MANAGED BY:
KAMIS
16 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Senin, 04 Desember 2017 15:30
Memprihatinkan..!! Sulitnya Akses Pendidikan di Pulau Sembilan

Jalan Terjal, Kesempatan Bersekolah Terbatas

PROKAL.CO, Tak hanya persoalan kesehatan, masyarakat Pulau Sembilan juga masih tertinggal dalam urusan pendidikan. Bukan karena keinginan minim, tetapi akses menempuh pendidikannya yang memang sulit.

LAPORAN DONNY MUSLIM, PULAU SEMBILAN

Rabu (29/11) siang, langit temaram di Pulau Matasiri. Awan hitam perlahan menggantung. Melihat kondisi tersebut, setelah selesai melakukan program kas keliling dan menyerahkan bantuan sosial pendidikan serta kesehatan kepada lapisan masyarakat, rombongan tim Ekspedisi Kas Keliling Kepulauan BI Kalsel langsung pamit pulang menuju KRI Terapang 648 untuk melanjutkan perjalanan selanjutnya: Pulau Maradapan.

Letak Pulau Matasiri dan Maradapan berdekatan. Masing-masing pulau hanya memerlukan waktu tempuh satu jam jika laut sedang teduh. Jadi, hari itu tim memutuskan untuk menginap satu malam di kapal perang yang kami tumpangi. Menyiapkan tenaga untuk pulau kedua yang daratannya lebih ekstrem.

Besok paginya, kami langsung menuju Maradapan untuk berkunjung ke sekolah dasar yang ada di sana. Misinya masih sama, menyerahkan bantuan sosial pendidikan dan kesehatan kepada lapisan masyarakat. Menurut info yang saya dapat, kondisi Maradapan dan Matasiri tak jauh berbeda soal kasus Malaria.

Seperti di Matasiri pula, kapal kami juga harus melabuhkan jangkar di tengah perairan dan berlanjut dengan kapal nelayan. Namun, meski sudah memakai kapal nelayan, kami masih tak bisa merapat ke dermaga. Kata nelayan yang membawa rombongan, angin di sekitar dermaga sedang kencang-kencangnya. Jika nekat, kapal bisa terbalik oleh gelombang. Jadi, kami menepi di salah satu sisi pulau yang kondisi anginnya masih stabil. Untungnya, sisi pulau yang kami singgahi adalah pemukiman nelayan.

Di sana, kami mencoba bertanya kepada beberapa masyarakat mengenai akses menuju sekolah yang dituju. Salah seorang warga bernama Armani mengatakan untuk mencapai SD Negeri Maradapan, rombongan mau tak mau harus berjalan kaki terlebih dahulu. "SD masih jauh. Harus jalan kaki satu jam," kata pria Mandar ini.
Untungnya, ada warga yang berkenan menyediakan beberapa motor untuk mengangkut barang bawaan. Sementara, seluruh seluruh personil ekspedisi kas keliling berjalan kaki menuju SD.

Akses menuju SD Negeri Maradapan bisa dikatakan sangat sulit. Meskipun sudah dicor semen, jalurnya yang menanjak dan curam membuat rombongan ekspedisi kas keliling kepulauan harus berhati-hati jika tak ingin tergelincir menuju jurang. Keringat kami mulai terlihat bercucuran karena tak terbiasa dengan jalan seperti ini.

Setengah perjalanan yang melelahkan tersebut, beberapa personel tiba-tiba senang bukan main lantaran bertemu dengan sinyal. Perjalanan sempat terhenti sebentar. Masing-masing mengeluarkan gawainya. Rupanya, meski hanya meliputi beberapa wilayah, di Maradapan terdapat menara jaringan telekomunikasi. Satu jam berjalan, rombongan akhirnya sampai di sekolah tujuan. Tim BI Kalsel berpencar melaksanakan kas keliling dan penyerahan bantuan sosial pendidikan serta kesehatan.

Di sana, saya bertemu dengan Kepala SDN Maradapan, Mohammad Noor. Kami berbincang mengenai permasalahan yang ada di pulau yang memiliki luas 81 kilometer persegi ini. Dia bercerita, persoalan utama Pulau Maradapan bukanlah malaria. Akan tetapi, menyangkut hak pendidikan anak-anak pulau yang masih belum terpenuhi.

"Di sini, banyak anak murid kami yang masih harus berjalan kaki selama satu jam di jalan licin yang menanjak serta curam," keluhnya. Ia meminta, jalan cor semen yang hanya punya lebar 1 meter ini dibenahi kembali. Noor khawatir, jalan tersebut berbahaya bagi anak-anak muridnya, apalagi jika hujan sedang mengguyur Maradapan.

Selain persoalan jalan untuk anak sekolah, untuk melanjutkan pendidikan ke SMA, anak-anak di Maradapan juga masih kesulitan. Lantarannya, sampai sekarang di Kecamatan Pulau Sembilan hanya terdapat satu SMA. Lokasinya juga berada di Pulau Marabatuan, pusat Kecamatan Pulau Sembilan. Jaraknya satu jam dari Pulau Maradapan. Jika ingin melanjutkan SMA, mereka harus memilih ngekos atau tinggal bersama keluarga yang ada di Marabatuan.

Noor berharap, pembangunan SMA di daerah-daerah pinggiran seperti Pulau Sembilan ditambah lagi. "Jadi kalau sudah begini, kesempatan bagi anak-anak Pulau Matasiri dan Maradapan untuk bersekolah lebih tinggi lagi terhalang karena masalah geografis," pungkasnya.

Sementara itu, salah seorang siswi SDN Maradapan, Agustin Hidayah juga mengamini harapan sang kepala sekolah. Gadis belia yang punya cita-cita sebagai dokter ini berharap kelak ketika sudah memasuki jenjang sekolah menengah tak perlu repot berangkat ke pulau lain. "Di Maradapan sudah ada SD dan SMP. Nanti, SMA juga harus ada juga," harap Agustin dengan logat Mandar yang khas ini. (bersambung)


BACA JUGA

Senin, 13 Agustus 2018 14:15

Berbincang dengan Komunitas Cosplay Kandangan, Pamerkan Cosplay sambil Silaturrahmi

Tidak semua hobi yang disalurkan berakhir negatif, ada juga yang berakhir dengan kegiatan positif. Seperti…

Rabu, 08 Agustus 2018 12:52

Dari Salat Hajat Sambut HUT Kemerdekaan Bersama Guru Zuhdi

Pembacaan Surah Yasin dan Selawat Nabi Muhammad SAW, terdengar teduh di ruang utama Mahligai Pancasila,…

Senin, 06 Agustus 2018 13:14

Pameran Seni Rupa Metamorfosis: Hargai Proses, Jangan Minta Murah

Pameran Metamorfosis menyentil pelaku dan penikmat seni rupa. Membuktikan bahwa proses kerja karya seni…

Rabu, 01 Agustus 2018 15:12

Cerita Adittya Regas, Penulis Muda Asal Banjarmasin

Patah hati tak lantas melarutkan Adittya Regas (23) dalam kesedihan. Sajak-sajak pilu yang tadi berkecamuk…

Selasa, 31 Juli 2018 15:03

Mengenang Jasa Transportasi Getek, Berawal dari Lima Puluh Perak

Jasa transportasi jukung getek dilindas zaman. Hasan memilih jalan sunyi. Bertahan dengan sampan tua,…

Senin, 30 Juli 2018 18:30

Penderitaan Bayi Adilla Nafisah Akibat Terkena Virus Rubella

Sepekan lagi, Adilla Nafisah genap berusia delapan bulan. Namun, suara tawa belum pernah terdengar dari…

Senin, 30 Juli 2018 18:11

Buku Djadoel, Melawan Arus Lewat Jual-Beli Buku Murah

Kios "Buku Djadoel" mencoba melawan arus. Lewat usaha jual beli buku dan majalah bekas dengan harga…

Senin, 30 Juli 2018 18:00

Antusias Warga Menyambut Salat Gerhana Bulan di Masjid Istiqomah

Warga Kota Banjarbaru turut menyambut peristiwa astronomi langka, gerhana bulan terlama abad ini, dengan…

Minggu, 29 Juli 2018 16:25

Berkenalan dengan Pratiwi Juliani, Penulis asal Lokpaikat yang Terpilih dalam Festival Literasi Internasional di Bali

Namanya masuk sebagai salah satu dari lima penulis Emerging Ubud Writer & Reader Festival (UWRF)…

Sabtu, 28 Juli 2018 15:25

Belajar Mengaji Kilat dengan Metode Nursyifa Temuan Muslim Aridho

Bertekad ingin sebanyak-banyaknya mengentaskan umat Muslim dari buta huruf arab, Ustaz Muslim Aridho…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .