MANAGED BY:
SABTU
20 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Senin, 04 Desember 2017 15:30
Memprihatinkan..!! Sulitnya Akses Pendidikan di Pulau Sembilan

Jalan Terjal, Kesempatan Bersekolah Terbatas

PROKAL.CO, Tak hanya persoalan kesehatan, masyarakat Pulau Sembilan juga masih tertinggal dalam urusan pendidikan. Bukan karena keinginan minim, tetapi akses menempuh pendidikannya yang memang sulit.

LAPORAN DONNY MUSLIM, PULAU SEMBILAN

Rabu (29/11) siang, langit temaram di Pulau Matasiri. Awan hitam perlahan menggantung. Melihat kondisi tersebut, setelah selesai melakukan program kas keliling dan menyerahkan bantuan sosial pendidikan serta kesehatan kepada lapisan masyarakat, rombongan tim Ekspedisi Kas Keliling Kepulauan BI Kalsel langsung pamit pulang menuju KRI Terapang 648 untuk melanjutkan perjalanan selanjutnya: Pulau Maradapan.

Letak Pulau Matasiri dan Maradapan berdekatan. Masing-masing pulau hanya memerlukan waktu tempuh satu jam jika laut sedang teduh. Jadi, hari itu tim memutuskan untuk menginap satu malam di kapal perang yang kami tumpangi. Menyiapkan tenaga untuk pulau kedua yang daratannya lebih ekstrem.

Besok paginya, kami langsung menuju Maradapan untuk berkunjung ke sekolah dasar yang ada di sana. Misinya masih sama, menyerahkan bantuan sosial pendidikan dan kesehatan kepada lapisan masyarakat. Menurut info yang saya dapat, kondisi Maradapan dan Matasiri tak jauh berbeda soal kasus Malaria.

Seperti di Matasiri pula, kapal kami juga harus melabuhkan jangkar di tengah perairan dan berlanjut dengan kapal nelayan. Namun, meski sudah memakai kapal nelayan, kami masih tak bisa merapat ke dermaga. Kata nelayan yang membawa rombongan, angin di sekitar dermaga sedang kencang-kencangnya. Jika nekat, kapal bisa terbalik oleh gelombang. Jadi, kami menepi di salah satu sisi pulau yang kondisi anginnya masih stabil. Untungnya, sisi pulau yang kami singgahi adalah pemukiman nelayan.

Di sana, kami mencoba bertanya kepada beberapa masyarakat mengenai akses menuju sekolah yang dituju. Salah seorang warga bernama Armani mengatakan untuk mencapai SD Negeri Maradapan, rombongan mau tak mau harus berjalan kaki terlebih dahulu. "SD masih jauh. Harus jalan kaki satu jam," kata pria Mandar ini.
Untungnya, ada warga yang berkenan menyediakan beberapa motor untuk mengangkut barang bawaan. Sementara, seluruh seluruh personil ekspedisi kas keliling berjalan kaki menuju SD.

Akses menuju SD Negeri Maradapan bisa dikatakan sangat sulit. Meskipun sudah dicor semen, jalurnya yang menanjak dan curam membuat rombongan ekspedisi kas keliling kepulauan harus berhati-hati jika tak ingin tergelincir menuju jurang. Keringat kami mulai terlihat bercucuran karena tak terbiasa dengan jalan seperti ini.

Setengah perjalanan yang melelahkan tersebut, beberapa personel tiba-tiba senang bukan main lantaran bertemu dengan sinyal. Perjalanan sempat terhenti sebentar. Masing-masing mengeluarkan gawainya. Rupanya, meski hanya meliputi beberapa wilayah, di Maradapan terdapat menara jaringan telekomunikasi. Satu jam berjalan, rombongan akhirnya sampai di sekolah tujuan. Tim BI Kalsel berpencar melaksanakan kas keliling dan penyerahan bantuan sosial pendidikan serta kesehatan.

Di sana, saya bertemu dengan Kepala SDN Maradapan, Mohammad Noor. Kami berbincang mengenai permasalahan yang ada di pulau yang memiliki luas 81 kilometer persegi ini. Dia bercerita, persoalan utama Pulau Maradapan bukanlah malaria. Akan tetapi, menyangkut hak pendidikan anak-anak pulau yang masih belum terpenuhi.

"Di sini, banyak anak murid kami yang masih harus berjalan kaki selama satu jam di jalan licin yang menanjak serta curam," keluhnya. Ia meminta, jalan cor semen yang hanya punya lebar 1 meter ini dibenahi kembali. Noor khawatir, jalan tersebut berbahaya bagi anak-anak muridnya, apalagi jika hujan sedang mengguyur Maradapan.

Selain persoalan jalan untuk anak sekolah, untuk melanjutkan pendidikan ke SMA, anak-anak di Maradapan juga masih kesulitan. Lantarannya, sampai sekarang di Kecamatan Pulau Sembilan hanya terdapat satu SMA. Lokasinya juga berada di Pulau Marabatuan, pusat Kecamatan Pulau Sembilan. Jaraknya satu jam dari Pulau Maradapan. Jika ingin melanjutkan SMA, mereka harus memilih ngekos atau tinggal bersama keluarga yang ada di Marabatuan.

Noor berharap, pembangunan SMA di daerah-daerah pinggiran seperti Pulau Sembilan ditambah lagi. "Jadi kalau sudah begini, kesempatan bagi anak-anak Pulau Matasiri dan Maradapan untuk bersekolah lebih tinggi lagi terhalang karena masalah geografis," pungkasnya.

Sementara itu, salah seorang siswi SDN Maradapan, Agustin Hidayah juga mengamini harapan sang kepala sekolah. Gadis belia yang punya cita-cita sebagai dokter ini berharap kelak ketika sudah memasuki jenjang sekolah menengah tak perlu repot berangkat ke pulau lain. "Di Maradapan sudah ada SD dan SMP. Nanti, SMA juga harus ada juga," harap Agustin dengan logat Mandar yang khas ini. (bersambung)


BACA JUGA

Jumat, 19 Oktober 2018 11:17

Mega Proyek Siring Laut, Jaksa Minta Jangan Curang

KOTABARU - Kepala Kejaksaan Negeri Kotabaru, Indah Laila, meminta jangan ada yang curang terkait pekerjaan…

Jumat, 12 Oktober 2018 09:39

Sembilan Pengungsi Palu "Terdampar" di Banjarmasin, Begini Nasibnya

Empat hari bertahan hidup tanpa bantuan. Melihat penjarahan di mana-mana. Sembilan pengungsi berlayar…

Senin, 01 Oktober 2018 11:17

Nobar Film G30S/PKI, Memahami Sejarah Lewat Film

BANJARMASIN - Mengenang dan memahami sejarah. Itulah misi dari nonton bareng film G30S/PKI yang digelar…

Minggu, 30 September 2018 11:18

Perkantoran Pemprov Kalsel Dijadikan Wisata Edukasi

Menjelang Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-38, kawasan Perkantoran Setdaprov Kalsel di Banjarbaru, disulap…

Minggu, 30 September 2018 11:10

Sosok Ummi Maktum Abad Ini (Bagian 2)

Jika tak merasa ditampar oleh cerita ini, artinya iman sedang memerlukan reparasi. Tanpa kedua kaki…

Minggu, 30 September 2018 11:08

Sosok Ummi Maktum Abad Ini (Bagian 1)

KISAH Hanafi terungkap berkat Ustadz Wahyudi Ibnu Yusuf. Mahasiswa program doktoral (S3) Universitas…

Jumat, 28 September 2018 10:17

Kisah Arbainah Perajin Tanggui di Sungai Pandai

Tahun 2011, katarak menyerang bola mata sebelah kanan milik Arbainah. Hingga yang sebelah kiri pun terenggut,…

Senin, 24 September 2018 09:29

Yurien, Satu-Satunya Anggota Patwal Wanita Dishub Banjarbaru

Pria dan wanita memang beda, tapi soal pekerjaan mungkin kaum Hawa bisa sebanding dengan kaum Adam.…

Sabtu, 22 September 2018 13:31

Menjenguk Rumah Berbasis Lingkungan Milik Perkumpulan Pusaka Tabalong

Mungkin ini bisa menjadi contoh bagi yang ingin membangun rumah atau kantor. Ternyata barang bekas bisa…

Jumat, 21 September 2018 09:15

Kisah Mengharukan Perjuangan Para Honorer di Desa-Desa Terpencil

Benar kata mereka: Tak habis kisah jika menceritakan para guru honorer. Dengan perjuangan itu, layak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .