MANAGED BY:
SELASA
23 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Senin, 25 Desember 2017 14:44
Inovasi Baru Alat Evakuasi Korban Banjir Ala Polsek Padang Batung

Rakit Evakuasi dari Ban Dalam dan Papan Kayu

MERAKIT: Polsek Padang Batung Iptu Imam Suryana dan dua anggotanya merakit ban dalam bekas dan kayu menjadi sebuah rakit untuk alat evakuasi warga saat banjir.

PROKAL.CO, Polsek Padang Batung punya inovasi baru, cara mengevakuasi korban banjir di pemukiman warga. Dengan menyulap bahan bekas dari ban dalam dan papan kayu menjadi sebuah rakit yang bisa digunakan anggota menolong warga saat terjadi banjir.

 ------------------------------------

SALAHUDIN, Kandangan

 ------------------------------------ 

TUJUH ban dalam bekas dari mobil dump truk diameter satu meter dan papan kayu disiapkan jajaran Polsek Padang Batung menghadapi tingginya intensitas hujan, terutama yang terjadi selama bulan Desember.

Dari 17 desa di wilayah Kecamatan Padang Batung, ada empat wilayah pemukiman warga desa yaitu Desa Madang, Karang Jawa, Karang Jawa Muka dan Pandulangan. Berpotensi banjir atau tergenang air yang membutuhkan evakuasi apabila debit air semakin meninggi akibat hujan.

Untuk banjir di wilayah pemukiman warga itulah, anggota Polsek Padang Batung menyiapkan peralatan yang sudah disiapkan untuk melakukan evakuasi.

Sampai di lokasi pemukiman warga, empat ban dalam bekas dan kayu kemudian dirakit untuk membuat dua rakit membentuk seperti perahu sederhana yang bisa mengapung. Satu persatu ban dalam bekas diikat kayu menggunakan tali. Setiap rakit dirakit dalam waktu yang relatif singkat, hanya sekitar sepuluh menit.

Selesai merakit, satu rakit dari ban dalam bekas yang sudah berbentuk seperti rakit tersebut dibawa dua orang anggota yang sudah dilengkapi life jacket sampai sepatu bot menuju lokasi pemukiman warga yang membutuhkan.

Kapolsek Padang Batung, Iptu Imam Suryana menjelaskan satu rakit ban bekas tersebut digunakan untuk mengevakuasi warga lansia sampai anak-anak yang tidak bisa berenang saja apabila terjadi banjir di wilayah pemukiman warga. “Satu rakit dari ban bekas bisa digunakan mengevakuasi tiga sampai lima warga,” tuturnya,

Sedangkan bagi warga bisa berenang, evakuasinya dilakukan dengan cara memberikan sisa tiga ban bekas yang tidak di rakit. “Ban bekasnya diikat anggota dengan tali dan dilempar atau diberikan kepada warga sebagai ban penyelamat untuk berpegangan,” ujarnya.

Diceritakan Imam, ide membuat rakit berbahan bekas dari ban dalam dan kayu itu sewaktu-waktu digunakan untuk evakuasi di kawasan pemukiman. Dari pengalamannya yang pernah bertugas di wilayah rawa dan juga sering banjir saat musim penghujan tiba, cara ini yang paling pas. “Perahu karet yang dimiliki Polres terbatas. Tapi polisi harus tetap melayani warganya,” katanya.

Dengan memanfaatkan barang bekas yang dibantu warga sekitar wilayah Polsek Padang Batung, Imam kemudian menjadikannya sebagai alat tambahan untuk melakukan evakuasi warga pemukiman saat terjadi banjir.

Menurutnya, peralatan dari bahan bekas tersebut juga multifungsi karena lebih lincah dan mudah dibawa ke lokasi terevakuasi. “Biaya operasionalnya juga lebih murah, karena memanfaatkan barang bekas semuanya,” ucapnya.

Yadi (32) warga Kecamatan Padang Batung mengapresiasi inovasi yang dilakukan jajaran Polsek Padang Batung yang sudah membuat peralatan menggunakan barang bekas untuk digunakan melakukan evakuasi warga di pemukiman apabila terjadi banjir.

“Sangat inovatif, hanya dengan memanfaatkan barang bekas bisa menjadikannya sebagai alat yang bisa digunakan untuk menolong warganya nanti,” ujar pria yang sehari-hari bekerja sebagai wiraswasta ini. (by/ram)


BACA JUGA

Sabtu, 20 Januari 2018 11:07

Sisi Lain Parade Jukung Barenteng, Berawal dari Request Fotografer Asing

Belakangan sering digelar parade jukung di Kota Banjarmasin. Menampilkan berbagai formasi unik. Di balik…

Kamis, 18 Januari 2018 18:57

Dibalik Kegagalan Rumah Sakit Idaman Meraih Akreditasi Bintang Lima

Dua spanduk besar bertuliskan "RSID Kita Semua, RSID Paripurna, RSID Yes! Yes! Yes!" terpasang di lobi…

Sabtu, 13 Januari 2018 15:10

Kisah Perajin Purun di Bahalayung, Rumput Tergusur Kelapa Sawit

Perajin  topi purun  masih bertahan,  meski bahan baku rumput mulai langka akibat tergusur…

Kamis, 11 Januari 2018 13:19

Darmatasiah, TKW yang Dua Tahun Stroke di Arab Saudi akhirnya Kembali

Darmatasiah tak mampu menutupi rasa harunya, saat diturunkan dari pesawat oleh petugas menggunakan tandu.…

Kamis, 11 Januari 2018 12:39

Rifky, Atlet Muda Banjarmasin. Raih Prestasi Lewat Karate

Muda, berprestasi. Dua kata itu cukup untuk menggambarkan seorang Rifky Akbar Khair. Dia adalah siswa…

Rabu, 10 Januari 2018 15:27

Mengenal Pemeran Saranti Dalam Film Sejarah Perang Banjar

Film Perang Banjar sudah ditayangkan beberapa waktu lalu. Yang menontonnya tentu ingat dengan sosok…

Selasa, 09 Januari 2018 14:32

FKH Banjarmasin Tak Gentar Menanam Rambai di Tengah Kota

Gbo Green bukan sekadar kaos oblong bertema lingkungan. Atau kemana-mana pakai sepatu gunung. Ini menyangkut…

Senin, 08 Januari 2018 13:21

Kisah Sukses Moses, Berawal dari Sebuah Pahat Pemberian Ayah

  Siapa bilang hobi tak bisa dijadikan bisnis menjanjikan. Sudah banyak contoh mereka yang sukses.…

Minggu, 07 Januari 2018 06:53
Featute

Hudes, Kedai Pertama yang Menjual Kopi Asli Kalsel (Bagian 2)

KETIKA Hudes Coffee baru dibuka, Syam mengaku keteteran. Kini ia dibantu Ari Wahyu Fatikha Krisna, 23…

Minggu, 07 Januari 2018 06:46

Hudes, Kedai Pertama yang Menjual Kopi Asli Kalsel (Bagian 1)

Kafe manapun yang dimasuki, pertanyaannya selalu sama. Dari papan menu ada pilihan Kopi Aceh, Gayo,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .