MANAGED BY:
SENIN
23 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Senin, 11 Desember 2017 13:14
Melihat Tradisi Mandi Kebal di Hulu Sungai Selatan

Bisa Dimandikan Ibu, Bisa dengan Ahli

MANDI KEBAL: Abah Gunung memandikan pasien untuk mendapatkan kekebalan. Foto: SALAHUDIN/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, Masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) selain akrab dengan tradisi membawa senjata tajam (sajam) juga tradisi penangkal senjata tajam. Kekebalan akan senjata tajam menjadi impian sebagian lelaki untuk menjaga diri.

------------------------------------

SALAHUDIN, Kandangan

-------------------------------------

SUPAYA memiliki ilmu taguh atau kebal terhadap berbagai jenis sajam dan senjata api, ada beberapa cara yang biasa dilakukan warga di Kabupaten HSS. Mulai dari latihan mengolah jiwa dan raga melalui tirakat tertentu seperti kajian ataupun amalan, sampai bauntalan. Tak ketinggalan, cara yang populer dilakukan adalah dengan ritual mandi taguh atau mandi kebal.

Secara logika, mandi taguh sulit dijelaskan. Tapi percaya atau tidak, mandi taguh diyakini sebagian masyarakat bisa membuat orang yang melakukannya menjadi taguh atau kebal.

Bagi warga sendiri, mandi taguh ditujukan bukan menjadi jagoan, tetapi yang paling utama untuk menjaga diri saat akan meninggalkan kampung halaman atau merantau ke daerah lain.

Radar Banjarmasin mendatangi salah satu praktisi supranatural M Burhanuddin Rabbani atau biasa dipanggil Abang Gunung (61), di Desa Tabihi, Kecamatan Padang Batung. Sampai saat ini, Abah Gunung dipercaya memiliki keahlian bisa memandikan seseorang supaya bisa kebal.

Menuju rumah Abah Gunung dapat ditempuh sekitar 10 menit dari Kota Kandangan yang merupakan ibu kota Kabupaten HSS, menggunakan sepeda motor. Rumah Abah Gunung lumayan jauh dari jalan raya.

Abah Gunung menjadi praktisi supranatural sudah sekitar 36 tahun. Sejak usianya masih muda dan belum berkeluarga, dia dipercaya bisa memandikan seseorang menjadi kebal.

Diceritakannya, kebiasaan memandikan orang memiliki ilmu kebal didapatkannya sebagai laduni. Laduni adalah ilmu yang berasal dari Allah subhanahu wa ta'ala.

“Saat masih bujang (belum menikah), sudah bisa memandikan orang kebalnya,” katanya mengawali pembicaraan.

Pria berambut panjang dan berjenggot serta menggunakan berbagai jenis cincin ditangannya ini, menjelaskan jika seseorang ingin mandi kebal ada dua jenis. Pertama dimandikan ibu kandung. Kedua bisa mandi dengan bantuan seseorang yang ahlinya.

Mandi kebal dengan ibu kandung caranya cukup mudah. Seseorang anak cukup masuk ke sarung yang biasa digunakan ibunya saat mandi. Waktunya harus sesuai dengan jam dan hari kelahiran yang ingin melakukannya. Seandainya tidak ingat bisa memilih hari Jumat sebagai hari baik.

“Tapi, harus dijelaskan niat mau mandi sama orang tua buat apa dan minta ridanya,” ujarnya.

Saat mandi berlangsung harus memeluk ibu kandung dibagian kaki. Selesai mandi keluar dari sarung harus bagian bokong dulu seakan baru lahir. Baru duduk untuk minta rida dan maaf, apabila ada salah supaya diampuni, serta di doakan selamat dunia akhirat.
“Tapi harus yakin,” tegas Abah Gunung.

Dikatakan Abah Gunung, ilmu kebal dari mandi dengan ibu kandung tidak ada pantangannya meskipun yang bersangkutan melakukannya untuk perbuatan kejahatan apapun.

“Ilmu kebalnya baru akan pecah (hilang), kalau mamanya (Ibunya) sudah tidak meridhoi perbuatan anaknya,” tuturnya.

Sedangkan mandi kebal dengan cara dimandikan ahlinya, menurut Abah Gunung syaratnya juga cukup mudah. Hanya membawa kain berwarna hitam dan putih dan kembang.


BACA JUGA

Sabtu, 21 April 2018 11:58

Jasa Ojek Online Khusus Perempuan di Banjarmasin ini Banjir Orderan

Nafisah boleh dibilang perempuan zaman now. Yang mampu mandiri mencari pendapatan sendiri. Menggunakan…

Sabtu, 21 April 2018 11:48

Norsinah, Kartini dari Pasar Harum Manis

Tahun 1987, Norsinah mengikuti tes PNS dan gagal. Toh, semangatnya mengajar tak pernah surut. Dengan…

Rabu, 18 April 2018 14:33

HEBAT, Petani di Tapin Berhasil Tanam Padi di Lahan Bekas Tambang

Lahan bekas tambang selalu menjadi permasalahan karena tak produktif.Tapi di Tapin, ada yang berhasil…

Selasa, 17 April 2018 15:17
Kisah Penyiar Cantik RTMC Polda Kalsel

Pilih Jadi Polisi Ketimbang Pramugari

Cantik, tangguh dan berdedikasi tinggi. Itu tercermin dari polwan yang satu ini. Namanya Dharma Setiawati.…

Senin, 16 April 2018 14:26

Suci Paradita Sari, Anggota Satgas Kamtib LP Teluk Dalam

Petugas lembaga pemasyarakatan (lapas) tak melulu pria. Perempuan juga ada. Salah satunya, Suci Paradita…

Sabtu, 14 April 2018 11:48

Ikan Melimpah di Pesisir Pulau Laut, Tapi Nelayan tak Kunjung Kaya

Pesisir Pulau Laut memang kaya ikan. Tiga jam saja merengge, nelayan di Desa Semaras bisa menangkap…

Jumat, 13 April 2018 13:11

Perjuangan Heri Hadi Saputra Keliling Dagang Sule

Heri Hadi Saputra dulu berprofesi sebagai ojek. Penghasilannya pas-pasan. Sekarang pria berusia 38 tahun…

Kamis, 12 April 2018 14:45

Mantan Gubernur Kalsel Terpesona Keindahan Desa Kiram

MANTAN Gubernur Kalimantan Selatan, HM Said, terpesona ketika berkunjung ke Desa Kiram, Kecamatan Karang…

Selasa, 10 April 2018 20:30

Perjuangan Siswa Kotabaru Ikuti UNBK: 10 Jam Arungi Laut, Dihantam Gelombang 2 Meter

Mereka mesti berjibaku arungi ombak dua meter, arungi laut selama 10 jam hanya untuk ikut UNBK. ==========================…

Senin, 09 April 2018 15:36

Beratnya Perjuangan Nurjenah, Bidan Desa Terpencil di Pulau Burung

Nama Nurjenah tidak asing lagi bagi Warga Desa Pulau Burung Kecamatan Simpang Empat Tanah Bumbu. Dia…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .