MANAGED BY:
SABTU
20 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Selasa, 05 Desember 2017 14:01
Masyarakat Lawan Pemburu Telur Penyu
MULAI LANGKA: Proses pelepasan anak penyu di Pulau Denawan, Kecamatan Pulau Sembilan, Kotabaru.

PROKAL.CO, Sejak dinyatakan sebagai salah satu hewan langka oleh pemerintah, penyu dan telurnya tak lagi diperjualbelikan. Namun, semakin hari, keberadaannya terus merosot.

DONNY MUSLIM, PULAU SEMBILAN

Jum'at (1/12) pagi, perjalanan rombongan tim kas keliling kepulauan BI Kalsel di Pulau Sembilan sampai pada babak akhir. Kami menuju Pulau Marabatuan, pusat dari Kecamatan Pulau Sembilan, Kotabaru yang lokasinya tak jauh dari Matasiri dan Marabatuan. Waktu tempuhnya hanya sekitar satu jam dari Maradapan. Perairan di Pulau Sembilan kala itu untungnya sedang teduh.

Di Marabatuan, terdapat dua desa. Tanjung Nyiur dan Desa Tengah. Dua desa tersebut kondisinya relatif sudah berkembang. Jalan cor semen terawat, menara telekomunikasi terpancang di beberapa titik, serta tersedianya akses hingga jenjang SMA menjadi buktinya. Maklum, Marabatuan merupakan sentral Pulau Sembilan.

Usai melakukan keperluan liputan untuk BI Kalsel di SMAN 1 Pulau Sembilan yang terletak di Desa Tanjung Nyiur, saya berjalan-jalan sendirian melihat sekeliling pulau. Setelah berbincang-bincang dengan masyarakat, Marabatuan rupanya menjadi salah satu pulau yang masyarakatnya melakukan pelestarian Penyu Hijau dan Penyu Sisik yang kini mulai langka.

Penasaran dengan kegiatan konservasi tersebut, saya lantas ditunjukkan kediaman Abdul Malik yang berada di Desa Tengah. Pria Mandar berumur 39 tahun ini adalah ketua dari Pemerhati Alam dan Maslahat Lingkungan (Pamali), sebuah lembaga bentukan masyarakat Marabatuan untuk melestarikan penyu yang yang mulai langka di Pulau Sembilan.

Di kediaman Malik, sambil menyeduh dua gelas teh saya berbincang dengannya mengenai upaya konservasi masyarakat Pulau Sembilan untuk mengembalikan kejayaan hewan penyu seperti dulu kala. Dulu, dijelaskan Malik, penyu merupakan hewan yang mudah untuk dijumpai di Marabatuan. "Sekarang, tidak lagi," ceritanya. Persoalan ini dikarenakan banyaknya oknum masyarakat sekitar yang melakukan perburuan telur penyu.

"Macam-macam motifnya, kebanyakannya untuk menambah stamina dalam beraktivitas. Padahal, menurut beberapa penelitian yang saya baca, jelas anggapan itu tidak benar. Telur penyu punya kolesterol jahat yang tinggi," kata dia.

Melihat kenyataan tersebut, Malik dan rekan-rekannya yang masih peduli terhadap keberadaan penyu pada tahun 2010 silam membentuk Pamali. "Di Marabatuan, terdapat gugusan pulaunya yang disebut sebagai Pulau Denawan, sejak tahun 2010, di sana kami menyelamatkan penyu-penyu yang masih tersisa," kata dia.

Saya sempat minta ajak untuk pergi ke Denawan yang hanya berjarak 20 menit dari Marabatuan. Namun, Malik melarang karena kondisi gelombang yang sedang tinggi-tingginya. Akhirnya, harapan itu pupus.

Lanjut cerita, meski penyu sisik dan penyu hijau sudah ditempatkan di pulau tersebut, masih ada saja oknum masyarakat yang diam-diam mengambil. Gerah melihat kondisi tersebut, beberapa waktu kemudian lembaga Pamali menempatkan beberapa orang untuk melakukan penjagaan di pulau tersebut. "Bergantian menjaganya," kata dia.

Upaya pelestarian penyu ini ternyata dilirik oleh tim Kementerian Kelautan dan Perikanan RI yang pernah datang beberapa waktu lalu ke Marabatuan. Akhirnya, Malik menjelaskan timnya mendapatkan insentif dari kementerian karena sudah berusaha melindungan hewan yang sudah mulai langka ini.

Hingga sekarang, dijelaskan Malik, di Pulau Denawan terdapat 700 ekor penyu yang masih berkembang menuju usia produktif. "Satu penyu itu bisa bertelur sampai 100, akan tetapi, hanya satu atau dua yang menetas dengan sempurna. Untuk mencapai usia produktif juga perlu waktu 25 tahun. Oleh karena itu, agak sedikit runyam melestarikan penyu ini," kata dia.

Runyamnya melestarikan penyu belum lagi ditambah dengan ancaman-ancaman lain yang datang. Misal saja, Malik menyebutkan pengelolaan wisata yang tidak ramah lingkungan. "Pulau Sembilan ini rencananya dalam waktu dekat bakal dikembangkan menjadi destinasi wisata. Kalau pengelolaan sampah pengunjungnya tidak benar, penyu bisa stress dan mati perlahan," kata dia.

Malik berharap kedepannya upaya pelestarian penyu yang ia lakukan bersama Pamali didukung oleh banyak pihak. "Jika dilestarikan, penyu bakal memberikan banyak manfaat. Beberapa manfaatnya, menyuburkan biota laut yang dilaluinya serta menyuburkan terumbu karang sebagai rumah ikan. Kalau keberadaannya tergerus, kondisi ekosistem di perairan Pulau Sembilan juga bakal terancam," tandasnya.
(dom/ay/ran)


BACA JUGA

Jumat, 19 Oktober 2018 11:17

Mega Proyek Siring Laut, Jaksa Minta Jangan Curang

KOTABARU - Kepala Kejaksaan Negeri Kotabaru, Indah Laila, meminta jangan ada yang curang terkait pekerjaan…

Jumat, 19 Oktober 2018 10:35

Berkenalan dengan Muhammad Fikri, Pemenang Jamang Award 2018

Di ruang tunggu Bandara Syamsuddin Noor, menemani penumpang menanti panggilan keberangkatan, diputar…

Jumat, 19 Oktober 2018 10:01

Berikan Materi Cara Senam Otak dan Bahaya Merokok

PT Arutmin Indonesia Rabu (17/10) tadi berkesempatan mengisi Kelas Inspirasi di SMPN 3 Banjarbaru. Diwakili…

Jumat, 12 Oktober 2018 09:39

Sembilan Pengungsi Palu "Terdampar" di Banjarmasin, Begini Nasibnya

Empat hari bertahan hidup tanpa bantuan. Melihat penjarahan di mana-mana. Sembilan pengungsi berlayar…

Kamis, 11 Oktober 2018 10:43

Hasan Senso, Tokoh Kenamaan Karang Intan Berpulang

Hasan Senso meninggal dalam usia 56 tahun siang kemarin di Desa Mandiangin Barat, Kabupaten Banjar.…

Senin, 08 Oktober 2018 13:51

Kisah Maidian yang Mencari Kabar Istri dan Anak di Sulteng

Palu dan Banjarmasin jaraknya jauh sekali. Getaran gempa di Sulawesi Tengah, tak sampai ke kota ini.…

Jumat, 05 Oktober 2018 10:38

Slamet Ingatkan Hak Kaum Difabel Lewat Puisi

Ini pengalaman pertama Slamet Riyadi dalam menulis puisi. Nilai sastranya memang tidak wow. Tapi, puisi…

Senin, 01 Oktober 2018 11:17

Nobar Film G30S/PKI, Memahami Sejarah Lewat Film

BANJARMASIN - Mengenang dan memahami sejarah. Itulah misi dari nonton bareng film G30S/PKI yang digelar…

Minggu, 30 September 2018 11:10

Sosok Ummi Maktum Abad Ini (Bagian 2)

Jika tak merasa ditampar oleh cerita ini, artinya iman sedang memerlukan reparasi. Tanpa kedua kaki…

Minggu, 30 September 2018 11:08

Sosok Ummi Maktum Abad Ini (Bagian 1)

KISAH Hanafi terungkap berkat Ustadz Wahyudi Ibnu Yusuf. Mahasiswa program doktoral (S3) Universitas…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .