MANAGED BY:
JUMAT
25 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Jumat, 22 Desember 2017 11:32
Lima Perusahaan di Kalsel ini Terima Rapor Merah
Foto ilustrasi

PROKAL.CO, BANJARBARU – Praktik buruk pengelolaan lingkungan hidup pada perusahaan pertambangan dan perkebunan di Kalimantan Selatan rupanya masih terjadi. Kemarin (21/12) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI melalui Dinas Lingkungan Hidup Kalimantan Selatan merilis hasil Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan Nasional (PROPERNAS).

Ada lima buah perusahaan pertambangan dan perkebunan di Kalsel yang diberi label merah atau tidak taat terhadap prinsip lingkungan hidup yang sudah diatur oleh pemerintah.

Lima buah perusahaan tersebut, yaitu PD Baramarta, PT Laguna Mandiri, PT Paripurna Swakarsa, PT Perkebunan Nusantara XIII, serta PT. Swadaya Andika. Lima perusahaan tersebut ada yang bergerak pada sektor pertambangan batu bara, sawit, serta karet.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kalsel melalui Kabid Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup, Asbiani mengatakan penilaian ini diukur dari beberapa aspek. "Yang jadi indikatornya adalah bagaimana menyiapkan dokumen lingkungan, pengelolaan kualitas air dan udara, serta pengelolaan limbah berbahaya dan beracun," kata pria yang acap kali dipanggil Asbi, kemarin (21/12) saat ditemui di ruang kerjanya.

Lantaran sudah mendapatkan label merah, pihak DLHD Kalsel ke depan bakal melakukan pembinaan kepada perusahaan yang terkait. "Kalau yang baru pertama kali mendapatkan label merah, maka akan mendapatkan pengawasan langsung dari kami. Kalau, sudah dua kali mendapat merah, langsung akan ada penegakan hukum," ujarnya.

Diungkapkannya, program yang digalakkan KLHK sejak tahun 1995 ini diikuti oleh 59 perusahaan pertambangan, pengelolaan energi, serta perkebunan yang ada di Kalimantan Selatan. Perusahaan yang ikut  dinilai bagaimana upaya mereka melaksanakan prinsip pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan. Label yang diberikan kepada perusahaan pertambangan dan perkebunan yang ikut ada lima warna: emas, hijau, biru, merah dan hitam. Jika perusahaan mendapat label emas, hijau, serta biru, maka dinyatakan masih aman.

Ditanya perusahaan mana saja yang mendapatkan penilaian baik dari KLHK, Asbiani menjawab nasib mujur menimpa PT. Adaro Indonesia, Pertamina Tanjung, serta Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Asam-Asam. "Mereka mendapatkan label hijau, tidak ada yang mendapatkan label emas. Sisanya perusahaan-perusahaan yang ikut mendapatkan mendapatkan label biru," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Kalimantan Selatan, Kisworo Dwi Cahyono memperingatkan kepada perusahaan-perusahaan yang mendapatkan rapor merah untuk patuh dan taat terhadap prinsip pengelolaan lingkungan hidup yang sudah berlaku.

"Pemerintah daerah juga harus mengawasi dan membina perusahaan yang sudah dapat label merah.  Jangan sampai tahun depan mereka bakal mendapatkan rapor buruk lagi," ujar aktivis lingkungan yang acap kali disapa Kis ini kepada Radar Banjarmasin.

Terkait hasil penilaian, Kis sempat terheran-heran dengan dua perusahaan yang sejatinya merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). "PD Baramarta dan PT Perkebunan Nusantara XIII itu dikelola oleh pemerintah, kenapa mereka bisa sampai jadi contoh yang buruk dalam pengelolaan lingkungan hidup. Harusnya, mereka lebih baik daripada swasta," tandasnya. (dom/by/ram)


BACA JUGA

Jumat, 25 Mei 2018 17:20
Berita Tabalong

Tabalong Urutan Keempat UN SMP Kalsel

TANJUNG - Hasil ujian nasional (UN) Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs)…

Jumat, 25 Mei 2018 15:36

1001 Kisah Pesantren: Tak Punya Banyak Aturan

Sudah umum didengar ada guru di pesantren yang ditakuti santrinya. Tapi beda dengan Gus Jam, pimpinan…

Jumat, 25 Mei 2018 15:15

Meriah, Alalak Utara Sambut Sukacita Paman Birin

Jarum jam baru menunjukan pukul 01.00 Wita dini hari.  Namun suasana di areal lingkungan Masjid …

Jumat, 25 Mei 2018 15:10

PLN Jaga Pasokan Listrik Masjid, Ibadah Jadi Nyaman

BANJARMASIN - Memasuki Ramadan, PLN Area Banjarmasin melaksanakan kegiatan peduli instalasi listrik…

Jumat, 25 Mei 2018 14:39

Herman: Sudahlah, Sebaiknya Pak Ibnu Manut Saja

BANJARMASIN - Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hermansyah menyarankan agar Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina…

Jumat, 25 Mei 2018 14:35

Tidak Membuat Jera, Denda Warung Sakadup Dinilai Terlalu Kecil

BANJARMASIN - Razia warung sakadup digelar maraton. Sejak Selasa (22/5) hingga kemarin (24/5), sudah…

Jumat, 25 Mei 2018 14:27

Jelang Mudik, BPTD Cek dan Ricek Kelayakan Angkutan di Terminal Km 6

BANJARMASIN - Menjelang mudik Lebaran, Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah XV Kalsel mengecek…

Jumat, 25 Mei 2018 14:20

Dikuasai Preman, Tarif Parkir di Pasar Sudimampir Berlapis

Praktik "tarif berlapis" parkir Pasar Sudimampir benar-benar bikin siapa saja geregetan. Alih-alih cukup…

Jumat, 25 Mei 2018 13:41

ASTAGA! Diberi Sembako, Warga Malah Dimintai Tanda Tangan Dukung Tambang

Di malam Ramadan, usai jam teraweh beberapa Ketua RT di Desa Selaru kasak-kusuk. Mereka sibuk mengumpulkan…

Jumat, 25 Mei 2018 13:39

11.000 Dukungan Tolak Tambang di Pulau Laut Diserahkan

BANJARMASIN – Setelah Jumat pekan lalu pihak penggugat (PT Sebuku Group) mendatangkan dua saksi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .