MANAGED BY:
SABTU
15 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Selasa, 19 Desember 2017 15:40
Beberapa Jam Bersama Anak di Pelosok

Kelereng Itu Masih Ada Kawan, Banga!

MAIN KELERENG: Pelajar SMPN 1 Pamukan Selatan asyik main kelereng. Foto Zalyan Shodiqin Abdi/Radar Banjarmasin.

PROKAL.CO, Nun di pelosok perbatasan, ramai suara seperti kaca padat berbenturan. Di era gadget yang menjadi mainan utama anak sekarang, ternyata masih ada sekelompok remaja bermain kelereng seperti berpuluh tahun lalu: banga!

------------------------------------------------------

Zalyan Shodiqin Abdi, Tg Semalantakan

-----------------------------------------------------

Senin (18/12) siang kemarin, ramai pelajar SMPN 1 Pamukan Selatan bermain. Mereka bergerombol di tanah lapang, bergantian jongkok, bergantian berteriak.

Banga...! Begitu teriak seorang anak, ketika kelereng atau gundunya berhasil mementalkan tumpukan kelereng ke luar lingkaran. Satu syarat banga: kelereng yang kita pakai membidik tidak boleh keluar lingkaran.

Melihat permainan yang pernah penulis mainkan belasan tahun lalu saat masih sekolah dasar, membuat teriakan banga seperti godam ajaib. Memukul kesadaran ke arah memori masa lalu. Masa kanak-kanak yang tidak kenal handphone apalagi internet.

Rudy pelajar kelas 2 SMPN 1 Pamukan Selatan mengatakan, mereka terbiasa main kelereng jika tidak ada mata pelajaran. Sejak kapan mereka memainkan permainan tradisional yang sudah ada sejak zaman Romawi itu? Pelajar menjawab, sejak mereka masih kecil, sampai sekarang.

Bukankah semua itu ketinggalan zaman? Sekarang anak-anak mainnya internet, game online atau chatting online, semua serba handphone. "Tidak ramai, ramai main kelereng," ucap salah satu pelajar.

"Bagaimana? Kaget ya, lihat anak-anak di sini masih main kelereng," ucap Juna yang berjualan makanan ringan depan sekolah, dekat tempat anak-anak bermain. "Di sini, dari dulu masih kelereng mainannya. Bedanya dulu anak SMP badannya besar-besar, sekarang kayak anak SD," tambahnya terbahak.

Sekadar diketahui, SMPN 1 Pamukan Selatan berada di jantung kota kecamatan, Desa Tg Semalantakan. Desa ini berada di ujung Kabupaten Kotabaru di wilayah Pulau Kalimantan. Akses darat ke sana amat sangat sulit dilalui jalan darat. Warga Tg Semalantakan mayoritas memakai jasa kapal jika ingin ke pusat kota.

Kehidupan warga Tg Semalantakan bisa dikatakan landai. Tidak terlalu banyak dinamika di desa nelayan itu. Melaut, dapat ikan, jual. Uangnya untuk beli ini dan itu, atau naik haji. Seperti itulah polanya. Jarang bisa ditemukan adanya diskusi mengenai masalah-masalah pelik. Apa dipikir? Ikan ada saja, pembeli tidak kurang.

Husna tenaga pendidikan di sana mengatakan, anak-anak memang masih memainkan permainan tradisional seperti masa lalu. "Hape mereka main juga. Cuma main layangan, kelereng, logo masih jalan juga. Kalau musim kelereng main kelereng, musim layangan main layangan," ujarnya.

Edy Rahmat, rekan penulis yang semasa remaja pernah tinggal di Tg Semalantakan mengatakan, desa pelosok itu sedikit sekali bersentuhan dengan perubahan dunia. "Mereka di sana kan tidak kekurangan lauk. Ikan ada saja, asal mau saja melaut bisa hasilkan uang. Sementara daerahnya sangat sulit diakses dari daerah lain," kata Edy.

Kondisi itu menurutnya membuat interaksi fisik remaja di sana tinggi. "Coba lihat daerah lain yang sibuk dengan pekerjaan yang gak ada habisnya. Anak-anak biasanya juga menjadi pribadi individualis," katanya.

Sementara itu dari banyak penelitian, permainan tradisional banyak memberikan manfaat kepada perkembangan anak-anak. Seperti melatih jiwa sosial dan rasa tanggung jawab. (by/ram)


BACA JUGA

Sabtu, 15 Desember 2018 14:09

Tantangan Sebenarnya Larangan Kantong Plastik Ada di Pasar Tradisional

BANJARMASIN - Pemko Banjarmasin mulai melarang penyediaan kantong plastik di…

Sabtu, 15 Desember 2018 14:00

Pembeli Bingung, Habis Belanja Bawanya Gimana!!

Pemko Banjarbaru dalam beberapa pekan terakhir mulai menjalankan kebijakan pengurangan…

Sabtu, 15 Desember 2018 13:49

Ramah Tamah, Paman Biri Sambut Hangat Kedatangan Unsur Forkopimda

BANJAR - Pangdam VI / Mulawarman Mayjen TNI Subiyanto terkesan…

Sabtu, 15 Desember 2018 13:35

Karyawan 15 Bulan Belum Terima Gaji, PT BIM Juga Diincar Kejaksaan Banjar

MARTAPURA – Perseroan Terbatas Banjar Intan Mandiri atau PT BIM…

Sabtu, 15 Desember 2018 13:19

Dulunya Fan, Sekarang Dia Menjadi Bagian Penting Dalam Tim Barito

Berkat ilmunya, Dayan tak lagi menyaksikan laga Barito Putera dari…

Sabtu, 15 Desember 2018 12:43

Serius, Atlet Dayung PODSI Ketika Jalani Sesi Latihan Jelang POPDA

BANJARMASIN – Atlet dayung Persatuan Olahraga Dayung seluruh Indonesia (PODSI)…

Sabtu, 15 Desember 2018 10:16

Pastikan Tidak Ganggu Masyarakat, Polsek Banjarbaru Datangi Peternakan

BANJARBARU – Memasuki musim hujan, anggota Polsek Banjarbaru Timur gencar…

Sabtu, 15 Desember 2018 10:05

Nadjmi Kukuhkan Brigade Bebas Nafza Cempaka

BANJARBARU - Sadar akan maraknya peredaran narkoba dan obat-obatan terlarang…

Sabtu, 15 Desember 2018 09:28

Target Retribusi Sampah Naik, DLH Jamin Retribusi Sampah Tidak Dinaikkan

BANJARMASIN - Dinas Lingkungan Hidup Banjarmasin menaikkan target PAD (Pendapatan…

Sabtu, 15 Desember 2018 09:18

Pemko Perjuangkan Program SISHA dari Asian Development Bank

BANJARMASIN - Dari lima kota di Indonesia, Banjarmasin merupakan salah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .