MANAGED BY:
MINGGU
17 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Kamis, 07 Desember 2017 16:31
Begini Cara Banjarbaru Mengejar PAD Ditengah APBD yang Cekak

Insaf, Ali Batal Dipermalukan Pemko

BAWA SPANDUK: Petugas dari BPPRD Banjarbaru menegur pemilik Haikal Fitness, Ali.

PROKAL.CO, Ketika pemerintah pusat gencar memangkas anggaran daerah, ada dua pilihan. Ngirit atau berburu pengemplang pajak. Yang kedua syaratnya harus kreatif dan sedikit keras.

-------------

ALI TERGAGAP. Ketika melihat petugas BPPRD (Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah) dan Satpol PP Banjarbaru ngeluruk ke tempat fitnesnya, kemarin (6/12) pagi.

Ali tak bisa mengelak. Ia mengakui sudah menerima tiga surat peringatan dari pemko. Teguran keras itu lantaran tempat usahanya, Haikal Fitness di Jalan Trikora Kelurahan Landasan Ulin Timur, hanya bermodal SKU (Surat Keterangan Usaha) dari kelurahan.

Selama empat tahun berdiri, sarana fitnes, zumba dan aerobik itu tak pernah mendaftarkan diri sebagai pajak. Boro-boro menyetor pajak ke kas pemko.

Alasannya, Ali terlampau sibuk. "Lagaknya saja sebagai pemilik usaha fitnes. Padahal saya ini hanyalah seorang sopir truk lintas pulau. Saya jarang di rumah, ekspedisi terus," kelitnya.

Tak cukup sampai disitu, pemuda berkulit gelap itu berkilah dengan menyatakan sudah meminta karyawannya untuk mendatangi pemko. Memberi tanggapan balik atas surat-surat peringatan tersebut. "Tapi maklumlah, mereka kebanyakan orang putus sekolah. Tidak ngerti soal beginian," imbuhnya.

Padahal, member tempat fitnes ini tak sedikit. Kasir Haikal Fitness, Nia menyebut jumlah membernya sudah mencapai 800 orang. Iuran member per bulan ditarif Rp100 ribu. Dengan biaya awal pendaftaran Rp10 ribu.

"Tapi dari ratusan anggota memberi, sehari rata-rata yang rutin latihan kemari 15-20 orang. Belum lagi non member, yang bayar di tempat untuk sesekali latihan," ungkap gadis berkerudung itu.

Ali pun insaf. Ia berjanji akan mendatangi pemko pagi itu juga, mendaftarkan diri sebagai wajib pajak. Ia gentar karena petugas membawa spanduk besar dengan warna merah menyala. Isinya, pengumuman bahwa tempat usaha itu menolak membayar pajak.

Lantaran Ali sudah menunjukkan itikad baik, Kepala BPPRD Banjarbaru Rustam Effendy pun urung menempel spanduk tersebut. Ali dimaafkan. "Dari 14 tempat fitnes di Banjarbaru, tersisa Haikal yang mencueki teguran kami," ujarnya.

Pemasangan spanduk itu merupakan sanksi moral. Agar pengusaha malu dengan masyarakat. "Ancaman ini terbukti efektif. Tempat pengusaha yang kemarin kami pasangi spanduk langsung mendatangi pemko, sudah bayar," imbuhnya.

Yang Rustam maksud adalah pusat latihan yoga di Jalan Ahmad Yani kilometer 35 yang dipasangi spanduk awal November tadi.

Jika dalam sepekan sejak spanduk dipasang tak juga tampak itikad baik, pemko boleh menjatuhkan sanksi. Paling berat tempat usahanya ditutup, plus pemiliknya disidangkan ke Pengadilan Negeri.

Rustam menekankan, aksi ini bukan berarti Banjarbaru adalah kota yang anti pengusaha atau investasi. Pemko tak punya banyak pilihan. Demi mendongkrak PAD (Pendapatan Asli Daerah), jika tak bisa dengan cara halus, mesti menempuh cara keras.

"Sekarang anggaran daerah sedang seret. Potensi-potensi pajak yang belum maksimal atau penunggaknya harus dikejar," tegasnya.

Bukan hanya pengusaha tempat fitnes yang sedang dikejar-kejar pemko. Pengusaha walet juga diincar. Bayangkan, empat tahun sudah aturan budidaya sarang walet diperdakan, tapi potensi pajaknya tak pernah digarap.

"Empat tahun tidak ditangani instansi terkait. Saya sudah lapor ke walikota. Kalau dibiarkan terus, artinya perda itu cuma macan kertas," pungkasnya. (fud/ay/ran)


BACA JUGA

Sabtu, 16 Desember 2017 11:56

Tiap Tahun 15 Miliar Pohon Lenyap

BATULICIN - Hutan di Indonesia sudah masuk kategori kritis. Dalam jurnal terbaru, setiap tahunnya…

Sabtu, 16 Desember 2017 11:54

Besok, SMPC Digelar di RTH Pasar Minggu

BATULICIN - Kegiatan Senam Minggu Pagi Ceria (SMPC) akan kembali digelar Minggu (17/12), di Ruang…

Sabtu, 16 Desember 2017 11:50

Permudah Sistem Pengelolaan Keuangan Daerah

BATULICIN - Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Tanah Bumbu menggelar Sosialisasi…

Jumat, 15 Desember 2017 15:59

SMS Ancaman Gagal Halangi Angket

MARTAPURA - Sebuah SMS dikirimkan seseorang ke handphone H Akhmad Rozani. Isinya adalah ancaman kepada…

Jumat, 15 Desember 2017 15:38

Astaga..!! Empat Rumah di Desa Malutu Ditelan Sungai Amandit

KANDANGAN – Arus Sungai Amandit yang meluap dan berarus kuat setelah hujan yang turun sejak Kamis…

Jumat, 15 Desember 2017 15:26

Truk Besar Masih Kuasai Jalan Trikora

BANJARBARU - Belum ada tindakan dari instansi terkait, Bundaran Trikora berdekatan dengan Masjid Agung…

Jumat, 15 Desember 2017 15:19

Fokus Penguatan Kader Lingkungan

BANJARBARU - Para kader lingkungan Banjarbaru Go Green and Clean Kamis (14/12) kemarin mendapatkan penghargaan…

Jumat, 15 Desember 2017 15:15

Ciptakan Rasa Aman Bagi Masyarakat

BATULICIN - DPRD Tanbu menyetujui Raperda Penanggulangan Prostitusi, Perumahan dan Permukiman menjadi…

Jumat, 15 Desember 2017 15:15

Pantau Persiapan Penilaian Akreditasi

BATULICIN - RSUD dr H Andi Abdurrahman Noor Kabupaten Tanah Bumbu sedang mempersiapkan diri untuk mendapatkan…

Jumat, 15 Desember 2017 15:14

Bangun Rumah Tahfiz di Tiap Desa

BATULICIN - Wakil Bupati Tanah Bumbu H Sudian Noor mengatakan untuk mencegah kerusakan mental generasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .