MANAGED BY:
MINGGU
21 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Senin, 11 Desember 2017 13:14
Melihat Tradisi Mandi Kebal di Hulu Sungai Selatan

Bisa Dimandikan Ibu, Bisa dengan Ahli

MANDI KEBAL: Abah Gunung memandikan pasien untuk mendapatkan kekebalan. Foto: SALAHUDIN/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, Masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) selain akrab dengan tradisi membawa senjata tajam (sajam) juga tradisi penangkal senjata tajam. Kekebalan akan senjata tajam menjadi impian sebagian lelaki untuk menjaga diri.

------------------------------------

SALAHUDIN, Kandangan

-------------------------------------

SUPAYA memiliki ilmu taguh atau kebal terhadap berbagai jenis sajam dan senjata api, ada beberapa cara yang biasa dilakukan warga di Kabupaten HSS. Mulai dari latihan mengolah jiwa dan raga melalui tirakat tertentu seperti kajian ataupun amalan, sampai bauntalan. Tak ketinggalan, cara yang populer dilakukan adalah dengan ritual mandi taguh atau mandi kebal.

Secara logika, mandi taguh sulit dijelaskan. Tapi percaya atau tidak, mandi taguh diyakini sebagian masyarakat bisa membuat orang yang melakukannya menjadi taguh atau kebal.

Bagi warga sendiri, mandi taguh ditujukan bukan menjadi jagoan, tetapi yang paling utama untuk menjaga diri saat akan meninggalkan kampung halaman atau merantau ke daerah lain.

Radar Banjarmasin mendatangi salah satu praktisi supranatural M Burhanuddin Rabbani atau biasa dipanggil Abang Gunung (61), di Desa Tabihi, Kecamatan Padang Batung. Sampai saat ini, Abah Gunung dipercaya memiliki keahlian bisa memandikan seseorang supaya bisa kebal.

Menuju rumah Abah Gunung dapat ditempuh sekitar 10 menit dari Kota Kandangan yang merupakan ibu kota Kabupaten HSS, menggunakan sepeda motor. Rumah Abah Gunung lumayan jauh dari jalan raya.

Abah Gunung menjadi praktisi supranatural sudah sekitar 36 tahun. Sejak usianya masih muda dan belum berkeluarga, dia dipercaya bisa memandikan seseorang menjadi kebal.

Diceritakannya, kebiasaan memandikan orang memiliki ilmu kebal didapatkannya sebagai laduni. Laduni adalah ilmu yang berasal dari Allah subhanahu wa ta'ala.

“Saat masih bujang (belum menikah), sudah bisa memandikan orang kebalnya,” katanya mengawali pembicaraan.

Pria berambut panjang dan berjenggot serta menggunakan berbagai jenis cincin ditangannya ini, menjelaskan jika seseorang ingin mandi kebal ada dua jenis. Pertama dimandikan ibu kandung. Kedua bisa mandi dengan bantuan seseorang yang ahlinya.

Mandi kebal dengan ibu kandung caranya cukup mudah. Seseorang anak cukup masuk ke sarung yang biasa digunakan ibunya saat mandi. Waktunya harus sesuai dengan jam dan hari kelahiran yang ingin melakukannya. Seandainya tidak ingat bisa memilih hari Jumat sebagai hari baik.

“Tapi, harus dijelaskan niat mau mandi sama orang tua buat apa dan minta ridanya,” ujarnya.

Saat mandi berlangsung harus memeluk ibu kandung dibagian kaki. Selesai mandi keluar dari sarung harus bagian bokong dulu seakan baru lahir. Baru duduk untuk minta rida dan maaf, apabila ada salah supaya diampuni, serta di doakan selamat dunia akhirat.
“Tapi harus yakin,” tegas Abah Gunung.

Dikatakan Abah Gunung, ilmu kebal dari mandi dengan ibu kandung tidak ada pantangannya meskipun yang bersangkutan melakukannya untuk perbuatan kejahatan apapun.

“Ilmu kebalnya baru akan pecah (hilang), kalau mamanya (Ibunya) sudah tidak meridhoi perbuatan anaknya,” tuturnya.

Sedangkan mandi kebal dengan cara dimandikan ahlinya, menurut Abah Gunung syaratnya juga cukup mudah. Hanya membawa kain berwarna hitam dan putih dan kembang.


BACA JUGA

Jumat, 19 Oktober 2018 11:17

Mega Proyek Siring Laut, Jaksa Minta Jangan Curang

KOTABARU - Kepala Kejaksaan Negeri Kotabaru, Indah Laila, meminta jangan ada yang curang terkait pekerjaan…

Jumat, 19 Oktober 2018 10:35

Berkenalan dengan Muhammad Fikri, Pemenang Jamang Award 2018

Di ruang tunggu Bandara Syamsuddin Noor, menemani penumpang menanti panggilan keberangkatan, diputar…

Jumat, 19 Oktober 2018 10:01

Berikan Materi Cara Senam Otak dan Bahaya Merokok

PT Arutmin Indonesia Rabu (17/10) tadi berkesempatan mengisi Kelas Inspirasi di SMPN 3 Banjarbaru. Diwakili…

Jumat, 12 Oktober 2018 09:39

Sembilan Pengungsi Palu "Terdampar" di Banjarmasin, Begini Nasibnya

Empat hari bertahan hidup tanpa bantuan. Melihat penjarahan di mana-mana. Sembilan pengungsi berlayar…

Kamis, 11 Oktober 2018 10:43

Hasan Senso, Tokoh Kenamaan Karang Intan Berpulang

Hasan Senso meninggal dalam usia 56 tahun siang kemarin di Desa Mandiangin Barat, Kabupaten Banjar.…

Senin, 08 Oktober 2018 13:51

Kisah Maidian yang Mencari Kabar Istri dan Anak di Sulteng

Palu dan Banjarmasin jaraknya jauh sekali. Getaran gempa di Sulawesi Tengah, tak sampai ke kota ini.…

Jumat, 05 Oktober 2018 10:38

Slamet Ingatkan Hak Kaum Difabel Lewat Puisi

Ini pengalaman pertama Slamet Riyadi dalam menulis puisi. Nilai sastranya memang tidak wow. Tapi, puisi…

Senin, 01 Oktober 2018 11:17

Nobar Film G30S/PKI, Memahami Sejarah Lewat Film

BANJARMASIN - Mengenang dan memahami sejarah. Itulah misi dari nonton bareng film G30S/PKI yang digelar…

Minggu, 30 September 2018 11:18

Perkantoran Pemprov Kalsel Dijadikan Wisata Edukasi

Menjelang Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-38, kawasan Perkantoran Setdaprov Kalsel di Banjarbaru, disulap…

Minggu, 30 September 2018 11:10

Sosok Ummi Maktum Abad Ini (Bagian 2)

Jika tak merasa ditampar oleh cerita ini, artinya iman sedang memerlukan reparasi. Tanpa kedua kaki…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .