MANAGED BY:
JUMAT
20 JULI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Senin, 25 Desember 2017 14:44
Inovasi Baru Alat Evakuasi Korban Banjir Ala Polsek Padang Batung

Rakit Evakuasi dari Ban Dalam dan Papan Kayu

MERAKIT: Polsek Padang Batung Iptu Imam Suryana dan dua anggotanya merakit ban dalam bekas dan kayu menjadi sebuah rakit untuk alat evakuasi warga saat banjir.

PROKAL.CO, Polsek Padang Batung punya inovasi baru, cara mengevakuasi korban banjir di pemukiman warga. Dengan menyulap bahan bekas dari ban dalam dan papan kayu menjadi sebuah rakit yang bisa digunakan anggota menolong warga saat terjadi banjir.

 ------------------------------------

SALAHUDIN, Kandangan

 ------------------------------------ 

TUJUH ban dalam bekas dari mobil dump truk diameter satu meter dan papan kayu disiapkan jajaran Polsek Padang Batung menghadapi tingginya intensitas hujan, terutama yang terjadi selama bulan Desember.

Dari 17 desa di wilayah Kecamatan Padang Batung, ada empat wilayah pemukiman warga desa yaitu Desa Madang, Karang Jawa, Karang Jawa Muka dan Pandulangan. Berpotensi banjir atau tergenang air yang membutuhkan evakuasi apabila debit air semakin meninggi akibat hujan.

Untuk banjir di wilayah pemukiman warga itulah, anggota Polsek Padang Batung menyiapkan peralatan yang sudah disiapkan untuk melakukan evakuasi.

Sampai di lokasi pemukiman warga, empat ban dalam bekas dan kayu kemudian dirakit untuk membuat dua rakit membentuk seperti perahu sederhana yang bisa mengapung. Satu persatu ban dalam bekas diikat kayu menggunakan tali. Setiap rakit dirakit dalam waktu yang relatif singkat, hanya sekitar sepuluh menit.

Selesai merakit, satu rakit dari ban dalam bekas yang sudah berbentuk seperti rakit tersebut dibawa dua orang anggota yang sudah dilengkapi life jacket sampai sepatu bot menuju lokasi pemukiman warga yang membutuhkan.

Kapolsek Padang Batung, Iptu Imam Suryana menjelaskan satu rakit ban bekas tersebut digunakan untuk mengevakuasi warga lansia sampai anak-anak yang tidak bisa berenang saja apabila terjadi banjir di wilayah pemukiman warga. “Satu rakit dari ban bekas bisa digunakan mengevakuasi tiga sampai lima warga,” tuturnya,

Sedangkan bagi warga bisa berenang, evakuasinya dilakukan dengan cara memberikan sisa tiga ban bekas yang tidak di rakit. “Ban bekasnya diikat anggota dengan tali dan dilempar atau diberikan kepada warga sebagai ban penyelamat untuk berpegangan,” ujarnya.

Diceritakan Imam, ide membuat rakit berbahan bekas dari ban dalam dan kayu itu sewaktu-waktu digunakan untuk evakuasi di kawasan pemukiman. Dari pengalamannya yang pernah bertugas di wilayah rawa dan juga sering banjir saat musim penghujan tiba, cara ini yang paling pas. “Perahu karet yang dimiliki Polres terbatas. Tapi polisi harus tetap melayani warganya,” katanya.

Dengan memanfaatkan barang bekas yang dibantu warga sekitar wilayah Polsek Padang Batung, Imam kemudian menjadikannya sebagai alat tambahan untuk melakukan evakuasi warga pemukiman saat terjadi banjir.

Menurutnya, peralatan dari bahan bekas tersebut juga multifungsi karena lebih lincah dan mudah dibawa ke lokasi terevakuasi. “Biaya operasionalnya juga lebih murah, karena memanfaatkan barang bekas semuanya,” ucapnya.

Yadi (32) warga Kecamatan Padang Batung mengapresiasi inovasi yang dilakukan jajaran Polsek Padang Batung yang sudah membuat peralatan menggunakan barang bekas untuk digunakan melakukan evakuasi warga di pemukiman apabila terjadi banjir.

“Sangat inovatif, hanya dengan memanfaatkan barang bekas bisa menjadikannya sebagai alat yang bisa digunakan untuk menolong warganya nanti,” ujar pria yang sehari-hari bekerja sebagai wiraswasta ini. (by/ram)


BACA JUGA

Rabu, 18 Juli 2018 16:58
Menyaksikan Pementasan Tim Kesenian Taman Budaya Kalsel di Yogyakarta (3-Habis)

Tak Ada Standar Harga

Pasar Kangen menjadi salah satu daya tarik gelaran Seni Tradisi yang digagas Taman Budaya Yogyakarta.…

Selasa, 17 Juli 2018 13:36

Belajar Otodidak, Menangis Melihat Bulan Purnama

Tanggal 1 Desember mendatang, umurnya genap 10 tahun. Umar Ikhsan, menjadi satu-satunya anggota paling…

Senin, 16 Juli 2018 15:52

Perkenalkan Seni Banua dengan Kritik Eksploitasi Lingkungan

Menampilkan seni tari, musik dan teater, Tim Kesenian Taman Budaya Kalsel tampil di panggung sederhana…

Sabtu, 07 Juli 2018 16:07

Begini Proses Produksi Gulali Khas Amuntai yang Terkenal

Gula batu atau gulali merupakan permen tradisional khas Amuntai. Untuk membuatnya, diperlukan keterampilan,…

Kamis, 05 Juli 2018 15:06

WOW, Sebulan Paman Odong-Odong Bisa Nabung Rp 9 Juta

Kebahagiaan anak-anak itu sederhana. Cukup bisa naik odong-odong. Kebahagiaan operatornya tidak sesederhana…

Kamis, 05 Juli 2018 14:21

Sulitnya Kesempatan Kerja untuk Penyandang Disabilitas

Merekrut pekerja difabel bukanlah ide beken. Ongkos kerja yang mahal hingga sempitnya wawasan para pemberi…

Senin, 02 Juli 2018 15:06

Gerakan From Zero To Hero, Bina Anak Jalanan dan Pengamen

Membina anak jalanan dan pengamen bukanlah urusan enteng. Namun, sekelompok pemuda terpelajar memilih…

Sabtu, 30 Juni 2018 11:00

Mereka yang Bergerak Memerangi Polusi Udara

Ancaman polusi udara bukan isu populer untuk diperangi di Banjarmasin. Serbuan asap dari pabrik dan…

Minggu, 24 Juni 2018 11:27

Setelah Toko Kaset-CD di Banjarmasin Berguguran: Membeli Karya Orisinal adalah Perlawanan

Diserang aplikasi pemutar musik dan barang bajakan, sebagian orang memilih bertahan. Mengkoleksi kaset…

Sabtu, 23 Juni 2018 13:06

Kisah Haru Pedagang BBM Eceran Tunanetra di Banjarmasin

Kebutaan tak menghalangi ayah satu anak ini mencari nafkah. Nistam Juhansyah (66) mengais rejeki dengan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .