MANAGED BY:
RABU
24 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Kamis, 07 Desember 2017 15:34
Buka Tutup Pintu Air Jadi Solusi Masalah "Calap" di Banjarmasin
CALAP: Inilah kondisi Banjarmasin ketika air pasang disertai curah hujan yang tinggi. Beberapa ruas kota terendam, Selasa (5/12) lalu.

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Setiap diguyur hujan deras, ruas-ruas jalan di Banjarmasin pasti tergenang. Masalah menahun ini muncul berkat kombinasi drainase yang mampet, curah hujan tinggi, dan permukaan Sungai Martapura yang terus naik.

Bahkan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Banjarmasin mencatat tinggi permukaan air Sungai Marapura sudah mencapai 2,5 meter. Terlebih, puncak tinggi air 2,6 meter. Hanya 0,1 meter dari tinggi puncak permukaan air sungai.

“Curah hujan pada Selasa (5/12) dini hari pukul 04:00 Wita memang sangat tinggi,  mencapai 25,4 milimeter. Air meluber ke ruas jalan di Banjarmasin,  bahkan pemukiman warga. Air pasang di atas permukaan sungai itu 2,5 meter. Jadi air meluber. Tanpa hujan saja, kalau air pasang sudah ke bibir jalan apalagi dengan debit hujan yang tinggi,” jelas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Banjarmasin, Gusti Ridwan Sofyani, di Balai Kota Banjarmasin, kemarin.

Ruas jalan yang langganan terendam antara lain Jalan Kolonel Sugiono, Lambung Mangkurat, Sudirman, Manggis, Bumi Mas, Kebun Bunga, Pangeran Antasari, Jalan Ahmad Yani Kilometer Satu, Kayu Tangi, dan Kuripan. Tinggi genangan berkisar antara 10 sampai 30 sentimeter.

Dampak terdekat, lalu lintas sudah pasti tersendat. Dalam jangka panjang, genangan punya daya bagus dalam hal merusak aspal. Kontur Banjarmasin memang rendah. Berada pada 16 sentimeter di bawah permukaan laut. Mengapa hanya genangan dan bukan banjir yang menyerang, Banjarmasin tertolong Sungai Martapura yang berfungsi sebagai drainase raksasa. Sebaliknya, ketika curah hujan tinggi, Sungai Martapura dalam kondisi pasang, genangan atau banjir kecil-kecilan tidak terelakkan.

Menurut Ridwan, satu-satunya solusi untuk membebaskan Banjarmasin, membuat pintu air seperti di Belanda. Meski demikian, kecil kemungkinan untuk merealisasikannya. Di samping alasan anggaran yang begitu besar mencapai Rp1 triliun. Kondisi Sungai Martapura sebagai salah satu jalur transportasi sungai menyebabkan sulit menerapkan pintu air di Banjarmasin.

“Kalau air pasang tinggal tutup saja. Tapi susah, transportasi kita masih bergantung dengan sungai,” pungkasnya.

Selain faktor alam, sebenarnya masih ada yang bisa dikerjakan. Banyak ruas jalan tergenang karena sistem drainasenya yang memang buruk. Mampet karena tumpukan sampah atau lumpur. Sebagai bentuk upaya menanggulangi luapan air di sejumlah titik pada jalan raya, Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang Kota Banjarmasin,  tepatnya Bidang Sungai,  telah melakukan normalisasi pada sejumlah sungai. Di antaranya sungai Hikmah Banua, Sungai Guring, Sungai Manggis, Sungai Simpang Jelai, dan Sungai Sipai. 

“Di Banjarmasin hanya calap, biasanya cepat turunnya. Kalau airnya lambat turun berarti drainasenya ada masalah,” katanya.

Anggota Komisi III DPRD Kota Banjarmasin, A Zainal Hakim berharap jika pemerintah mampu menyelesaikan persoalan tersebut. Menurutnya, penanganan drainase yang benar dan normalisasi sungai mampu menyelesaikan permasalahan calap. “Kalau dilaksanakan normalisasi dan perbaikan drainse,  saya yakin Banjarmasin bebas calap. (eka)


BACA JUGA

Rabu, 24 Oktober 2018 06:41
Parlementaria Banjarbaru

DPRD: Santri di Banjarbaru Harus Melek Politik

BANJARBARU -- Hari Santri Nasional ditetapkan sebagai wujud pengakuan Pemerintah terhadap peran besar…

Rabu, 24 Oktober 2018 06:38
Berita Banjarbaru

Bersih-bersih Sekaligus Deklarasikan Kampanye Damai

BANJARBARU - Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani bersama istrinya Ririen Nadjmi Adhani, Sabtu (20/10)…

Rabu, 24 Oktober 2018 06:32
Berita Tanah Bumbu

Susun APBD, ini Formula Rahasia Keuangan Pemkab Tanbu

BATULICIN - Saat ini, Pemkab Tanbu memasuki masa penyusunan APBD.  Di titik inilah bagaimana pemerintah…

Rabu, 24 Oktober 2018 06:27
Berita Tanah Bumbu

Hebat, Tanbu Mendapat Anugerah KASN 2018

BATULICIN - Pemkab Tanbu kembali menorehkan prestasi di tingkat Nasional dengan memboyong penghargaan…

Selasa, 23 Oktober 2018 20:03

Jangan Pasang Poster Politik Sembarang Tempat

BANJARMASIN – Berbagai atribut kampanye mulai menghiasi sudut kota. Sayangnya, semua terkesan…

Selasa, 23 Oktober 2018 19:52

Rawan Penyimpangan, Dana Kelurahan Masih Tarik Ulur Ditahun Politik

BANJARMASIN - Pencairan dana kelurahan akan dimulai tahun depan. Anggaran sebesar Rp 3 triliun pun sudah…

Selasa, 23 Oktober 2018 19:47

Pengumuman Hasil Tes CPNS Diundur

BANJARMASIN - Batas akhir pengumuman kelulusan seleksi administrasi rekrutmen CPNS sejatinya Minggu…

Selasa, 23 Oktober 2018 19:44

Waduh, Ribuan Pelamar CPNS di Kalsel Gugur Gara-gara ini

BANJARMASIN - Sebanyak 1.354 pelamar gugur dalam seleksi administrasi rekruitmen CPNS Pemprov Kalsel.…

Selasa, 23 Oktober 2018 19:31

Pedagang Pasar Bauntung Bantah Tudingan Sekda Banjarbaru

BANJARBARU - Polemik soal rencana relokasi pasar Bauntung Banjarbaru belum juga sirna. Sebagian pedagang…

Selasa, 23 Oktober 2018 16:01

PAUD Amalia Belajar Mengenal Tanaman di SMK Pertanian Banjarbaru

BANJARBARU -Usia dini khususnya bagi anak-anak Pendidikan Usia Dini (PAUD) merupakan usia tumbuh kembang,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .