MANAGED BY:
SELASA
20 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Sabtu, 16 Desember 2017 15:05
Tahun ini Penyerahan Bantuan Alat Tangkap Ikan Tak Selesai
KEBANGGAAN: Nelayan Pulau Sembilan, Kotabaru sedang memperbaiki alat tangkap ikan berupa lampara dasar mini.

PROKAL.CO, BANJARBARU – Penyerahan ribuan paket bantuan alat tangkap ikan (API) dari Kementerian Perikanan dan Kelautan (KP) RI untuk nelayan-nelayan kecil di Kalimantan Selatan tak bisa tuntas tahun ini. Otomatis, hanya segelintir nelayan yang bisa mendapatkan dan menggunakannya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalsel, Syaiful Azhari mengungkap penyerahan bantuan lanjutan bakal dilaksanakan tahun depan. Dijelaskannya, bantuan alat tangkap ikan ini tak hanya diberikan untuk nelayan Kalsel. Para nelayan yang ada di provinsi lain juga mendapatkan bantuan. "Maka dari itu, ketersediaan alat tangkap terbatas," ujar Syaiful kepada Radar Banjarmasin beberapa waktu yang lalu.

Diketahui, adanya langkah bantuan dari pemerintah pusat ini dilakukan lantaran tren penggunaan alat tangkap ikan berupa lampara dasar mini masih banyak digunakan para nelayan sekitar. Alat tangkap yang rata-rata digunakan oleh nelayan kecil Kotabaru dan Tanah Laut tersebut dianggap tak ramah lingkungan. Dasar hukumnya berada tercantum pada Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No.71 Tahun 2016

Yang menjadi soal, pemerintah pusat hanya memberi batas waktu sampai 31 Desember 2017 untuk penggunaan alat tangkap yang dimaksud. Jika nelayan ngotot menggunakan lampara dasar mini lewat dari masa dispensasi, siap-siap saja diamankan aparat hukum.

Lantas, bagaimana nasib nelayan yang namanya sudah tercantum dalam daftar penerima bantuan alat tangkap, akan tetapi, tak ikut kebagian lantaran ketersediaan alat tangkap terbatas? Ambil kasus, penyerahan bantuan di nelayan kecil Kotabaru yang terkonsentrasi di Desa Rampa, Kotabaru. "Memang, baru sekitar seribu lebih nelayan yang mendapatkan bantuan. Sisanya belum. Saya kurang ingat persisnya," bebernya.

Diterangkannya, meski bakal berbenturan dengan hukum, persoalan ini bakal dikoordinasikannya dengan Kementerian KP dan Dinas Perikanan dan Kelautan kabupaten/kota di Kalsel. "Koordinasi yang dimaksud terkait apakah bakal diperpanjang dispensasinya atau tidak, soalnya keputusan ada di pusat," ujarnya.

Selanjutnya pihak provinsi juga bakal mengusahakan berkoordinasi dengan aparat keamanan di kawasan perairan Kalsel. Jika memang kebetulan nelayan yang bersangkutan tertangkap aparat keamanan, nelayan tinggal bilang belum mendapatkan bantuan. “Saya kira hal ini bisa dilakukan. Jangan anggap persoalan ini seperti kiamat lalu nelayan tak bisa apa-apa," pungkasnya.

Sementara itu, akademisi dari Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Lambung Mangkurat, Dr Erwin Rosadi mengatakan pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota harus mengupayakan langkah koordinasi dengan aparat keamanan sekitar. "Jangan sampai nelayan dihalangi mencari penghasilan lantaran bukan karena kesalahan mereka sendiri," tegas Erwin.

Selain upaya koordinasi, pemerintah daerah juga harus melakukan kajian lebih dalam bersama akademisi mengenai alat tangkap yang diberikan oleh pusat. Jangan sampai alat tangkap yang diberikan tak sesuai dengan kondisi ekosistem perairan Kalsel. "Meski sudah diklaim ramah lingkungan, apakah alat tangkap yang diberikan bisa setara atau lebih menghasilkan daripada lampara dasar mini? Kondisi ini yang bikin runyam," ujarnya.

Diungkapkannya, pihak provinsi memang sudah ada berkunjung ke FPK ULM. Namun, dari pihak provinsi tak bisa segera melakukan pengkajian bersama tim akademisi. "Anggaran terbatas. Jadi juga bakal dilanjutkan pada tahun 2018," tambahnya.

Namun, menurut Erwin, idealnya proses pengkajian alat tangkap tak bisa dilaksanakan dengan waktu yang instan. "Pengalaman saya, penelitian bisa dilakukan sampai satu tahun," bebernya. Hasilnya, dosen FKP ULM ini mengharapkan agar pemerintah daerah terus mengupayakan langkah koordinasi agar masyarakat tetap bisa melaut dengan rasa aman. (dom/yn/ram)


BACA JUGA

Senin, 19 Februari 2018 17:21

Latdas PMR SMK PP N Banjarbaru, Latih Siswa Peduli Sesama

BANJARBARU - SMK PP Negeri Banjarbaru melengkapi keterampilan dasar peserta didiknya dengan membangun…

Senin, 19 Februari 2018 14:37
Berita Tabalong

ASN Tabalong Diingatkan Soal Netralitas Pilkada

TANJUNG - Lagi-lagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kabupaten Tabalong diingatkan…

Senin, 19 Februari 2018 14:34

Tata Kawasan Tambang Kalsel, Dewan Siapkan Perda Tambang

Salah satu pemicu persoalan tambang di Kalimantan Selatan adalah tidak adanya peraturan daerah yang…

Senin, 19 Februari 2018 14:29

Persiapkan Acara Haul, Tim Sound System Kerja Ekstra

MARTAPURA – Pemasangan pengeras suara di Haul ke-13 Abah Guru Sekumpul ternyata sudah dilaksanakan…

Senin, 19 Februari 2018 13:54

Disbudpar Minta Bantuan Satpol PP Tertibkan Pedagang Siring Tandean

BANJARMASIN - Pukul 15:00 Wita, puluhan pedagang kaki lima (PKL) mulai membuka lapak di Siring Pirre…

Senin, 19 Februari 2018 13:14

Dewan Ingin ada CCTV Online di Pembatuan

BANJARBARU - DPRD Banjarbaru mengapresiasi program Pemkot Banjarbaru yang mengaktifkan CCTV secara online…

Senin, 19 Februari 2018 11:14
Pemko Banjarbaru

Wakil Walikota Hadiri Musyawarah KONI Banjarbaru

BANJARBARU - Wakil Walikota Banjarbaru H Darmawan Jaya Setiawan bersama perwakilan KONI Kalsel Syarifudin,…

Senin, 19 Februari 2018 10:14

Mardani Serahkan Donasi Warga Banua untuk Palestina

BATULICIN - Bupati Tanbu Mardani H Maming menyerahkan donasi warga banua untuk rakyat Palestina hasil…

Senin, 19 Februari 2018 10:13

Rencana DKBP3A Tanah Bumbu Bentuk SRA

BATULICIN - Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBP3A) Kabupaten…

Senin, 19 Februari 2018 10:11

Anak Ponpes Darul Ijabah Gunung Tinggi Dilatih Kesamaptaan

BATULICIN - Puluhan Santri Pondok Pesantren Darul Ijabah Gunung Tinggi Kecamatan Batulicin dilatih kesamaptaan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .