MANAGED BY:
KAMIS
20 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Selasa, 19 Desember 2017 15:40
Beberapa Jam Bersama Anak di Pelosok

Kelereng Itu Masih Ada Kawan, Banga!

MAIN KELERENG: Pelajar SMPN 1 Pamukan Selatan asyik main kelereng. Foto Zalyan Shodiqin Abdi/Radar Banjarmasin.

PROKAL.CO, Nun di pelosok perbatasan, ramai suara seperti kaca padat berbenturan. Di era gadget yang menjadi mainan utama anak sekarang, ternyata masih ada sekelompok remaja bermain kelereng seperti berpuluh tahun lalu: banga!

------------------------------------------------------

Zalyan Shodiqin Abdi, Tg Semalantakan

-----------------------------------------------------

Senin (18/12) siang kemarin, ramai pelajar SMPN 1 Pamukan Selatan bermain. Mereka bergerombol di tanah lapang, bergantian jongkok, bergantian berteriak.

Banga...! Begitu teriak seorang anak, ketika kelereng atau gundunya berhasil mementalkan tumpukan kelereng ke luar lingkaran. Satu syarat banga: kelereng yang kita pakai membidik tidak boleh keluar lingkaran.

Melihat permainan yang pernah penulis mainkan belasan tahun lalu saat masih sekolah dasar, membuat teriakan banga seperti godam ajaib. Memukul kesadaran ke arah memori masa lalu. Masa kanak-kanak yang tidak kenal handphone apalagi internet.

Rudy pelajar kelas 2 SMPN 1 Pamukan Selatan mengatakan, mereka terbiasa main kelereng jika tidak ada mata pelajaran. Sejak kapan mereka memainkan permainan tradisional yang sudah ada sejak zaman Romawi itu? Pelajar menjawab, sejak mereka masih kecil, sampai sekarang.

Bukankah semua itu ketinggalan zaman? Sekarang anak-anak mainnya internet, game online atau chatting online, semua serba handphone. "Tidak ramai, ramai main kelereng," ucap salah satu pelajar.

"Bagaimana? Kaget ya, lihat anak-anak di sini masih main kelereng," ucap Juna yang berjualan makanan ringan depan sekolah, dekat tempat anak-anak bermain. "Di sini, dari dulu masih kelereng mainannya. Bedanya dulu anak SMP badannya besar-besar, sekarang kayak anak SD," tambahnya terbahak.

Sekadar diketahui, SMPN 1 Pamukan Selatan berada di jantung kota kecamatan, Desa Tg Semalantakan. Desa ini berada di ujung Kabupaten Kotabaru di wilayah Pulau Kalimantan. Akses darat ke sana amat sangat sulit dilalui jalan darat. Warga Tg Semalantakan mayoritas memakai jasa kapal jika ingin ke pusat kota.

Kehidupan warga Tg Semalantakan bisa dikatakan landai. Tidak terlalu banyak dinamika di desa nelayan itu. Melaut, dapat ikan, jual. Uangnya untuk beli ini dan itu, atau naik haji. Seperti itulah polanya. Jarang bisa ditemukan adanya diskusi mengenai masalah-masalah pelik. Apa dipikir? Ikan ada saja, pembeli tidak kurang.

Husna tenaga pendidikan di sana mengatakan, anak-anak memang masih memainkan permainan tradisional seperti masa lalu. "Hape mereka main juga. Cuma main layangan, kelereng, logo masih jalan juga. Kalau musim kelereng main kelereng, musim layangan main layangan," ujarnya.

Edy Rahmat, rekan penulis yang semasa remaja pernah tinggal di Tg Semalantakan mengatakan, desa pelosok itu sedikit sekali bersentuhan dengan perubahan dunia. "Mereka di sana kan tidak kekurangan lauk. Ikan ada saja, asal mau saja melaut bisa hasilkan uang. Sementara daerahnya sangat sulit diakses dari daerah lain," kata Edy.

Kondisi itu menurutnya membuat interaksi fisik remaja di sana tinggi. "Coba lihat daerah lain yang sibuk dengan pekerjaan yang gak ada habisnya. Anak-anak biasanya juga menjadi pribadi individualis," katanya.

Sementara itu dari banyak penelitian, permainan tradisional banyak memberikan manfaat kepada perkembangan anak-anak. Seperti melatih jiwa sosial dan rasa tanggung jawab. (by/ram)


BACA JUGA

Kamis, 20 September 2018 15:14
Pemkab Balangan

Jemaah Haji Balangan Tiba di Banua

PARINGIN – Penyambutan jemaah haji Balangan Rabu (19/9) kemarin  berlangsung haru. Ratusan…

Kamis, 20 September 2018 15:07
Pemkab Balangan

Bupati Balangan Reshuffle Sejumlah Pejabat

PARINGIN – Bupati Balangan H Ansharuddin telah resmi melakukan reshuffle kabinetnya. Pelantikan…

Kamis, 20 September 2018 10:24
Berita Tabalong

PKK Tabalong Dapat 13 Piala di Jambore PKK Kalsel

TANJUNG - Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Tabalong sukses besar…

Kamis, 20 September 2018 09:42

Jaringan Narkotika Internasional Masuk dengan KTP Palsu

BANJARBARU - Jaringan narkotika Pekanbaru-Banjarmasin ternyata telah mempersiapkan diri dengan baik.…

Kamis, 20 September 2018 09:31

Total 328 Formasi CPNS di Kalsel, Guru Matematika Paling Banyak Dicari

BANJARBARU – Pemprov Kalsel secara resmi merilis kualifikasi formasi penerimaan calon pegawai…

Kamis, 20 September 2018 09:26

Fikry Lanjutkan Program, Arifin ingin Bikin Jalan, Sukamta Beri Pinjaman

BANJARMASIN – Suara tabuhan drum band mengiringi langkah Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Tapin,…

Kamis, 20 September 2018 09:07

HARUS TEGAS..! Aturan Kawasan Tanpa Rokok Masih Longgar

BANJARMASIN - Penerapan perda tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) banyak pengecualian. Diketuk sejak tahun…

Kamis, 20 September 2018 09:00

Ibnu Terperangah, di Pusat Kota Masih Ada Pemukiman Seperti ini

WALI Kota Banjarmasin, Ibnu Sina terperangah ketika mengunjungi rumah milik Slamet di Gang Kembang Jalan…

Kamis, 20 September 2018 08:58

Kelamaan Menunggu Diangkat PNS, Honorer: Keburu Kami Jadi Almarhum

Formasi honorer K2 untuk Banjarmasin cuma dijatah tiga orang. Forum guru honorer bereaksi. Mengadu ke…

Kamis, 20 September 2018 08:55

Festival Pasar Rakyat Angkat Derajat Pasar Tradisional

BANJARMASIN - Pasar tradisional merupakan jantung perekonomian masyarakat. Sayang sekali, keberadaannya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .