MANAGED BY:
KAMIS
16 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Rabu, 06 Desember 2017 14:33
Air Laut Meninggi, Sebagian Wilayah Kotabaru Terendam
WASPADA AIR PASANG: Air pasang meluap hingga ke jalanan kota di Kotabaru, tadi malam. Tempat wisata Siring Laut yang tepat berada di pesisir depan kantor bupati terendam hingga hampir mencapai lutut orang dewasa.

PROKAL.CO, KOTABARU - Akhir tahun, warga pesisir kota Pulau Laut was-was karena air pasang menggenangi hingga permukiman. Air laut masuk ke beberapa rumah yang berada di pesisir, juga di jalan pusat kota.

Dari pantauan Radar Banjarmasin, tadi malam (5/12), air laut naik ke darat sekitar pukul 18.00, dan terus meninggi hingga pukul 19.00. Dampaknya tempat wisata Siring Laut yang tepat berada di pesisir depan kantor bupati terendam hingga hampir mencapai lutut orang dewasa di beberapa titik.

Air laut juga menggenangi beberapa ruas jalan utama. Bahkan, rumah yang berada di sekitar muara sungai juga terendam. Fenomena ini membuat warga yang rumahnya tergenang memilih berada di luar rumah, menunggu air surut.

Warga pesisir Kotabaru sudah biasa menghadapi fenomena tahunan ini. Kata mereka air pasang laut memang tinggi setiap Desember. Namun tidak lama. "Biasanya awal bulan, tiga hari. Nanti pertengahan atau akhir bulan, iya lagi," kata Fathul Jannah.

Sementara itu, Tagana, Basarnas, BPBD dan petugas lainnya terus memantau situasi di lapangan. Mereka menyebar ke beberapa titik di kawasan pesisir padat penduduk. Imbauan agar warga berhati-hati korsleting diumumkan.

Pasang air laut berdampak juga pada penghasilan puluhan pedagang di Siring Laut. "Sepi, pemasukan kami turun delapan puluh persen. Soalnya, orang malas ke sini gara-gara banjir," kata Yanto pedagang nasi lalapan diamini Suratmin pedagang bakso.

"Kalau saya stabil saja. Soalnya kan langganan tinggi malam baru datang," timpal Pade Moncrot, pedagang minuman hangat tradisional.

Kepala Dinas Pariwisata Kotabaru, Khairian Ansyari terlihat memantau kondisi Siring Laut. Saat itu, lepas Magrib terjadi korsleting pada kabel listrik di sana. Petugas PLN tampak memperbaiki kerusakan. Tidak lama, aliran berhasil diperbaiki.

"Untuk jangka pendek kami menjaga agar tidak terjadi sesuatu yang mengancam keselamatan. Tapi jangka panjang kami akan cari solusi supaya nanti kawasan ini tidak tergenang," ujar Khairian

Air laut berangsur surut pada pukul 20.30. Menyisakan sampah-sampah pada beberapa ruas. "Semoga nanti ada solusi, misalnya gorong-gorong diperbesar dan ditinggikan, atau bagaimana. Karena ini terjadi setiap tahun," kata Sapriansyah warga pusat kota.

Sementara itu, Prakirawan Stasiun Metereologi Klas II Syamsuddin Noor, Purwo Aji Setiawan mengatakan pantauan (Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika) BMKG ketinggian gelombang laut belum mencapai taraf ekstrem.

Prakiraan cuaca kelautan dari Stamet, Selasa pagi hingga Rabu pagi, kecepatan angin di Perairan Kotabaru mencapai 2-10 knot. Dengan ketinggian gelombang berkisar antara 0,1-0,5 meter. Sedangkan dari Rabu pagi hingga Kamis pagi, memang ada sedikit peningkatan di Perairan Kotabaru. Kecepatan angin berkisar 3-15 knot. Dengan gelombang laut setinggi 0,2-0,75 meter.
Masih normal, artinya BMKG belum perlu mengeluarkan peringatan dini bencana. "Kurang dari ketinggian 1,25 meter, gelombangnya masih terkategori rendah," pungkas Purwo.

Sementara pantauan Stasiun Klimatologi Klas I Banjarbaru, Kalsel memang telah memasuki musim hujan sejak akhir Oktober kemarin. Terkecuali Pulau Laut di Kabupaten Kotabaru yang telat memasuki musim hujan per akhir November tadi.

"Dari prakiraan bulanan kami, puncak musim hujan memang Desember ini. Dan kemarau bisa tiba lebih cepat pada Maret mendatang," jelas Kasi Data dan Informasi Staklim, Miftahul Munir. (zal/fud/ay/ran)


BACA JUGA

Kamis, 16 Agustus 2018 13:05

Lebih Kecil, tapi Lebih Canggih

BANJARMASIN - Kontrak proyek Air Mancur Menari di Taman Kamboja diteken kemarin (15/8). Ditargetkan,…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:57

Tua dan Muda Menjaga Marwah Musik Melayu Banjar

SEPEKAN penuh, Taman Budaya Kalsel riuh oleh Festival Karasminan Banua Seribu Sungai. Banua Raya Symphony…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:52

Terancam Tinggal Patung

Pada Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN), 10 Agustus tadi. Kami mengunjungi pojok Kelurahan Mantuil,…

Kamis, 16 Agustus 2018 11:54

Helm Tukang Ojek Ditarik

BANJARMASIN - Hari Polisi Wanita Nasional (Polwan) yang ke 70 sebentar lagi tiba. Biasanya berbagai…

Kamis, 16 Agustus 2018 09:51

Siswa Al-Azhar 37 Banjarbaru Belajar Bertani ke SMK Pertanian Banjarbaru

BANJARBARU - Sekolah Menengah Kejuruan - Pertanian Pembangunan (SMKPP) Negeri Banjarbaru, sebagai…

Rabu, 15 Agustus 2018 14:47

Ratusan ASN Pemkab Tabalong Puluhan Tahun Tak Pernah Disanksi Disiplin

TANJUNG – Sebanyak 202 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Tabalong…

Rabu, 15 Agustus 2018 11:15

Ustaz Abdul Somad Datang, Pegawai Pemko Banjarbaru Pulang Cepat

BANJARBARU - Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani mengeluarkan surat edaran meminta agar pegawai lingkup…

Rabu, 15 Agustus 2018 09:46

Kok Bisa..? Jelang Idul Adha, Penjualan Sapi RPH Merosot 50 Persen

Sepekan jelang Idul Adha, bukannya bergembira, pedagang sapi di RPH (Rumah Potong Hewan) Mantuil malah…

Rabu, 15 Agustus 2018 09:41

Jangan Tergiur Murah, Ini Panduan Memilih Hewan Kurban

STOK sapi di Banjarmasin menjelang Idul Adha akan mencapai 2.800 ekor. Di mana 860 ekornya dipasok oleh…

Rabu, 15 Agustus 2018 09:33

Sambut Kemerdekaan, Warga Hias Jalan di Kampung Bunga

BANJARMASIN – Peringatan hari kemerdekaan selalu menjadi momen spesial bagi warga kota. Berbagai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .