MANAGED BY:
MINGGU
17 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Kamis, 07 Desember 2017 15:34
Buka Tutup Pintu Air Jadi Solusi Masalah "Calap" di Banjarmasin
CALAP: Inilah kondisi Banjarmasin ketika air pasang disertai curah hujan yang tinggi. Beberapa ruas kota terendam, Selasa (5/12) lalu.

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Setiap diguyur hujan deras, ruas-ruas jalan di Banjarmasin pasti tergenang. Masalah menahun ini muncul berkat kombinasi drainase yang mampet, curah hujan tinggi, dan permukaan Sungai Martapura yang terus naik.

Bahkan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Banjarmasin mencatat tinggi permukaan air Sungai Marapura sudah mencapai 2,5 meter. Terlebih, puncak tinggi air 2,6 meter. Hanya 0,1 meter dari tinggi puncak permukaan air sungai.

“Curah hujan pada Selasa (5/12) dini hari pukul 04:00 Wita memang sangat tinggi,  mencapai 25,4 milimeter. Air meluber ke ruas jalan di Banjarmasin,  bahkan pemukiman warga. Air pasang di atas permukaan sungai itu 2,5 meter. Jadi air meluber. Tanpa hujan saja, kalau air pasang sudah ke bibir jalan apalagi dengan debit hujan yang tinggi,” jelas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Banjarmasin, Gusti Ridwan Sofyani, di Balai Kota Banjarmasin, kemarin.

Ruas jalan yang langganan terendam antara lain Jalan Kolonel Sugiono, Lambung Mangkurat, Sudirman, Manggis, Bumi Mas, Kebun Bunga, Pangeran Antasari, Jalan Ahmad Yani Kilometer Satu, Kayu Tangi, dan Kuripan. Tinggi genangan berkisar antara 10 sampai 30 sentimeter.

Dampak terdekat, lalu lintas sudah pasti tersendat. Dalam jangka panjang, genangan punya daya bagus dalam hal merusak aspal. Kontur Banjarmasin memang rendah. Berada pada 16 sentimeter di bawah permukaan laut. Mengapa hanya genangan dan bukan banjir yang menyerang, Banjarmasin tertolong Sungai Martapura yang berfungsi sebagai drainase raksasa. Sebaliknya, ketika curah hujan tinggi, Sungai Martapura dalam kondisi pasang, genangan atau banjir kecil-kecilan tidak terelakkan.

Menurut Ridwan, satu-satunya solusi untuk membebaskan Banjarmasin, membuat pintu air seperti di Belanda. Meski demikian, kecil kemungkinan untuk merealisasikannya. Di samping alasan anggaran yang begitu besar mencapai Rp1 triliun. Kondisi Sungai Martapura sebagai salah satu jalur transportasi sungai menyebabkan sulit menerapkan pintu air di Banjarmasin.

“Kalau air pasang tinggal tutup saja. Tapi susah, transportasi kita masih bergantung dengan sungai,” pungkasnya.

Selain faktor alam, sebenarnya masih ada yang bisa dikerjakan. Banyak ruas jalan tergenang karena sistem drainasenya yang memang buruk. Mampet karena tumpukan sampah atau lumpur. Sebagai bentuk upaya menanggulangi luapan air di sejumlah titik pada jalan raya, Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang Kota Banjarmasin,  tepatnya Bidang Sungai,  telah melakukan normalisasi pada sejumlah sungai. Di antaranya sungai Hikmah Banua, Sungai Guring, Sungai Manggis, Sungai Simpang Jelai, dan Sungai Sipai. 

“Di Banjarmasin hanya calap, biasanya cepat turunnya. Kalau airnya lambat turun berarti drainasenya ada masalah,” katanya.

Anggota Komisi III DPRD Kota Banjarmasin, A Zainal Hakim berharap jika pemerintah mampu menyelesaikan persoalan tersebut. Menurutnya, penanganan drainase yang benar dan normalisasi sungai mampu menyelesaikan permasalahan calap. “Kalau dilaksanakan normalisasi dan perbaikan drainse,  saya yakin Banjarmasin bebas calap. (eka)


BACA JUGA

Sabtu, 16 Desember 2017 15:08

Memilih Pejabat, Nadjmi: Bukan karena Teman, Apalagi Bayaran

BANJARBARU - Sebanyak 21 nama peserta pemilihan jabatan pimpinan tinggi pratama yang lolos tiga besar…

Sabtu, 16 Desember 2017 15:05

Tahun ini Penyerahan Bantuan Alat Tangkap Ikan Tak Selesai

BANJARBARU – Penyerahan ribuan paket bantuan alat tangkap ikan (API) dari Kementerian Perikanan…

Sabtu, 16 Desember 2017 11:56

PRIHATIN..!!! Tiap Tahun 15 Miliar Pohon Lenyap

BATULICIN - Hutan di Indonesia sudah masuk kategori kritis. Dalam jurnal terbaru, setiap tahunnya…

Sabtu, 16 Desember 2017 11:54

Besok, SMPC Digelar di RTH Pasar Minggu

BATULICIN - Kegiatan Senam Minggu Pagi Ceria (SMPC) akan kembali digelar Minggu (17/12), di Ruang…

Sabtu, 16 Desember 2017 11:50

Permudah Sistem Pengelolaan Keuangan Daerah

BATULICIN - Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Tanah Bumbu menggelar Sosialisasi…

Jumat, 15 Desember 2017 15:59

SMS Ancaman Gagal Halangi Angket

MARTAPURA - Sebuah SMS dikirimkan seseorang ke handphone H Akhmad Rozani. Isinya adalah ancaman kepada…

Jumat, 15 Desember 2017 15:26

Truk Besar Masih Kuasai Jalan Trikora

BANJARBARU - Belum ada tindakan dari instansi terkait, Bundaran Trikora berdekatan dengan Masjid Agung…

Jumat, 15 Desember 2017 15:19

Fokus Penguatan Kader Lingkungan

BANJARBARU - Para kader lingkungan Banjarbaru Go Green and Clean Kamis (14/12) kemarin mendapatkan penghargaan…

Jumat, 15 Desember 2017 15:15

Ciptakan Rasa Aman Bagi Masyarakat

BATULICIN - DPRD Tanbu menyetujui Raperda Penanggulangan Prostitusi, Perumahan dan Permukiman menjadi…

Jumat, 15 Desember 2017 15:15

Pantau Persiapan Penilaian Akreditasi

BATULICIN - RSUD dr H Andi Abdurrahman Noor Kabupaten Tanah Bumbu sedang mempersiapkan diri untuk mendapatkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .