MANAGED BY:
SELASA
21 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Sabtu, 16 Desember 2017 15:05
Tahun ini Penyerahan Bantuan Alat Tangkap Ikan Tak Selesai
KEBANGGAAN: Nelayan Pulau Sembilan, Kotabaru sedang memperbaiki alat tangkap ikan berupa lampara dasar mini.

PROKAL.CO, BANJARBARU – Penyerahan ribuan paket bantuan alat tangkap ikan (API) dari Kementerian Perikanan dan Kelautan (KP) RI untuk nelayan-nelayan kecil di Kalimantan Selatan tak bisa tuntas tahun ini. Otomatis, hanya segelintir nelayan yang bisa mendapatkan dan menggunakannya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalsel, Syaiful Azhari mengungkap penyerahan bantuan lanjutan bakal dilaksanakan tahun depan. Dijelaskannya, bantuan alat tangkap ikan ini tak hanya diberikan untuk nelayan Kalsel. Para nelayan yang ada di provinsi lain juga mendapatkan bantuan. "Maka dari itu, ketersediaan alat tangkap terbatas," ujar Syaiful kepada Radar Banjarmasin beberapa waktu yang lalu.

Diketahui, adanya langkah bantuan dari pemerintah pusat ini dilakukan lantaran tren penggunaan alat tangkap ikan berupa lampara dasar mini masih banyak digunakan para nelayan sekitar. Alat tangkap yang rata-rata digunakan oleh nelayan kecil Kotabaru dan Tanah Laut tersebut dianggap tak ramah lingkungan. Dasar hukumnya berada tercantum pada Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No.71 Tahun 2016

Yang menjadi soal, pemerintah pusat hanya memberi batas waktu sampai 31 Desember 2017 untuk penggunaan alat tangkap yang dimaksud. Jika nelayan ngotot menggunakan lampara dasar mini lewat dari masa dispensasi, siap-siap saja diamankan aparat hukum.

Lantas, bagaimana nasib nelayan yang namanya sudah tercantum dalam daftar penerima bantuan alat tangkap, akan tetapi, tak ikut kebagian lantaran ketersediaan alat tangkap terbatas? Ambil kasus, penyerahan bantuan di nelayan kecil Kotabaru yang terkonsentrasi di Desa Rampa, Kotabaru. "Memang, baru sekitar seribu lebih nelayan yang mendapatkan bantuan. Sisanya belum. Saya kurang ingat persisnya," bebernya.

Diterangkannya, meski bakal berbenturan dengan hukum, persoalan ini bakal dikoordinasikannya dengan Kementerian KP dan Dinas Perikanan dan Kelautan kabupaten/kota di Kalsel. "Koordinasi yang dimaksud terkait apakah bakal diperpanjang dispensasinya atau tidak, soalnya keputusan ada di pusat," ujarnya.

Selanjutnya pihak provinsi juga bakal mengusahakan berkoordinasi dengan aparat keamanan di kawasan perairan Kalsel. Jika memang kebetulan nelayan yang bersangkutan tertangkap aparat keamanan, nelayan tinggal bilang belum mendapatkan bantuan. “Saya kira hal ini bisa dilakukan. Jangan anggap persoalan ini seperti kiamat lalu nelayan tak bisa apa-apa," pungkasnya.

Sementara itu, akademisi dari Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Lambung Mangkurat, Dr Erwin Rosadi mengatakan pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota harus mengupayakan langkah koordinasi dengan aparat keamanan sekitar. "Jangan sampai nelayan dihalangi mencari penghasilan lantaran bukan karena kesalahan mereka sendiri," tegas Erwin.

Selain upaya koordinasi, pemerintah daerah juga harus melakukan kajian lebih dalam bersama akademisi mengenai alat tangkap yang diberikan oleh pusat. Jangan sampai alat tangkap yang diberikan tak sesuai dengan kondisi ekosistem perairan Kalsel. "Meski sudah diklaim ramah lingkungan, apakah alat tangkap yang diberikan bisa setara atau lebih menghasilkan daripada lampara dasar mini? Kondisi ini yang bikin runyam," ujarnya.

Diungkapkannya, pihak provinsi memang sudah ada berkunjung ke FPK ULM. Namun, dari pihak provinsi tak bisa segera melakukan pengkajian bersama tim akademisi. "Anggaran terbatas. Jadi juga bakal dilanjutkan pada tahun 2018," tambahnya.

Namun, menurut Erwin, idealnya proses pengkajian alat tangkap tak bisa dilaksanakan dengan waktu yang instan. "Pengalaman saya, penelitian bisa dilakukan sampai satu tahun," bebernya. Hasilnya, dosen FKP ULM ini mengharapkan agar pemerintah daerah terus mengupayakan langkah koordinasi agar masyarakat tetap bisa melaut dengan rasa aman. (dom/yn/ram)


BACA JUGA

Selasa, 21 Agustus 2018 09:49
Pemko Banjarbaru

Saksikan Langsung Pemberian Imunisasi MR

BANJARBARU - Bunda PAUD Kota Banjarbaru, Hj. Ririen Nadjmi Adhani didampingi Kepala Dinas Pendidikan…

Selasa, 21 Agustus 2018 09:31
Parlementaria

Banyak Terima Keluhan Pelayanan Kesehatan dan BPJS

BANJARBARU - Anggota Komisi II DPRD Banjarbaru, HM. Subakhi beberapa waktu lalu tuntaskan kegiatan Resesnya.…

Selasa, 21 Agustus 2018 09:20
Pemkab Tanah Bumbu

Plt Bupati Kunjungi Bayi Kemerdekaan

BATULICIN - Plt Bupati Tanah Bumbu H Sudian Noor mengunjungi bayi yang lahir tepat di HUT Kemerdekaan…

Selasa, 21 Agustus 2018 09:15
Pemkab Tanah Bumbu

ASN Berprestasi Diberi Penghargaan

BATULICIN - Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu memberikan penghargaan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN).…

Selasa, 21 Agustus 2018 09:10
Pemkab Tanah Bumbu

Prospek Budi Daya Rumput Laut di Sini Menjanjikan

BATULICIN - Prospek budidaya rumput sangat menjanjikan. Sebab, saat ini di Kabupaten Tanah Bumbu telah…

Selasa, 21 Agustus 2018 08:58

Berbicara Bisnis dengan Pedagang Hewan Kurban Jelang Iduladha

Hari raya Iduladha jadi momen paling ditunggu pedagang hewan kurban. Mereka menangguk keuntungan dari…

Selasa, 21 Agustus 2018 08:50

Meroketnya Kendaraan Pribadi di Banjarmasin Jadi Bom Waktu

BANJARMASIN - Makin hari, penggunaan kendaraan pribadi di Kota Banjarmasin kian tak terbendung. Dampaknya,…

Selasa, 21 Agustus 2018 08:47

Malah Menurun, Ribuan Pemilih Tetap "Dicoret" KPU Banjarmasin

BANJARMASIN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banjarmasin menetapkan DPT (Daftar Pemilih Tetap), kemarin…

Selasa, 21 Agustus 2018 08:44

Efek Perbaikan Intake Sungai Tabuk, Distribusi Air di Tiga Kecamatan Kena Imbas

BANJARMASIN - Pekan depan, PDAM Bandarmasih merehab Intake Sungai Tabuk. Dampaknya, produksi air di…

Selasa, 21 Agustus 2018 08:41

Perempuan Bernama Rosita Buat ASN Banjar Gelisah

MARTAPURA – Selama 4 hari terakhir, Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Banjar gelisah. Rata-rata…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .