MANAGED BY:
JUMAT
19 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Jumat, 15 Desember 2017 15:50
Terdakwa Kasus Suap Beberkan Suap Lain di PDAM

Muslih Melawan Balik!

TUNJUK HIDUNG: Terdakwa kasus suap PDAM Bandarmasih Muslih menyebut ada transaksi suap lain di PDAM yang melibatkan institusi yang lebih besar.

PROKAL.CO, Terdakwa kasus suap untuk pengesahan Raperda Penyertaan Modal PDAM Bandarmasih, Muslih akhirnya membuka 'kartu as' miliknya. Dalam sidang lanjutan di Tipikor Banjarmasin kemarin (15/12), mantan Direktur Utama PDAM Bandarmasih itu menyebut ada transaksi suap lain. Nominalnya bahkan lebih besar dari yang diserahkan Muslih kepada terdakwa mantan Ketua DPRD Banjarmasin Iwan Rusmali dan mantan Ketua Pansus Raperda Andi Effendy.

----

Besarannya Rp400 juta. Empat kali lipat dibanding yang diterima DPRD. Suap itu diduga untuk memuluskan alokasi bantuan dari Kementerian Pekerjaan Umum. Sebesar Rp15 miliar pada tahun 2018 untuk proyek pekerjaan jaringan pipa.

"Ridwan menawarkan dana dari pusat, nilainya Rp15 miliar. Kami disuruh mencarikan fee, minimal tiga persen dari nilai bantuan. Ridwan bilang akan ada orang bernama Fahri datang mengambil uangnya ke PDAM," beber Muslih di depan majelis hakim.

Ridwan yang ia maksud adalah Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Banjarmasin, Gusti Ridwan Syofyani. Ia orang lama, pada zaman walikota sebelumnya Ridwan menjabat Kepala Dinas Bina Marga. "Iya, Ridwan PU kota, siapa lagi," imbuhnya.

Muslih sadar tak bisa memakai uang perusahaan. Ia lalu meminta PT Adhi Karya, kontraktor rekanan PDAM. Permintaan uang Rp400 juta itu Muslih utarakan pada Sumantri, orang PT Adhi Karya. Permintaan penyediaan uang itu disanggupi.

Lagi-lagi yang diminta jadi perantara mengambil dan menyerahkan uang suap adalah mantan Manajer Keuangan PDAM Bandarmasih, Trensis. Jaksa pun heran mengapa Muslih bisa semudah itu menyerahkan uang setengah miliar kepada orang tak dikenal.

"Saya tidak kenal siapa Fahri ini. Saya percaya karena berpegang pada perkataan Ridwan," tukas Muslih.

Trensis kemudian merincikan kronologi penyerahan uang. Ia dipanggil Muslih, diperintahkan untuk menerima dan menyimpan uang dari Adhi Karya pada Jumat pagi, 8 September. "Siangnya seusai salat Jumat, ada orang tak dikenal mendatangi PDAM. Mengaku-ngaku bernama Fahri. Saya serahkan saja semuanya," kisah Trensis.

Sepekan kemudian, keempat tersangka ini ditangkap KPK pada Kamis malam, 14 September, usai sidang paripurna di gedung dewan.

Lantas, siapa sebenarnya sosok Fahri ini? Dari informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, Fahri sebenarnya orang swasta, bukan PNS. Namun, ia rajin wara-wiri di Balai Kota. Sering juga terlihat nongkrong di acara-acara milik pemko.

Ia disebut-sebut sebagai penghubung penting jika pejabat pemko ingin melobi pemerintah pusat. Sejak kasus OTT, sosok Fahri mendadak raib. Tak lagi terlihat di perkantoran walikota di Jalan RE Martadinata tersebut.

Serupa halnya dengan Ridwan. Sejak peristiwa OTT, ia tak bisa lagi dikontak via telepon. Kabarnya ia sudah mengganti nomor ponselnya. Keperluan wawancara hanya dilayani dengan mendatanginya ke kantor atau mencegatnya di Balai Kota. Pendapat beberapa orang yang mengenalnya, Ridwan kini tampak lebih murung.

Muslih buka-bukaan transaksi suap ini setelah Jaksa Penuntut Umum dari KPK, Amir Nurdianto dan Ferdian Adi Nugraha memutar rekaman hasil penyadapan telepon Muslih. Terdengar percakapan Muslih dengan Sumantri soal permintaan uang Rp400 juta itu.

Selepas persidangan, Muslih yang dicegat wartawan mengaku tidak tahu lagi nasib uang pelicin tersebut. Apakah sudah sampai ke tangan oknum kementerian atau belum. "Kan saya keburu ditangkap. Saya tidak tahu lagi nasib bantuan Rp15 miliar itu, jadi atau enggak," ujarnya.

Kepada wartawan, Ferdian enggan mengomentari panjang lebar perihal sosok Fahri. Apakah ia sudah diburu dan diperiksa oleh KPK atau belum. "Itu kan wilayah penyidik, sementara tugas kami berbeda, kami tim penuntut," ujarnya.

Namun, ia mengangguk soal tujuan suap tersebut. "Iya, katanya untuk melicinkan bantuan dari kementerian," imbuhnya tersenyum.

Sementara itu, Ketua Majelis Hakim Sihar Purnamangan Purba menjadwalkan sidang berikutnya pada 28 September. Agendanya adalah pembacaan tuntutan kepada terdakwa.

Sebagai informasi tambahan, sidang yang menyeret tersangka penerima suap, Iwan dan Andi dijadwalkan digelar Februari tahun depan di Banjarmasin. (fud)


BACA JUGA

Jumat, 19 Oktober 2018 10:22

Kangen Penjara, Rafiki Tertangkap Lagi Karena Kasus Penganiayaan

BANJARMASIN - Rafiki alias Iki (21) lebih banyak menghabiskan usianya dibalik jeruji besi sel tahanan.…

Jumat, 19 Oktober 2018 09:17

Penjara Tak Membuat Jera, Ucuk Kembali Diciduk Aparat Edarkan Sabu

RANTAU - Rupanya jeruji besi tidak membuat jera Supian alias Ucuk (36),  warga Batu Laki Rt 02…

Kamis, 18 Oktober 2018 15:53

Senpi dan Peluru Komplotan Mafia Narkoba Dikenakan Undang-undang Darurat

TANJUNG - Temuan satu pucuk senjata api (Senpi) rakitan dan 15 peluru berkaliber 15 mm saat penggerebekan…

Kamis, 18 Oktober 2018 15:50

Mafia Narkoba Desa Bongkang Ini Sejak Lama Diintai Selalu Lolos

TANJUNG - Komplotan Mafia Narkoba di Desa Bongkang Kecamatan Haruai Kabupaten Tabalong itu ternyata…

Kamis, 18 Oktober 2018 15:48

Pengedar Mantan Brimob Itu Salah Satu Komplotan Mafia Narkoba

TANJUNG - Ternyata dua pengedar narkoba yang salah satunya mantan anggota Brimob Polda Kalimantan Selatan…

Kamis, 18 Oktober 2018 15:28

Dorrr..!! Pengedar Narkoba Pecatan Brimob Dihadiahi Timah Panas

TANJUNG - Dua pengedar narkoba di Kabupaten Tabalong berhasil diamankan jajaran Polres Tabalong. Dari…

Kamis, 18 Oktober 2018 10:45

Korban Kebakaran di Desa Mawangi Tak Sempat Selamatkan Harta Benda

KANDANGAN – Pasca kebakaran hebat yang melanda  Desa Mawangi, Kecamatan Padang Batung, …

Kamis, 18 Oktober 2018 09:20

Paman Versus Keponakan di Pengambangan, Celurit Akhirnya Keluar

BANJARMASIN - Perkelahian antara paman dan keponakan terjadi di Simpang Pengambangan, kemarin (17/10)…

Kamis, 18 Oktober 2018 09:04

Rebutan Lahan, Ahmad Tega Tebas Keluarga Sendiri Hingga Tewas

BANJARMASIN - Ahmad (38) sudah sepekan mendekam di balik jeruji sel tahanan Mapolsek Kertak Hanyar,…

Kamis, 18 Oktober 2018 08:52

Biddokkes Polda Kalsel Periksa Kesehatan Personel di SPN

BANJARMASIN-Bidang Dokter Kesehatan (Biddokkes) Polda Kalsel menggelar pemeriksaan kesehatan personel…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .