MANAGED BY:
MINGGU
16 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BISNIS

Jumat, 24 November 2017 14:52
Menjanjikan, Ekowisata Bekantan Terus Dikembangkan
EKOWISATA: Turis asing saat mengabadikan objek ekowisata Bekantan yang dikembangkan SBI.

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Saat ini wisata kehidupan liar (Wildlife Tourisme) adalah wisata yang sangat besar dan populer di dunia. Wisata ini juga memberikan kontribusi positif tidak saja secara ekonomis, akan tetapi juga memberikan kontribusi yang besar bagi konservasi keanekaragaman hayati.

Seperti Kosta Rica, sebuah negara termaju di bidang wisata kehidupan liarnya, telah memberikan kontribusi 10 persen bagi pemasukan negaranya.

Oleh karena itu rencana pemerintah Indonesia yang akan meningkatkan devisanya melalui sektor pariwisata dari Rp100 triliun menjadi Rp400 triliun. “Target ini tidaklah mustahil jika didukung oleh meningkatnya kunjungan wisatawan ke beberapa taman nasional, cagar alam dan lainnya untuk melihat spesies-spesies endemik dan unik dari negara kita yang dikenal sebagai megabiodiversity,” jelas Ferry  Hoesain pegiat wisata alam liar dan praktisi konservasi dari Pusat Studi & Konservasi Keanekaragaman Hayati Indonesia Kalimantan Selatan.

Ferry  menjelaskan, salah satu wisata alam liar yang bisa ditawarkan oleh Indonesia adalah wisata primata. Memang wisata ini tidak sepopuler wisata terumbu karang dengan keragaman ikan serta biota lautnya, ataupun wisata pengamatan burung (Birding birdwatching) yang merupakan bisnis besar di negara Eropa dan Amerika.

Namun demikian wisata primata mulai tumbuh dan berkembang pesat sejak di populerkan DR Russel Mittermrir ahli primata dunia.

"Di Indonesia , wisata primata sudah dikenal di Tanjung Puting dengan Orangutannya, nah Bekantan bisa menjadi andalan Kalsel untuk wisata primata," ucapnya.

Senada dengan Ferry, Amalia Rezeki Ketua Yayasan Sahabat Bekantan Indonesia (SBI), sekarang ini SBI sudah gencar mengenalkan ekowisata Bekantan di Pulau Bakut di mancanegara sejak tahun 2015.

"Sejak dilaunching Walikota Banjarmasin Ibnu Sina 2016, SBI sudah banyak menerima tamu wisatawan, tidak hanya lokal tapi juga mancanegara," ungkap penggiat Bekantan ini.

Ekowisata yang ditawarkan adalah pengamatan Bekantan, ekosistem lahan basah dengan hutan mangrove dan tidak kalah menariknya adalah kegiatan wildlife photography yang saat ini banyak digandrungi wisatawan asing.

"Kami sekarang ada perahu untuk kapasitas 15 orang dengan trips meeting point patung Bekantan, lalu menuju Bekantan Rescue Center di Pulau Bakut kemudian menuju pulau Ciruak Batola," pungkasnya. (sya/ij/mat)


BACA JUGA

Selasa, 15 September 2015 13:40

Gedung Sekolah Negeri di Banjarbaru Ini Hancur, Siswa Sampai Harus Kencing di Hutan

<p>RADAR BANJARMASIN - Ironis, itulah kata yang tepat menggambarkan kondisi SMPN 6 Banjarbaru.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .