MANAGED BY:
JUMAT
20 JULI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Selasa, 26 Desember 2017 10:37
Suka Duka Musim Hujan Bagi Penjual Tanaman Hias

Pengunjung Enggan Datang, Cuaca Ekstrem Rusak Tanaman

TURUN OMZET: Muhammad Mahfud, penjaga stan bunga Variegata merawat tanaman Palem Jenggot seharga Rp7,5 juta. Kala musim hujan, ia mengaku penjualan tumbuhan hias mengalami penurunan. Foto Donny Muslim/Radar Banjarmasin.

PROKAL.CO, Musim hujan adalah waktu yang pas untuk bercocok tanam. Sebab, jangankan tanaman, rumput liar saja tumbuh subur di musim ini. Lantas apakah penjualan bibit tanaman hias meningkat?

--------------------------------------

Donny Muslim, Banjarbaru

--------------------------------------

Ternyata, alih-alih menunjukan tren penjualan yang meningkat, memasuki musim hujan, para penjaja tanaman hias di Kota Banjarbaru mengalami penurunan omzet dan terancam mengalami kerugian. Sebab, selain banyaknya pembeli yang enggan datang, sebagian koleksi tanaman mereka juga mengalami kerusakan.

Contoh kasus, penjaga stan bunga Variegata yang terletak di Jalan Ahmad Yani kilometer 29, Muhammad Mahfud membeberkan permasalahan tersebut kepada Radar Banjarmasin, kemarin (25/11). Dikatakannya, intensitas hujan yang tinggi bukan berarti membawa manfaat baik bagi tanaman-tanaman yang mereka koleksi.

Dari 1500 jenis tumbuhan yang mereka koleksi di lahan 1 hektare tersebut, separuhnya mengalami kerusakan lantaran tak bisa menerima perubahan cuaca yang ekstrem. "Misal saja, bunga kana dan pandan bali, mereka terbiasa dengan cuaca panas," ujarnya.

Untungnya, tanaman-tanaman beken seperti Melati Jakarta, Mawar, Asoka Jakarta, Pukul Sembilan, serta Nusa Indah tak terganggu kondisi cuaca yang ekstrem. "Tanaman ini yang paling laku keras. Harganya murah soalnya," kata Mahfud.

Selain lima tanaman beken tersebut, tanaman-tanaman dengan harga tinggi juga masih bisa bertahan kala cuaca ekstrem.

"Kami punya tanaman Palem Jenggot yang harganya sampai belasan juta. Syukurnya masih bisa bertahan," tuturnya.

Dijelaskannya, bentuk tanaman Palem Jenggot yang unik karena punya rumbai yang menyerupai jenggot pada bagian batangnya, menjadi alasan mengapa tanaman ini punya nilai jual yang tinggi.

Untuk menyiasati penurunan omzet terkait cuaca yang tak menentu ini, deretan penjaja bunga yang berada di Jalan Ahmad Yani Kilometer 29 ini membuka juga membuka seluas-luasnya jasa pembuatan taman. Tujuannya, ke pihak swasta dan pemerintah.

"Kami sering melayani pihak Pemprov Kalsel untuk pembuatan taman. Bahkan, sebagian tanaman yang berada di Kebun Raya Banua juga berasal dari kami. Kalau tak begitu, omzet yang didapatkan bakal kurang sekali," keluhnya. (al/bin)


BACA JUGA

Rabu, 18 Juli 2018 16:58
Menyaksikan Pementasan Tim Kesenian Taman Budaya Kalsel di Yogyakarta (3-Habis)

Tak Ada Standar Harga

Pasar Kangen menjadi salah satu daya tarik gelaran Seni Tradisi yang digagas Taman Budaya Yogyakarta.…

Selasa, 17 Juli 2018 13:36

Belajar Otodidak, Menangis Melihat Bulan Purnama

Tanggal 1 Desember mendatang, umurnya genap 10 tahun. Umar Ikhsan, menjadi satu-satunya anggota paling…

Senin, 16 Juli 2018 15:52

Perkenalkan Seni Banua dengan Kritik Eksploitasi Lingkungan

Menampilkan seni tari, musik dan teater, Tim Kesenian Taman Budaya Kalsel tampil di panggung sederhana…

Sabtu, 07 Juli 2018 16:07

Begini Proses Produksi Gulali Khas Amuntai yang Terkenal

Gula batu atau gulali merupakan permen tradisional khas Amuntai. Untuk membuatnya, diperlukan keterampilan,…

Kamis, 05 Juli 2018 15:06

WOW, Sebulan Paman Odong-Odong Bisa Nabung Rp 9 Juta

Kebahagiaan anak-anak itu sederhana. Cukup bisa naik odong-odong. Kebahagiaan operatornya tidak sesederhana…

Kamis, 05 Juli 2018 14:21

Sulitnya Kesempatan Kerja untuk Penyandang Disabilitas

Merekrut pekerja difabel bukanlah ide beken. Ongkos kerja yang mahal hingga sempitnya wawasan para pemberi…

Senin, 02 Juli 2018 15:06

Gerakan From Zero To Hero, Bina Anak Jalanan dan Pengamen

Membina anak jalanan dan pengamen bukanlah urusan enteng. Namun, sekelompok pemuda terpelajar memilih…

Sabtu, 30 Juni 2018 11:00

Mereka yang Bergerak Memerangi Polusi Udara

Ancaman polusi udara bukan isu populer untuk diperangi di Banjarmasin. Serbuan asap dari pabrik dan…

Minggu, 24 Juni 2018 11:27

Setelah Toko Kaset-CD di Banjarmasin Berguguran: Membeli Karya Orisinal adalah Perlawanan

Diserang aplikasi pemutar musik dan barang bajakan, sebagian orang memilih bertahan. Mengkoleksi kaset…

Sabtu, 23 Juni 2018 13:06

Kisah Haru Pedagang BBM Eceran Tunanetra di Banjarmasin

Kebutaan tak menghalangi ayah satu anak ini mencari nafkah. Nistam Juhansyah (66) mengais rejeki dengan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .