MANAGED BY:
JUMAT
19 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Senin, 18 Desember 2017 14:43
Kerbau Rawa HSU Terancam Punah
KURUS: Akibat terserang penyakit cacing hati dan minimnya rumput pakan membuat kerbau rawa sakit bahkan banyak yang mati di Kecamatan Paminggir Kabupaten HSU.

PROKAL.CO, AMUNTAI – Peternak hadangan atau kerbau rawa di Kecamatan Paminggir sedang risau. Puluhan hewan bertanduk milik mereka banyak yang mati. Selain karena ketersediaan pakan yang menipis, kerbau endemik asal Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) ini juga terkena penyakit cacing.

Hewan yang telah digembalakan warga di kecamatan tersebut secara turun-temurun itu, menjadi salah satu hewan bernilai ekonomi tinggi. Bahkan hewan ini juga bisa menunjukkan strata sosial pemiliknya. Tapi tahun 2017 menjadi tahun berat bagi para peternak kerbau di sana.

Aldi salah satunya warga Desa Bararawa Kecamatan Paminggir menceritakan, selain faktor pakan, kumpai (rumput) yang menjadi makanan kerbau mulai jarang dijumpai karena terendam air, kendala lainnya adalah serangan cacing kerbau.

"Kami harapkan, peran pemerintah daerah khususnya dinas pertanian, untuk turun langsung memeriksa keadaan kerbau kami. Jangan sampai ternak yang jadi ikon daerah ini tinggal sejarah karena punah," kata Aldi pada Radar Banjarmasin.

Atri yang juga merupakan warga Paminggir, meminta dengan serius pihak Pemkab dan provinsi lebih peka terhadap masalah yang mereka hadapi. Tidak sedikit peternak yang sudah merugi. "Kalau mati ya rugi sama sekali. Dijual pun juga sulit. Sebab jarang ada pembeli yang mau membeli kerbau sakit. Alhasil kerbau yang sehat dijual murah sebelum terkena penyakit," katanya.

Dulu harganya Rp10 sampai 15 juta, sekarang paling mentok laku sekitar harga Rp2 sampai 5 juta. Tentu sangat merugikan peternak, jawabnya. "Sekali lagi kami minta keseriusan Pemkab dan provinsi untuk melakukan pengobatan pada kerbau kami," pintanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian (Distan) HSU Ir Ilman Hadi, melalui Kabid Kesehatan Hewan dan Veteriner drh I Gusti Putu Susila, membenarkan ternak kerbau rawa di Desa Bararawa, Pal Batu, Sapala dan Tampakang Kecamatan Paminggir terserang cacing hati (Fasciolis) dan terkena serangan Bakteri Clostridium yang mampu membuat kerbau sakit dan akhirnya mati.

Clostridium ini pernah diteliti oleh peneliti dari Balai Teknologi Ternak Bogor pada ternak kerbau rawa. Namun seiring berakhirnya penelitian, vaksin pembasmi Clostridium pun tak beredar lagi. Meskipun diminta untuk memproduksinya, harga vaksinnya sangat mahal.

"Kerbau yang terserang bakteri Clostridium sangat sulit untuk disembuhkan dengan kata lain ternak akan mati. Kalau cacing hati masih bisa diobati melalui pemberian vaksin Septicamia Epizootica. Pemberian vaksin ini gratis dan sudah berjalan," kata Putu melalui sambungan telepon Minggu (17/12) kemarin.

Untuk tindakan awal, pihaknya akan melakukan pemberian vitamin, pemberian obat hati, dan vaksin SE. Untuk pemberian vaksin, syarat utamanya hanya pada kerbau yang sehat saja. Apabila sudah sakit tidak disarankan untuk pemberian vaksin. Bahkan Balai Veteriner Kalsel di Kota Banjarbaru telah mengambil sampel dari lokasi sakitnya kerbau. Meski begitu hasil uji lab belum keluar.

"Kejadian penyakit kerbau ini sudah berlangsung sekitar tiga bulan. Namun karena bakteri Clostridium menyerang organ dalam kerbau secara mendadak, menyulitkan diagnosa. Kerbau yang segar bugar pun, jika terjangkit bisa langsung drop sampai akhirnya mati," ungkapnya.

Sanitasi buruk di sekitar kandang kerbau juga dapat membuat kerbau rawan sakit. Berbeda dengan peternak yang mampu menjaga kebersihan kandang ternak, biasanya kerbaunya akan sehat. "Sanitasi buruk, maaf, kerbau berak dan makan di air yang terkontaminasi bakteri, membuat mudah bakteri ini berpindah. Menjaga kebersihan kandang bisa menghambat terjangkitnya penyakit pada hewan," ujarnya. (mar/by/ram)


BACA JUGA

Jumat, 19 Oktober 2018 11:34

Meninggalnya Salah Satu Peserta HPS DIduga Karena Kelelahan Berjalan Jauh

Duka menyelimuti rombongan peserta dari Kabupaten Merauke, Papua. Merze Adrian Tadeus Mahuze (38), Kepala…

Jumat, 19 Oktober 2018 11:28

Jangan Jadi Euforia Sesaat, Mimpi Besar dari Jejangkit Harus Terwujud

BATOLA – Pemerintah pusat dan daerah harus bahu membahu membangun kekuatan lahan rawa di Kalsel…

Jumat, 19 Oktober 2018 11:12
HPS 2018

GM Hotel Pun Sampai "Mengungsi", Tukang Ojek Dadakan Bermunculan

Event besar selalu berdampak secara ekonomi meski hanya jangka pendek. Dua tiga hari terakhir, bisnis…

Jumat, 19 Oktober 2018 11:01

Pemko Banjarmasin Cemas Menanti Adipura Kencana

BANJARMASIN - Pemko masih harap-harap cemas. Belum ada kabar sama sekali terkait Adipura. Apakah Banjarmasin…

Jumat, 19 Oktober 2018 10:42

APBD Seret, Bakal Ada Program yang Dihapus

BANJARMASIN - Belum sampai tiga tahun berjalan, pemko merevisi RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah…

Jumat, 19 Oktober 2018 10:08

Rencana Pemindahan Pasar Bauntung Jadi Pro Kontra di Dewan

BANJARBARU – Meski pihak eksekutif menganggap sudah ada lampu hijau dari pihak legislatif, untuk…

Jumat, 19 Oktober 2018 10:05

Hebat..!! Kepala BPKAD Banjarbaru Masuk 50 Besar Pejabat Teladan Nasional

BANJARBARU - Hal membanggakan ditorehkan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKAD) Banjarbaru…

Jumat, 19 Oktober 2018 09:55

Resmi, Ini Pejabat Polres di Polda Kalsel yang Bakal Dimutasi

BANJARMASIN – Gerbong mutasi kembali bergulir di Polda Kalsel dan jajaran.  Sejumlah pejabat…

Jumat, 19 Oktober 2018 09:40

Jangan Coba-Coba Posting Konten Negatif, Ini Ancaman Kominfo

BANJARMASIN - Jangan sembarangan posting konten-konten negatif di media sosial (Medsos) kalau tidak…

Jumat, 19 Oktober 2018 09:12
Pemko Banjarbaru

Terima Kunjungan TP PKK Kabupaten Agam

BANJARBARU - Ketua TP PKK Banjarbaru Ririen Nadjmi Adhani, didampingi Wakil Ketua I TP PKK Banjarbaru…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .