MANAGED BY:
MINGGU
17 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Rabu, 06 Desember 2017 12:00
Hujan Plus Drainase Buruk, Rumah Warga di Kuripan Calap
MELUAP: Norma warga di kawasan Jalan Kuripan Banjarmasin merapikan pakaian di atas meja ruang tengah. Hujan deras berjam-jam yang mengguyur kawasan Kota Banjarmasin pada Selasa (5/12) dini hari membuat sebagian rumah penduduk dipenuhi luapan air.

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Setiap diguyur hujan deras, ruas-ruas jalan di Banjarmasin pasti tergenang. Masalah menahun ini muncul berkat kombinasi drainase yang pampat, curah hujan tinggi, dan permukaan Sungai Martapura yang terus naik.

Ruas jalan yang langganan terendam antara lain Jalan Kolonel Sugiono, Lambung Mangkurat, Sudirman, Jalan Manggis, Kawasan Bumi Mas, Kebun Bunga, Pangeran Antasari, dan Jalan Ahmad Yani kilometer satu, Kayu Tangi, serta Kuripan. Tinggi genangan berkisar antara 10 sampai 30 sentimeter.

Contohnya, genangan air masuk ke dalam rumah-rumah warga yang berada di Jalan Kuripan. Rumah David yang tepat berada di pertigaan A Yani dan Kuripan bahkan harus tergenang air lebih dari 30 centimeter.

Sudah jatuh tertimpa tangga, itulah umpama yang pas untuk David. Rumahnya yang tergenang air pada Selasa (5/12) dini hari membuat pembantu rumah tangganya kabur. “Air pas naik subuh jam 5, Juju pembantu saya kabur. Lucu juga. Mungkin dia syok,” ceritanya, ketika ditemui di rumah, kemarin siang.

Perabot di rumah David jangan ditanya lagi, sudah pasti terendam. Kulkas, kasur, mesin cuci, bahkan ranjang hidraulis yang baru dibelinya terancam rusak karena sempat terendam air. “Aduh saya nggak tahu berfungsi apa tidak. Yang penting air ini keluar dulu dari rumah saya,” katanya.

Saat air masuk ke dalam rumah, ia bersama istri, kedua anaknya, serta pembantu rumah tangga sedang tidur. Ia baru sadar air masuk saat perabotan mengapung.

Kejadian seperti ini sudah pernah terjadi di rumah David empat tahun silam. Penyebabnya pembangunan flyover. Ketika itu drainase pampat karena pembangunan. Tapi, genangan kembali terjadi kemarin. “Ini Sungai A Yani nggak dikeruk,” tebaknya.

Supaya rumahnya terbebas dari genangan air, David terpaksa menyedot air menggunakan mesin dan membuangnya ke Sungai A Yani. Ia berharap pemerintah tanggap dengan kejadian ini. “Semoga ada normalisasi sungai atau perbaikan drainase. Kalau hujan rumah kami selalu calap. Tetapi kali ini paling parah,” ujarnya.

Harapan serupa juga disampaikan Yose. Warga Kuripan Gang 6 ini mengaku tak bisa melakukan aktivitas apapun ketika rumahnya banjir. “Ini berdekatan Natal. Kami sedih kalau banjir begini,” katanya.

Curah hujan dan ketinggian muka sungai selalu dipantau per jam oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Banjarmasin. Menggunakan data telemetri, deteksi dini sebenarnya bisa dilakukan. Dua hari lalu, curah hujan di Banjarmasin terpantau 50 milimeter. Terlebih ketinggian muka Sungai Martapura bisa mencapai 2,3 meter.

Sebagai bentuk upaya menanggulangi luapan air di sejumlah titik pada jalan raya, Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang Kota Banjarmasin tepatnya Bidang Sungai telah melakukan normalisasi pada sejumlah sungai. Antara lain sungai Hikmah Banua, Sungai Guring, Sungai Manggis, Sungai Simpang Jelai, dan Sungai Sipai. 

Kepala Bidang Sungai dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang (DPUPR) Kota Banjarmasin, Joko Pitoyo mengatakan sejumlah ruas jalan sudah berkurang luapan air karena drainase telah diperbaiki. Selain itu sejumlah aliran dari saluran terbuka juga dibersihkan dan dibuka agar mengalir ke sungai. 

Joko mengakui persentase penanganan luapan atau genangan air di Banjarmasin baru 30 persen. “Di sejumlah sungai memang belum bisa dilakukan normalisasi secara keseluruhan. Perlu ada perencanaan yang matang, semisal menetapkan pelebaran dan kedalaman sungai,” katanya. Namun, Banjarmasin sering kali berada pada kondisi di mana air sungai pasang surut. Apabila hujan dan bersamaan dengan air pasang maka daya tampung tidak mencukupi. Berbeda saat hujan namun air surut maka tidak akan ada luapan.(eka/az/dye)


BACA JUGA

Sabtu, 16 Desember 2017 11:56

Tiap Tahun 15 Miliar Pohon Lenyap

BATULICIN - Hutan di Indonesia sudah masuk kategori kritis. Dalam jurnal terbaru, setiap tahunnya…

Sabtu, 16 Desember 2017 11:54

Besok, SMPC Digelar di RTH Pasar Minggu

BATULICIN - Kegiatan Senam Minggu Pagi Ceria (SMPC) akan kembali digelar Minggu (17/12), di Ruang…

Sabtu, 16 Desember 2017 11:50

Permudah Sistem Pengelolaan Keuangan Daerah

BATULICIN - Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Tanah Bumbu menggelar Sosialisasi…

Jumat, 15 Desember 2017 15:59

SMS Ancaman Gagal Halangi Angket

MARTAPURA - Sebuah SMS dikirimkan seseorang ke handphone H Akhmad Rozani. Isinya adalah ancaman kepada…

Jumat, 15 Desember 2017 15:26

Truk Besar Masih Kuasai Jalan Trikora

BANJARBARU - Belum ada tindakan dari instansi terkait, Bundaran Trikora berdekatan dengan Masjid Agung…

Jumat, 15 Desember 2017 15:19

Fokus Penguatan Kader Lingkungan

BANJARBARU - Para kader lingkungan Banjarbaru Go Green and Clean Kamis (14/12) kemarin mendapatkan penghargaan…

Jumat, 15 Desember 2017 15:15

Ciptakan Rasa Aman Bagi Masyarakat

BATULICIN - DPRD Tanbu menyetujui Raperda Penanggulangan Prostitusi, Perumahan dan Permukiman menjadi…

Jumat, 15 Desember 2017 15:15

Pantau Persiapan Penilaian Akreditasi

BATULICIN - RSUD dr H Andi Abdurrahman Noor Kabupaten Tanah Bumbu sedang mempersiapkan diri untuk mendapatkan…

Jumat, 15 Desember 2017 15:14

Bangun Rumah Tahfiz di Tiap Desa

BATULICIN - Wakil Bupati Tanah Bumbu H Sudian Noor mengatakan untuk mencegah kerusakan mental generasi…

Jumat, 15 Desember 2017 15:13

Penyandang Disabilitas Berat Terima Bantuan

BATULICIN - Penyandang disabilitas berat di Kabupaten Tanah Bumbu mendapat perhatian penuh dari pemerintah.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .