MANAGED BY:
SABTU
16 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Jumat, 22 Desember 2017 11:32
Lima Perusahaan di Kalsel ini Terima Rapor Merah
Foto ilustrasi

PROKAL.CO, BANJARBARU – Praktik buruk pengelolaan lingkungan hidup pada perusahaan pertambangan dan perkebunan di Kalimantan Selatan rupanya masih terjadi. Kemarin (21/12) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI melalui Dinas Lingkungan Hidup Kalimantan Selatan merilis hasil Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan Nasional (PROPERNAS).

Ada lima buah perusahaan pertambangan dan perkebunan di Kalsel yang diberi label merah atau tidak taat terhadap prinsip lingkungan hidup yang sudah diatur oleh pemerintah.

Lima buah perusahaan tersebut, yaitu PD Baramarta, PT Laguna Mandiri, PT Paripurna Swakarsa, PT Perkebunan Nusantara XIII, serta PT. Swadaya Andika. Lima perusahaan tersebut ada yang bergerak pada sektor pertambangan batu bara, sawit, serta karet.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kalsel melalui Kabid Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup, Asbiani mengatakan penilaian ini diukur dari beberapa aspek. "Yang jadi indikatornya adalah bagaimana menyiapkan dokumen lingkungan, pengelolaan kualitas air dan udara, serta pengelolaan limbah berbahaya dan beracun," kata pria yang acap kali dipanggil Asbi, kemarin (21/12) saat ditemui di ruang kerjanya.

Lantaran sudah mendapatkan label merah, pihak DLHD Kalsel ke depan bakal melakukan pembinaan kepada perusahaan yang terkait. "Kalau yang baru pertama kali mendapatkan label merah, maka akan mendapatkan pengawasan langsung dari kami. Kalau, sudah dua kali mendapat merah, langsung akan ada penegakan hukum," ujarnya.

Diungkapkannya, program yang digalakkan KLHK sejak tahun 1995 ini diikuti oleh 59 perusahaan pertambangan, pengelolaan energi, serta perkebunan yang ada di Kalimantan Selatan. Perusahaan yang ikut  dinilai bagaimana upaya mereka melaksanakan prinsip pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan. Label yang diberikan kepada perusahaan pertambangan dan perkebunan yang ikut ada lima warna: emas, hijau, biru, merah dan hitam. Jika perusahaan mendapat label emas, hijau, serta biru, maka dinyatakan masih aman.

Ditanya perusahaan mana saja yang mendapatkan penilaian baik dari KLHK, Asbiani menjawab nasib mujur menimpa PT. Adaro Indonesia, Pertamina Tanjung, serta Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Asam-Asam. "Mereka mendapatkan label hijau, tidak ada yang mendapatkan label emas. Sisanya perusahaan-perusahaan yang ikut mendapatkan mendapatkan label biru," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Kalimantan Selatan, Kisworo Dwi Cahyono memperingatkan kepada perusahaan-perusahaan yang mendapatkan rapor merah untuk patuh dan taat terhadap prinsip pengelolaan lingkungan hidup yang sudah berlaku.

"Pemerintah daerah juga harus mengawasi dan membina perusahaan yang sudah dapat label merah.  Jangan sampai tahun depan mereka bakal mendapatkan rapor buruk lagi," ujar aktivis lingkungan yang acap kali disapa Kis ini kepada Radar Banjarmasin.

Terkait hasil penilaian, Kis sempat terheran-heran dengan dua perusahaan yang sejatinya merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). "PD Baramarta dan PT Perkebunan Nusantara XIII itu dikelola oleh pemerintah, kenapa mereka bisa sampai jadi contoh yang buruk dalam pengelolaan lingkungan hidup. Harusnya, mereka lebih baik daripada swasta," tandasnya. (dom/by/ram)


BACA JUGA

Jumat, 15 Februari 2019 15:17

Sudah 29 Kotak Suara Ditemukan Rusak Dalam Proses Perakitan

MARABAHAN - Dijaga pihak kepolisian, Proses perakitan kotak suara terus…

Jumat, 15 Februari 2019 15:13

Salut!! Tradisi Bahalarat Masih Eksis di Ulu Benteng

MARABAHAN - Memasuki musim tanam, Warga Ulu Benteng, Kecamatan Marabahan…

Jumat, 15 Februari 2019 14:32

Tak Main-main, Pengkot PTMSI Tunjuk Pelatih dari Binpres

BANJARMASIN – Pengurus Kota Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (Pengkot…

Jumat, 15 Februari 2019 11:48

TAK DIBAYAR..! Ini Ternyata Motivasi Petugas Haul Abah Guru Sekumpul

MARTAPURA – Haul Ke-14 Abah Guru Sekumpul digelar 9-10 Maret…

Jumat, 15 Februari 2019 11:46

BANUA PEDIA: Kambang Sarai, Kerajinan Spesialis Acil Kampung Kembang

MARTAPURA – Ada istilah kambang barenteng dan kambang sarai. Keduanya…

Jumat, 15 Februari 2019 11:44

BANUA PEDIA: Legenda Nini Randa, Nenek Moyang Parentengan Kampung Bunga Bincau

MARTAPURA – Sebagian besar bunga yang dijajakan di pasar, sekitar…

Jumat, 15 Februari 2019 11:41

Kapolda Kalsel Terjun ke Lapangan Pantau Logistk Pemilu 2019

BANJARMASIN - Kiriman surat suara pertama tiba di Pelabuhan Trisakti,…

Jumat, 15 Februari 2019 11:39

Berikut Desa Pengasil Kembang di Kabupaten Banjar

MARTAPURA – Sentra kembang Kabupaten Banjar sering disebut kampung kembang.…

Jumat, 15 Februari 2019 11:33

Kecewa Berat, Caleg Sebut Bawaslu Tebang Pilih Dalam Menindak

Baliho milik Partai Nasdem diturunkan di Amuntai. Semua pihak bersuara,…

Jumat, 15 Februari 2019 11:12

BANUA PEDIA: Mengenal Istilah Kambang Barenteng Khas Martapura

MARTAPURA – Kabupaten Banjar punya Kampung Kembang. Dari situ mengemuka…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*