MANAGED BY:
KAMIS
22 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Jumat, 22 Desember 2017 11:32
Lima Perusahaan di Kalsel ini Terima Rapor Merah
Foto ilustrasi

PROKAL.CO, BANJARBARU – Praktik buruk pengelolaan lingkungan hidup pada perusahaan pertambangan dan perkebunan di Kalimantan Selatan rupanya masih terjadi. Kemarin (21/12) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI melalui Dinas Lingkungan Hidup Kalimantan Selatan merilis hasil Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan Nasional (PROPERNAS).

Ada lima buah perusahaan pertambangan dan perkebunan di Kalsel yang diberi label merah atau tidak taat terhadap prinsip lingkungan hidup yang sudah diatur oleh pemerintah.

Lima buah perusahaan tersebut, yaitu PD Baramarta, PT Laguna Mandiri, PT Paripurna Swakarsa, PT Perkebunan Nusantara XIII, serta PT. Swadaya Andika. Lima perusahaan tersebut ada yang bergerak pada sektor pertambangan batu bara, sawit, serta karet.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kalsel melalui Kabid Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup, Asbiani mengatakan penilaian ini diukur dari beberapa aspek. "Yang jadi indikatornya adalah bagaimana menyiapkan dokumen lingkungan, pengelolaan kualitas air dan udara, serta pengelolaan limbah berbahaya dan beracun," kata pria yang acap kali dipanggil Asbi, kemarin (21/12) saat ditemui di ruang kerjanya.

Lantaran sudah mendapatkan label merah, pihak DLHD Kalsel ke depan bakal melakukan pembinaan kepada perusahaan yang terkait. "Kalau yang baru pertama kali mendapatkan label merah, maka akan mendapatkan pengawasan langsung dari kami. Kalau, sudah dua kali mendapat merah, langsung akan ada penegakan hukum," ujarnya.

Diungkapkannya, program yang digalakkan KLHK sejak tahun 1995 ini diikuti oleh 59 perusahaan pertambangan, pengelolaan energi, serta perkebunan yang ada di Kalimantan Selatan. Perusahaan yang ikut  dinilai bagaimana upaya mereka melaksanakan prinsip pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan. Label yang diberikan kepada perusahaan pertambangan dan perkebunan yang ikut ada lima warna: emas, hijau, biru, merah dan hitam. Jika perusahaan mendapat label emas, hijau, serta biru, maka dinyatakan masih aman.

Ditanya perusahaan mana saja yang mendapatkan penilaian baik dari KLHK, Asbiani menjawab nasib mujur menimpa PT. Adaro Indonesia, Pertamina Tanjung, serta Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Asam-Asam. "Mereka mendapatkan label hijau, tidak ada yang mendapatkan label emas. Sisanya perusahaan-perusahaan yang ikut mendapatkan mendapatkan label biru," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Kalimantan Selatan, Kisworo Dwi Cahyono memperingatkan kepada perusahaan-perusahaan yang mendapatkan rapor merah untuk patuh dan taat terhadap prinsip pengelolaan lingkungan hidup yang sudah berlaku.

"Pemerintah daerah juga harus mengawasi dan membina perusahaan yang sudah dapat label merah.  Jangan sampai tahun depan mereka bakal mendapatkan rapor buruk lagi," ujar aktivis lingkungan yang acap kali disapa Kis ini kepada Radar Banjarmasin.

Terkait hasil penilaian, Kis sempat terheran-heran dengan dua perusahaan yang sejatinya merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). "PD Baramarta dan PT Perkebunan Nusantara XIII itu dikelola oleh pemerintah, kenapa mereka bisa sampai jadi contoh yang buruk dalam pengelolaan lingkungan hidup. Harusnya, mereka lebih baik daripada swasta," tandasnya. (dom/by/ram)


BACA JUGA

Rabu, 21 Februari 2018 17:57

SMK PP N Banjarbaru Latih Siswa Siap Uji Sertifikasi Profesi

BANJARBARU - Untuk mempersiapkan para siswa dalam menghadapi uji sertifikasi profesi bidang pertanian,…

Rabu, 21 Februari 2018 12:20
Parlementaria Balangan

Dewan Balangan Imbau Masyarakat Beralih Dari Karet

PARINGIN – Hingga saat ini, mayoritas masyarakat Kabupaten Balangan masih ketergantungan dengan…

Rabu, 21 Februari 2018 11:35

Harga Elpiji 3 Kg di Banua Makin Sulit Dikendalikan

Kelangkaan tabung gas elpiji ukuran tiga kilogram bikin rakyat kecil Banua menjerit. Dalam beberapa…

Rabu, 21 Februari 2018 11:30
BREAKING NEWS

HMI Demo, Minta Kasus Penganiayaan Usman Diusut Tuntas

KOTABARU - Mahasiswa yang tergabung dalam naungan HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) Kotabaru berunjuk rasa…

Rabu, 21 Februari 2018 11:29

Gugatan Sengketa Pilkada Tabalong Dipersidangkan

TANJUNG - Akhirnya sengketa gugatan Pilkada Kabupaten Tabalong yang disampaikan pasangan calon H Norhasani…

Rabu, 21 Februari 2018 11:07

Warga Kelayan Selatan Rela Antri Demi Satu Tabung Gas

BANJARMASIN - Puluhan warga di Laksana Intan, Kelayan Selatan, terpaksa antre di depan Pangkalan gas…

Rabu, 21 Februari 2018 11:00

Dirut Baru PDAM Nanti Bakal Ditunggu Utang

BANJARMASIN - Posisi Direktur Utama PDAM Bandarmasih sebentar lagi dilelang. Siapapun nanti yang terpilih,…

Rabu, 21 Februari 2018 09:48

Para Badut Banjarbaru di Panggil Satpol PP, Ini Kesepakatannya

BANJARBARU - Badut jalanan akhirnya bisa beraktivitas dengan tenang. Sebab, Satpol PP Banjarbaru telah…

Rabu, 21 Februari 2018 09:44
Parlementaria

Dewan Minta Tingkatkan Fasilitas Peserta Didik Disabilitas

BANJARBARU - Dari total 48 ribu peserta didik SD dan SMP di Banjarbaru, 500 di antaranya merupakan penyandang…

Rabu, 21 Februari 2018 09:42
Pemko Banjarbaru

Wawali Banjarbaru Sambut Kedatangan Menteri Perdagangan

BANJARBARU - Wakil Walikota Banjarbaru H Darmawan Jaya Setiawan didampingi Kepala Dinas Perdagangan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .