MANAGED BY:
MINGGU
21 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Rabu, 27 Desember 2017 16:54
KH Agus Shohib Khoironi SAg Lc, Penemu Metode Bahasa Arab Mustaqilli

Ditulis di Mesir, Laku Keras di Amerika

KH Agus Shohib Khoironi (kiri) saat menjelaskan tentang pentingnya kemampuan memahami Bahasa Arab bagi seorang muslim. Foto: Budian Noor/Radar Banjarmasin.

PROKAL.CO, Orang bisa membaca tulisan Arab tanpa harakat bukan karena hebat. Tapi kebiasaan. Itulah keyakinan KH Agus Shohib Khoirani, penemu metode mustaqilli.

----------------------------------

Budian Noor, Banjarbaru

----------------------------------

Membaca tulisan arab gundul dan memahami maknanya masih dipandang perkara sulit. Apalagi lulusan madrasah sekalipun, masih banyak yang tidak mampu menguasainya.

Keprihatinan ini membuat KH Agus Shohib Khoironi, berusaha mencari cara mudah untuk mempelajari bahasa Arab. Metode ini ditulisnya saat menjalani pendidikan Universitas Al Azhar Mesir.

"Padahal bahasa Arab itu bagi seorang muslim posisinya sangat penting, Alquran, Hadis, doa, bacaan salat, pertanyaan malaikat dalam kubur. Bahkan bahasa penduduk surga, ulama bersepakat, Insya Allah Bahasa Arab," ujar Kyai Shohib di acara Talk Show yang diikuti para wali siswa SMPIT Insantama dan SMAIT Ar Rahman, Banjarbaru, Sabtu (23/12) tadi.

Ia pun menghitung, kurikulum pendidikan madrasah yang disusun pemerintah melalui Kemenag, dari Madrasah Ibtidaiyah sampai Sarjana, selama 700 jam, belum mampu mengantarkan pada paham membaca Alquran.

"Justru godokan pesantren yang ngerti, saya sampaikan ini ke Menteri Agama," ujar Kyai Shohib yang pernah menerima penghargaan Menag pada 17 Januari 2009, sebagai Tokoh yang banyak memberikan pengaruh dan perubahan positif kepada umat dengan metode Mustaqilli.

Disebut mustaqilli karena siswa dituntut sangat aktif secara mandiri. Sampai mereka bisa menguasai bahasa Arab, baik dalam membaca kitab, menterjemah kitab, menulis, mengarang dan berbicara dalam bahasa Arab.

"Mustaqilli artinya mandiri," ujar Kyai Shohib yang juga pendiri Indonesia Arabic Centre (IAC).

Metode Mustaqilli sendiri dibagi beberapa tahap. Mulai dari Arabic for kids terdiri dari 6 jilid dengan penguasaan 650 mufradat (kosa kata).

"Untuk anak usia SD, menguasai 650 mufradat sudah tinggi, prioritasnya mereka bisa berbicara dengan kosa kata dasar. Karena anak tidak hanya belajar bahasa Arab kan, semua nuntut pinter, IPA, Matematika," ujarnya.

Tahap selanjutnya, masuk ke buku dasar-dasar Mustaqilli jilid 1 dan 2, masing-masing berisi 250 dan 800 kosa kata, cocok untuk anak usia SMP.

"Tapi kalau di camp-kan, 25 hari cukup untuk menguasai dua buku ini," terangnya.

Berikutnya, masuk ke kitab Al-Arabiyyah li Ghoiril ‘Arab. Pada tahap ini, kitab tidak lagi disertai dengan harakat, tapi diganti dengan kaidah-kaidah nahwu saraf. Kandungan mufradatnya pun mencapai 2500.

"Murid harus memegang kamus, kalau ada yang tidak mengerti, tidak boleh tanya guru, cari sendiri dalam kamus," ujarnya.

Setelah kitab ini selesai, ia yakin murid akan mampu menterjemah Alquran dan hadis.  "Metode ini juga tidak hanya efektif untuk pelajar, tapi lansia sekalipun. Kami di Jakarta punya kelas-kelas yang pesertanya sudah sepuh, 60-70 tahun," terangnya.

Metode Mustaqilli ini pun sudah mendapat apresiasi di luar negeri. Kitab “Al-Arabiyyah li Ghoiril ‘Arab” dan “Audhohul Manahij” diterbitkan di Amerika pada 2007 dan laku keras, digunakan lembaga-lembaga pendidikan keislaman di sana.

"Kami juga pernah diundang untuk presentasi di depan 63 negara OKI (Organisasi Konferensi Islam). Alhamdulillah, metode ini masuk the best," ungkapnya. (al/bin)


BACA JUGA

Minggu, 21 Oktober 2018 07:05

Memahami Selera Fashion Leluhur dari Busana Pengantin Banjar Abad 15-19

BANJARMASIN -Mengusung suara dari masa lampau, bukan berarti Kawang Yoedha anti perubahan. Kreasi modern…

Jumat, 19 Oktober 2018 11:17

Mega Proyek Siring Laut, Jaksa Minta Jangan Curang

KOTABARU - Kepala Kejaksaan Negeri Kotabaru, Indah Laila, meminta jangan ada yang curang terkait pekerjaan…

Jumat, 12 Oktober 2018 09:39

Sembilan Pengungsi Palu "Terdampar" di Banjarmasin, Begini Nasibnya

Empat hari bertahan hidup tanpa bantuan. Melihat penjarahan di mana-mana. Sembilan pengungsi berlayar…

Senin, 01 Oktober 2018 11:17

Nobar Film G30S/PKI, Memahami Sejarah Lewat Film

BANJARMASIN - Mengenang dan memahami sejarah. Itulah misi dari nonton bareng film G30S/PKI yang digelar…

Minggu, 30 September 2018 11:18

Perkantoran Pemprov Kalsel Dijadikan Wisata Edukasi

Menjelang Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-38, kawasan Perkantoran Setdaprov Kalsel di Banjarbaru, disulap…

Senin, 24 September 2018 09:29

Yurien, Satu-Satunya Anggota Patwal Wanita Dishub Banjarbaru

Pria dan wanita memang beda, tapi soal pekerjaan mungkin kaum Hawa bisa sebanding dengan kaum Adam.…

Sabtu, 22 September 2018 13:31

Menjenguk Rumah Berbasis Lingkungan Milik Perkumpulan Pusaka Tabalong

Mungkin ini bisa menjadi contoh bagi yang ingin membangun rumah atau kantor. Ternyata barang bekas bisa…

Jumat, 21 September 2018 09:15

Kisah Mengharukan Perjuangan Para Honorer di Desa-Desa Terpencil

Benar kata mereka: Tak habis kisah jika menceritakan para guru honorer. Dengan perjuangan itu, layak…

Kamis, 20 September 2018 09:47

Sebelum Kuliah, Para Tersangka Perusakan Gedung Dewan Lapor Kantor Polisi Dulu

Empat dari tujuh mahasiswa yang menyandang status tersangka mencerutakan pengalaman mereka selepas unjuk…

Kamis, 13 September 2018 12:05

YS Agus Suseno, Penyair Banjar Yang Berani Menohok Rezim

Meminjam istilah sastrawan Seno Gumira Ajidarma: ketika jurnalisme dibungkam, maka mestinya sastra harus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .