MANAGED BY:
SENIN
16 JULI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Senin, 18 Desember 2017 14:43
Kerbau Rawa HSU Terancam Punah
KURUS: Akibat terserang penyakit cacing hati dan minimnya rumput pakan membuat kerbau rawa sakit bahkan banyak yang mati di Kecamatan Paminggir Kabupaten HSU.

PROKAL.CO, AMUNTAI – Peternak hadangan atau kerbau rawa di Kecamatan Paminggir sedang risau. Puluhan hewan bertanduk milik mereka banyak yang mati. Selain karena ketersediaan pakan yang menipis, kerbau endemik asal Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) ini juga terkena penyakit cacing.

Hewan yang telah digembalakan warga di kecamatan tersebut secara turun-temurun itu, menjadi salah satu hewan bernilai ekonomi tinggi. Bahkan hewan ini juga bisa menunjukkan strata sosial pemiliknya. Tapi tahun 2017 menjadi tahun berat bagi para peternak kerbau di sana.

Aldi salah satunya warga Desa Bararawa Kecamatan Paminggir menceritakan, selain faktor pakan, kumpai (rumput) yang menjadi makanan kerbau mulai jarang dijumpai karena terendam air, kendala lainnya adalah serangan cacing kerbau.

"Kami harapkan, peran pemerintah daerah khususnya dinas pertanian, untuk turun langsung memeriksa keadaan kerbau kami. Jangan sampai ternak yang jadi ikon daerah ini tinggal sejarah karena punah," kata Aldi pada Radar Banjarmasin.

Atri yang juga merupakan warga Paminggir, meminta dengan serius pihak Pemkab dan provinsi lebih peka terhadap masalah yang mereka hadapi. Tidak sedikit peternak yang sudah merugi. "Kalau mati ya rugi sama sekali. Dijual pun juga sulit. Sebab jarang ada pembeli yang mau membeli kerbau sakit. Alhasil kerbau yang sehat dijual murah sebelum terkena penyakit," katanya.

Dulu harganya Rp10 sampai 15 juta, sekarang paling mentok laku sekitar harga Rp2 sampai 5 juta. Tentu sangat merugikan peternak, jawabnya. "Sekali lagi kami minta keseriusan Pemkab dan provinsi untuk melakukan pengobatan pada kerbau kami," pintanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian (Distan) HSU Ir Ilman Hadi, melalui Kabid Kesehatan Hewan dan Veteriner drh I Gusti Putu Susila, membenarkan ternak kerbau rawa di Desa Bararawa, Pal Batu, Sapala dan Tampakang Kecamatan Paminggir terserang cacing hati (Fasciolis) dan terkena serangan Bakteri Clostridium yang mampu membuat kerbau sakit dan akhirnya mati.

Clostridium ini pernah diteliti oleh peneliti dari Balai Teknologi Ternak Bogor pada ternak kerbau rawa. Namun seiring berakhirnya penelitian, vaksin pembasmi Clostridium pun tak beredar lagi. Meskipun diminta untuk memproduksinya, harga vaksinnya sangat mahal.

"Kerbau yang terserang bakteri Clostridium sangat sulit untuk disembuhkan dengan kata lain ternak akan mati. Kalau cacing hati masih bisa diobati melalui pemberian vaksin Septicamia Epizootica. Pemberian vaksin ini gratis dan sudah berjalan," kata Putu melalui sambungan telepon Minggu (17/12) kemarin.

Untuk tindakan awal, pihaknya akan melakukan pemberian vitamin, pemberian obat hati, dan vaksin SE. Untuk pemberian vaksin, syarat utamanya hanya pada kerbau yang sehat saja. Apabila sudah sakit tidak disarankan untuk pemberian vaksin. Bahkan Balai Veteriner Kalsel di Kota Banjarbaru telah mengambil sampel dari lokasi sakitnya kerbau. Meski begitu hasil uji lab belum keluar.

"Kejadian penyakit kerbau ini sudah berlangsung sekitar tiga bulan. Namun karena bakteri Clostridium menyerang organ dalam kerbau secara mendadak, menyulitkan diagnosa. Kerbau yang segar bugar pun, jika terjangkit bisa langsung drop sampai akhirnya mati," ungkapnya.

Sanitasi buruk di sekitar kandang kerbau juga dapat membuat kerbau rawan sakit. Berbeda dengan peternak yang mampu menjaga kebersihan kandang ternak, biasanya kerbaunya akan sehat. "Sanitasi buruk, maaf, kerbau berak dan makan di air yang terkontaminasi bakteri, membuat mudah bakteri ini berpindah. Menjaga kebersihan kandang bisa menghambat terjangkitnya penyakit pada hewan," ujarnya. (mar/by/ram)


BACA JUGA

Senin, 16 Juli 2018 16:07

JCH Kalselteng Siap Diberangkatkan, Kemenag Kalsel Tinggal Tunggu ini

BANJARBARU - Jemaah calon haji (JCH) Kalimantan Selatan, kloter pertama direncanakan masuk asrama 19…

Senin, 16 Juli 2018 16:02

Fenomena Aksi "Beli SKTM" Demi Masuk Sekolah di Banua

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini diwarnai dengan aksi tidak terpuji orang tua siswa yang…

Senin, 16 Juli 2018 14:49

Kubah Basirih Jadi Rute Terbaru Susur Sungai, Segini Ongkosnya

BANJARMASIN - Destinasi wisata religi di ibu kota Kalsel; Banjarmasin kurang beken. Padahal, jumlahnya…

Senin, 16 Juli 2018 14:43

Pamor KWK di Banjarmasin Mulai Meredup, ini yang Jadi Biang Keroknya

BANJARMASIN - Kawasan Wisata Kuliner (KWK) dulunya digadang-gadang dapat mendongkrak perekonomian para…

Senin, 16 Juli 2018 14:34

Perintah Partai, Gina Siap Gantikan Ronie di Dewan

BANJARMASIN - Seperti kata pepatah, kalau memang sudah rezeki enggak bakal ke mana-mana. Itulah yang…

Senin, 16 Juli 2018 12:04

Pemko Banjarbaru Alokasikan Rp22 Miliar untuk Drainase

BANJARBARU - Masih banyaknya titik genangan di sejumlah tempat, setiap kali turun hujan. Membuat Pemko…

Senin, 16 Juli 2018 10:20
Parlementaria

Dewan Mengkritisi Kegiatan Bazar UMKM

BANJARBARU - Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Banjarbaru, Emi Lasari mengkritisi Bazar UMKM yang digelar…

Senin, 16 Juli 2018 10:18
Pemko Banjarbaru

Walikota Hadiri Lomba Jalan Sehat di Lapangan Murjani

BANJARBARU - Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani, bersama Ketua DPRD Banjarbaru AR Iwansyah Minggu (15/7)…

Senin, 16 Juli 2018 10:09

AUTP Membantu Para Petani dan Pelaku Usaha

BATULICIN - Dinas Pertanian Kabupaten Tanah Bumbu menggelar Rapat Koordinasi, Sosialisasi dan Evaluasi…

Senin, 16 Juli 2018 09:53

Balai Pemasyarakatan di Tanbu Mulai Dibangun

BATULICIN - Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia Wilayah Kalimantan Selatan menyelenggarakan acara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .