MANAGED BY:
JUMAT
19 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Rabu, 13 Desember 2017 14:32
KNKT Investigasi Kapal Karam di Sungai Barito
CARI PENYEBAB: KM MV Keneukai yang karam di perairan Sungai Barito. Insiden ini sudah diinvestigasi oleh KNKT, sejak Selasa (12/12) kemarin.

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sedang menginvestigasi insiden karamnya Kapal Motor (KM) MV Keneukai di perairan Sungai Barito. Jika terbukti ada kelalaian, kasus ini bakal berlanjut ke sidang Mahkamah Pelayaran. 

Tiga orang dari KNKT tiba di Banjarmasin sejak Senin (11/12). Mereka mulai bekerja sejak Selasa (12/12) pagi. Dimulai dari menginterogasi sejumlah kru, nakhoda dan pemilik kapal. 

Petangnya, mereka ke lokasi insiden Keneukai. Kapal kargo yang mengangkut 52 ribu sak semen itu karam pada Jumat (8/12) siang. Setelah larat alias kegagalan jangkar menahan kapal, hingga hanyut dan menghantam bangkai kapal di dasar sungai. 

"KNKT meminta maaf karena belum bisa memberi pernyataan. Sebab belum ada kesimpulan. Mereka masih mengumpulkan keterangan dan perlu pengecekan lapangan," ungkap Kasubbag Humas Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Banjarmasin, Agus Wahono. 

Sebenarnya, KSOP sudah menggelar penyelidikan awal. Namun Agus enggan membeberkannya. KSOP hanya merekomendasikan sejumlah langkah yang harus diambil. 

Pertama, pemilik kapal wajib menambah lampu di badan kapal yang tenggelam. Sebagai peringatan bagi kapal lain yang melintas di dekatnya. Mengingat lokasi kecelakaan yang tak jauh dengan Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, hanya berjarak lima menit perjalanan jika menaiki kapal patroli cepat. 

"Memang sudah ada lampu peringatan dari kami, tapi tidak cukup. Apalagi rawan terlihat bagi kapal yang datang dari arah berlawanan. Perlu tambahan lampu di buritan kapal," jelasnya. 

Pantauan terakhir KSOP, posisi kapal belum berubah. Tidak bergeser atau tenggelam kian dalam. Dugaan awal, kapal itu tertahan karena persis di atas bangkai kapal yang berada di dasar sungai. 

Rekomendasi kedua, KSOP meminta stasiun radio pantai untuk mengumumkan koordinat lokasi kecelakaan sebagai peringatan dini pada nakhoda kapal lainnya. Arus lalu lintas kapal memang masih lancar. Namun, demi keamanan jangan sampai ada persimpangan kapal di dekat lokasi kecelakaan. 

Terdengar kabar bahwa dokumen pelayaran kapal kargo ini bermasalah. Agus tak menampiknya. "Ada dokumen yang memang mestinya diperpanjang masa berlakunya. Tapi itu soal lain," tukasnya. 

Yang menarik adalah bangkai kapal penyebab tabrakan tersebut. Bangkai kapal kargo itu karam tahun pada 2011 silam. Tetapi sampai sekarang belum juga dipindahkan alias dibiarkan begitu saja di dasar sungai.

Agus mengaku tak bisa bicara banyak. Alasannya, ketika insiden itu terjadi ia belum bertugas di Banjarmasin. Menurutnya,  upaya evakuasi bangkai kapal sudah pernah diupayakan. Entah kendala teknis apa yang membuat pemilik kapal menyerah. 

Kembali pada investigasi KNKT, dalam kasus serupa jika benar terjadi unsur kelalaian yang membahayakan nyawa ABK, maka bakal ada tindakan serius. "Jika begitu, maka dibawa ke persidangan di Mahkamah Pelayaran," pungkasnya.

Pantauan Radar Banjarmasin saat mengikuti  KNKT melakukan pemeriksaan,  kapal itu terlihat mengapung rata di atas permukaan sungai,  dibanding saat kejadian awal posisi bagian haluan terangkat ke atas, sementara buritan tenggelam.

Tidak lama di lokasi, tim setelah melakukan dokumentasi foto dan olah tempat kejadian perkara (TKP)  dari lokasi awal kapal labuh jangkar, langsung kembali ke markas KSOP.

Syukurnya, tak ada korban jiwa dari ABK. Tiga belas orang kru kapal beserta nakhoda berhasil diselamatkan dari insiden tersebut. (fud/lan)


BACA JUGA

Jumat, 19 Oktober 2018 10:22

Kangen Penjara, Rafiki Tertangkap Lagi Karena Kasus Penganiayaan

BANJARMASIN - Rafiki alias Iki (21) lebih banyak menghabiskan usianya dibalik jeruji besi sel tahanan.…

Jumat, 19 Oktober 2018 09:17

Penjara Tak Membuat Jera, Ucuk Kembali Diciduk Aparat Edarkan Sabu

RANTAU - Rupanya jeruji besi tidak membuat jera Supian alias Ucuk (36),  warga Batu Laki Rt 02…

Kamis, 18 Oktober 2018 15:53

Senpi dan Peluru Komplotan Mafia Narkoba Dikenakan Undang-undang Darurat

TANJUNG - Temuan satu pucuk senjata api (Senpi) rakitan dan 15 peluru berkaliber 15 mm saat penggerebekan…

Kamis, 18 Oktober 2018 15:50

Mafia Narkoba Desa Bongkang Ini Sejak Lama Diintai Selalu Lolos

TANJUNG - Komplotan Mafia Narkoba di Desa Bongkang Kecamatan Haruai Kabupaten Tabalong itu ternyata…

Kamis, 18 Oktober 2018 15:48

Pengedar Mantan Brimob Itu Salah Satu Komplotan Mafia Narkoba

TANJUNG - Ternyata dua pengedar narkoba yang salah satunya mantan anggota Brimob Polda Kalimantan Selatan…

Kamis, 18 Oktober 2018 15:28

Dorrr..!! Pengedar Narkoba Pecatan Brimob Dihadiahi Timah Panas

TANJUNG - Dua pengedar narkoba di Kabupaten Tabalong berhasil diamankan jajaran Polres Tabalong. Dari…

Kamis, 18 Oktober 2018 10:45

Korban Kebakaran di Desa Mawangi Tak Sempat Selamatkan Harta Benda

KANDANGAN – Pasca kebakaran hebat yang melanda  Desa Mawangi, Kecamatan Padang Batung, …

Kamis, 18 Oktober 2018 09:20

Paman Versus Keponakan di Pengambangan, Celurit Akhirnya Keluar

BANJARMASIN - Perkelahian antara paman dan keponakan terjadi di Simpang Pengambangan, kemarin (17/10)…

Kamis, 18 Oktober 2018 09:04

Rebutan Lahan, Ahmad Tega Tebas Keluarga Sendiri Hingga Tewas

BANJARMASIN - Ahmad (38) sudah sepekan mendekam di balik jeruji sel tahanan Mapolsek Kertak Hanyar,…

Kamis, 18 Oktober 2018 08:52

Biddokkes Polda Kalsel Periksa Kesehatan Personel di SPN

BANJARMASIN-Bidang Dokter Kesehatan (Biddokkes) Polda Kalsel menggelar pemeriksaan kesehatan personel…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .