MANAGED BY:
SELASA
23 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BISNIS

Kamis, 14 Desember 2017 15:34
HEDEH..!! Gas 12 Kg Juga Ikutan Langka
STOK KOSONG: Toko ini tidak lagi menjual gas melon akibat pasokannya sedang sendat.

PROKAL.CO, AMUNTAI - Sejak November lalu, masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) dibuat bingung dengan menghilangnya gas elpiji 3 kilogram di pasaran. Kalaupun ada, harganya pasti meroket tinggi. Di tingkat pengecer, harga gas bersubsidi ini sampai tembus di kisaran Rp23 ribu hingga Rp30 ribu per tabungnya.

Menariknya kelangkaan tabung ini juga merembet ke tabung 12 kilogram yang merupakan gas non subsidi dari pemerintah. Masyarakat yang awalnya menggunakan gas 3 kilogram terpaksa membeli gas 12 kilogram sebagai alternatif. Akhirnya stok gas ukuran besar ini ikut menyusut di pasaran.

Abi warga Kelurahan Sungai Malang menuturkan, sewaktu dia ingin membeli gas ke pengecer langganannya, di toko itu sudah tertulis pengumuman di selembar karton bekas kardus, bahwa stok gas baik 12 kg dan 3 kg sedang kosong.

Wajah bapak dua anak langsung menekuk saat terpaksa memutar balik motornya ke arah pangkalan gas. Namun kondisi pangkalan tak jauh berbeda dengan pengecer sebelumnya, kosong. Setelah menyinggahi hampir semua pengecer dan pangkalan seputar Kota Amuntai, gas tak kunjung didapat. "Sudah tiga hari di rumah tidak memasak. Gas kosong. Minyak tanah pun hampir tak ada yang menjual. Ya terpaksa untuk sementara beli makan di warung saja," keluhnya.

Nasib serupa juga dirasakan seorang aparat hukum yang bertugas di Kecamatan Danau Panggang. Dia sampai berburu ke kota terdekat hanya untuk mencari gas. "Semua kosong. Di mana ya ada jual gas," tanyanya bingung.

Sementara itu, salah satu agen gas yang ada di Kecamatan Amuntai Tengah, Ali mengaku stok gas melon memang mengalami kekurangan pasokan. Kalau dulu dirinya bisa menyetok sampai 200 tabung, kali ini hanya diberi 50 tabung. Baru saja datang, gas melon sudah ludes, sebab banyak warga yang memesan.

Dulu sebelum kelangkaan terjadi, harga gas melon hanya di kisaran Rp17 ribu. Namun saat ini menembus Rp22 per tabung. Bahkan di tingkat pengecer sudah sampai harga Rp27 hingga Rp30 ribu. “Sekarang meski ada duit barangnya yang tak ada. Faktanya memang seperti itu," ungkapnya kesal.

Untuk tabung 12 Kg, rata-rata agen hanya memiliki stok tinggal beberapa saja lagi, yang merupakan stok kiriman hari Senin (11/12) kemarin. "Paling besok gas 12 Kg ini sudah habis," katanya.

Sementara itu, Plt Sekda drh Suyadi melalui Kabid Ekonomi dan SDA Setda HSU Ir Muhammad Rafiq mengatakan bahwa pada Selasa (12/12) kemarin telah dilaksanakan operasi pasar terkait kelangkaan tabung elpiji 3 kilogram di HSU.

Lokasinya di Kecamatan Amuntai Tengah tepatnya di Jalan Empu Jatmika. "Operasi dilaksanakan oleh Pertamina dan Pangkalan (Agen) menyusul terbitnya surat Gubernur Kalsel, menyikapi masalah kelangkaan gas tersebut," kata Ahmad Rafiq pada Radar Banjarmasin Rabu (13/12).

Sebanyak 560 elpiji isi 3 Kg dalam sekejap ludes pada operasi pasar hari itu. "Operasi hanya berlangsung tiga jam. Elpiji yang dimuat dalam truk itu, ludes dibeli warga. Syaratnya harus berdomisili di sini, dibuktikan dengan KTP," ujarnya.

Operasi pasar juga dipusatkan di Kecamatan Banjang. "Sudah ada agen yang kami (Pemda) tegur dan diberi imbauan agar tidak menimbun gas dan mempermainkan harga. Ada empat agen besar elpiji 3 kilogram di HSU dan semua kami sudah peringatkan," ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres HSU AKBP Agus Sudaryatno SIK melalui Kasat Intel Iptu Cece Sudrajat, melakukan pemantauan distribusi gas melon di wilayah ini. Jika ada yang melakukan upaya penimbunan, bisa terkena sanksi hukum. "Kami imbau kepada agen, pangkalan dan pengecer gas tidak melakukan aksi menimbun gas. Sebab bisa terancam pidana," ancam perwira asal Bandung ini. (mar/by/ram)


BACA JUGA

Kamis, 18 Januari 2018 19:03

Ekspor Bahan Bakar Mineral Makin Tinggi

BANJARMASIN - Nilai ekspor melalui pelabuhan di Kalsel pada Desember 2017 tadi mencapai 783,17 juta…

Senin, 15 Januari 2018 11:16

Dadah Properti.. Ini Investasi 2018 Paling Menjanjikan di Banjarmasin

Banjarmasin tak cuma sekadar ibukota, tapi pusat perekonomian Kalsel. Bahkan provinsi tetangga, Kalteng…

Selasa, 02 Januari 2018 15:07

Pelaku Industri Optimis Perbankan Syariah Meningkat

BANJARMASIN - Industri keuangan syariah di Indonesia masih sangat kecil jika dibanding dengan industri…

Senin, 11 Desember 2017 19:17

PLN Kalselteng Kenalkan Kompor Induksi

BANJARBARU - Ratusan masyarakat Banjarmasin antusias menghadiri acara "Bamasak Mamakai Kompor Induksi"…

Sabtu, 02 Desember 2017 10:06
Kuliner

Angin Laut Membawa Hidangan Misterius ke Banjarbaru

BANJARBARU - Secara definitif, Angin laut adalah angin yang berembus dari arah lautan ke daratan…

Selasa, 28 November 2017 10:09

Pertama di Kalsel, Apartemen Eksklusif di Atas Mall dengan Keuntungan Menggiurkan

BANJARMASIN - Kalimantan Selatan rupanya jadi pasar apartemen potensial. Tidak heran, Mayapada Group…

Sabtu, 25 November 2017 11:20

Tahun ini PAD Perhotelan di Banjarmasin Meningkat

BANJARMASIN – Banyaknya kegiatan berskala nasional yang digelar, mendatangkan keuntungan tersendiri…

Jumat, 24 November 2017 14:52

Menjanjikan, Ekowisata Bekantan Terus Dikembangkan

BANJARMASIN - Saat ini wisata kehidupan liar (Wildlife Tourisme) adalah wisata yang sangat besar dan…

Kamis, 23 November 2017 11:54
Ekonomi Bisnis

Ekonomi Lesu, Pajak Hotel dan Restoran Digenjot

BANJARMASIN - Di tengah lesunya ekonomi dalam waktu dua tahun terakhir, Pemerintah Kota Banjarmasin…

Kamis, 16 November 2017 08:40

Nasi Rantang Membangkitkan Kenangan Ala Dafam

BANJARBARU - Rantang adalah simbol kenangan masa kecil. Hampir semua orang punya kisah tersendiri…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .