MANAGED BY:
MINGGU
17 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Selasa, 05 Desember 2017 14:01
Masyarakat Lawan Pemburu Telur Penyu
MULAI LANGKA: Proses pelepasan anak penyu di Pulau Denawan, Kecamatan Pulau Sembilan, Kotabaru.

PROKAL.CO, Sejak dinyatakan sebagai salah satu hewan langka oleh pemerintah, penyu dan telurnya tak lagi diperjualbelikan. Namun, semakin hari, keberadaannya terus merosot.

DONNY MUSLIM, PULAU SEMBILAN

Jum'at (1/12) pagi, perjalanan rombongan tim kas keliling kepulauan BI Kalsel di Pulau Sembilan sampai pada babak akhir. Kami menuju Pulau Marabatuan, pusat dari Kecamatan Pulau Sembilan, Kotabaru yang lokasinya tak jauh dari Matasiri dan Marabatuan. Waktu tempuhnya hanya sekitar satu jam dari Maradapan. Perairan di Pulau Sembilan kala itu untungnya sedang teduh.

Di Marabatuan, terdapat dua desa. Tanjung Nyiur dan Desa Tengah. Dua desa tersebut kondisinya relatif sudah berkembang. Jalan cor semen terawat, menara telekomunikasi terpancang di beberapa titik, serta tersedianya akses hingga jenjang SMA menjadi buktinya. Maklum, Marabatuan merupakan sentral Pulau Sembilan.

Usai melakukan keperluan liputan untuk BI Kalsel di SMAN 1 Pulau Sembilan yang terletak di Desa Tanjung Nyiur, saya berjalan-jalan sendirian melihat sekeliling pulau. Setelah berbincang-bincang dengan masyarakat, Marabatuan rupanya menjadi salah satu pulau yang masyarakatnya melakukan pelestarian Penyu Hijau dan Penyu Sisik yang kini mulai langka.

Penasaran dengan kegiatan konservasi tersebut, saya lantas ditunjukkan kediaman Abdul Malik yang berada di Desa Tengah. Pria Mandar berumur 39 tahun ini adalah ketua dari Pemerhati Alam dan Maslahat Lingkungan (Pamali), sebuah lembaga bentukan masyarakat Marabatuan untuk melestarikan penyu yang yang mulai langka di Pulau Sembilan.

Di kediaman Malik, sambil menyeduh dua gelas teh saya berbincang dengannya mengenai upaya konservasi masyarakat Pulau Sembilan untuk mengembalikan kejayaan hewan penyu seperti dulu kala. Dulu, dijelaskan Malik, penyu merupakan hewan yang mudah untuk dijumpai di Marabatuan. "Sekarang, tidak lagi," ceritanya. Persoalan ini dikarenakan banyaknya oknum masyarakat sekitar yang melakukan perburuan telur penyu.

"Macam-macam motifnya, kebanyakannya untuk menambah stamina dalam beraktivitas. Padahal, menurut beberapa penelitian yang saya baca, jelas anggapan itu tidak benar. Telur penyu punya kolesterol jahat yang tinggi," kata dia.

Melihat kenyataan tersebut, Malik dan rekan-rekannya yang masih peduli terhadap keberadaan penyu pada tahun 2010 silam membentuk Pamali. "Di Marabatuan, terdapat gugusan pulaunya yang disebut sebagai Pulau Denawan, sejak tahun 2010, di sana kami menyelamatkan penyu-penyu yang masih tersisa," kata dia.

Saya sempat minta ajak untuk pergi ke Denawan yang hanya berjarak 20 menit dari Marabatuan. Namun, Malik melarang karena kondisi gelombang yang sedang tinggi-tingginya. Akhirnya, harapan itu pupus.

Lanjut cerita, meski penyu sisik dan penyu hijau sudah ditempatkan di pulau tersebut, masih ada saja oknum masyarakat yang diam-diam mengambil. Gerah melihat kondisi tersebut, beberapa waktu kemudian lembaga Pamali menempatkan beberapa orang untuk melakukan penjagaan di pulau tersebut. "Bergantian menjaganya," kata dia.

Upaya pelestarian penyu ini ternyata dilirik oleh tim Kementerian Kelautan dan Perikanan RI yang pernah datang beberapa waktu lalu ke Marabatuan. Akhirnya, Malik menjelaskan timnya mendapatkan insentif dari kementerian karena sudah berusaha melindungan hewan yang sudah mulai langka ini.

Hingga sekarang, dijelaskan Malik, di Pulau Denawan terdapat 700 ekor penyu yang masih berkembang menuju usia produktif. "Satu penyu itu bisa bertelur sampai 100, akan tetapi, hanya satu atau dua yang menetas dengan sempurna. Untuk mencapai usia produktif juga perlu waktu 25 tahun. Oleh karena itu, agak sedikit runyam melestarikan penyu ini," kata dia.

Runyamnya melestarikan penyu belum lagi ditambah dengan ancaman-ancaman lain yang datang. Misal saja, Malik menyebutkan pengelolaan wisata yang tidak ramah lingkungan. "Pulau Sembilan ini rencananya dalam waktu dekat bakal dikembangkan menjadi destinasi wisata. Kalau pengelolaan sampah pengunjungnya tidak benar, penyu bisa stress dan mati perlahan," kata dia.

Malik berharap kedepannya upaya pelestarian penyu yang ia lakukan bersama Pamali didukung oleh banyak pihak. "Jika dilestarikan, penyu bakal memberikan banyak manfaat. Beberapa manfaatnya, menyuburkan biota laut yang dilaluinya serta menyuburkan terumbu karang sebagai rumah ikan. Kalau keberadaannya tergerus, kondisi ekosistem di perairan Pulau Sembilan juga bakal terancam," tandasnya.
(dom/ay/ran)


BACA JUGA

Jumat, 15 Desember 2017 15:23

Setengah Hari di Hutan Mangrove Langadai Kelumpang Hilir Kotabaru

Tombak ulin yang tengahnya berlubang mereka angkat ke depan wajah. Kemudian mereka tiup pangkalnya,…

Jumat, 15 Desember 2017 14:46

Kisah Atlet Paralympic Balangan Berprestasi di Nasional dan Internasional

Atlet National Paralympic Committe (NPC) asal Kabupaten Balangan, menjadi buah bibir pada perhelatan…

Rabu, 13 Desember 2017 15:15

Melihat Kiprah Kelompok Dukungan Sebaya Pengidap HIV/AIDS

Bagi Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA), bercerita secara terbuka tentang penyakit yang dialaminya bukanlah…

Selasa, 12 Desember 2017 14:22

Pengalaman Danlanal TNI AL Banjarmasin Selama Mengikuti Kursus Militer di Inggris

Komandan Pangkalan TNI AL Banjarmasin, Kolonel Laut (P) Oky IZ Dipura bergabung dalam kursus NATO (Pakta…

Senin, 11 Desember 2017 13:14

Melihat Tradisi Mandi Kebal di Hulu Sungai Selatan

Masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) selain akrab dengan tradisi membawa senjata tajam (sajam)…

Senin, 11 Desember 2017 10:38

Wayang Kulit Banjar Hibur Pengunjung Perpusda

Asam pauh dalima pauh, rama-rama batali banang. Ndiiiiiiih yaaaaaing. Ikam jauh aku jauh, sama-sama…

Sabtu, 09 Desember 2017 16:36

Aksi Bagi Nasi Bungkus dari Komunitas Sijum

Ada komunitas unik di Kota Amuntai. Para personelnya rutin membagikan nasi bungkus setiap Jumat pagi.…

Jumat, 08 Desember 2017 18:37
Mereka Mantap jadi Pegulat (Bagian II, Habis)

Gulat Tak Sekadar Prestasi, Tapi juga Ladang Rezeki

Gulat tak hanya memenuhi harapan atlet muda yang perlu perbaikan rezeki. Namun, membuka pintu bagi atlet…

Kamis, 07 Desember 2017 16:27
Mereka Memilih jadi Pegulat (1)

Dibesarkan Loncat Indah, tapi Sukses di Gulat

Ina menoreh prestasi di loncat indah, tapi kemudian jenuh dan kepincut gulat. Sedangkan Adam harus memberontak…

Rabu, 06 Desember 2017 12:05

Meriahnya Perayaan Baayun Maulid di Masjid Nurul Amilin

Ribuan manusia berjejal di Masjid Nurul Amilin, di Jalan Kelayan B Timur, Kelurahan Haur Kuning, Kecamatan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .