MANAGED BY:
SELASA
23 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

HUKUM & PERISTIWA

Jumat, 08 Desember 2017 18:47
Rp10 Juta untuk Pelicin Fasilitasi
SAKSI: Lima saksi dari pejabat Pemko Banjarmasin dihadirkan dalam sidang di Pengadilan Tipikor, kemarin.

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Kasus suap PDAM Bandarmasih yang melibatkan mantan Dirut PDAM Muslih dan Manajer Keuangan Trensis kembali digelar di Pengadilan Tipikor Banjarmasin, Kamis (7/12) pagi. Tim jaksa dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan lima orang saksi. Sekitar pukul 09.30, ketua majelis hakim Sihar Hamonangan Purba membuka sidang dan memanggil semua saksi untuk duduk di depan majelis hakim.

Lima saksi yang dihadirkan dalam sidang kemarin adalah Hermansyah (Wakil Wali Kota Banjarmasin), Hamli Kursani (Sekdako Banjarmasin), Subhan Noor Yaumil (Kepala Bekauda Kota Banjarmasin), Lukman Fadlun (Kabag Hukum Pemko Banjarmasin) dan Faturrahim (Sekretaris Dewan Kota Banjarmasin).

Banyak hal yang ditanyakan tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari KPK. Seperti proses penggodokkan Raperda tentang Penyertaan Modal PDAM Bandarmasih yang sangat cepat hanya memakan waktu satu minggu. Sementara fasilitasi dari Pemprov Kalsel belum ada. Padahal, fasilitasi itu menjadi syarat sebelum raperda disahkan menjadi perda. Setelah raperda disahkan dengan fasilitasi dari pemprov, barulah penyertaan modal bisa dianggarkan sebelum APBD Perubahan ditetapkan.

Kabag Hukum Pemko Banjarmasin Lukman Fadlun yang menjadi saksi dalam sidang kemarin mengungkap fakta menarik. Ternyata, untuk mempercepat proses fasilitasi itu, menurut keterangan Lukman di hadapan majelis hakim, ia diminta oleh Iwan Rusmali untuk menyerahkan sejumlah uang kepada salah seorang pegawai di Biro Hukum Pemprov Kalsel bernama Rita. “Tapi saya tidak mau. Lantas staf saya bernama Jefry yang disuruh mengurus ke Banjarbaru,” tuturnya.

Namun, sebelum ke sana, Jefry terlebih dahulu bertemu Trensis (mantan Bendahara PDAM Bandarmasih) yang diutus Muslih untuk menyerahkan uang sebesar Rp12,5 juta kepada Jefry. Uang Rp10 juta diberikan kepada Rita, sedangkan Rp2,5 juta untuk Jefry. “Karena saya tidak enak hati, saya suruh Jefry jangan menggunakan uang itu. Tapi uang itu sekarang sudah di serahkan ke KPK setelah ada OTT,” jelasnya.

Namun, keterangan Lukman itu dipertanyakan oleh Jaksa KPK Ferdian Adi Nugroho. Jaksa mengungkapkan bahwa berdasarkan keterangan Lukman dalam BAP, terungkap bahwa Lukman mengusulkan kepada Muslih untuk menambah uang pemberian kepada Jefry sebesar Rp1,5 juta. Ferdian menyebutkan kalau awalnya uang yang akan dikasihkan sebesar Rp11 juta, dengan pembagian Rp10 juta untuk Rita dan sisanya Rp1 juta untuk Jefry. “Benarkah keterangan Saudara dalam BAP seperti ini?” tanya Jaksa KPK Ferdian Adi.

Dicecar seperti itu, Lukman pun mengakui bahwa ia meminta kepada Muslih untuk menambah uang yang diberikan pada Jefry sebagai biaya bolak balik pengurusan fasilitasi dari Banjarmasin ke Banjarbaru. “Ia betul itu keterangan saya,” jawab Lukman.

Ketika ditanya Radar Banjarmasin usai sidang terkait pemberian uang pelicin untuk fasilitasi raperda, Lukman tak mau memberikan keterangan apapun. “Tunggu, saya akan berkomunikasi dengan pimpinan dulu, maaf ya,” jawabnya ketika dikejar wartawan tentang pengakuannya dalam persidangan.

Lain lagi dengan Wakil Wali Kota Hermansyah. Jaksa mencecar pertanyaan mengenai keberangkatannya ke Jerman. Apakah ada kaitannya dengan Perda Penyertaan Modal atau pengadaan barang atau proyek lainnya. Herman mengatakan, ia hanya diajak Hendra (Sekretaris PDAM Bandarmasih), untuk melihat langsung ke pabrik pembuatan alat pendeteksi kebocoran pipa yang akan dibeli untuk proyek pengadaan barang.

Herman keluar negeri tidak sendiri, tapi bersama dengan 15 orang lainnya, termasuk anggota Dewan Pengawas PDAM Bandarmasih. Mereka berada di sana selama kurang lebih dua minggu. “Keberangkatan ke sana, seluruh biayanya ditanggung oleh PT Riski,” ujarnya.

Ia mengaku tidak mengetahui apa kapasitas PT Riski sehingga perusahaan tersebut yang membiayai seluruh keberangkatan ke sana. “Dalam suratnya hanya menjelaskan segala biaya ditanggung oleh perusahaan,” ulangnya.

Ketua majelis hakim, Sihar Hamonangan Purba yang memimpin jalannya sidang juga sempat mengingatkan kepada Herman agar jangan lagi melakukan hal seperti itu. Karena sebagai pejabat daerah, keberangkatan ke luar negeri dengan dibiayai sebuah perusahaan bisa masuk kategori gratifikasi. “Petuah dari hakim ini menjadi evaluasi ke depan bagi saya, kalau ada yang mengajak berangkat harus dilihat dulu, sehingga tidak ada indikasi gratifikasi,” jawab Herman. (gmp/tof)


BACA JUGA

Selasa, 23 Januari 2018 12:25

Tenggak Etanol, Pemuda di Balangan Tewas

PARINGIN – Wahyudinnor (21) warga Desa Munjung Kecamatan Batumandi, Kabupaten Balangan, dilaporkan…

Selasa, 23 Januari 2018 12:13

Mabuk dan Bersajam, Dua Pria Mengamuk di Rumah Biliar

BANJARMASIN - Dua pria terpaksa diamankan polisi. Mereka telah membuat onar di lokasi rumah biliar dan…

Selasa, 23 Januari 2018 12:08

Polres Banjar Gelar Tes Urine Mendadak

MARTAPURA – Mendadak dan tanpa pemberitahuan sebelumnya, seluruh anggota Polres Banjar mengikuti…

Selasa, 23 Januari 2018 12:06

Perairan Sungai Barito Rutin Dirazia

BANJARMASIN - Jajaran Satpolair Polresta Banjarmasin menggelar razia di perairan Sungai Barito, Senin…

Sabtu, 20 Januari 2018 10:36

ASTAGA.. 11 Remaja Pesta Lem di Hotel, Diciduk saat Bangun Tidur

BANJARMASIN - Sebelas muda-mudi digerebek Satpol PP seusai pesta lem dari kamar hotel, kemarin (18/1).…

Sabtu, 20 Januari 2018 09:43

Dicari! Pemuda ini Sudah 4 Hari Menghilang

BANJARMASIN - Keluarga besar Ahmad Fauzi dirundung kecemasan. Betapa tidak,  putranya bernama …

Sabtu, 20 Januari 2018 09:24

Kurir dan Pengedar Sabu Diciduk

BANJARMASIN - Gunawan Saputra alias Gunawan (33) dan Muhrian alias Imuh (37), Kamis (18/1), diringkus…

Jumat, 19 Januari 2018 15:17

KOK BISA? Angka Pelanggaran Lalu lintas Menurun, Tapi Kematian Bertambah

BANJARMASIN - Mengatur lalu lintas, sama halnya membersihkan sampah di sungai. Sulit, imposible! Tak…

Jumat, 19 Januari 2018 14:45

Nafsu Memuncak, Pria ini Gerayangi Tubuh Gadis Belia

BANJARMASIN - Entah setan apa yang merasuki Idris (31). Dia nekat memasuki kamar seorang pelajar SMA…

Jumat, 19 Januari 2018 14:37

Pencuri Besi di Proyek ULM Dibekuk

BANJARMASIN - Proyek pembangunan kampus Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin di Jalan Hasan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .