MANAGED BY:
MINGGU
21 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Senin, 25 Desember 2017 14:44
Inovasi Baru Alat Evakuasi Korban Banjir Ala Polsek Padang Batung

Rakit Evakuasi dari Ban Dalam dan Papan Kayu

MERAKIT: Polsek Padang Batung Iptu Imam Suryana dan dua anggotanya merakit ban dalam bekas dan kayu menjadi sebuah rakit untuk alat evakuasi warga saat banjir.

PROKAL.CO, Polsek Padang Batung punya inovasi baru, cara mengevakuasi korban banjir di pemukiman warga. Dengan menyulap bahan bekas dari ban dalam dan papan kayu menjadi sebuah rakit yang bisa digunakan anggota menolong warga saat terjadi banjir.

 ------------------------------------

SALAHUDIN, Kandangan

 ------------------------------------ 

TUJUH ban dalam bekas dari mobil dump truk diameter satu meter dan papan kayu disiapkan jajaran Polsek Padang Batung menghadapi tingginya intensitas hujan, terutama yang terjadi selama bulan Desember.

Dari 17 desa di wilayah Kecamatan Padang Batung, ada empat wilayah pemukiman warga desa yaitu Desa Madang, Karang Jawa, Karang Jawa Muka dan Pandulangan. Berpotensi banjir atau tergenang air yang membutuhkan evakuasi apabila debit air semakin meninggi akibat hujan.

Untuk banjir di wilayah pemukiman warga itulah, anggota Polsek Padang Batung menyiapkan peralatan yang sudah disiapkan untuk melakukan evakuasi.

Sampai di lokasi pemukiman warga, empat ban dalam bekas dan kayu kemudian dirakit untuk membuat dua rakit membentuk seperti perahu sederhana yang bisa mengapung. Satu persatu ban dalam bekas diikat kayu menggunakan tali. Setiap rakit dirakit dalam waktu yang relatif singkat, hanya sekitar sepuluh menit.

Selesai merakit, satu rakit dari ban dalam bekas yang sudah berbentuk seperti rakit tersebut dibawa dua orang anggota yang sudah dilengkapi life jacket sampai sepatu bot menuju lokasi pemukiman warga yang membutuhkan.

Kapolsek Padang Batung, Iptu Imam Suryana menjelaskan satu rakit ban bekas tersebut digunakan untuk mengevakuasi warga lansia sampai anak-anak yang tidak bisa berenang saja apabila terjadi banjir di wilayah pemukiman warga. “Satu rakit dari ban bekas bisa digunakan mengevakuasi tiga sampai lima warga,” tuturnya,

Sedangkan bagi warga bisa berenang, evakuasinya dilakukan dengan cara memberikan sisa tiga ban bekas yang tidak di rakit. “Ban bekasnya diikat anggota dengan tali dan dilempar atau diberikan kepada warga sebagai ban penyelamat untuk berpegangan,” ujarnya.

Diceritakan Imam, ide membuat rakit berbahan bekas dari ban dalam dan kayu itu sewaktu-waktu digunakan untuk evakuasi di kawasan pemukiman. Dari pengalamannya yang pernah bertugas di wilayah rawa dan juga sering banjir saat musim penghujan tiba, cara ini yang paling pas. “Perahu karet yang dimiliki Polres terbatas. Tapi polisi harus tetap melayani warganya,” katanya.

Dengan memanfaatkan barang bekas yang dibantu warga sekitar wilayah Polsek Padang Batung, Imam kemudian menjadikannya sebagai alat tambahan untuk melakukan evakuasi warga pemukiman saat terjadi banjir.

Menurutnya, peralatan dari bahan bekas tersebut juga multifungsi karena lebih lincah dan mudah dibawa ke lokasi terevakuasi. “Biaya operasionalnya juga lebih murah, karena memanfaatkan barang bekas semuanya,” ucapnya.

Yadi (32) warga Kecamatan Padang Batung mengapresiasi inovasi yang dilakukan jajaran Polsek Padang Batung yang sudah membuat peralatan menggunakan barang bekas untuk digunakan melakukan evakuasi warga di pemukiman apabila terjadi banjir.

“Sangat inovatif, hanya dengan memanfaatkan barang bekas bisa menjadikannya sebagai alat yang bisa digunakan untuk menolong warganya nanti,” ujar pria yang sehari-hari bekerja sebagai wiraswasta ini. (by/ram)


BACA JUGA

Minggu, 21 Oktober 2018 07:05

Memahami Selera Fashion Leluhur dari Busana Pengantin Banjar Abad 15-19

BANJARMASIN -Mengusung suara dari masa lampau, bukan berarti Kawang Yoedha anti perubahan. Kreasi modern…

Jumat, 19 Oktober 2018 11:17

Mega Proyek Siring Laut, Jaksa Minta Jangan Curang

KOTABARU - Kepala Kejaksaan Negeri Kotabaru, Indah Laila, meminta jangan ada yang curang terkait pekerjaan…

Jumat, 12 Oktober 2018 09:39

Sembilan Pengungsi Palu "Terdampar" di Banjarmasin, Begini Nasibnya

Empat hari bertahan hidup tanpa bantuan. Melihat penjarahan di mana-mana. Sembilan pengungsi berlayar…

Senin, 01 Oktober 2018 11:17

Nobar Film G30S/PKI, Memahami Sejarah Lewat Film

BANJARMASIN - Mengenang dan memahami sejarah. Itulah misi dari nonton bareng film G30S/PKI yang digelar…

Minggu, 30 September 2018 11:18

Perkantoran Pemprov Kalsel Dijadikan Wisata Edukasi

Menjelang Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-38, kawasan Perkantoran Setdaprov Kalsel di Banjarbaru, disulap…

Senin, 24 September 2018 09:29

Yurien, Satu-Satunya Anggota Patwal Wanita Dishub Banjarbaru

Pria dan wanita memang beda, tapi soal pekerjaan mungkin kaum Hawa bisa sebanding dengan kaum Adam.…

Sabtu, 22 September 2018 13:31

Menjenguk Rumah Berbasis Lingkungan Milik Perkumpulan Pusaka Tabalong

Mungkin ini bisa menjadi contoh bagi yang ingin membangun rumah atau kantor. Ternyata barang bekas bisa…

Jumat, 21 September 2018 09:15

Kisah Mengharukan Perjuangan Para Honorer di Desa-Desa Terpencil

Benar kata mereka: Tak habis kisah jika menceritakan para guru honorer. Dengan perjuangan itu, layak…

Kamis, 20 September 2018 09:47

Sebelum Kuliah, Para Tersangka Perusakan Gedung Dewan Lapor Kantor Polisi Dulu

Empat dari tujuh mahasiswa yang menyandang status tersangka mencerutakan pengalaman mereka selepas unjuk…

Kamis, 13 September 2018 12:05

YS Agus Suseno, Penyair Banjar Yang Berani Menohok Rezim

Meminjam istilah sastrawan Seno Gumira Ajidarma: ketika jurnalisme dibungkam, maka mestinya sastra harus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .