MANAGED BY:
SABTU
23 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Selasa, 19 Desember 2017 15:40
Beberapa Jam Bersama Anak di Pelosok

Kelereng Itu Masih Ada Kawan, Banga!

MAIN KELERENG: Pelajar SMPN 1 Pamukan Selatan asyik main kelereng. Foto Zalyan Shodiqin Abdi/Radar Banjarmasin.

PROKAL.CO, Nun di pelosok perbatasan, ramai suara seperti kaca padat berbenturan. Di era gadget yang menjadi mainan utama anak sekarang, ternyata masih ada sekelompok remaja bermain kelereng seperti berpuluh tahun lalu: banga!

------------------------------------------------------

Zalyan Shodiqin Abdi, Tg Semalantakan

-----------------------------------------------------

Senin (18/12) siang kemarin, ramai pelajar SMPN 1 Pamukan Selatan bermain. Mereka bergerombol di tanah lapang, bergantian jongkok, bergantian berteriak.

Banga...! Begitu teriak seorang anak, ketika kelereng atau gundunya berhasil mementalkan tumpukan kelereng ke luar lingkaran. Satu syarat banga: kelereng yang kita pakai membidik tidak boleh keluar lingkaran.

Melihat permainan yang pernah penulis mainkan belasan tahun lalu saat masih sekolah dasar, membuat teriakan banga seperti godam ajaib. Memukul kesadaran ke arah memori masa lalu. Masa kanak-kanak yang tidak kenal handphone apalagi internet.

Rudy pelajar kelas 2 SMPN 1 Pamukan Selatan mengatakan, mereka terbiasa main kelereng jika tidak ada mata pelajaran. Sejak kapan mereka memainkan permainan tradisional yang sudah ada sejak zaman Romawi itu? Pelajar menjawab, sejak mereka masih kecil, sampai sekarang.

Bukankah semua itu ketinggalan zaman? Sekarang anak-anak mainnya internet, game online atau chatting online, semua serba handphone. "Tidak ramai, ramai main kelereng," ucap salah satu pelajar.

"Bagaimana? Kaget ya, lihat anak-anak di sini masih main kelereng," ucap Juna yang berjualan makanan ringan depan sekolah, dekat tempat anak-anak bermain. "Di sini, dari dulu masih kelereng mainannya. Bedanya dulu anak SMP badannya besar-besar, sekarang kayak anak SD," tambahnya terbahak.

Sekadar diketahui, SMPN 1 Pamukan Selatan berada di jantung kota kecamatan, Desa Tg Semalantakan. Desa ini berada di ujung Kabupaten Kotabaru di wilayah Pulau Kalimantan. Akses darat ke sana amat sangat sulit dilalui jalan darat. Warga Tg Semalantakan mayoritas memakai jasa kapal jika ingin ke pusat kota.

Kehidupan warga Tg Semalantakan bisa dikatakan landai. Tidak terlalu banyak dinamika di desa nelayan itu. Melaut, dapat ikan, jual. Uangnya untuk beli ini dan itu, atau naik haji. Seperti itulah polanya. Jarang bisa ditemukan adanya diskusi mengenai masalah-masalah pelik. Apa dipikir? Ikan ada saja, pembeli tidak kurang.

Husna tenaga pendidikan di sana mengatakan, anak-anak memang masih memainkan permainan tradisional seperti masa lalu. "Hape mereka main juga. Cuma main layangan, kelereng, logo masih jalan juga. Kalau musim kelereng main kelereng, musim layangan main layangan," ujarnya.

Edy Rahmat, rekan penulis yang semasa remaja pernah tinggal di Tg Semalantakan mengatakan, desa pelosok itu sedikit sekali bersentuhan dengan perubahan dunia. "Mereka di sana kan tidak kekurangan lauk. Ikan ada saja, asal mau saja melaut bisa hasilkan uang. Sementara daerahnya sangat sulit diakses dari daerah lain," kata Edy.

Kondisi itu menurutnya membuat interaksi fisik remaja di sana tinggi. "Coba lihat daerah lain yang sibuk dengan pekerjaan yang gak ada habisnya. Anak-anak biasanya juga menjadi pribadi individualis," katanya.

Sementara itu dari banyak penelitian, permainan tradisional banyak memberikan manfaat kepada perkembangan anak-anak. Seperti melatih jiwa sosial dan rasa tanggung jawab. (by/ram)


BACA JUGA

Sabtu, 23 Juni 2018 13:26

Diduga Money Politik, Paslon Nomor Satu di Tanah Laut Dilaporkan ke Bawaslu

PELAIHARI - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Tanah Laut (Tala) menerima aduan dari Badrul…

Sabtu, 23 Juni 2018 11:26

Ibnu: Lelang Ketiga Proyek RS Sultan Suriansyah Bakal Berhasil

BANJARMASIN - Setelah dua kali proyek lanjutan Rumah Sakit Sultan Suriansyah gagal lelang, Wali Kota…

Sabtu, 23 Juni 2018 11:09

Kinerja Anggaran Pemko Banjarmasin Tak Memuaskan DPRD, ini Pembelaan Ibnu

DPRD tak puas dengan kinerja pemko. Dibanding tahun 2016, kinerja APBD 2017 jauh menurun. Gara-gara…

Sabtu, 23 Juni 2018 10:44

Pemkab Batola Beri Perhatian Serius Bagi ASN yang Mangkir Dihari Pertama Masuk Kerja

MARABAHAN - Kendati memiliki kelonggaran dengan tidak memberlakukan absensi,  seperti apa yang…

Jumat, 22 Juni 2018 15:48

Banjir Diangsana, Perusahaan Tambang Jangan hanya Diam

BATULICIN - Musibah banjir di Kecamatan Angsana, Rabu (20/6), menjadi perhatian serius dari Pemprov…

Jumat, 22 Juni 2018 15:42

HADUH! Hari Pertama Masuk, Masih Banyak PNS di Banua Bolos Kerja

BANJARMASIN - Tahun ini Aparatus Sipil Negara mendapat kenyamanan berlipat-lipat. Mereka diberi libur…

Jumat, 22 Juni 2018 15:33
Pemkab Batola

Lensa Foto Pemkab Balangan

SILATURAHMI : Bupati Balangan Ansharuddin (berdiri) saat menggelar open house pada hari raya Idulfitri…

Jumat, 22 Juni 2018 14:42

Jaring Bacaleg, DPD PDI-P Kalsel Gelar Psikotes Online

BANJARMASIN - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kalimantan Selatan,…

Jumat, 22 Juni 2018 13:56

Arus Balik di Bandara Syamsudin Noor Tembus 14 Ribu Penumpang

BANJARBARU - Jumlah penumpang pada arus balik Lebaran di Bandara Syamsudin Noor mulai mengalami peningkatan…

Jumat, 22 Juni 2018 13:49

Johar Arif, PNS Rajin Membolos Tapi Dapat Gaji Tak Pernah Telat

BANJARMASIN - Wakil Wali Kota Banjarmasin Hermansyah geram bukan main. Saat mengetahui ada PNS di Dinas…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .