MANAGED BY:
MINGGU
21 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Selasa, 26 Desember 2017 10:37
Suka Duka Musim Hujan Bagi Penjual Tanaman Hias

Pengunjung Enggan Datang, Cuaca Ekstrem Rusak Tanaman

TURUN OMZET: Muhammad Mahfud, penjaga stan bunga Variegata merawat tanaman Palem Jenggot seharga Rp7,5 juta. Kala musim hujan, ia mengaku penjualan tumbuhan hias mengalami penurunan. Foto Donny Muslim/Radar Banjarmasin.

PROKAL.CO, Musim hujan adalah waktu yang pas untuk bercocok tanam. Sebab, jangankan tanaman, rumput liar saja tumbuh subur di musim ini. Lantas apakah penjualan bibit tanaman hias meningkat?

--------------------------------------

Donny Muslim, Banjarbaru

--------------------------------------

Ternyata, alih-alih menunjukan tren penjualan yang meningkat, memasuki musim hujan, para penjaja tanaman hias di Kota Banjarbaru mengalami penurunan omzet dan terancam mengalami kerugian. Sebab, selain banyaknya pembeli yang enggan datang, sebagian koleksi tanaman mereka juga mengalami kerusakan.

Contoh kasus, penjaga stan bunga Variegata yang terletak di Jalan Ahmad Yani kilometer 29, Muhammad Mahfud membeberkan permasalahan tersebut kepada Radar Banjarmasin, kemarin (25/11). Dikatakannya, intensitas hujan yang tinggi bukan berarti membawa manfaat baik bagi tanaman-tanaman yang mereka koleksi.

Dari 1500 jenis tumbuhan yang mereka koleksi di lahan 1 hektare tersebut, separuhnya mengalami kerusakan lantaran tak bisa menerima perubahan cuaca yang ekstrem. "Misal saja, bunga kana dan pandan bali, mereka terbiasa dengan cuaca panas," ujarnya.

Untungnya, tanaman-tanaman beken seperti Melati Jakarta, Mawar, Asoka Jakarta, Pukul Sembilan, serta Nusa Indah tak terganggu kondisi cuaca yang ekstrem. "Tanaman ini yang paling laku keras. Harganya murah soalnya," kata Mahfud.

Selain lima tanaman beken tersebut, tanaman-tanaman dengan harga tinggi juga masih bisa bertahan kala cuaca ekstrem.

"Kami punya tanaman Palem Jenggot yang harganya sampai belasan juta. Syukurnya masih bisa bertahan," tuturnya.

Dijelaskannya, bentuk tanaman Palem Jenggot yang unik karena punya rumbai yang menyerupai jenggot pada bagian batangnya, menjadi alasan mengapa tanaman ini punya nilai jual yang tinggi.

Untuk menyiasati penurunan omzet terkait cuaca yang tak menentu ini, deretan penjaja bunga yang berada di Jalan Ahmad Yani Kilometer 29 ini membuka juga membuka seluas-luasnya jasa pembuatan taman. Tujuannya, ke pihak swasta dan pemerintah.

"Kami sering melayani pihak Pemprov Kalsel untuk pembuatan taman. Bahkan, sebagian tanaman yang berada di Kebun Raya Banua juga berasal dari kami. Kalau tak begitu, omzet yang didapatkan bakal kurang sekali," keluhnya. (al/bin)


BACA JUGA

Minggu, 21 Oktober 2018 07:05

Memahami Selera Fashion Leluhur dari Busana Pengantin Banjar Abad 15-19

BANJARMASIN -Mengusung suara dari masa lampau, bukan berarti Kawang Yoedha anti perubahan. Kreasi modern…

Jumat, 19 Oktober 2018 11:17

Mega Proyek Siring Laut, Jaksa Minta Jangan Curang

KOTABARU - Kepala Kejaksaan Negeri Kotabaru, Indah Laila, meminta jangan ada yang curang terkait pekerjaan…

Jumat, 12 Oktober 2018 09:39

Sembilan Pengungsi Palu "Terdampar" di Banjarmasin, Begini Nasibnya

Empat hari bertahan hidup tanpa bantuan. Melihat penjarahan di mana-mana. Sembilan pengungsi berlayar…

Senin, 01 Oktober 2018 11:17

Nobar Film G30S/PKI, Memahami Sejarah Lewat Film

BANJARMASIN - Mengenang dan memahami sejarah. Itulah misi dari nonton bareng film G30S/PKI yang digelar…

Minggu, 30 September 2018 11:18

Perkantoran Pemprov Kalsel Dijadikan Wisata Edukasi

Menjelang Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-38, kawasan Perkantoran Setdaprov Kalsel di Banjarbaru, disulap…

Senin, 24 September 2018 09:29

Yurien, Satu-Satunya Anggota Patwal Wanita Dishub Banjarbaru

Pria dan wanita memang beda, tapi soal pekerjaan mungkin kaum Hawa bisa sebanding dengan kaum Adam.…

Sabtu, 22 September 2018 13:31

Menjenguk Rumah Berbasis Lingkungan Milik Perkumpulan Pusaka Tabalong

Mungkin ini bisa menjadi contoh bagi yang ingin membangun rumah atau kantor. Ternyata barang bekas bisa…

Jumat, 21 September 2018 09:15

Kisah Mengharukan Perjuangan Para Honorer di Desa-Desa Terpencil

Benar kata mereka: Tak habis kisah jika menceritakan para guru honorer. Dengan perjuangan itu, layak…

Kamis, 20 September 2018 09:47

Sebelum Kuliah, Para Tersangka Perusakan Gedung Dewan Lapor Kantor Polisi Dulu

Empat dari tujuh mahasiswa yang menyandang status tersangka mencerutakan pengalaman mereka selepas unjuk…

Kamis, 13 September 2018 12:05

YS Agus Suseno, Penyair Banjar Yang Berani Menohok Rezim

Meminjam istilah sastrawan Seno Gumira Ajidarma: ketika jurnalisme dibungkam, maka mestinya sastra harus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .