MANAGED BY:
MINGGU
17 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Rabu, 06 Desember 2017 14:33
Air Laut Meninggi, Sebagian Wilayah Kotabaru Terendam
WASPADA AIR PASANG: Air pasang meluap hingga ke jalanan kota di Kotabaru, tadi malam. Tempat wisata Siring Laut yang tepat berada di pesisir depan kantor bupati terendam hingga hampir mencapai lutut orang dewasa.

PROKAL.CO, KOTABARU - Akhir tahun, warga pesisir kota Pulau Laut was-was karena air pasang menggenangi hingga permukiman. Air laut masuk ke beberapa rumah yang berada di pesisir, juga di jalan pusat kota.

Dari pantauan Radar Banjarmasin, tadi malam (5/12), air laut naik ke darat sekitar pukul 18.00, dan terus meninggi hingga pukul 19.00. Dampaknya tempat wisata Siring Laut yang tepat berada di pesisir depan kantor bupati terendam hingga hampir mencapai lutut orang dewasa di beberapa titik.

Air laut juga menggenangi beberapa ruas jalan utama. Bahkan, rumah yang berada di sekitar muara sungai juga terendam. Fenomena ini membuat warga yang rumahnya tergenang memilih berada di luar rumah, menunggu air surut.

Warga pesisir Kotabaru sudah biasa menghadapi fenomena tahunan ini. Kata mereka air pasang laut memang tinggi setiap Desember. Namun tidak lama. "Biasanya awal bulan, tiga hari. Nanti pertengahan atau akhir bulan, iya lagi," kata Fathul Jannah.

Sementara itu, Tagana, Basarnas, BPBD dan petugas lainnya terus memantau situasi di lapangan. Mereka menyebar ke beberapa titik di kawasan pesisir padat penduduk. Imbauan agar warga berhati-hati korsleting diumumkan.

Pasang air laut berdampak juga pada penghasilan puluhan pedagang di Siring Laut. "Sepi, pemasukan kami turun delapan puluh persen. Soalnya, orang malas ke sini gara-gara banjir," kata Yanto pedagang nasi lalapan diamini Suratmin pedagang bakso.

"Kalau saya stabil saja. Soalnya kan langganan tinggi malam baru datang," timpal Pade Moncrot, pedagang minuman hangat tradisional.

Kepala Dinas Pariwisata Kotabaru, Khairian Ansyari terlihat memantau kondisi Siring Laut. Saat itu, lepas Magrib terjadi korsleting pada kabel listrik di sana. Petugas PLN tampak memperbaiki kerusakan. Tidak lama, aliran berhasil diperbaiki.

"Untuk jangka pendek kami menjaga agar tidak terjadi sesuatu yang mengancam keselamatan. Tapi jangka panjang kami akan cari solusi supaya nanti kawasan ini tidak tergenang," ujar Khairian

Air laut berangsur surut pada pukul 20.30. Menyisakan sampah-sampah pada beberapa ruas. "Semoga nanti ada solusi, misalnya gorong-gorong diperbesar dan ditinggikan, atau bagaimana. Karena ini terjadi setiap tahun," kata Sapriansyah warga pusat kota.

Sementara itu, Prakirawan Stasiun Metereologi Klas II Syamsuddin Noor, Purwo Aji Setiawan mengatakan pantauan (Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika) BMKG ketinggian gelombang laut belum mencapai taraf ekstrem.

Prakiraan cuaca kelautan dari Stamet, Selasa pagi hingga Rabu pagi, kecepatan angin di Perairan Kotabaru mencapai 2-10 knot. Dengan ketinggian gelombang berkisar antara 0,1-0,5 meter. Sedangkan dari Rabu pagi hingga Kamis pagi, memang ada sedikit peningkatan di Perairan Kotabaru. Kecepatan angin berkisar 3-15 knot. Dengan gelombang laut setinggi 0,2-0,75 meter.
Masih normal, artinya BMKG belum perlu mengeluarkan peringatan dini bencana. "Kurang dari ketinggian 1,25 meter, gelombangnya masih terkategori rendah," pungkas Purwo.

Sementara pantauan Stasiun Klimatologi Klas I Banjarbaru, Kalsel memang telah memasuki musim hujan sejak akhir Oktober kemarin. Terkecuali Pulau Laut di Kabupaten Kotabaru yang telat memasuki musim hujan per akhir November tadi.

"Dari prakiraan bulanan kami, puncak musim hujan memang Desember ini. Dan kemarau bisa tiba lebih cepat pada Maret mendatang," jelas Kasi Data dan Informasi Staklim, Miftahul Munir. (zal/fud/ay/ran)


BACA JUGA

Sabtu, 16 Desember 2017 15:08

Memilih Pejabat, Nadjmi: Bukan karena Teman, Apalagi Bayaran

BANJARBARU - Sebanyak 21 nama peserta pemilihan jabatan pimpinan tinggi pratama yang lolos tiga besar…

Sabtu, 16 Desember 2017 15:05

Tahun ini Penyerahan Bantuan Alat Tangkap Ikan Tak Selesai

BANJARBARU – Penyerahan ribuan paket bantuan alat tangkap ikan (API) dari Kementerian Perikanan…

Sabtu, 16 Desember 2017 14:54

Alhamdulillah, Banjir di HSS Akhirnya Surut

KANDANGAN – Jalan empat kecamatan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS); jalan di Kecamatan Kandangan,…

Sabtu, 16 Desember 2017 11:56

PRIHATIN..!!! Tiap Tahun 15 Miliar Pohon Lenyap

BATULICIN - Hutan di Indonesia sudah masuk kategori kritis. Dalam jurnal terbaru, setiap tahunnya…

Sabtu, 16 Desember 2017 11:54

Besok, SMPC Digelar di RTH Pasar Minggu

BATULICIN - Kegiatan Senam Minggu Pagi Ceria (SMPC) akan kembali digelar Minggu (17/12), di Ruang…

Sabtu, 16 Desember 2017 11:50

Permudah Sistem Pengelolaan Keuangan Daerah

BATULICIN - Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Tanah Bumbu menggelar Sosialisasi…

Jumat, 15 Desember 2017 15:59

SMS Ancaman Gagal Halangi Angket

MARTAPURA - Sebuah SMS dikirimkan seseorang ke handphone H Akhmad Rozani. Isinya adalah ancaman kepada…

Jumat, 15 Desember 2017 15:26

Truk Besar Masih Kuasai Jalan Trikora

BANJARBARU - Belum ada tindakan dari instansi terkait, Bundaran Trikora berdekatan dengan Masjid Agung…

Jumat, 15 Desember 2017 15:19

Fokus Penguatan Kader Lingkungan

BANJARBARU - Para kader lingkungan Banjarbaru Go Green and Clean Kamis (14/12) kemarin mendapatkan penghargaan…

Jumat, 15 Desember 2017 15:15

Ciptakan Rasa Aman Bagi Masyarakat

BATULICIN - DPRD Tanbu menyetujui Raperda Penanggulangan Prostitusi, Perumahan dan Permukiman menjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .