MANAGED BY:
SENIN
23 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Rabu, 27 Desember 2017 16:54
KH Agus Shohib Khoironi SAg Lc, Penemu Metode Bahasa Arab Mustaqilli

Ditulis di Mesir, Laku Keras di Amerika

KH Agus Shohib Khoironi (kiri) saat menjelaskan tentang pentingnya kemampuan memahami Bahasa Arab bagi seorang muslim. Foto: Budian Noor/Radar Banjarmasin.

PROKAL.CO, Orang bisa membaca tulisan Arab tanpa harakat bukan karena hebat. Tapi kebiasaan. Itulah keyakinan KH Agus Shohib Khoirani, penemu metode mustaqilli.

----------------------------------

Budian Noor, Banjarbaru

----------------------------------

Membaca tulisan arab gundul dan memahami maknanya masih dipandang perkara sulit. Apalagi lulusan madrasah sekalipun, masih banyak yang tidak mampu menguasainya.

Keprihatinan ini membuat KH Agus Shohib Khoironi, berusaha mencari cara mudah untuk mempelajari bahasa Arab. Metode ini ditulisnya saat menjalani pendidikan Universitas Al Azhar Mesir.

"Padahal bahasa Arab itu bagi seorang muslim posisinya sangat penting, Alquran, Hadis, doa, bacaan salat, pertanyaan malaikat dalam kubur. Bahkan bahasa penduduk surga, ulama bersepakat, Insya Allah Bahasa Arab," ujar Kyai Shohib di acara Talk Show yang diikuti para wali siswa SMPIT Insantama dan SMAIT Ar Rahman, Banjarbaru, Sabtu (23/12) tadi.

Ia pun menghitung, kurikulum pendidikan madrasah yang disusun pemerintah melalui Kemenag, dari Madrasah Ibtidaiyah sampai Sarjana, selama 700 jam, belum mampu mengantarkan pada paham membaca Alquran.

"Justru godokan pesantren yang ngerti, saya sampaikan ini ke Menteri Agama," ujar Kyai Shohib yang pernah menerima penghargaan Menag pada 17 Januari 2009, sebagai Tokoh yang banyak memberikan pengaruh dan perubahan positif kepada umat dengan metode Mustaqilli.

Disebut mustaqilli karena siswa dituntut sangat aktif secara mandiri. Sampai mereka bisa menguasai bahasa Arab, baik dalam membaca kitab, menterjemah kitab, menulis, mengarang dan berbicara dalam bahasa Arab.

"Mustaqilli artinya mandiri," ujar Kyai Shohib yang juga pendiri Indonesia Arabic Centre (IAC).

Metode Mustaqilli sendiri dibagi beberapa tahap. Mulai dari Arabic for kids terdiri dari 6 jilid dengan penguasaan 650 mufradat (kosa kata).

"Untuk anak usia SD, menguasai 650 mufradat sudah tinggi, prioritasnya mereka bisa berbicara dengan kosa kata dasar. Karena anak tidak hanya belajar bahasa Arab kan, semua nuntut pinter, IPA, Matematika," ujarnya.

Tahap selanjutnya, masuk ke buku dasar-dasar Mustaqilli jilid 1 dan 2, masing-masing berisi 250 dan 800 kosa kata, cocok untuk anak usia SMP.

"Tapi kalau di camp-kan, 25 hari cukup untuk menguasai dua buku ini," terangnya.

Berikutnya, masuk ke kitab Al-Arabiyyah li Ghoiril ‘Arab. Pada tahap ini, kitab tidak lagi disertai dengan harakat, tapi diganti dengan kaidah-kaidah nahwu saraf. Kandungan mufradatnya pun mencapai 2500.

"Murid harus memegang kamus, kalau ada yang tidak mengerti, tidak boleh tanya guru, cari sendiri dalam kamus," ujarnya.

Setelah kitab ini selesai, ia yakin murid akan mampu menterjemah Alquran dan hadis.  "Metode ini juga tidak hanya efektif untuk pelajar, tapi lansia sekalipun. Kami di Jakarta punya kelas-kelas yang pesertanya sudah sepuh, 60-70 tahun," terangnya.

Metode Mustaqilli ini pun sudah mendapat apresiasi di luar negeri. Kitab “Al-Arabiyyah li Ghoiril ‘Arab” dan “Audhohul Manahij” diterbitkan di Amerika pada 2007 dan laku keras, digunakan lembaga-lembaga pendidikan keislaman di sana.

"Kami juga pernah diundang untuk presentasi di depan 63 negara OKI (Organisasi Konferensi Islam). Alhamdulillah, metode ini masuk the best," ungkapnya. (al/bin)


BACA JUGA

Senin, 23 April 2018 14:47

Hari Pertama Penyerahan Berkas Dukungan Calon Anggota DPD RI Asal Kalsel

Membawa tiga kotak besar, Habib Hamid Abdullah melangkah pasti ke sekretariat KPU Kalsel, Minggu (22/4)…

Senin, 09 April 2018 15:36

Beratnya Perjuangan Nurjenah, Bidan Desa Terpencil di Pulau Burung

Nama Nurjenah tidak asing lagi bagi Warga Desa Pulau Burung Kecamatan Simpang Empat Tanah Bumbu. Dia…

Sabtu, 07 April 2018 11:41

Indahnya Pesona Dayak Meratus di Desa Kapul

Akhir Maret tadi, Pesona Dayak Meratus digelar di Desa Kapul, Kecamatan Halong. Ini kali keempat saya…

Jumat, 06 April 2018 14:10

Gubernur Bantu Modal Usaha Kakek-Nenek yang Asuh Dua Cucu di Kotabaru

Jafar, 50, tidak dapat menyembunyikan isak tangisnya. Rabu (4/4) tadi, Radar Banjarmasin menyerahkan…

Jumat, 06 April 2018 12:03

GEMES..! Radhika Dhafi Pratama, si Model Cilik Berprestasi

Kecil-kecil cabai rawit. Meski masih berusia 5 tahun, Radhika Dhafi Pratama sudah banyak meraih prestasi…

Kamis, 05 April 2018 12:11

Noor Ainah, Wakil Pantomim dari Banjarmasin

Motivasi Noor Ainah untuk bermain pantomim begitu polos. Dia ingin mejeng di halaman koran. Dilihat…

Rabu, 04 April 2018 14:48

Masyarakat Bingung Menyelamatkan Peninggalan Sejarah di Desa Pipitak Jaya

Desa Pipitak Jaya akan tenggelam karena pembangunan bendungan. Masyarakat bingung ingin menyelamatkan…

Selasa, 03 April 2018 15:03

Sulitnya UNBK di Pelosok Pulau, Puluhan Kilometer Cari Sinyal

Edi Rohaedi mesti menempuh puluhan kilometer mencari sinyal internet. Ujian nasional di SMK pelosok…

Selasa, 03 April 2018 14:54

Mengenal Shintya Subhan, Penerjemah Bahasa Isyarat

Dengan gerakan tangan, bibir dan mata, seorang interpreter bisa membuka jendela wawasan kaum difabel.…

Senin, 02 April 2018 17:27

Menelusuri Kesaktian Orang Mandar di Pesisir Kalsel

Pernah dengar kesaktian orang Mandar? Ternyata kesaktian itu ada yang berasal dari ilmu hitam. Tapi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .