MANAGED BY:
SENIN
23 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Selasa, 26 Desember 2017 10:37
Suka Duka Musim Hujan Bagi Penjual Tanaman Hias

Pengunjung Enggan Datang, Cuaca Ekstrem Rusak Tanaman

TURUN OMZET: Muhammad Mahfud, penjaga stan bunga Variegata merawat tanaman Palem Jenggot seharga Rp7,5 juta. Kala musim hujan, ia mengaku penjualan tumbuhan hias mengalami penurunan. Foto Donny Muslim/Radar Banjarmasin.

PROKAL.CO, Musim hujan adalah waktu yang pas untuk bercocok tanam. Sebab, jangankan tanaman, rumput liar saja tumbuh subur di musim ini. Lantas apakah penjualan bibit tanaman hias meningkat?

--------------------------------------

Donny Muslim, Banjarbaru

--------------------------------------

Ternyata, alih-alih menunjukan tren penjualan yang meningkat, memasuki musim hujan, para penjaja tanaman hias di Kota Banjarbaru mengalami penurunan omzet dan terancam mengalami kerugian. Sebab, selain banyaknya pembeli yang enggan datang, sebagian koleksi tanaman mereka juga mengalami kerusakan.

Contoh kasus, penjaga stan bunga Variegata yang terletak di Jalan Ahmad Yani kilometer 29, Muhammad Mahfud membeberkan permasalahan tersebut kepada Radar Banjarmasin, kemarin (25/11). Dikatakannya, intensitas hujan yang tinggi bukan berarti membawa manfaat baik bagi tanaman-tanaman yang mereka koleksi.

Dari 1500 jenis tumbuhan yang mereka koleksi di lahan 1 hektare tersebut, separuhnya mengalami kerusakan lantaran tak bisa menerima perubahan cuaca yang ekstrem. "Misal saja, bunga kana dan pandan bali, mereka terbiasa dengan cuaca panas," ujarnya.

Untungnya, tanaman-tanaman beken seperti Melati Jakarta, Mawar, Asoka Jakarta, Pukul Sembilan, serta Nusa Indah tak terganggu kondisi cuaca yang ekstrem. "Tanaman ini yang paling laku keras. Harganya murah soalnya," kata Mahfud.

Selain lima tanaman beken tersebut, tanaman-tanaman dengan harga tinggi juga masih bisa bertahan kala cuaca ekstrem.

"Kami punya tanaman Palem Jenggot yang harganya sampai belasan juta. Syukurnya masih bisa bertahan," tuturnya.

Dijelaskannya, bentuk tanaman Palem Jenggot yang unik karena punya rumbai yang menyerupai jenggot pada bagian batangnya, menjadi alasan mengapa tanaman ini punya nilai jual yang tinggi.

Untuk menyiasati penurunan omzet terkait cuaca yang tak menentu ini, deretan penjaja bunga yang berada di Jalan Ahmad Yani Kilometer 29 ini membuka juga membuka seluas-luasnya jasa pembuatan taman. Tujuannya, ke pihak swasta dan pemerintah.

"Kami sering melayani pihak Pemprov Kalsel untuk pembuatan taman. Bahkan, sebagian tanaman yang berada di Kebun Raya Banua juga berasal dari kami. Kalau tak begitu, omzet yang didapatkan bakal kurang sekali," keluhnya. (al/bin)


BACA JUGA

Senin, 23 April 2018 14:47

Hari Pertama Penyerahan Berkas Dukungan Calon Anggota DPD RI Asal Kalsel

Membawa tiga kotak besar, Habib Hamid Abdullah melangkah pasti ke sekretariat KPU Kalsel, Minggu (22/4)…

Senin, 09 April 2018 15:36

Beratnya Perjuangan Nurjenah, Bidan Desa Terpencil di Pulau Burung

Nama Nurjenah tidak asing lagi bagi Warga Desa Pulau Burung Kecamatan Simpang Empat Tanah Bumbu. Dia…

Sabtu, 07 April 2018 11:41

Indahnya Pesona Dayak Meratus di Desa Kapul

Akhir Maret tadi, Pesona Dayak Meratus digelar di Desa Kapul, Kecamatan Halong. Ini kali keempat saya…

Jumat, 06 April 2018 14:10

Gubernur Bantu Modal Usaha Kakek-Nenek yang Asuh Dua Cucu di Kotabaru

Jafar, 50, tidak dapat menyembunyikan isak tangisnya. Rabu (4/4) tadi, Radar Banjarmasin menyerahkan…

Jumat, 06 April 2018 12:03

GEMES..! Radhika Dhafi Pratama, si Model Cilik Berprestasi

Kecil-kecil cabai rawit. Meski masih berusia 5 tahun, Radhika Dhafi Pratama sudah banyak meraih prestasi…

Kamis, 05 April 2018 12:11

Noor Ainah, Wakil Pantomim dari Banjarmasin

Motivasi Noor Ainah untuk bermain pantomim begitu polos. Dia ingin mejeng di halaman koran. Dilihat…

Rabu, 04 April 2018 14:48

Masyarakat Bingung Menyelamatkan Peninggalan Sejarah di Desa Pipitak Jaya

Desa Pipitak Jaya akan tenggelam karena pembangunan bendungan. Masyarakat bingung ingin menyelamatkan…

Selasa, 03 April 2018 15:03

Sulitnya UNBK di Pelosok Pulau, Puluhan Kilometer Cari Sinyal

Edi Rohaedi mesti menempuh puluhan kilometer mencari sinyal internet. Ujian nasional di SMK pelosok…

Selasa, 03 April 2018 14:54

Mengenal Shintya Subhan, Penerjemah Bahasa Isyarat

Dengan gerakan tangan, bibir dan mata, seorang interpreter bisa membuka jendela wawasan kaum difabel.…

Senin, 02 April 2018 17:27

Menelusuri Kesaktian Orang Mandar di Pesisir Kalsel

Pernah dengar kesaktian orang Mandar? Ternyata kesaktian itu ada yang berasal dari ilmu hitam. Tapi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .