MANAGED BY:
RABU
21 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Selasa, 05 Desember 2017 14:01
Masyarakat Lawan Pemburu Telur Penyu
MULAI LANGKA: Proses pelepasan anak penyu di Pulau Denawan, Kecamatan Pulau Sembilan, Kotabaru.

PROKAL.CO, Sejak dinyatakan sebagai salah satu hewan langka oleh pemerintah, penyu dan telurnya tak lagi diperjualbelikan. Namun, semakin hari, keberadaannya terus merosot.

DONNY MUSLIM, PULAU SEMBILAN

Jum'at (1/12) pagi, perjalanan rombongan tim kas keliling kepulauan BI Kalsel di Pulau Sembilan sampai pada babak akhir. Kami menuju Pulau Marabatuan, pusat dari Kecamatan Pulau Sembilan, Kotabaru yang lokasinya tak jauh dari Matasiri dan Marabatuan. Waktu tempuhnya hanya sekitar satu jam dari Maradapan. Perairan di Pulau Sembilan kala itu untungnya sedang teduh.

Di Marabatuan, terdapat dua desa. Tanjung Nyiur dan Desa Tengah. Dua desa tersebut kondisinya relatif sudah berkembang. Jalan cor semen terawat, menara telekomunikasi terpancang di beberapa titik, serta tersedianya akses hingga jenjang SMA menjadi buktinya. Maklum, Marabatuan merupakan sentral Pulau Sembilan.

Usai melakukan keperluan liputan untuk BI Kalsel di SMAN 1 Pulau Sembilan yang terletak di Desa Tanjung Nyiur, saya berjalan-jalan sendirian melihat sekeliling pulau. Setelah berbincang-bincang dengan masyarakat, Marabatuan rupanya menjadi salah satu pulau yang masyarakatnya melakukan pelestarian Penyu Hijau dan Penyu Sisik yang kini mulai langka.

Penasaran dengan kegiatan konservasi tersebut, saya lantas ditunjukkan kediaman Abdul Malik yang berada di Desa Tengah. Pria Mandar berumur 39 tahun ini adalah ketua dari Pemerhati Alam dan Maslahat Lingkungan (Pamali), sebuah lembaga bentukan masyarakat Marabatuan untuk melestarikan penyu yang yang mulai langka di Pulau Sembilan.

Di kediaman Malik, sambil menyeduh dua gelas teh saya berbincang dengannya mengenai upaya konservasi masyarakat Pulau Sembilan untuk mengembalikan kejayaan hewan penyu seperti dulu kala. Dulu, dijelaskan Malik, penyu merupakan hewan yang mudah untuk dijumpai di Marabatuan. "Sekarang, tidak lagi," ceritanya. Persoalan ini dikarenakan banyaknya oknum masyarakat sekitar yang melakukan perburuan telur penyu.

"Macam-macam motifnya, kebanyakannya untuk menambah stamina dalam beraktivitas. Padahal, menurut beberapa penelitian yang saya baca, jelas anggapan itu tidak benar. Telur penyu punya kolesterol jahat yang tinggi," kata dia.

Melihat kenyataan tersebut, Malik dan rekan-rekannya yang masih peduli terhadap keberadaan penyu pada tahun 2010 silam membentuk Pamali. "Di Marabatuan, terdapat gugusan pulaunya yang disebut sebagai Pulau Denawan, sejak tahun 2010, di sana kami menyelamatkan penyu-penyu yang masih tersisa," kata dia.

Saya sempat minta ajak untuk pergi ke Denawan yang hanya berjarak 20 menit dari Marabatuan. Namun, Malik melarang karena kondisi gelombang yang sedang tinggi-tingginya. Akhirnya, harapan itu pupus.

Lanjut cerita, meski penyu sisik dan penyu hijau sudah ditempatkan di pulau tersebut, masih ada saja oknum masyarakat yang diam-diam mengambil. Gerah melihat kondisi tersebut, beberapa waktu kemudian lembaga Pamali menempatkan beberapa orang untuk melakukan penjagaan di pulau tersebut. "Bergantian menjaganya," kata dia.

Upaya pelestarian penyu ini ternyata dilirik oleh tim Kementerian Kelautan dan Perikanan RI yang pernah datang beberapa waktu lalu ke Marabatuan. Akhirnya, Malik menjelaskan timnya mendapatkan insentif dari kementerian karena sudah berusaha melindungan hewan yang sudah mulai langka ini.

Hingga sekarang, dijelaskan Malik, di Pulau Denawan terdapat 700 ekor penyu yang masih berkembang menuju usia produktif. "Satu penyu itu bisa bertelur sampai 100, akan tetapi, hanya satu atau dua yang menetas dengan sempurna. Untuk mencapai usia produktif juga perlu waktu 25 tahun. Oleh karena itu, agak sedikit runyam melestarikan penyu ini," kata dia.

Runyamnya melestarikan penyu belum lagi ditambah dengan ancaman-ancaman lain yang datang. Misal saja, Malik menyebutkan pengelolaan wisata yang tidak ramah lingkungan. "Pulau Sembilan ini rencananya dalam waktu dekat bakal dikembangkan menjadi destinasi wisata. Kalau pengelolaan sampah pengunjungnya tidak benar, penyu bisa stress dan mati perlahan," kata dia.

Malik berharap kedepannya upaya pelestarian penyu yang ia lakukan bersama Pamali didukung oleh banyak pihak. "Jika dilestarikan, penyu bakal memberikan banyak manfaat. Beberapa manfaatnya, menyuburkan biota laut yang dilaluinya serta menyuburkan terumbu karang sebagai rumah ikan. Kalau keberadaannya tergerus, kondisi ekosistem di perairan Pulau Sembilan juga bakal terancam," tandasnya.
(dom/ay/ran)


BACA JUGA

Rabu, 21 Februari 2018 11:10

Kisah Bengkel Asal Banua Anyar yang Mereplika Supercar

Lamborghini Aventador dibandrol Rp11,8 miliar. Agus Cahyo mereplikasi supercar itu hanya dengan Rp350…

Selasa, 20 Februari 2018 14:30

Reza Fahlevi, Kontestan Lida asal Banjarmasin

Nama Reza Fahlevi belakangan menjadi buah bibir. Siswa kelas 3 jurusan IPS di SMAN 4 Banjarmasin itu…

Senin, 19 Februari 2018 14:01

Jasa Foto dan Cetak Kilat Hanya 5 Menit di Siring Tendean

Mencetak foto dengan hitungan satu jam sudah biasa. Lalu, percayakah Anda jika ada jasa cetak lima menit?…

Jumat, 16 Februari 2018 14:36

Soetji Nurani sebagai Kelenteng Dewi Kwan Im

Bangunan tempat ibadah, berdiri megah di beberapa ruas jalan di Kota Banjarmasin. Salah satunya adalah…

Kamis, 15 Februari 2018 14:57

Fakta Menarik Di Balik Pesta Perkawinan Anak Bos Binuang

Publik Indonesia tersentak acara pernikahan Muhammad Prayudha anak pengusaha terkenal Tapin, Muhammad…

Rabu, 14 Februari 2018 15:14

Bauntung Evo 04, Mobil Hemat Energi Karya FT ULM

Shell Eco Marathon Asia 2018 akan dihelat 8-11 Maret mendatang di Changi Exhibition Center Singapore.…

Selasa, 13 Februari 2018 14:49

Kala Dekranasda Jawa Barat Kepincut Cara Mewarnai Sasirangan

Corak warna warni dan cara pewarnaan kain sasirangan yang unik membuat Ketua Dewan Kerajinan Nasional…

Senin, 12 Februari 2018 15:01

Melihat Aktivitas Akhir Pekan Anak Desa Nelayan Bajau Pulau Laut

Pernah kangen masa kecil lepas ceria, bermain tanpa harus menunduk melihat hape? Di pesisir Pulau Laut,…

Senin, 12 Februari 2018 12:50

Monolog Luka Persembahan Teater Dapur Kalsel

Luka tidak bicara tentang roman picisan. Tapi bicara tentang luka yang diderita bumi. Tempat kita lahir,…

Sabtu, 10 Februari 2018 14:39

Kiprah Urang Banua Menjadi Komisioner Komnas HAM

Sudah tiga bulan Hariansyah di ibu kota Jakarta mengemban tugas sebagai Wakil Ketua Bidang Internal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .