MANAGED BY:
SENIN
17 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Jumat, 08 Desember 2017 15:23
Tiga Bulan Berlalu, Jembatan Tanipah Tak Ada Perbaikan
BELUM BANYAK BERUBAH:Jembatan Tanipah yang ambruk beberapa waktu lalu kondisinya belum banyak berubah.

PROKAL.CO, MARABAHAN — Tiga bulan lalu, tepatnya Kamis 17 Agustus 2017, Jembatan Tanipah yang menghubungkan beberapa desa di Kecamatan Mandastana ambruk. Jembatan yang dibangun dengan menggunakan dana DAK APBN-P sebesar Rp17 miliar lebih ini kondisi sama seperti pertama kali ambruk.
Menariknya, sudah tahu kondisi jembatan tersebut bisa saja ambruk kembali, warga malah menjadikan jembatan beton yang memiliki panjang sekitar 100 meter sebagai tempat bermain dan mandi di sungai.
Ia mengungkapkan, meski telah dibuatkan jembatan darurat, warga berharap pemerintah baik pusat atau daerah untuk segera memperbaiki atau membuatkan jembatan baru yang bisa dilalui roda empat. “Kasihan, warga di desa seberang (Desa Tatah Halayung dan sekitarnya) tidak bisa melakukan aktivitas secara lancar. Begitu juga sebaliknya warga Desa Tanipah,” kata Budiansyah, warga Desa Tanipah.
Pria yang berprofesi sebagai petani ini menegaskan, warga tidak mau tahu penyebab jembatan tersebut ambruk. Yang mereka inginkan jembatan yang dibangun oleh PT Citra Bakumpai Abadi pada tahun 2015 ini segera diperbaiki. “Siapa yang bisa memberikan jawaban kapan jembatan ini kembali dibangun atau diperbaiki,” tanyanya kepada Radar Banjarmasin.
Kekesalan warga ini wajar diluapkan karena tidak adanya kejelasan dari pemerintah terkait pembangunan atau perbaikan jembatan tersebut. Menanggapi keluhan dan keinginan warga Tanipah, ternyata Pemerintah Kabupaten Batola melalui Dinas PUPR Batola sudah mengirim surat kepada pemerintah pusat yakni Kementerian PUPR untuk mencari tahu penyebab runtuhnya jembatan serta meminta solusi ke depan terkait perbaikan jembatan.
Upaya pemerintah kabupaten untuk segera menyelesaikan persoalan runtuhnya jembatan Tanipah tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas PUPR Batola, Abdul Manaf kepada Radar Banjarmasin.
Ia menjelaskan, setelah pihaknya mengirim surat ke Kementerian PUPR, pemerintah langsung membentuk tim ahli dengan melibatkan beberapa orang pakar jembatan dan geoteknik. “Beberapa waktu lalu, saya, kontraktor, konsultan perencana, dan konsultan pengawas dipanggil tim ahli,” ujarnya.
Pemanggilan tersebut dilakukan dalam rangka membuat berita acara terkait ambruknya jembatan Tanipah. Manaf mengungkapkan, meski dipanggil secara bersamaan ke Jakarta, namun pemeriksaan dilakukan sendiri-sendiri. Pertama kali diperiksa kontraktor, kemudian disusul konsultan perencanaan, setelah itu konsultan pengawas, terakhir gilirannya dipanggil oleh tim ahli.
Pemeriksaan bergiliran ini dilakukan agar keterangan yang disampaikan masing-masing pihak yang mengetahui atau bertanggungjawab atas kegiatan proyek jembatan tersebut tidak ada direkayasa masing-masing pihak. “Pihak yang diperiksa semua di-BAP (Berita Acara Pemeriksaan) oleh tim ahli,” ucapnya.
Menariknya, setelah panjang lebar menjelaskan proses dan upaya pemerintah kabupaten untuk menindaklanjuti kasus ambruknya jembatan Tanipah. Manaf ternyata tidak mau membeberkan hasil pemeriksaan tim ahli tersebut apakah memang ada unsur kelalaian atau bencana alam. “Bukan ranah saya untuk menjelaskan. Biar nanti tim ahli yang akan menyampaikan penyebab runtuhnya jembatan. Kita lihat saja nanti mungkin minggu depan hasilnya akan keluar,” katanya.
Ketika ditanya kapan jembatan tersebut kembali diperbaiki. Manaf kembali tidak bisa menjawab. “Pasti dibangun tapi lihat saja lagi,” ucapnya singkat mengakhiri pembicara soal jembatan ambruk. (hni/by/ram)


BACA JUGA

Minggu, 16 Desember 2018 12:18

Kampus Tertua Kalsel, ULM Banjarmasin Targetkan Akreditasi A

BANJARMASIN – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin terus meningkatkan akreditasi…

Minggu, 16 Desember 2018 12:12

Smart City Bukan Sekedar Aplikasi Tapi Juga Menyangkut Gaya Hidup

BANJARMASIN – Kota Banjarmasin dan Banjarbaru adalah dua dari 100…

Minggu, 16 Desember 2018 11:46

Antusias, Ratusan Masyarakat Datang Untuk Saksikan Peringatan Hari Juang ke-73

BANJARBARU - Lapangan Murjani, Sabtu (15/12) kemarin tampak meriah. Ratusan…

Minggu, 16 Desember 2018 11:17

Ternyata, Kecamatan Martapura Kota Kasus Tertinggi HIV/AIDS

MARTAPURA - Menjadi daerah berjuluk Serambi Makkah, ternyata tak membuat…

Minggu, 16 Desember 2018 11:03

AIMI Tekankan Pentingnya ASI

BANJARMASIN-Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Wilayah Kalimantan Selatan kembali menggelar…

Minggu, 16 Desember 2018 10:54

Ilung Warnai Festival Jukung, Warga : Jukungnya malah balap-balapan dengan ilung

BANJARMASIN - Festival Jukung 2018 dirundung pampangan enceng gondok. Meski…

Minggu, 16 Desember 2018 10:33

Jengah Dengan Pampangan, Ibnu Buka Sayembara

BANJARMASIN - Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina jengah melihat sampah…

Sabtu, 15 Desember 2018 14:17

Beruntung, Ambruknya Ruang Kelas SMKN 1 Daha Selatan Tidak Makan Korban

KANDANGAN – Satu ruang kelas belajar SMKN 1 Daha Selatan…

Sabtu, 15 Desember 2018 14:09

Tantangan Sebenarnya Larangan Kantong Plastik Ada di Pasar Tradisional

BANJARMASIN - Pemko Banjarmasin mulai melarang penyediaan kantong plastik di…

Sabtu, 15 Desember 2018 14:00

Pembeli Bingung, Habis Belanja Bawanya Gimana!!

Pemko Banjarbaru dalam beberapa pekan terakhir mulai menjalankan kebijakan pengurangan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .