MANAGED BY:
RABU
24 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Rabu, 06 Desember 2017 14:33
Air Laut Meninggi, Sebagian Wilayah Kotabaru Terendam
WASPADA AIR PASANG: Air pasang meluap hingga ke jalanan kota di Kotabaru, tadi malam. Tempat wisata Siring Laut yang tepat berada di pesisir depan kantor bupati terendam hingga hampir mencapai lutut orang dewasa.

PROKAL.CO, KOTABARU - Akhir tahun, warga pesisir kota Pulau Laut was-was karena air pasang menggenangi hingga permukiman. Air laut masuk ke beberapa rumah yang berada di pesisir, juga di jalan pusat kota.

Dari pantauan Radar Banjarmasin, tadi malam (5/12), air laut naik ke darat sekitar pukul 18.00, dan terus meninggi hingga pukul 19.00. Dampaknya tempat wisata Siring Laut yang tepat berada di pesisir depan kantor bupati terendam hingga hampir mencapai lutut orang dewasa di beberapa titik.

Air laut juga menggenangi beberapa ruas jalan utama. Bahkan, rumah yang berada di sekitar muara sungai juga terendam. Fenomena ini membuat warga yang rumahnya tergenang memilih berada di luar rumah, menunggu air surut.

Warga pesisir Kotabaru sudah biasa menghadapi fenomena tahunan ini. Kata mereka air pasang laut memang tinggi setiap Desember. Namun tidak lama. "Biasanya awal bulan, tiga hari. Nanti pertengahan atau akhir bulan, iya lagi," kata Fathul Jannah.

Sementara itu, Tagana, Basarnas, BPBD dan petugas lainnya terus memantau situasi di lapangan. Mereka menyebar ke beberapa titik di kawasan pesisir padat penduduk. Imbauan agar warga berhati-hati korsleting diumumkan.

Pasang air laut berdampak juga pada penghasilan puluhan pedagang di Siring Laut. "Sepi, pemasukan kami turun delapan puluh persen. Soalnya, orang malas ke sini gara-gara banjir," kata Yanto pedagang nasi lalapan diamini Suratmin pedagang bakso.

"Kalau saya stabil saja. Soalnya kan langganan tinggi malam baru datang," timpal Pade Moncrot, pedagang minuman hangat tradisional.

Kepala Dinas Pariwisata Kotabaru, Khairian Ansyari terlihat memantau kondisi Siring Laut. Saat itu, lepas Magrib terjadi korsleting pada kabel listrik di sana. Petugas PLN tampak memperbaiki kerusakan. Tidak lama, aliran berhasil diperbaiki.

"Untuk jangka pendek kami menjaga agar tidak terjadi sesuatu yang mengancam keselamatan. Tapi jangka panjang kami akan cari solusi supaya nanti kawasan ini tidak tergenang," ujar Khairian

Air laut berangsur surut pada pukul 20.30. Menyisakan sampah-sampah pada beberapa ruas. "Semoga nanti ada solusi, misalnya gorong-gorong diperbesar dan ditinggikan, atau bagaimana. Karena ini terjadi setiap tahun," kata Sapriansyah warga pusat kota.

Sementara itu, Prakirawan Stasiun Metereologi Klas II Syamsuddin Noor, Purwo Aji Setiawan mengatakan pantauan (Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika) BMKG ketinggian gelombang laut belum mencapai taraf ekstrem.

Prakiraan cuaca kelautan dari Stamet, Selasa pagi hingga Rabu pagi, kecepatan angin di Perairan Kotabaru mencapai 2-10 knot. Dengan ketinggian gelombang berkisar antara 0,1-0,5 meter. Sedangkan dari Rabu pagi hingga Kamis pagi, memang ada sedikit peningkatan di Perairan Kotabaru. Kecepatan angin berkisar 3-15 knot. Dengan gelombang laut setinggi 0,2-0,75 meter.
Masih normal, artinya BMKG belum perlu mengeluarkan peringatan dini bencana. "Kurang dari ketinggian 1,25 meter, gelombangnya masih terkategori rendah," pungkas Purwo.

Sementara pantauan Stasiun Klimatologi Klas I Banjarbaru, Kalsel memang telah memasuki musim hujan sejak akhir Oktober kemarin. Terkecuali Pulau Laut di Kabupaten Kotabaru yang telat memasuki musim hujan per akhir November tadi.

"Dari prakiraan bulanan kami, puncak musim hujan memang Desember ini. Dan kemarau bisa tiba lebih cepat pada Maret mendatang," jelas Kasi Data dan Informasi Staklim, Miftahul Munir. (zal/fud/ay/ran)


BACA JUGA

Rabu, 24 Oktober 2018 06:41
Parlementaria Banjarbaru

DPRD: Santri di Banjarbaru Harus Melek Politik

BANJARBARU -- Hari Santri Nasional ditetapkan sebagai wujud pengakuan Pemerintah terhadap peran besar…

Rabu, 24 Oktober 2018 06:38
Berita Banjarbaru

Bersih-bersih Sekaligus Deklarasikan Kampanye Damai

BANJARBARU - Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani bersama istrinya Ririen Nadjmi Adhani, Sabtu (20/10)…

Rabu, 24 Oktober 2018 06:32
Berita Tanah Bumbu

Susun APBD, ini Formula Rahasia Keuangan Pemkab Tanbu

BATULICIN - Saat ini, Pemkab Tanbu memasuki masa penyusunan APBD.  Di titik inilah bagaimana pemerintah…

Rabu, 24 Oktober 2018 06:27
Berita Tanah Bumbu

Hebat, Tanbu Mendapat Anugerah KASN 2018

BATULICIN - Pemkab Tanbu kembali menorehkan prestasi di tingkat Nasional dengan memboyong penghargaan…

Selasa, 23 Oktober 2018 20:03

Jangan Pasang Poster Politik Sembarang Tempat

BANJARMASIN – Berbagai atribut kampanye mulai menghiasi sudut kota. Sayangnya, semua terkesan…

Selasa, 23 Oktober 2018 19:52

Rawan Penyimpangan, Dana Kelurahan Masih Tarik Ulur Ditahun Politik

BANJARMASIN - Pencairan dana kelurahan akan dimulai tahun depan. Anggaran sebesar Rp 3 triliun pun sudah…

Selasa, 23 Oktober 2018 19:47

Pengumuman Hasil Tes CPNS Diundur

BANJARMASIN - Batas akhir pengumuman kelulusan seleksi administrasi rekrutmen CPNS sejatinya Minggu…

Selasa, 23 Oktober 2018 19:44

Waduh, Ribuan Pelamar CPNS di Kalsel Gugur Gara-gara ini

BANJARMASIN - Sebanyak 1.354 pelamar gugur dalam seleksi administrasi rekruitmen CPNS Pemprov Kalsel.…

Selasa, 23 Oktober 2018 19:31

Pedagang Pasar Bauntung Bantah Tudingan Sekda Banjarbaru

BANJARBARU - Polemik soal rencana relokasi pasar Bauntung Banjarbaru belum juga sirna. Sebagian pedagang…

Selasa, 23 Oktober 2018 16:01

PAUD Amalia Belajar Mengenal Tanaman di SMK Pertanian Banjarbaru

BANJARBARU -Usia dini khususnya bagi anak-anak Pendidikan Usia Dini (PAUD) merupakan usia tumbuh kembang,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .