MANAGED BY:
SELASA
23 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Jumat, 15 Desember 2017 15:23
Setengah Hari di Hutan Mangrove Langadai Kelumpang Hilir Kotabaru

Bermain Sumpit Setelah Mengarungi Laut

MAIN SUMPIT: Wartawan lokal di Kotabaru asyik memainkan sumpit, senjata tradisional suku Dayak di Hutan Mangrove Desa Langadai sambil mengenakan pakaian adat yang disediakan warga.

PROKAL.CO, Tombak ulin yang tengahnya berlubang mereka angkat ke depan wajah. Kemudian mereka tiup pangkalnya, wuuuus..., melesat mata sumpit tajam menancap dalam ke sasaran.

------------------------------------------------

Zalyan Shodiqin Abdi, Langadai

------------------------------------------------

Kamis (14/12) pagi kemarin belasan wartawan yang bertugas di Kabupaten Kotabaru berangkat ke Desa Langadai Kecamatan Kelumpang Hilir. Menggunakan tiga buah speedboat kecil dari pusat kota.

Sekitar pukul 08.00 speedboat berangkat dari Pulau Laut ke Pulau Kalimantan, memotong selat. Sekitar sepuluh menit, speedboat sampai ke muara Desa Langadai. Operator memelankan laju speedboat karena alur laut yang menyempit dan banyak pemancing lokal berlabuh dengan sampan kecil mereka.

Kanan dan kiri rimbun pepohonan bakau. Sekitar sepuluh lima belas menit menyusuri muara, kami pun tiba di dermaga desa. Di dermaga terlihat Kades Langadai Punding, dan beberapa petinggi PT Indocement Tunggal Prakasa (ITP) Tarjun.

Desa Langadai tampak sepi. Rumah warga berjejer dekat dermaga. Agak ke tengah ada Kantor Desa. Kami kemudian diajak Kepala Desa dan petinggi ITP menuju Hutan Mangrove, objek wisata bakau.

Tidak jauh ternyata, berjalan kaki sekitar sepuluh menit melalui jembatan atau titian yang disemen lantainya, sampai kami Hutan Mangrove. Ada apa di sana? Semuanya pohon bakau, tumbuh menjulang.

Bergantian pihak desa dan perusahaan menjelaskan objek wisata Hutan Mangrove. Bahwa wisata itu meraih penghargaan di kalangan perusahaan sekala nasional. Dan lain-lainnya.

Namun bagi penulis yang terbiasa memancing di pesisir bakau, pemandangan Hutan Mangrove di Langadai tidak ada yang khusus. Sama saja dengan hutan bakau yang lain. Bahkan di sana tidak ada terlihat adanya hewan yang biasa ada di bakau, misalnya bekantan atau lainnya.

"Tapi orang luar negeri sudah ada ke sini, mereka suka. Bagi kita mungkin biasa, tapi bagi orang Jakarta atau yang belum pernah, hutan bakau ini kata mereka tenang dan segar," ujar Asisten GM PT ITP Agus Erfien.

Hal senada juga disampaikan SSECSR Dept Head PT ITP Teguh Iman Basoeki. "Tahun ini tadi dari catatan kami sudah ada dua ribuan wisatawan ke sini," ujarnya. Wisatawan itu kata Teguh sebagian berasal dari jaringan perusahaan.

Penulis pun memberikan saran kepada desa dan perusahaan, bahwa Hutan Mangrove mesti memiliki daya tarik jika ingin menggaet wisatawan secara maksimal. Seperti misalnya melakukan pengembangan budidaya madu hutan mangrove, atau kegiatan lainnya, sehingga wisatawan tidak hanya melihat hamparan pohon bakau.

"Makanya kami undang rekan-rekan wartawan agar kita bisa dialog mengembangkan kawasan ini. Sekarang juga ada paket naik sepeda keliling hutan, ini digagas Agus Erfien karena dia suka gowes," kata CSR Section Head Nor Imansyah.

Namun pihak desa juga kemudian mengakui kendala mendatangkan wisatawan adalah transportasi. Jika lewat darat memang terbilang jauh dari pusat kota. Yang paling efisien adalah layanan speedboat, hanya saja harganya yang lumayan menguras kantong jika sekadar hanya untuk melihat hutan bakau.

Jelang tengah hari, Kades Langadai Punding kemudian mengeluarkan beberapa pakaian adat dari dalam plastik. Juga ada dua buah tombak ulin sepanjang dua meter. Tombak itu berlubang bagian tengahnya. "Ini namanya sumpit, senjata khas suku Dayak Kalimantan," jelas Punding sembari mengeluarkan beberapa mata sumpit yang terbuat dari bambu tajam.

Untuk apa sumpit dan pakaian adat itu? Kata Punding itu adalah paket terbaru. Pengunjung hutan bakau, akan diberikan fasilitas tersebut untuk merasakan sensasi bermain sumpit di dalam hutan.

Penasaran, beberapa wartawan termasuk penulis kemudian memakai baju adat, dan secara bergantian memakai sumpit. Berat ternyata, karena tombak yang jadi media utama senjata sumpit terbuat dari kayu ulin.

Di depan sudah disediakan papan yang ditempeli gabus, sebagai target sasaran. Benar saja, dengan sekali tiup mata sumpit di dalam tombak melayang cepat dan menancap dalam ke papan gabus. Sekadar gambaran, jarak penyumpit ke papan target sekitar empat sampai lima meter.

Pengalaman memakai sumpit suku Dayak di hutan bakau ternyata menimbulkan rasa ketagihan. Para wartawan berebut, karena baju adat hanya ada tiga dan senjata sumpit hanya dua buah. "Kalau yang ahli, itu bisa membidik dari jarak jauh sekali," kata Ardiansyah, wartawan lokal di Kotabaru.

Sayangnya dalam aksi bermain sumpit itu tidak ada warga asli suku Dayak di sana. Tidak ada juga ahli yang bisa menjelaskan, apa itu sumpit dan bagaimana cara pemakaian yang benar. Jadi hanya sekadar hiburan saja.

Usai bermain sumpit kami pun makan bersama di tengah hutan. Makanan khas pesisir, ada kepiting udang dan lainnya. Sebelum Zuhur acara selesai, para wartawan pun kembali ke dermaga desa untuk kembali ke kota.

Perjalanan pulang lebih lambat, karena angin sudah bertiup kencang membuat speedboat ukuran kecil harus meliuk-liuk dihantam gelombang. Beberapa kali air laut masuk ke dalam speedboat yang penulis tumpangi.

Mendekati Pulau Laut, jelas terlihat hamparan hutan bakau di beberapa daerah. Bakau memang pemandangan umum di pesisir Kabupaten Kotabaru, bukan saja sebagai habitat ikan juga batangnya sering ditebang warga untuk berbagai keperluan.

Menjadikan hutan bakau sebagai objek wisata populer sepertinya pilihan yang tidak mudah. Karena objek wisata pantai, danau dan pegunungan menawarkan kemudahan akses dan fasilitas yang lebih beragam. Tapi bagi yang ingin menghirup oksigen segar di pesisir, serta berteman nyanyian serangga laut atau jika beruntung bertemu sarang madu hutan, bakau mungkin bisa jadi pilihan. (by/ram)


BACA JUGA

Senin, 22 Januari 2018 11:44

Henyndia Putri si Cantik dari RTMC, Hobi Memancing, Sering Diajak Foto

Kerja polisi itu tidak mudah. Mesti siaga 24 jam demi menjaga keamanan lingkungan. Lalu, apa yang mereka…

Senin, 22 Januari 2018 11:16

Mengenal Kandangan Aeromodelling Club, Terbang Manfaatkan Kelengangan Jalan Tugu Ketupat

Cabang olahraga (cabor) dirgantara, khususnya aeromodelling pesawat Remote Control (RC) ternyata juga…

Sabtu, 20 Januari 2018 11:07

Sisi Lain Parade Jukung Barenteng, Berawal dari Request Fotografer Asing

Belakangan sering digelar parade jukung di Kota Banjarmasin. Menampilkan berbagai formasi unik. Di balik…

Kamis, 18 Januari 2018 18:57

Dibalik Kegagalan Rumah Sakit Idaman Meraih Akreditasi Bintang Lima

Dua spanduk besar bertuliskan "RSID Kita Semua, RSID Paripurna, RSID Yes! Yes! Yes!" terpasang di lobi…

Rabu, 17 Januari 2018 15:22

Polres Banjarbaru Luncurkan Aplikasi SIHARAT untuk Layani Publik

Demi melayani masyarakat sesuai dengan program Kapolri yaitu profesional modern dan tepercaya (promoter),…

Rabu, 17 Januari 2018 14:42

Kejar Target Kota Kelima di Indonesia yang Operasikan Bus Wisata

Pernah naik Mpok Siti, Bandros, Werkudara, ataukah Macito saat berkunjung ke kota-kota besar di Pulau…

Rabu, 17 Januari 2018 11:18

WOW! ini Aksi Nekat Siswa SMP di Gedung DPRD Banjarmasin

Serombongan pelajar SMP nekat mendatangi DPRD Banjarmasin. Bukan untuk berunjuk rasa, melainkan beraudiensi.…

Sabtu, 13 Januari 2018 15:55

Salut..!! Ini Nih Para Srikandi Relawan Kebakaran Banjarmasin

Pernah mendengarkan lagu Sang Penakluk Api dari The Cangcuters? Kalau belum, coba saja dengarkan. Liriknya…

Jumat, 12 Januari 2018 13:52

Pelajaran Berharga AKP Ade Papa Rihi dari DEA dan FBI

Tuntutlah ilmu sampai ke negeri China. Ungkapan itu pantas dialamatkan untuk Ajun Komisaris Polisi (AKP)…

Kamis, 11 Januari 2018 13:19

Darmatasiah, TKW yang Dua Tahun Stroke di Arab Saudi akhirnya Kembali

Darmatasiah tak mampu menutupi rasa harunya, saat diturunkan dari pesawat oleh petugas menggunakan tandu.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .