MANAGED BY:
JUMAT
21 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Rabu, 29 November 2017 11:12
Mengenal Komunitas Pecinta Senjata Tradisi Kalsel, Wasi Pusaka Banua

Hobi Sambil Jaga Tradisi

PENUH MAKNA: Keluarga besar komunitas Wasi Pusaka Banua (Wasaka) berkumpul pada saat gelaran acara Haul Wasi yang dihelat sekali dalam setahun

PROKAL.CO, Seni budaya tradisi berikut pernak-perniknya, sudah sepatutnya dijaga agar tak hilang ditelan zaman. Komunitas Wasaka, tak sekadar menjadi wadah bagi para penghobi pecinta senjata tradisi. Tapi, menjadi komunitas penggerak pelestarian khususnya senjata tradisi di Banua.

 ----------------------------------------------

WAHYU RAMADHAN, Banjarbaru.

 ----------------------------------------------

Tahun 2009 yang lalu, menjadi awal mula terbentuknya komunitas Wasi Pusaka Banua atau biasa disebut dengan komunitas Wasaka. Mulanya, komunitas yang beranggota mencapai lebih dari 5.000 anggota ini, bernama komunitas Pecinta Keris Sampana. Yang diambil dari salah satu nama jenis keris yang familiar di benak warga Banua.

Dari tahun ke tahun, komunitas semakin berkembang. Anggota yang tergabung di dalamnya pun semakin banyak. Bahkan, jenis senjata tradisional yang dimiliki para anggota pun bervariatif, tak hanya senjata khas Kalsel lagi, tapi juga senjata khas dari berbagai daerah. Hal itu, sontak merubah nama dari komunitas Pecinta Keris Sampana, menjadi komunitas Wasaka pada tahun 2011.

Salah seorang anggota Wasaka M Syafi'ie (38) menjelaskan, bahwa selain menjadi wadah berkumpul serta bertemunya para pecinta senjata tradisi di Banua, Wasaka kerap menggelar tradisi-tradisi yang bersangkutan perihal budaya seni senjata pusaka. Salah satunya yaitu Haul Wasi atau selamatan benda pusaka yang digelar sekali dalam setahun.

Di acara tersebut, para anggota dari berbagai daerah yang ada di Kalsel, berkumpul dengan membawa senjata pusakanya masing-masing. Kemudian melakukan acara selamatan berupa pembacaan doa, agar hal-hal buruk yang ada di senjata pusaka dijauhkan atau hilang.

"Pertamakali digelar, sekaligus acara buka puasa bersama. Akhirnya, jadi agenda rutin setiap tahunnya," ungkap lelaki berambut gondrong tersebut.

Terlepas dari itu, ada keinginan terbesar yang tercetus diperkumpulan ini. Salah satunya, agar para pemilik benda-benda pusaka berupa senjata tradisi tak lagi dipandang dalam stigma yang negatif.

"Banyak yang beranggapan bahwa orang yang membawa senjata pusaka atau senjata tradisi, disebut jagoan dan gemar berkelahi. Padahal, hal itu sama sekali belum tentu benar," papar Syafi'ie.

Agar masyrakat mengerti serta paham dengan keberadaan serta hal-hal yang bersangkutan dengan senjata tradisi, komunitas ini pun kerap melalukan sosialisasi kepada masyrakat, tentang pentingnya pelestarian benda-benda pusaka. Salah satunya, melalui pameran serta acara-acara yang tradisi lainnya.

Selain itu, keberadaan komunitas Wasaka, ternyata juga membuat para pengusaha tempa besi atau pengrajin senjata tradisional hingga para pengrajin sarung serta gagang senjata kebanjiran order, akibat banyaknya anggota, serta masyarakat yang tertarik dengan senjata tradisi.

"Setiap hari selalu ada yang datang. Permintaannya pun bermacam-macam. Mulai dari ingin dibuatkan senjata berbentuk keris, hingga yang lainnya. Alhamdulillah, keberadaan komunitas juga membawa berkah tersendiri bagi orang-orang seperti saya," ungkap Amin, salah seorang empu di Banjarmasin.

Wasaka, kini tak hanya sebagai komunitas. Melalui akta notaris yang dikeluarkan pada 2014 lalu, komunitas ini resmi menjadi organisasi masyarakat. Selain menjadi wadah berkumpulnya masyarakat pecinta senjata tradisi, Wasaka juga diharapkan menjadi wadah bertukar informasi serta rujukan bagi masyarakat yang ingin mengenal lebih jauh tentang senjata tradisi khususnya yang ada di Banua.

"Sesuai dengan selogan yang kami junjung, kami suka dengan senjata tradisi, bukan karena ingin berkelahi. Tapi kami mencintai senjata tradisi, kerena menjaga budaya dan seni," pungkasnya.


BACA JUGA

Kamis, 20 September 2018 09:47

Sebelum Kuliah, Para Tersangka Perusakan Gedung Dewan Lapor Kantor Polisi Dulu

Empat dari tujuh mahasiswa yang menyandang status tersangka mencerutakan pengalaman mereka selepas unjuk…

Rabu, 12 September 2018 15:23

Kisah Perajin Miniatur Kapal Pinisi dari Sungai Alalak

Salman tak bisa jauh-jauh dari perahu dan sungai. Semasa bujangan, dia menjadi perajin perahu di Pulau…

Sabtu, 08 September 2018 12:51

Menengok Festival Anggrek 2018 di Taman Kamboja

Apa yang dicari-cari dunia jika melancong ke Kalsel? Jawabannya; anggrek. Bukan tanpa alasan, tanaman…

Sabtu, 08 September 2018 12:48

Memanen Kelapa Sawit, Pekebun Malah Menjerit

Memanen kelapa sawit tidak terlalu menggembirakan bagi pekebun di Kotabaru. Bekerja di bawah terik mentari,…

Rabu, 05 September 2018 11:13

Jean, Siswi SMAN 2 Banjarmasin Menang Lomba Monolog di Aceh

Kamera dokumentasi sudah dimatikan. Sebagian penonton juga telah beranjak pulang. Juri pun tampak capek.…

Selasa, 04 September 2018 13:18

Jasa Datu, Perguruan Kuntau yang Sudah Eksis 32 Tahun Lamanya

Pencak silat sedang naik daun di Asian Games 2018. Di Banua, para pendekar silat ternyata sudah lama…

Kamis, 30 Agustus 2018 10:36

"First Love Never Die"

Hermansyah memutuskan tinggal di panti jompo atas pilihannya sendiri. Sebaliknya, Yulia terpaksa minggat…

Kamis, 30 Agustus 2018 10:33

Yulia Minggat karena Merepotkan

Hermansyah boleh dibilang beruntung. Masih bisa berkumpul keluarga. Masuk panti pun juga atas pilihan…

Rabu, 29 Agustus 2018 10:23

Bosan Tidur di Pengungsian, Pengungsi Lombok Mulai Datangi Kalsel

Pengungsi gempa Lombok mulai berdatangan ke Kalimantan Selatan melalui bandar udara Syamsuddin Noor…

Selasa, 28 Agustus 2018 10:18

Malam terakhir Konser Wartawan & Musisi Banua Untuk Palestina dan Lombok

Konser amal bertajuk Wartawan & Musisi Banua Untuk Palestina dan Penggalangan Dana Gempa Lombok,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .