MANAGED BY:
SENIN
22 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Senin, 18 Desember 2017 14:41
Derita Naufal, Anak Kaum Masjid yang Mengidap Kelenjar Getah Bening

Tiga Benjolan Bernanah Bersarang di Belakang Kepala

PASRAH: Keluarga Brahim kini hanya bisa pasrah dan berdoa untuk kesembuhan anak ketiganya yang mengidap penyakit kelenjar getah bening.

PROKAL.CO, Brahim (32) sudah terlihat berputus asa menyembuhkan anak bungsunya, Muhammad Naufal Al Azzam (1,5) yang mengidap penyakit kelenjar getah bening di kepala. Saat penulis mendatangi kediamannya di Desa Batu Mulia Kecamatan Panyipatan, Jumat (18/12) lalu, wajahnya begitu murung.

---------------------------------------------------

ARDIAN HARIYANSYAH, Panyipatan

---------------------------------------------------

PENULIS mengetahui kediaman Brahim di Jalan Sundawa RT 5 ini, lantaran Endah Agustina, Guru SDN 2 Batu Mulia yang bersedia mengantar langsung ke rumah sederhana berbahan kayu tersebut.

Tempat tinggal berukuran 4x6 meter tersebut berdiri tepat di samping Masjid Al Muhajirin. Penerangan rumah ini pun diambil dari aliran listrik tersambung ke masjid yang belum sempurna pembangunannya itu. Di samping rumahnya ditumbuhi tanaman karet yang tidak beraturan.

"Rumah ini dibangun dari swadaya masyarakat. Tanahnya masih milik masjid," cerita Brahim membuka perbincangan saat penulis masih di depan pintu.

Tak berselang berapa lama, Ahim sapaan akrab Brahim ini mempersilakan masuk ke dalam rumah yang tak memiliki perabotan meja kursi. Peralatan elektronik yang dimiliki hanya televisi berukuran 14 inci dan antena parabola, agar dapat mendapat sinyal televisi, sebab rata-rata masyarakat di sana memang menggunakan parabola untuk mendapatkan siaran televisi.

Setelah menceritakan maksud kedatangan penulis, Ahim tidak banyak bicara setelah berucap bahwa seluruh persoalan hidupnya telah diserahkan semua kepada Allah SWT. Namun setelah dibujuk guru berkacamata yang mendampingi penulis, Ahim mulai terbuka.

Ahim ternyata seorang pendatang yang resmi berdomisili di desa ini sekitar dua tahun yang lalu, dari Aluh-aluh Kabupaten Banjar. Dirinya mendapat pekerjaan sebagai kaum Masjid sekaligus buruh di kebun karet.

Sejak kelahiran anak ketiganya Muhammad Naufal Al Azzam pada 7 April 2016, Ahim bersama istrinya (28) telah melihat tanda-tanda aneh di bagian belakang kepala Naufal. Setelah dilakukan pemeriksaan hingga ke rumah sakit Hadji Boejasin, hasil diagnosa menyebutkan, jika sang anak mengidap penyakit kelenjar getah bening.

Putus asa pun terpancar dari ucapan Ahim kepada penulis. Dia meminta untuk tidak mengingat lagi masalah penyakit anaknya saat diminta untuk diobati. "Panjang sekali ceritanya," tuturnya.

Saat itu, Ahim pernah nekat membawa anaknya ke rumah sakit berbekal Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari desa serta kartu Posyandu. Walaupun sempat ditolak, namun pihak rumah sakit tetap melakukan pemeriksaan. "Pihak rumah sakit meminta kartu keluarga atas nama Naufal," jelasnya.

Brahim kesulitan memenuhi persyaratan itu lantaran tidak memiliki memiliki akta kelahiran. "Anak saya semuanya tidak memiliki akta kelahiran," sebutnya.

Dia hanya bisa pasrah dengan keadaannya dan berdoa untuk kesembuhan sang anak secara ajaib, tanpa sentuhan medis, meski pihak rumah sakit waktu itu menyarankan untuk melakukan tindakan operasi. "Saya hanya minta obat jalan saja," ujarnya.

Ternyata kondisi benjolan di kepala anaknya semakin parah. Benjolan sebesar telur ayam tersebut luka dan bernanah. Memang sudah tidak membesar lagi, namun muncul benjolan lainnya hingga tiga benjolan mulai bersarang di kepala bagian belakang buah hatinya.

"Kalau benjolan membesar, muncul luka dan bernanah, sekarang sudah berkurang," ungkapnya.

Sementara itu, melihat kondisi Naufal yang semakin parah, Endah mendesak perlu adanya pendampingan dari aparat desa untuk memproses semua surat menyurat yang diperlukan untuk pengobatan.

Hal ini direspons oleh Grup WA Response Cepat 113 Tala langsung melakukan penggalangan dana, dan pihak guru di Panyipatan juga melakukan penggalangan dana. “Kita kumpulkan dulu dari penggalangan dana guru,” ungkap Koordinator Edwin Manurung kepada Radar Banjarmasin.

Selain penggalangan dana, Response Cepat 113 Tala juga sudah membuatkan kartu BPJS bagi keluarga tersebut, agar pasien dapat segera tertangani secara medis. (by/ram)


BACA JUGA

Rabu, 23 September 2015 09:58

Gudang SRG Kebanjiran Gabah

<p style="text-align: justify;"><strong>MARABAHAN</strong> &ndash; Memasuki…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*