MANAGED BY:
SENIN
16 JULI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Jumat, 15 Desember 2017 15:50
Terdakwa Kasus Suap Beberkan Suap Lain di PDAM

Muslih Melawan Balik!

TUNJUK HIDUNG: Terdakwa kasus suap PDAM Bandarmasih Muslih menyebut ada transaksi suap lain di PDAM yang melibatkan institusi yang lebih besar.

PROKAL.CO, Terdakwa kasus suap untuk pengesahan Raperda Penyertaan Modal PDAM Bandarmasih, Muslih akhirnya membuka 'kartu as' miliknya. Dalam sidang lanjutan di Tipikor Banjarmasin kemarin (15/12), mantan Direktur Utama PDAM Bandarmasih itu menyebut ada transaksi suap lain. Nominalnya bahkan lebih besar dari yang diserahkan Muslih kepada terdakwa mantan Ketua DPRD Banjarmasin Iwan Rusmali dan mantan Ketua Pansus Raperda Andi Effendy.

----

Besarannya Rp400 juta. Empat kali lipat dibanding yang diterima DPRD. Suap itu diduga untuk memuluskan alokasi bantuan dari Kementerian Pekerjaan Umum. Sebesar Rp15 miliar pada tahun 2018 untuk proyek pekerjaan jaringan pipa.

"Ridwan menawarkan dana dari pusat, nilainya Rp15 miliar. Kami disuruh mencarikan fee, minimal tiga persen dari nilai bantuan. Ridwan bilang akan ada orang bernama Fahri datang mengambil uangnya ke PDAM," beber Muslih di depan majelis hakim.

Ridwan yang ia maksud adalah Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Banjarmasin, Gusti Ridwan Syofyani. Ia orang lama, pada zaman walikota sebelumnya Ridwan menjabat Kepala Dinas Bina Marga. "Iya, Ridwan PU kota, siapa lagi," imbuhnya.

Muslih sadar tak bisa memakai uang perusahaan. Ia lalu meminta PT Adhi Karya, kontraktor rekanan PDAM. Permintaan uang Rp400 juta itu Muslih utarakan pada Sumantri, orang PT Adhi Karya. Permintaan penyediaan uang itu disanggupi.

Lagi-lagi yang diminta jadi perantara mengambil dan menyerahkan uang suap adalah mantan Manajer Keuangan PDAM Bandarmasih, Trensis. Jaksa pun heran mengapa Muslih bisa semudah itu menyerahkan uang setengah miliar kepada orang tak dikenal.

"Saya tidak kenal siapa Fahri ini. Saya percaya karena berpegang pada perkataan Ridwan," tukas Muslih.

Trensis kemudian merincikan kronologi penyerahan uang. Ia dipanggil Muslih, diperintahkan untuk menerima dan menyimpan uang dari Adhi Karya pada Jumat pagi, 8 September. "Siangnya seusai salat Jumat, ada orang tak dikenal mendatangi PDAM. Mengaku-ngaku bernama Fahri. Saya serahkan saja semuanya," kisah Trensis.

Sepekan kemudian, keempat tersangka ini ditangkap KPK pada Kamis malam, 14 September, usai sidang paripurna di gedung dewan.

Lantas, siapa sebenarnya sosok Fahri ini? Dari informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, Fahri sebenarnya orang swasta, bukan PNS. Namun, ia rajin wara-wiri di Balai Kota. Sering juga terlihat nongkrong di acara-acara milik pemko.

Ia disebut-sebut sebagai penghubung penting jika pejabat pemko ingin melobi pemerintah pusat. Sejak kasus OTT, sosok Fahri mendadak raib. Tak lagi terlihat di perkantoran walikota di Jalan RE Martadinata tersebut.

Serupa halnya dengan Ridwan. Sejak peristiwa OTT, ia tak bisa lagi dikontak via telepon. Kabarnya ia sudah mengganti nomor ponselnya. Keperluan wawancara hanya dilayani dengan mendatanginya ke kantor atau mencegatnya di Balai Kota. Pendapat beberapa orang yang mengenalnya, Ridwan kini tampak lebih murung.

Muslih buka-bukaan transaksi suap ini setelah Jaksa Penuntut Umum dari KPK, Amir Nurdianto dan Ferdian Adi Nugraha memutar rekaman hasil penyadapan telepon Muslih. Terdengar percakapan Muslih dengan Sumantri soal permintaan uang Rp400 juta itu.

Selepas persidangan, Muslih yang dicegat wartawan mengaku tidak tahu lagi nasib uang pelicin tersebut. Apakah sudah sampai ke tangan oknum kementerian atau belum. "Kan saya keburu ditangkap. Saya tidak tahu lagi nasib bantuan Rp15 miliar itu, jadi atau enggak," ujarnya.

Kepada wartawan, Ferdian enggan mengomentari panjang lebar perihal sosok Fahri. Apakah ia sudah diburu dan diperiksa oleh KPK atau belum. "Itu kan wilayah penyidik, sementara tugas kami berbeda, kami tim penuntut," ujarnya.

Namun, ia mengangguk soal tujuan suap tersebut. "Iya, katanya untuk melicinkan bantuan dari kementerian," imbuhnya tersenyum.

Sementara itu, Ketua Majelis Hakim Sihar Purnamangan Purba menjadwalkan sidang berikutnya pada 28 September. Agendanya adalah pembacaan tuntutan kepada terdakwa.

Sebagai informasi tambahan, sidang yang menyeret tersangka penerima suap, Iwan dan Andi dijadwalkan digelar Februari tahun depan di Banjarmasin. (fud)


BACA JUGA

Minggu, 15 Juli 2018 14:18
Breaking News

Ngeri! Laka Palam, Kepala Korban Pecah

BANJARBARU -Kecelakaan maut terjadi di Jalan Palam, kelurahan Guntung Manggis Minggu (15/7) pagi. Korbannya…

Sabtu, 14 Juli 2018 14:42

Mabuk Bareng di Kamar Kos, 14 Pria dan 7 Wanita Diamankan

BANJARBARU - Lagi-lagi, kamar indekos disalahgunakan menjadi lokasi mabuk-mabukan. Jumat (13/7) malam,…

Sabtu, 14 Juli 2018 12:26

Kapolda Kalsel Resmi Bintang Dua

BANJARMASIN - Setelah Polda Kalsel resmi naik tipologi dari B ke A, kini giliran Kapolda naik pangkat.…

Jumat, 13 Juli 2018 15:52

Razia Lapas, Petugas Temukan Barang Terlarang

BATULICIN - Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Kotabaru, Rabu (11/7) malam digeledah petugas. Penggeledahan…

Jumat, 13 Juli 2018 14:21

Mau ke Jamban, Nenek 70 Tahun Disambar Buaya, Begini Nasibnya

  KOTABARU - Nenek Hamdaniah bernasib nahas. Dia disambar buaya saat hendak ke jamban di belakang…

Kamis, 12 Juli 2018 16:19

Itab Akhirnya Divonis 15 Tahun Penjara

BANJARBARU - Masih ingat dengan Itab? Pria yang tersandung tindak pidana asusila. Kemarin (11/7), dia…

Kamis, 12 Juli 2018 05:08

Banjarbaru Mencekam, Terjadi Lagi Penusukan di Rumah Makan

BANJARBARU - Suasana santai di Rumah Makan AZ, JalanĀ  Ahmad Yani KM 34,5 seberang rumah dinas Walikota…

Rabu, 11 Juli 2018 16:11

Telusuri Kematian Pewarta M Yusuf, Pencari Fakta PWI ke Pulau Laut

KOTABARU - Selama dua hari Tim Pencari Fakta (TPF) bentukan PWI menelusuri fakta-fakta di lapangan.…

Rabu, 11 Juli 2018 16:06

Kebakaran di Pesantren Hidayatullah Hanguskan Bangunan Bersejarah

MARTAPURA – Pondok Pesantren Hidayatullah dilanda musibah kebakaran, Selasa (10/7) dini hari.…

Rabu, 11 Juli 2018 15:54

Polres Tabalong Amankan 223,33 Gram Sabu dalam Enam Bulan

TANJUNG - Kabupaten Tabalong ternyata menjadi pangsa pasar peredaran narkoba jenis sabu. Buktinya jajaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .