MANAGED BY:
JUMAT
25 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Senin, 04 Desember 2017 15:30
Memprihatinkan..!! Sulitnya Akses Pendidikan di Pulau Sembilan

Jalan Terjal, Kesempatan Bersekolah Terbatas

PROKAL.CO, Tak hanya persoalan kesehatan, masyarakat Pulau Sembilan juga masih tertinggal dalam urusan pendidikan. Bukan karena keinginan minim, tetapi akses menempuh pendidikannya yang memang sulit.

LAPORAN DONNY MUSLIM, PULAU SEMBILAN

Rabu (29/11) siang, langit temaram di Pulau Matasiri. Awan hitam perlahan menggantung. Melihat kondisi tersebut, setelah selesai melakukan program kas keliling dan menyerahkan bantuan sosial pendidikan serta kesehatan kepada lapisan masyarakat, rombongan tim Ekspedisi Kas Keliling Kepulauan BI Kalsel langsung pamit pulang menuju KRI Terapang 648 untuk melanjutkan perjalanan selanjutnya: Pulau Maradapan.

Letak Pulau Matasiri dan Maradapan berdekatan. Masing-masing pulau hanya memerlukan waktu tempuh satu jam jika laut sedang teduh. Jadi, hari itu tim memutuskan untuk menginap satu malam di kapal perang yang kami tumpangi. Menyiapkan tenaga untuk pulau kedua yang daratannya lebih ekstrem.

Besok paginya, kami langsung menuju Maradapan untuk berkunjung ke sekolah dasar yang ada di sana. Misinya masih sama, menyerahkan bantuan sosial pendidikan dan kesehatan kepada lapisan masyarakat. Menurut info yang saya dapat, kondisi Maradapan dan Matasiri tak jauh berbeda soal kasus Malaria.

Seperti di Matasiri pula, kapal kami juga harus melabuhkan jangkar di tengah perairan dan berlanjut dengan kapal nelayan. Namun, meski sudah memakai kapal nelayan, kami masih tak bisa merapat ke dermaga. Kata nelayan yang membawa rombongan, angin di sekitar dermaga sedang kencang-kencangnya. Jika nekat, kapal bisa terbalik oleh gelombang. Jadi, kami menepi di salah satu sisi pulau yang kondisi anginnya masih stabil. Untungnya, sisi pulau yang kami singgahi adalah pemukiman nelayan.

Di sana, kami mencoba bertanya kepada beberapa masyarakat mengenai akses menuju sekolah yang dituju. Salah seorang warga bernama Armani mengatakan untuk mencapai SD Negeri Maradapan, rombongan mau tak mau harus berjalan kaki terlebih dahulu. "SD masih jauh. Harus jalan kaki satu jam," kata pria Mandar ini.
Untungnya, ada warga yang berkenan menyediakan beberapa motor untuk mengangkut barang bawaan. Sementara, seluruh seluruh personil ekspedisi kas keliling berjalan kaki menuju SD.

Akses menuju SD Negeri Maradapan bisa dikatakan sangat sulit. Meskipun sudah dicor semen, jalurnya yang menanjak dan curam membuat rombongan ekspedisi kas keliling kepulauan harus berhati-hati jika tak ingin tergelincir menuju jurang. Keringat kami mulai terlihat bercucuran karena tak terbiasa dengan jalan seperti ini.

Setengah perjalanan yang melelahkan tersebut, beberapa personel tiba-tiba senang bukan main lantaran bertemu dengan sinyal. Perjalanan sempat terhenti sebentar. Masing-masing mengeluarkan gawainya. Rupanya, meski hanya meliputi beberapa wilayah, di Maradapan terdapat menara jaringan telekomunikasi. Satu jam berjalan, rombongan akhirnya sampai di sekolah tujuan. Tim BI Kalsel berpencar melaksanakan kas keliling dan penyerahan bantuan sosial pendidikan serta kesehatan.

Di sana, saya bertemu dengan Kepala SDN Maradapan, Mohammad Noor. Kami berbincang mengenai permasalahan yang ada di pulau yang memiliki luas 81 kilometer persegi ini. Dia bercerita, persoalan utama Pulau Maradapan bukanlah malaria. Akan tetapi, menyangkut hak pendidikan anak-anak pulau yang masih belum terpenuhi.

"Di sini, banyak anak murid kami yang masih harus berjalan kaki selama satu jam di jalan licin yang menanjak serta curam," keluhnya. Ia meminta, jalan cor semen yang hanya punya lebar 1 meter ini dibenahi kembali. Noor khawatir, jalan tersebut berbahaya bagi anak-anak muridnya, apalagi jika hujan sedang mengguyur Maradapan.

Selain persoalan jalan untuk anak sekolah, untuk melanjutkan pendidikan ke SMA, anak-anak di Maradapan juga masih kesulitan. Lantarannya, sampai sekarang di Kecamatan Pulau Sembilan hanya terdapat satu SMA. Lokasinya juga berada di Pulau Marabatuan, pusat Kecamatan Pulau Sembilan. Jaraknya satu jam dari Pulau Maradapan. Jika ingin melanjutkan SMA, mereka harus memilih ngekos atau tinggal bersama keluarga yang ada di Marabatuan.

Noor berharap, pembangunan SMA di daerah-daerah pinggiran seperti Pulau Sembilan ditambah lagi. "Jadi kalau sudah begini, kesempatan bagi anak-anak Pulau Matasiri dan Maradapan untuk bersekolah lebih tinggi lagi terhalang karena masalah geografis," pungkasnya.

Sementara itu, salah seorang siswi SDN Maradapan, Agustin Hidayah juga mengamini harapan sang kepala sekolah. Gadis belia yang punya cita-cita sebagai dokter ini berharap kelak ketika sudah memasuki jenjang sekolah menengah tak perlu repot berangkat ke pulau lain. "Di Maradapan sudah ada SD dan SMP. Nanti, SMA juga harus ada juga," harap Agustin dengan logat Mandar yang khas ini. (bersambung)


BACA JUGA

Rabu, 23 Mei 2018 14:59

Menengok Jumat Kelabu Lewat Kliping Koran

23 Mei 1997. Setelah salat Jumat, Tajuddin hendak menuju Lapangan Kamboja. Mengikuti puncak kampanye…

Minggu, 13 Mei 2018 05:50

Surat Terakhir Erik Petersen Pria Keturunan Bangsa Viking di Banua Anyar

Erik Petersen adalah keturunan Bangsa Viking. Yang memilih meninggal dunia di Banua Anyar. Warisan Erik,…

Kamis, 10 Mei 2018 18:57

Kisah Nelayan Pulau Laut yang Menolak Keras Pertambangan

Sama seperti hari cerah lainnya, Ari si pemancing ikan gabus, beberapa hari lalu dapat puluhan kilogram…

Rabu, 09 Mei 2018 16:15

Ini Nih Relawan Ojek Gratis di SBMPTN ULM

Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) selalu merepotkan karena digelar di tempat berbeda.…

Selasa, 08 Mei 2018 14:35

Kisah Hidup Mahmud Ropi, Ayah Dua Anak Penyandang Disabilitas

Mahmud Ropi banyak bersyukur dalam hidupnya. Meski mengalami berbagai kesulitan hidup, dia bangkit dan…

Selasa, 08 Mei 2018 13:36

Bukan Sibuk Main Mobile Legends, Bocah ini Malah Asik Koleksi Perangko

Kecil-kecil, berani tampil beda. Itulah Muhammad Fahriza. Hobinya tak biasa. Jika anak seusianya sibuk…

Senin, 07 Mei 2018 14:17

Mengunjungi Pasar Kajut Edisi ke-IV, Menjual Apa Saja yang Penting Keren

Orang Indonesia mengenal Pasar Kaget. Anak muda Banjarmasin mengenal Pasar Kajut. Inilah wadah banyak…

Sabtu, 05 Mei 2018 19:41

Curahan Lirih dari Pulau Laut: "Mau Tinggal di Mana Kami"

Aksi menolak penambangan batubara di Pulau Laut, Kotabaru, terus dilancarkan. Beragam cara dilakukan…

Sabtu, 05 Mei 2018 12:39

Kisah Mereka yang Ditolak Pulang dari Rumah Singgah Baiman

Rumah Singgah Baiman didirikan untuk menampung ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa), pengemis, gelandangan,…

Jumat, 04 Mei 2018 14:17

Mengintip Aktifitas Pelatih Karate Cantik di Banjarmasin

Helda Wahdini punya paras cantik. Tapi di balik kecantikannya orang tidak menduga kalau dia ternyata…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .