MANAGED BY:
SABTU
26 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Sabtu, 16 Desember 2017 15:05
Tahun ini Penyerahan Bantuan Alat Tangkap Ikan Tak Selesai
KEBANGGAAN: Nelayan Pulau Sembilan, Kotabaru sedang memperbaiki alat tangkap ikan berupa lampara dasar mini.

PROKAL.CO, BANJARBARU – Penyerahan ribuan paket bantuan alat tangkap ikan (API) dari Kementerian Perikanan dan Kelautan (KP) RI untuk nelayan-nelayan kecil di Kalimantan Selatan tak bisa tuntas tahun ini. Otomatis, hanya segelintir nelayan yang bisa mendapatkan dan menggunakannya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalsel, Syaiful Azhari mengungkap penyerahan bantuan lanjutan bakal dilaksanakan tahun depan. Dijelaskannya, bantuan alat tangkap ikan ini tak hanya diberikan untuk nelayan Kalsel. Para nelayan yang ada di provinsi lain juga mendapatkan bantuan. "Maka dari itu, ketersediaan alat tangkap terbatas," ujar Syaiful kepada Radar Banjarmasin beberapa waktu yang lalu.

Diketahui, adanya langkah bantuan dari pemerintah pusat ini dilakukan lantaran tren penggunaan alat tangkap ikan berupa lampara dasar mini masih banyak digunakan para nelayan sekitar. Alat tangkap yang rata-rata digunakan oleh nelayan kecil Kotabaru dan Tanah Laut tersebut dianggap tak ramah lingkungan. Dasar hukumnya berada tercantum pada Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No.71 Tahun 2016

Yang menjadi soal, pemerintah pusat hanya memberi batas waktu sampai 31 Desember 2017 untuk penggunaan alat tangkap yang dimaksud. Jika nelayan ngotot menggunakan lampara dasar mini lewat dari masa dispensasi, siap-siap saja diamankan aparat hukum.

Lantas, bagaimana nasib nelayan yang namanya sudah tercantum dalam daftar penerima bantuan alat tangkap, akan tetapi, tak ikut kebagian lantaran ketersediaan alat tangkap terbatas? Ambil kasus, penyerahan bantuan di nelayan kecil Kotabaru yang terkonsentrasi di Desa Rampa, Kotabaru. "Memang, baru sekitar seribu lebih nelayan yang mendapatkan bantuan. Sisanya belum. Saya kurang ingat persisnya," bebernya.

Diterangkannya, meski bakal berbenturan dengan hukum, persoalan ini bakal dikoordinasikannya dengan Kementerian KP dan Dinas Perikanan dan Kelautan kabupaten/kota di Kalsel. "Koordinasi yang dimaksud terkait apakah bakal diperpanjang dispensasinya atau tidak, soalnya keputusan ada di pusat," ujarnya.

Selanjutnya pihak provinsi juga bakal mengusahakan berkoordinasi dengan aparat keamanan di kawasan perairan Kalsel. Jika memang kebetulan nelayan yang bersangkutan tertangkap aparat keamanan, nelayan tinggal bilang belum mendapatkan bantuan. “Saya kira hal ini bisa dilakukan. Jangan anggap persoalan ini seperti kiamat lalu nelayan tak bisa apa-apa," pungkasnya.

Sementara itu, akademisi dari Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Lambung Mangkurat, Dr Erwin Rosadi mengatakan pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota harus mengupayakan langkah koordinasi dengan aparat keamanan sekitar. "Jangan sampai nelayan dihalangi mencari penghasilan lantaran bukan karena kesalahan mereka sendiri," tegas Erwin.

Selain upaya koordinasi, pemerintah daerah juga harus melakukan kajian lebih dalam bersama akademisi mengenai alat tangkap yang diberikan oleh pusat. Jangan sampai alat tangkap yang diberikan tak sesuai dengan kondisi ekosistem perairan Kalsel. "Meski sudah diklaim ramah lingkungan, apakah alat tangkap yang diberikan bisa setara atau lebih menghasilkan daripada lampara dasar mini? Kondisi ini yang bikin runyam," ujarnya.

Diungkapkannya, pihak provinsi memang sudah ada berkunjung ke FPK ULM. Namun, dari pihak provinsi tak bisa segera melakukan pengkajian bersama tim akademisi. "Anggaran terbatas. Jadi juga bakal dilanjutkan pada tahun 2018," tambahnya.

Namun, menurut Erwin, idealnya proses pengkajian alat tangkap tak bisa dilaksanakan dengan waktu yang instan. "Pengalaman saya, penelitian bisa dilakukan sampai satu tahun," bebernya. Hasilnya, dosen FKP ULM ini mengharapkan agar pemerintah daerah terus mengupayakan langkah koordinasi agar masyarakat tetap bisa melaut dengan rasa aman. (dom/yn/ram)


BACA JUGA

Sabtu, 26 Mei 2018 12:54

Gara-Gara 37 Meter, Pembebasan Lahan di Muara Kelayan Belum Selesai

BANJARMASIN - Pembebasan lahan di Muara Kelayan menyisakan masalah. Dari 175 petak tanah dan bangunan…

Sabtu, 26 Mei 2018 12:29

Jelang Lebaran, Tunjangan ASN Diharapkan Jangan Molor

BANJARMASIN - Mantan Wakil Walikota Banjarmasin, Irwan Anshari meminta kekisruhan pembebastugasan Hamli…

Sabtu, 26 Mei 2018 12:09

Komisi III DPRD Balangan Studi Banding ke Boyolali

PARINGIN - Komisi III DPRD Kabupaten Balangan belum lama tadi melakukan studi banding ke Dinas…

Sabtu, 26 Mei 2018 11:37

Tak Kalah dengan Bubur Sabilal, Bubur Masjid Al Jihad Juga Lezat

BANJARMASIN - Sebagian besar masjid di Banjarmasin menghadirkan menu bubur bagi masyarakat yang ingin…

Jumat, 25 Mei 2018 17:20
Berita Tabalong

Tabalong Urutan Keempat UN SMP Kalsel

TANJUNG - Hasil ujian nasional (UN) Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs)…

Jumat, 25 Mei 2018 15:36

1001 Kisah Pesantren: Tak Punya Banyak Aturan

Sudah umum didengar ada guru di pesantren yang ditakuti santrinya. Tapi beda dengan Gus Jam, pimpinan…

Jumat, 25 Mei 2018 15:15

Meriah, Alalak Utara Sambut Sukacita Paman Birin

Jarum jam baru menunjukan pukul 01.00 Wita dini hari.  Namun suasana di areal lingkungan Masjid …

Jumat, 25 Mei 2018 15:10

PLN Jaga Pasokan Listrik Masjid, Ibadah Jadi Nyaman

BANJARMASIN - Memasuki Ramadan, PLN Area Banjarmasin melaksanakan kegiatan peduli instalasi listrik…

Jumat, 25 Mei 2018 14:39

Herman: Sudahlah, Sebaiknya Pak Ibnu Manut Saja

BANJARMASIN - Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hermansyah menyarankan agar Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina…

Jumat, 25 Mei 2018 14:35

Tidak Membuat Jera, Denda Warung Sakadup Dinilai Terlalu Kecil

BANJARMASIN - Razia warung sakadup digelar maraton. Sejak Selasa (22/5) hingga kemarin (24/5), sudah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .