah lingkungan. Ini tentu bakal mengurangi pasokan bahan baku ke pabrik pengolahan udang yang tersebar beberapa titik di Kalsel," cecarnya.

Untuk diketahui, dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI memang sudah menyediakan pengganti alat tangkap ikan yang lebih ramah lingkungan.

Namun, beragam alat tangkap yang ditawarkan tersebut belum pernah dilakukan uji coba di perairan Kalimantan Selatan.  "Sampai saat ini saya belum menemui ada langkah uji coba dari pemerintah," kata dia.

Pemerintah pusat bahkan hanya memberikan tenggat waktu sampai Desember 2017 mendatang terkait penggunaan alat lampara dasar mini yang dilarang.

Harusnya, menurut Erwin pemerintah pusat dan daerah harus mengkaji lebih dalam lagi terkait alat penangkap ikan pengganti tersebut. "Jangan sampai alat tangkap dari kementerian itu tidak berhasil memuaskan nelayan," ujarnya.

Namun, Erwin memberikan solusi jika nantinya tangkapan udang di Kalsel masih bermasalah lantaran polemik alat tangkap antara nelayan dan pemerintah.

Diterangkannya, untuk menjaga pasokan udang di Kalimantan Selatan tetap terjaga, pemerintah daerah harus melakukan revitalisasi wilayah tambak udang yang ada di Kalsel.

"Dulu, sektor budidaya udang tambak pernah berjaya. Contohnya, upaya budidaya ini pernah dilakukan di daerah Tanah Bumbu. Tepatnya, di kawasan Muara Kintap dan Sungai Loban," ujarnya.

Namun, jika ditarik ke era sekarang, tren budidaya udang tambak ini menguap. Dalam kacamata Erwin, hanya segelintir pihak yang masih melakukan budidaya. "Ada banyak faktor yang menyebabkan tren budidaya menyusut. Salah satunya, akibat kawasan budidaya yang tergerus oleh lalu lalang angkutan batu bara di perairan Kalsel," kata dia.

Dijelaskannya, lalu lalang angkutan batu bara yang ada di perairan membuat kondisi udang jadi tak tahan. "Udang gampang stres. Kondisi airnya harus bagus,"  kata dia. 

Oleh karena itu, untuk melakukan revitalisasi udang tambak, pemerintah daerah harus saling bersinergi. "Tak cuma Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Kalsel saja. Peran Dinas Perhubungan untuk mengatur jalur transportasi juga penting," kata dia.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalsel, Syaiful Azhar memang mengakui tren budidaya udang tambak kurang ada gaungnya dalam belakangan waktu terakhir. "Anggaran untuk budidaya udang berasal dari APBN. Dananya digunakan untuk pembinaan tambak udang yang masih bertahan saja," kata dia.

Terkait adanya gagasan untuk merevitalisasi tambak udang yang ada di Kalsel, Syaiful menyambut baik. "Akan kita upayakan. Untuk sementara  kita akan mencoba mendatangkan alat tangkap ikan yang dijanjikan oleh Kementerian KP terlebih dahulu," tandasnya. (dom/by/ram)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 19 Juli 2018 11:42

Geram, Ichwan Mengancam Insentif Personil Dishub Tak Akan Dibayar

BANJARMASIN - Aktivitas bongkar muat ilegal bikin berang Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Banjarmasin,…

Kamis, 19 Juli 2018 11:28

Ditemukan Dua Paket Sabu, Sopir ini Tak Berkutik Saat Diringkus

BANJARMASIN- Dua paket sabu seberat 1,25 gram disita dari seorang sopir   bernama M Sa’adudin…

Kamis, 19 Juli 2018 10:53

KPU Banjarbaru Sampai Begadang Periksa Berkas Caleg

BANJARBARU — Hari terakhir pendaftaran bakal calon legislatif (bacaleg), Selasa (17/7) pukul 24.00…

Kamis, 19 Juli 2018 10:29
Breaking News

Kejutan Radar Banjarmasin di Ulang Tahun GM PLN Kalselteng

BANJARBARU - GM PLN (Persero) Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, Sudirman hari ini (Kamis,red)…

Kamis, 19 Juli 2018 09:40

Ketua Dekranasda Banjarbaru Jadi Narasumber Pelatihan Desain Sasirangan

BANJARBARU - Ketua Dekranasda Banjarbaru Ririen Nadjmi Adhani didampingi Kepala Dinas Perdagangan Kota…

Kamis, 19 Juli 2018 09:31

Pemkab Tanbu Mulai Terapkan SP2D Online

BATULICIN — Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu mulai menerapkan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) …

Kamis, 19 Juli 2018 09:26

Pemkab Tanbu Resmi Luncurkan Aplikasi E-Smart

BATULICIN - Dalam rangka memudahkan pelayanan publik, khususnya dalam pelaksanaan administrasi pemerintahan,…

Rabu, 18 Juli 2018 17:36

Partai Gurem Kesulitan Penuhi Nama Bakal Calon

BANJARMASIN – Sejumlah nama-nama tenar menghiasi nomor urut 1 di semua daftar pemilih (Dapil)…

Rabu, 18 Juli 2018 17:00

Hari ini Kloter Pertama Banjarmasin Masuki Asrama Haji

BANJARBARU - Calon jemaah haji (CJH) Embarkasi Banjarmasin kloter pertama dari Kota Banjarmasin, Rabu…

Rabu, 18 Juli 2018 16:56

Melihat Konflik Yayasan-Pemilik Lahan yang Korbankan Pendidikan di Balangan

Tahun ajaran baru dimulai Senin (16/7), namun hingga kemarin MTs Ainul Amin Desa Tebing Tinggi Kecamatan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .