MANAGED BY:
MINGGU
21 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Jumat, 08 Desember 2017 18:47
Rp10 Juta untuk Pelicin Fasilitasi
SAKSI: Lima saksi dari pejabat Pemko Banjarmasin dihadirkan dalam sidang di Pengadilan Tipikor, kemarin.

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Kasus suap PDAM Bandarmasih yang melibatkan mantan Dirut PDAM Muslih dan Manajer Keuangan Trensis kembali digelar di Pengadilan Tipikor Banjarmasin, Kamis (7/12) pagi. Tim jaksa dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan lima orang saksi. Sekitar pukul 09.30, ketua majelis hakim Sihar Hamonangan Purba membuka sidang dan memanggil semua saksi untuk duduk di depan majelis hakim.

Lima saksi yang dihadirkan dalam sidang kemarin adalah Hermansyah (Wakil Wali Kota Banjarmasin), Hamli Kursani (Sekdako Banjarmasin), Subhan Noor Yaumil (Kepala Bekauda Kota Banjarmasin), Lukman Fadlun (Kabag Hukum Pemko Banjarmasin) dan Faturrahim (Sekretaris Dewan Kota Banjarmasin).

Banyak hal yang ditanyakan tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari KPK. Seperti proses penggodokkan Raperda tentang Penyertaan Modal PDAM Bandarmasih yang sangat cepat hanya memakan waktu satu minggu. Sementara fasilitasi dari Pemprov Kalsel belum ada. Padahal, fasilitasi itu menjadi syarat sebelum raperda disahkan menjadi perda. Setelah raperda disahkan dengan fasilitasi dari pemprov, barulah penyertaan modal bisa dianggarkan sebelum APBD Perubahan ditetapkan.

Kabag Hukum Pemko Banjarmasin Lukman Fadlun yang menjadi saksi dalam sidang kemarin mengungkap fakta menarik. Ternyata, untuk mempercepat proses fasilitasi itu, menurut keterangan Lukman di hadapan majelis hakim, ia diminta oleh Iwan Rusmali untuk menyerahkan sejumlah uang kepada salah seorang pegawai di Biro Hukum Pemprov Kalsel bernama Rita. “Tapi saya tidak mau. Lantas staf saya bernama Jefry yang disuruh mengurus ke Banjarbaru,” tuturnya.

Namun, sebelum ke sana, Jefry terlebih dahulu bertemu Trensis (mantan Bendahara PDAM Bandarmasih) yang diutus Muslih untuk menyerahkan uang sebesar Rp12,5 juta kepada Jefry. Uang Rp10 juta diberikan kepada Rita, sedangkan Rp2,5 juta untuk Jefry. “Karena saya tidak enak hati, saya suruh Jefry jangan menggunakan uang itu. Tapi uang itu sekarang sudah di serahkan ke KPK setelah ada OTT,” jelasnya.

Namun, keterangan Lukman itu dipertanyakan oleh Jaksa KPK Ferdian Adi Nugroho. Jaksa mengungkapkan bahwa berdasarkan keterangan Lukman dalam BAP, terungkap bahwa Lukman mengusulkan kepada Muslih untuk menambah uang pemberian kepada Jefry sebesar Rp1,5 juta. Ferdian menyebutkan kalau awalnya uang yang akan dikasihkan sebesar Rp11 juta, dengan pembagian Rp10 juta untuk Rita dan sisanya Rp1 juta untuk Jefry. “Benarkah keterangan Saudara dalam BAP seperti ini?” tanya Jaksa KPK Ferdian Adi.

Dicecar seperti itu, Lukman pun mengakui bahwa ia meminta kepada Muslih untuk menambah uang yang diberikan pada Jefry sebagai biaya bolak balik pengurusan fasilitasi dari Banjarmasin ke Banjarbaru. “Ia betul itu keterangan saya,” jawab Lukman.

Ketika ditanya Radar Banjarmasin usai sidang terkait pemberian uang pelicin untuk fasilitasi raperda, Lukman tak mau memberikan keterangan apapun. “Tunggu, saya akan berkomunikasi dengan pimpinan dulu, maaf ya,” jawabnya ketika dikejar wartawan tentang pengakuannya dalam persidangan.

Lain lagi dengan Wakil Wali Kota Hermansyah. Jaksa mencecar pertanyaan mengenai keberangkatannya ke Jerman. Apakah ada kaitannya dengan Perda Penyertaan Modal atau pengadaan barang atau proyek lainnya. Herman mengatakan, ia hanya diajak Hendra (Sekretaris PDAM Bandarmasih), untuk melihat langsung ke pabrik pembuatan alat pendeteksi kebocoran pipa yang akan dibeli untuk proyek pengadaan barang.

Herman keluar negeri tidak sendiri, tapi bersama dengan 15 orang lainnya, termasuk anggota Dewan Pengawas PDAM Bandarmasih. Mereka berada di sana selama kurang lebih dua minggu. “Keberangkatan ke sana, seluruh biayanya ditanggung oleh PT Riski,” ujarnya.

Ia mengaku tidak mengetahui apa kapasitas PT Riski sehingga perusahaan tersebut yang membiayai seluruh keberangkatan ke sana. “Dalam suratnya hanya menjelaskan segala biaya ditanggung oleh perusahaan,” ulangnya.

Ketua majelis hakim, Sihar Hamonangan Purba yang memimpin jalannya sidang juga sempat mengingatkan kepada Herman agar jangan lagi melakukan hal seperti itu. Karena sebagai pejabat daerah, keberangkatan ke luar negeri dengan dibiayai sebuah perusahaan bisa masuk kategori gratifikasi. “Petuah dari hakim ini menjadi evaluasi ke depan bagi saya, kalau ada yang mengajak berangkat harus dilihat dulu, sehingga tidak ada indikasi gratifikasi,” jawab Herman. (gmp/tof)


BACA JUGA

Minggu, 21 Oktober 2018 07:10

Subuh Hilang, Pagi Ditemukan Mengapung

BANJARMASIN -Warga Alalak Selatan, Banjarmasin Utara mendadak gempar. Sesosok jasad ditemukan mengapung…

Jumat, 19 Oktober 2018 10:22

Kangen Penjara, Rafiki Tertangkap Lagi Karena Kasus Penganiayaan

BANJARMASIN - Rafiki alias Iki (21) lebih banyak menghabiskan usianya dibalik jeruji besi sel tahanan.…

Jumat, 19 Oktober 2018 09:17

Penjara Tak Membuat Jera, Ucuk Kembali Diciduk Aparat Edarkan Sabu

RANTAU - Rupanya jeruji besi tidak membuat jera Supian alias Ucuk (36),  warga Batu Laki Rt 02…

Kamis, 18 Oktober 2018 15:53

Senpi dan Peluru Komplotan Mafia Narkoba Dikenakan Undang-undang Darurat

TANJUNG - Temuan satu pucuk senjata api (Senpi) rakitan dan 15 peluru berkaliber 15 mm saat penggerebekan…

Kamis, 18 Oktober 2018 15:50

Mafia Narkoba Desa Bongkang Ini Sejak Lama Diintai Selalu Lolos

TANJUNG - Komplotan Mafia Narkoba di Desa Bongkang Kecamatan Haruai Kabupaten Tabalong itu ternyata…

Kamis, 18 Oktober 2018 15:48

Pengedar Mantan Brimob Itu Salah Satu Komplotan Mafia Narkoba

TANJUNG - Ternyata dua pengedar narkoba yang salah satunya mantan anggota Brimob Polda Kalimantan Selatan…

Kamis, 18 Oktober 2018 15:28

Dorrr..!! Pengedar Narkoba Pecatan Brimob Dihadiahi Timah Panas

TANJUNG - Dua pengedar narkoba di Kabupaten Tabalong berhasil diamankan jajaran Polres Tabalong. Dari…

Kamis, 18 Oktober 2018 10:45

Korban Kebakaran di Desa Mawangi Tak Sempat Selamatkan Harta Benda

KANDANGAN – Pasca kebakaran hebat yang melanda  Desa Mawangi, Kecamatan Padang Batung, …

Kamis, 18 Oktober 2018 09:20

Paman Versus Keponakan di Pengambangan, Celurit Akhirnya Keluar

BANJARMASIN - Perkelahian antara paman dan keponakan terjadi di Simpang Pengambangan, kemarin (17/10)…

Kamis, 18 Oktober 2018 09:04

Rebutan Lahan, Ahmad Tega Tebas Keluarga Sendiri Hingga Tewas

BANJARMASIN - Ahmad (38) sudah sepekan mendekam di balik jeruji sel tahanan Mapolsek Kertak Hanyar,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .