MANAGED BY:
SENIN
18 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Selasa, 05 Desember 2017 16:47
Diakui Hanya Rp150 Juta, Ke mana Uang Suap yang Rp100 Juta Lagi?
Muslih saat berada di Pengadilan Tipikor Banjarmasin

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Masih ada hal yang ganjil dalam fakta persidangan kasus suap PDAM Bandarmasih yang menghadirkan sembilan orang saksi pada Kamis (23/11) pekan lalu di Pengadilan Tipikor Banjarmasin. Salah satu yang masih misterius adalah jumlah uang suap yang diserahkan Direktur Operasional PT Chindra Santi Pratama Imam Purnama kepada Manajer Keuangan PDAM Bandarmasih, Trensis yang disebut nilainya Rp250 juta.

Namun dua terdakwa kasus suap tersebut Trensis dan Muslih membantah jumlah tersebut. Mereka kompak mengaku Rp150 juta.

Siapa yang berbohong?

Yang jelas, di persidangan lalu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari KPK menampilkan hubungan telepon antar Muslih dengan Imam Purnama. Dalam percakapannya ketika itu, Muslih menyampaikan memerlukan sokongan dana sebanyak Rp250 juta, namun tak dijelaskan soal apa.

Atas permintaan tersebut, Imam pun menyanggupinya. Uang Rp250 juta pun diserahkan kepada Trensis di kantor PDAM Bandarmasih. Di hadapan majelis hakim, Imam pun menegaskan uang tersebut bentuknya hanya pinjaman, bukan diberikan cuma-cuma.

Terlebih sebut Imam, uang tersebut pun diambil dari uang sakunya sendiri, bukan dari perusahaan tempatnya bekerja yakni PT Chindra Santi Pratama. Perusahaan ini adalah pemenang proyek pekerjaan pemasangan pipa PDAM Bandarmasih berdasarkan kontrak tanggal 30 Desember 2016 dengan nilai proyek sebesar Rp21 miliar. “Saya menyerahkan uang dengan tas hitam dengan total Rp250 juta. Tak kurang sedikit pun,” kata Imam.

Sedangkan Trensis selaku penerima uang dari Imam mengaku, uang yang diterimanya hanya Rp150 juta dengan dibungkus kresek hitam. “Uangnya hanya Rp150 juta, tak benar nilainya mencapai Rp250 juta,” bantah Trensis yang juga diiyakan Muslih.

Usai sidang, Trensis kepada Radar Banjarmasin menyatakan, dirinya tak mau berkomentar banyak soal itu. Yang pasti sebutnya uang tersebut hanya Rp150 juta. “Nanti di sidang pembelaan akan saya sampaikan,” tutur Trensis berlalu.

Sementara, Kuasa Hukum PT Chindra Santi Pratama, Ernawati menyatakan, uang yang diserahkan kliennya senilai Rp250 juta sesuai permintaan Terdakwa. “Biarkan hakim yang menilai. Pembicaraan dari rekaman hasil sadapan KPK juga menjadi bukti,” ujar Erna kemarin.

Erna sendiri menegaskan, meski selaku pemenang tender pemasangan pipa, PT Chindra Santi Pratama tak tahu menahu soal suap pemulusan Raperda Penyertaan Modal PDAM Bandarmasih ini. “Uang yang diserahkan pun milik pribadi Imam. Tak ada hubungan dengan perusahaan,” tegasnya.

JPU dari KPK, Kiki Ahmad Yani usai sidang lalu sempat bingung dengan selisih uang ini. Jika memang uang yang diserahkan saksi nilainya Rp250 juta, itu artinya ada Rp100 juta yang tak tahu rimbanya. “Akan ada sesi lagi untuk mengkonfrontir ini. Ke mana uang Rp100 juta itu raib jika benar ada. Ini akan terus kami kejar. Lucu juga ada dua pendapat yang berbeda,” kata Kiki.

Sidang sendiri akan dilanjutkan Kamis (7/12) nanti. Pada sidang nanti bakal dihadirkan sejumlah pejabat Pemko Banjarmasin yang dituding turut serta dalam penggodokan Raperda Penyertaan Modal PDAM Bandarmasih.

Kiki membeberkan, sidang lanjutan nanti akan dihadirkan lima orang saksi yang terdiri dari pejabat Pemko Banjarmasin dan ASN di DPRD Kota Banjarmasin. “Yang dijadikan saksi nanti tak lagi dari anggota DPRD Kota Banjarmasin, tapi dari pejabat Pemko dan staf DPRD Banjarmasin,” bebernya.

Diprediksi, para saksi dari pejabat Pemko Banjarmasin itu meliputi Sekdako Banjarmasin, Hamli Kursani, Kepala Bakeuda Kota Banjarmasin Subhan Noor Yaumil, Kabid Anggaran Bakeuda Kota Banjarmasin, Edi Wibowo, Kabag Hukum Setdako Banjarmasin Lukman Fadlun hingga Wakil Walikota Banjarmasin Hermansyah.

Hal ini dikuatkan saat penyidikan para saksi awal Oktober lalu di Mapolda Kalsel oleh KPK. Menarik ditunggu. Siapa saja yang bakal dihadirkan dan ke mana selisih uang Rp100 juta itu mengalir. Apakah para eksekutif juga merasakan aliran dana ini? (mof/ay/ran)


BACA JUGA

Minggu, 17 Februari 2019 16:33

Astaga..! Terbakarnya Ponpes Ummul Qura HSU Karena Ulah Iseng Santri

AMUNTAl - Penyebab terbakarnya Pondok Pesantren Ummul Qura di Desa…

Minggu, 17 Februari 2019 12:41

Ponpes Ummul Qura HSU Terbakar

AMUNTAI -- - Warga Desa Bayur Khusus di RT 04…

Minggu, 17 Februari 2019 09:34
BREAKING NEWS

Penghuni Kos Ditemukan Jadi Mayat

BANJARBARU --  Warga Jalan Angkasa, Kelurahan Syamsudin Noor, Kecamatan Landasan…

Sabtu, 16 Februari 2019 20:44

Geger!! Seorang Nenek Ditemukan Tak Bernyawa Didalam WC

BANJARMASIN-Warga Kelayan A Gang Papadaan Banjarmasin Selatan geger. Dikabarkan seseorang…

Sabtu, 16 Februari 2019 16:30

Asap Duta Mall Bukan Karena Apar, Tapi Karena ini

BANJARMASIN --  Pihak management Duta Mall Banjarmasin, angkat bicara terkait…

Sabtu, 16 Februari 2019 13:00
Breaking News

Ini Penyebab Kepulan Asap di Duta Mall Banjarmasin

BANJARMASIN - Telah terjadi konsleting listrik di ruang AHU mall…

Sabtu, 16 Februari 2019 12:31

Kepergok Warga, Spesialis Curanmor Banjarbaru Digaruk Polisi

BANJARBARU - Polsek Banjarbaru Barat berhasil mengungkapkan kasus pencurian kendaraan…

Sabtu, 16 Februari 2019 09:34

Panik dan Terdesak, Napi Coba Membuang Barang Bukti

BANJARBARU - Kondisi terdesak. Berbagai cara dihalalkan beberapa Napi untuk…

Sabtu, 16 Februari 2019 09:11

Ditinggal Makan, Pikup Najib Raib Dibawa Pria Misterius

BANJARMASIN - Ditinggal makan, sebuah pikup berplat KH 8595 NP…

Jumat, 15 Februari 2019 14:51

Ternyata Faktor Ini yang Membuat Tren Perceraian di Batola Meningkat

MARABAHAN - Memasuki tahun 2019, tren perceraian di Kabupaten Barito…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*