MANAGED BY:
MINGGU
22 JULI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Rabu, 29 November 2017 11:12
Mengenal Komunitas Pecinta Senjata Tradisi Kalsel, Wasi Pusaka Banua

Hobi Sambil Jaga Tradisi

PENUH MAKNA: Keluarga besar komunitas Wasi Pusaka Banua (Wasaka) berkumpul pada saat gelaran acara Haul Wasi yang dihelat sekali dalam setahun

PROKAL.CO, Seni budaya tradisi berikut pernak-perniknya, sudah sepatutnya dijaga agar tak hilang ditelan zaman. Komunitas Wasaka, tak sekadar menjadi wadah bagi para penghobi pecinta senjata tradisi. Tapi, menjadi komunitas penggerak pelestarian khususnya senjata tradisi di Banua.

 ----------------------------------------------

WAHYU RAMADHAN, Banjarbaru.

 ----------------------------------------------

Tahun 2009 yang lalu, menjadi awal mula terbentuknya komunitas Wasi Pusaka Banua atau biasa disebut dengan komunitas Wasaka. Mulanya, komunitas yang beranggota mencapai lebih dari 5.000 anggota ini, bernama komunitas Pecinta Keris Sampana. Yang diambil dari salah satu nama jenis keris yang familiar di benak warga Banua.

Dari tahun ke tahun, komunitas semakin berkembang. Anggota yang tergabung di dalamnya pun semakin banyak. Bahkan, jenis senjata tradisional yang dimiliki para anggota pun bervariatif, tak hanya senjata khas Kalsel lagi, tapi juga senjata khas dari berbagai daerah. Hal itu, sontak merubah nama dari komunitas Pecinta Keris Sampana, menjadi komunitas Wasaka pada tahun 2011.

Salah seorang anggota Wasaka M Syafi'ie (38) menjelaskan, bahwa selain menjadi wadah berkumpul serta bertemunya para pecinta senjata tradisi di Banua, Wasaka kerap menggelar tradisi-tradisi yang bersangkutan perihal budaya seni senjata pusaka. Salah satunya yaitu Haul Wasi atau selamatan benda pusaka yang digelar sekali dalam setahun.

Di acara tersebut, para anggota dari berbagai daerah yang ada di Kalsel, berkumpul dengan membawa senjata pusakanya masing-masing. Kemudian melakukan acara selamatan berupa pembacaan doa, agar hal-hal buruk yang ada di senjata pusaka dijauhkan atau hilang.

"Pertamakali digelar, sekaligus acara buka puasa bersama. Akhirnya, jadi agenda rutin setiap tahunnya," ungkap lelaki berambut gondrong tersebut.

Terlepas dari itu, ada keinginan terbesar yang tercetus diperkumpulan ini. Salah satunya, agar para pemilik benda-benda pusaka berupa senjata tradisi tak lagi dipandang dalam stigma yang negatif.

"Banyak yang beranggapan bahwa orang yang membawa senjata pusaka atau senjata tradisi, disebut jagoan dan gemar berkelahi. Padahal, hal itu sama sekali belum tentu benar," papar Syafi'ie.

Agar masyrakat mengerti serta paham dengan keberadaan serta hal-hal yang bersangkutan dengan senjata tradisi, komunitas ini pun kerap melalukan sosialisasi kepada masyrakat, tentang pentingnya pelestarian benda-benda pusaka. Salah satunya, melalui pameran serta acara-acara yang tradisi lainnya.

Selain itu, keberadaan komunitas Wasaka, ternyata juga membuat para pengusaha tempa besi atau pengrajin senjata tradisional hingga para pengrajin sarung serta gagang senjata kebanjiran order, akibat banyaknya anggota, serta masyarakat yang tertarik dengan senjata tradisi.

"Setiap hari selalu ada yang datang. Permintaannya pun bermacam-macam. Mulai dari ingin dibuatkan senjata berbentuk keris, hingga yang lainnya. Alhamdulillah, keberadaan komunitas juga membawa berkah tersendiri bagi orang-orang seperti saya," ungkap Amin, salah seorang empu di Banjarmasin.

Wasaka, kini tak hanya sebagai komunitas. Melalui akta notaris yang dikeluarkan pada 2014 lalu, komunitas ini resmi menjadi organisasi masyarakat. Selain menjadi wadah berkumpulnya masyarakat pecinta senjata tradisi, Wasaka juga diharapkan menjadi wadah bertukar informasi serta rujukan bagi masyarakat yang ingin mengenal lebih jauh tentang senjata tradisi khususnya yang ada di Banua.

"Sesuai dengan selogan yang kami junjung, kami suka dengan senjata tradisi, bukan karena ingin berkelahi. Tapi kami mencintai senjata tradisi, kerena menjaga budaya dan seni," pungkasnya.


BACA JUGA

Jumat, 20 Juli 2018 10:21

Kisah Kehidupan Tak Layak di Kolong Jembatan Antasari

Di bawah kolong Jembatan Antasari, tinggal menetap enam janda dengan keseharian sebagai pengemis. Memiliki…

Kamis, 19 Juli 2018 15:51

Fauzan Noor, Atlet Karate Kalsel yang Terbawa Dampak Euforia Zohri

Kisah perjuangan Lalu Muhammad Zohri yang jadi juara dunia lari di Finlandia, mengulang memori akan…

Rabu, 18 Juli 2018 16:58
Menyaksikan Pementasan Tim Kesenian Taman Budaya Kalsel di Yogyakarta (3-Habis)

Tak Ada Standar Harga

Pasar Kangen menjadi salah satu daya tarik gelaran Seni Tradisi yang digagas Taman Budaya Yogyakarta.…

Rabu, 18 Juli 2018 16:24

Kriya Ketupat Sungai Baru, Banjir Orderan, Berdayakan Single Parent

Kreativitas tak mengenal batas. Kain sisa pun dapat disulap menjadi karya. Ini dilakukan Elisa R Suryanah…

Selasa, 17 Juli 2018 13:36

Belajar Otodidak, Menangis Melihat Bulan Purnama

Tanggal 1 Desember mendatang, umurnya genap 10 tahun. Umar Ikhsan, menjadi satu-satunya anggota paling…

Senin, 16 Juli 2018 15:52

Perkenalkan Seni Banua dengan Kritik Eksploitasi Lingkungan

Menampilkan seni tari, musik dan teater, Tim Kesenian Taman Budaya Kalsel tampil di panggung sederhana…

Senin, 16 Juli 2018 14:46

Sisi Lain Raries Wijayanti, Pendiri Ikut Berbagi Community (IBC)

Kesadaran membantu sesama dimiliki Raries Wijayanti (28). Seorang Bidan di Puskesmas Pemurus Dalam.…

Senin, 16 Juli 2018 12:00

Mengunjungi Pengayuan, Kampung yang Warganya Hidup dari Kayu Galam

Di sisi kanan kiri Jln A Yani Km 26 Liang Anggang arah Pelaihari, banyak tumpukan dan olahan kayu galam…

Jumat, 13 Juli 2018 14:03

Membuat Olahan Bunga Berbahan Dasar Kain Jilbab

Bisnis crafting buket bunga kian berkembang di Banjarmasin. Tak melulu dari bunga segar atau olahan…

Kamis, 12 Juli 2018 16:09

Zainul Kirom, Penjual Cappucino Cincau yang Berhasil Jadi Sarjana

Zainul Kirom. Mahasiswa Fakultas Pertanian. Mengambil Program Studi Agronomi Universitas Lambung Mangkurat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .