MANAGED BY:
RABU
19 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Sabtu, 09 Desember 2017 16:12
Akhirnya, Iray Kasfy Divonis Hakim
TERIMA VONIS: Siti Raihanah mendapatkan hukuman lebih berat dari tuntutan jaksa.

PROKAL.CO, MARTAPURA – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Martapura menjatuhkan kurungan badan selama 4 tahun penjara kepada Siti Raihanah atau Iray Kasfy, terdakwa arisan berantai, kemarin (12/8) siang. Vonis ini lebih berat 6 bulan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum, yakni 3 tahun 4 bulan.

Iray dijerat dengan Pasal 378 KUH Pidana, atau yang lebih dikenal dengan Pasal Penipuan dengan tuntutan paling lama 4 tahun penjara. Selama persidangan, Iray yang sebelumnya juga dijerat dengan Pasal 45 ayat (2) jo Pasal 28 ayat (1) UU RI No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik tidak terbukti.

Majelis Hakim Agustinus Sangkakala, Gatot Raharjo, dan Gesang Yoga Madyasto bahkan memerintahkan JPU kembali mengembangkan kasus Iray Kasfy ini seperti menjerat M Ridho atau Eddo, suami Iray dan rekan suaminya bernama Murjani. Kedua pria ini memiliki peran dominan dalam arisan berantai berkode Iray Kasfy tersebut.

Seusai vonis, majelis mempersilakan Iray Kasfy menyatakan bila ingin banding dengan putusan maksimal tersebut. Majelis juga memberikan kesempatan Iray berpikir terlebih dahulu sebelum memutuskan. ”Saya bisa menerima vonis ini pak, tidak ada niat banding. Siap jalani sesuai vonis,” tuturnya.

Iray mengaku pasrah, dan bisa menerima tanpa syarat dengan vonis yang dibacakan oleh majelis hakim. Seperti sebelumnya, Iray mengaku bingung dan tidak punya uang dan memilih menjalani hukuman badan di Lapas Perempuan Martapura. ”Sudah cukup pak, saya tidak mau lagi berurusan dengan hukum, ini terakhir,” tukas bandar arisan berantai tersebut kemarin.

Seperti diketahui, Siti Raihanah alias Iray menjadi buah bibir warga Banua beberapa waktu lalu. Dia dituding telah membawa lari uang senilai miliaran rupiah dalam arisan online yang digagasnya.

Kasus ini mencuat setelah puluhan orang datang ke kantor Satreskrim Polres Banjar, Juli lalu. Kedatangan mereka untuk mengadu ke pihak kepolisian mengenai mandeknya pencairan uang arisan online yang sudah mereka beli. Rata-rata pembeli dijanjikan hasil menggiurkan. Misal ada yang beli arisan Rp 1 juta, nanti di tanggal pencairan akan mendapatkan Rp 1,5 juta.

Pembeli tersebar di Kalsel karena para reseller menyebar info penjualannya dengan broadcast di BBM. Reseller juga dijanjikan emas oleh bandar arisan, plus uang bonus jika mampu mencari banyak pembeli. Kalau ada customer membeli Rp 1 juta, reseller akan mendapatkan Rp100 ribu dari pembeli dan Rp 50 ribu dari bandar.

Awalnya, uang arisan yang dijanjikan Iray selalu cair sesuai kesepakatan. Namun, pada bulan Juni sudah mulai tersendat. Iray sempat menghilang sepekan, namun akhirnya menyerahkan diri diantar pengacaranya ke pihak kepolisian.(mam/gr/dye)


BACA JUGA

Kamis, 03 September 2015 08:40

Menengok Pusat Produksi Rinjing di Nagara: Pernah Produksi Wajan Khusus untuk Haulan Guru Sekumpul

<p><em>Ibu rumah tangga pasti mengenal alat masak yang satu ini. Ya, wajan atau rinjing…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*