MANAGED BY:
MINGGU
22 JULI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Kamis, 07 Desember 2017 15:34
Buka Tutup Pintu Air Jadi Solusi Masalah "Calap" di Banjarmasin
CALAP: Inilah kondisi Banjarmasin ketika air pasang disertai curah hujan yang tinggi. Beberapa ruas kota terendam, Selasa (5/12) lalu.

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Setiap diguyur hujan deras, ruas-ruas jalan di Banjarmasin pasti tergenang. Masalah menahun ini muncul berkat kombinasi drainase yang mampet, curah hujan tinggi, dan permukaan Sungai Martapura yang terus naik.

Bahkan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Banjarmasin mencatat tinggi permukaan air Sungai Marapura sudah mencapai 2,5 meter. Terlebih, puncak tinggi air 2,6 meter. Hanya 0,1 meter dari tinggi puncak permukaan air sungai.

“Curah hujan pada Selasa (5/12) dini hari pukul 04:00 Wita memang sangat tinggi,  mencapai 25,4 milimeter. Air meluber ke ruas jalan di Banjarmasin,  bahkan pemukiman warga. Air pasang di atas permukaan sungai itu 2,5 meter. Jadi air meluber. Tanpa hujan saja, kalau air pasang sudah ke bibir jalan apalagi dengan debit hujan yang tinggi,” jelas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Banjarmasin, Gusti Ridwan Sofyani, di Balai Kota Banjarmasin, kemarin.

Ruas jalan yang langganan terendam antara lain Jalan Kolonel Sugiono, Lambung Mangkurat, Sudirman, Manggis, Bumi Mas, Kebun Bunga, Pangeran Antasari, Jalan Ahmad Yani Kilometer Satu, Kayu Tangi, dan Kuripan. Tinggi genangan berkisar antara 10 sampai 30 sentimeter.

Dampak terdekat, lalu lintas sudah pasti tersendat. Dalam jangka panjang, genangan punya daya bagus dalam hal merusak aspal. Kontur Banjarmasin memang rendah. Berada pada 16 sentimeter di bawah permukaan laut. Mengapa hanya genangan dan bukan banjir yang menyerang, Banjarmasin tertolong Sungai Martapura yang berfungsi sebagai drainase raksasa. Sebaliknya, ketika curah hujan tinggi, Sungai Martapura dalam kondisi pasang, genangan atau banjir kecil-kecilan tidak terelakkan.

Menurut Ridwan, satu-satunya solusi untuk membebaskan Banjarmasin, membuat pintu air seperti di Belanda. Meski demikian, kecil kemungkinan untuk merealisasikannya. Di samping alasan anggaran yang begitu besar mencapai Rp1 triliun. Kondisi Sungai Martapura sebagai salah satu jalur transportasi sungai menyebabkan sulit menerapkan pintu air di Banjarmasin.

“Kalau air pasang tinggal tutup saja. Tapi susah, transportasi kita masih bergantung dengan sungai,” pungkasnya.

Selain faktor alam, sebenarnya masih ada yang bisa dikerjakan. Banyak ruas jalan tergenang karena sistem drainasenya yang memang buruk. Mampet karena tumpukan sampah atau lumpur. Sebagai bentuk upaya menanggulangi luapan air di sejumlah titik pada jalan raya, Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang Kota Banjarmasin,  tepatnya Bidang Sungai,  telah melakukan normalisasi pada sejumlah sungai. Di antaranya sungai Hikmah Banua, Sungai Guring, Sungai Manggis, Sungai Simpang Jelai, dan Sungai Sipai. 

“Di Banjarmasin hanya calap, biasanya cepat turunnya. Kalau airnya lambat turun berarti drainasenya ada masalah,” katanya.

Anggota Komisi III DPRD Kota Banjarmasin, A Zainal Hakim berharap jika pemerintah mampu menyelesaikan persoalan tersebut. Menurutnya, penanganan drainase yang benar dan normalisasi sungai mampu menyelesaikan permasalahan calap. “Kalau dilaksanakan normalisasi dan perbaikan drainse,  saya yakin Banjarmasin bebas calap. (eka)


BACA JUGA

Minggu, 22 Juli 2018 11:30
Breaking News

Ulama Kharismatik Banjarbaru Berpulang

BANJARBARU - Umat Islam di Kalsel, khususnya warga Kota Banjarbaru kembali kehilangan ulama yang sangat…

Sabtu, 21 Juli 2018 14:45

Tanbu Kembangkan Padi Unggul

BATULICIN - Dinas Pertanian pada musim tanam tahun 2018 ini akan melaksanakan pengembangan padi…

Sabtu, 21 Juli 2018 14:43

Minggu ini SMPC Batulicin Kembali Digelar

BATULICIN - Setelah libur Ramadan, kegiatan Senam Minggu Pagi Ceria (SMPC) Batulicin, kembali akan digelar.…

Sabtu, 21 Juli 2018 14:12

Sayono Resmi Gantikan Iwan Sulaiman

BATULICIN - DPRD Tanbu menggelar Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka pengucapan sumpah atau janji…

Sabtu, 21 Juli 2018 13:25

Selamat, Empat Pelajar Balangan Juarai FLS2N Tingkat Kalsel

PARINGIN – Empat pelajar dari Kabupaten Balangan berhasil menembus Festival Lomba Seni Siswa Nasional…

Sabtu, 21 Juli 2018 09:00

Mau Digaruk Satpol PP, Perempuan ini Ancam Lempar Bayinya ke Sungai

Satu keluarga yang tinggal di kolong Jembatan Merdeka digaruk Satpol PP, kemarin (20/7). Ironisnya,…

Sabtu, 21 Juli 2018 08:06

KNPI Kalsel Mengaku Prihatin Mendengar Pasangan Menikah Muda di Tapin

BANJARMASIN – Video pernikahan dini sepasang Anak Baru Gede (ABG) di Kabupaten Tapin mendapat…

Jumat, 20 Juli 2018 14:28

Demi Istri, CJH ini Rela Tunda Berangkat ke Tanah Suci

BANJARBARU - Demi sang istri yang mendadak sakit beberapa jam sebelum keberangkatan, Supiandi Kadri,…

Jumat, 20 Juli 2018 14:19

Waspada, Puncak Karhutla Diprediksi Akhir Agustus

BANJARBARU - Memasuki musim kemarau, masyarakat Banua kembali was-was ancaman kebakaran lahan dan hutan…

Jumat, 20 Juli 2018 14:12
Pemkab Balangan

Kominfo Balangan Ajak Pelajar Bijak Dalam Bermedsos

PARINGIN – SMAN 1 Juai, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan bekerja sama dengan Dinas Komunikasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .