MANAGED BY:
MINGGU
21 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Senin, 11 Desember 2017 13:45
Yudha Jadi Saksi Terakhir Sidang Kasus Suap PDAM Bandarmasih

Semua Sudah Terbukti, Awal Tahun Tuntas

SAKSI TERAKHIR: Plt Dirut PDAM Bandarmasih Yudha Achmadi akan dihadirkan dalam persidangan mendatang.

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Sidang lanjutan kasus suap PDAM Bandarmasih kembali disidangkan Kamis (14/12) mendatang. Di sidang nanti, majelis hakim meminta kepada jaksa penuntut umum (JPU) dari KPK untuk mendatangkan saksi dari PDAM Bandarmasih ditambah satu orang saksi yang meringankan dari terdakwa Muslih dan Trensis.

Ditengarai ini adalah saksi terakhir yang akan dipanggil. Mengingat,  sidang kasus ini akan dituntaskan pada bulan Januari nanti. Semua pembuktian sudah sangat cukup untuk menjerat terdakwa Muslih dan Trensis. “Paling lambat awal Februari 2018 mendatang kasus ini selesai,” ucap jaksa KPK Ferdian Andi Nugroho.

Dia mengutip aturan dalam pasal 55 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Di mana, kasus pemberi dan penerima suap atau gratifikasi, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara harus dipercepat. “Masa penahanan tersangka atau terdakwa tak boleh lebih dari 90 hari. Sehingga kami pun harus mempercepat sidang ini,” jelasnya.

Lalu siapa saksi yang akan dihadirkan?

“ Ada tiga orang, salah satunya Plt Dirut PDAM Bandarmasih, Yudha Achmadi,” terang Ferdian.

Jabatan Yudha sendiri saat kasus itu terjadi adalah Direktur Teknik PDAM Bandarmasih. Dia didapuk menggantikan Muslih meski baru sebatas pelaksana tugas.

Yudha sempat dipanggil pula oleh penyidik KPK ke Jakarta 27 Oktober lalu. Dia dipanggil usai pemeriksaan puluhan saksi secara maraton di Mapolda Kalsel.

Yang menarik, pada sidang lanjutan nanti sebutnya, akan dijernihkan lagi soal selisih jumlah uang suap yang diserahkan oleh Direktur Operasional PT Chindra Santi Pratama (CSP), Imam Purnama kepada terdakwa Trensis. “Soal selisih uang ini akan kami singgung lagi,” janji Ferdian.

Dia sendiri mengaku bingung ada ketidakselarasan antara keterangan terdakwa Muslih dan Trensis dengan saksi Imam Purnama soal uang jumlah uang tersebut. “Padahal kesaksian mereka di atas sumpah. Namun, yang paling penting kami dapat membuktikan adanya suap,” ujarnya.

Seperti diketahui, pada fakta persidangan lalu terungkap Muslih menyampaikan perlu sokongan dana sebanyak Rp250 juta ke PT CSP, perusahaan pemenang proyek pekerjaan pemasangan pipa PDAM Bandarmasih. Atas permintaan tersebut, Direktur Operasional PT CSP pun menyanggupinya. Uang Rp250 juta pun diserahkan kepada Trensis di kantor PDAM Bandarmasih. Di hadapan majelis hakim, Imam pun menegaskan uang tersebut bentuknya hanya pinjaman, bukan diberikan cuma-cuma.

Terlebih sebut Imam, uang tersebut pun dari uang sakunya sendiri, bukan dari perusahaan tempatnya bekerja. “Saya menyerahkan uang dengan tas hitam dengan total Rp250 juta. Tak kurang sedikit pun,” kata Imam ketika itu.

Sedangkan Trensis selaku penerima uang dari Imam mengaku, uang yang diterimanya hanya Rp150 juta dengan dibungkus kresek hitam. “Uangnya hanya Rp150 juta, tak benar nilainya mencapai Rp250 juta,” bantah terdakwa.

Imam ngotot memberikan uang kepada Muslih jumlahnya sebesar Rp250 juta sesuai apa yang diminta kepada dirinya. Namun, ketika di persidangan, Muslih dan Trensis mengaku uang tersebut hanya sejumlah Rp150 juta. (mof/ay/ran)

 


BACA JUGA

Minggu, 21 Oktober 2018 07:10

Subuh Hilang, Pagi Ditemukan Mengapung

BANJARMASIN -Warga Alalak Selatan, Banjarmasin Utara mendadak gempar. Sesosok jasad ditemukan mengapung…

Jumat, 19 Oktober 2018 10:22

Kangen Penjara, Rafiki Tertangkap Lagi Karena Kasus Penganiayaan

BANJARMASIN - Rafiki alias Iki (21) lebih banyak menghabiskan usianya dibalik jeruji besi sel tahanan.…

Jumat, 19 Oktober 2018 09:17

Penjara Tak Membuat Jera, Ucuk Kembali Diciduk Aparat Edarkan Sabu

RANTAU - Rupanya jeruji besi tidak membuat jera Supian alias Ucuk (36),  warga Batu Laki Rt 02…

Kamis, 18 Oktober 2018 15:53

Senpi dan Peluru Komplotan Mafia Narkoba Dikenakan Undang-undang Darurat

TANJUNG - Temuan satu pucuk senjata api (Senpi) rakitan dan 15 peluru berkaliber 15 mm saat penggerebekan…

Kamis, 18 Oktober 2018 15:50

Mafia Narkoba Desa Bongkang Ini Sejak Lama Diintai Selalu Lolos

TANJUNG - Komplotan Mafia Narkoba di Desa Bongkang Kecamatan Haruai Kabupaten Tabalong itu ternyata…

Kamis, 18 Oktober 2018 15:48

Pengedar Mantan Brimob Itu Salah Satu Komplotan Mafia Narkoba

TANJUNG - Ternyata dua pengedar narkoba yang salah satunya mantan anggota Brimob Polda Kalimantan Selatan…

Kamis, 18 Oktober 2018 15:28

Dorrr..!! Pengedar Narkoba Pecatan Brimob Dihadiahi Timah Panas

TANJUNG - Dua pengedar narkoba di Kabupaten Tabalong berhasil diamankan jajaran Polres Tabalong. Dari…

Kamis, 18 Oktober 2018 10:45

Korban Kebakaran di Desa Mawangi Tak Sempat Selamatkan Harta Benda

KANDANGAN – Pasca kebakaran hebat yang melanda  Desa Mawangi, Kecamatan Padang Batung, …

Kamis, 18 Oktober 2018 09:20

Paman Versus Keponakan di Pengambangan, Celurit Akhirnya Keluar

BANJARMASIN - Perkelahian antara paman dan keponakan terjadi di Simpang Pengambangan, kemarin (17/10)…

Kamis, 18 Oktober 2018 09:04

Rebutan Lahan, Ahmad Tega Tebas Keluarga Sendiri Hingga Tewas

BANJARMASIN - Ahmad (38) sudah sepekan mendekam di balik jeruji sel tahanan Mapolsek Kertak Hanyar,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .