MANAGED BY:
SENIN
22 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Rabu, 27 Desember 2017 16:54
KH Agus Shohib Khoironi SAg Lc, Penemu Metode Bahasa Arab Mustaqilli

Ditulis di Mesir, Laku Keras di Amerika

KH Agus Shohib Khoironi (kiri) saat menjelaskan tentang pentingnya kemampuan memahami Bahasa Arab bagi seorang muslim. Foto: Budian Noor/Radar Banjarmasin.

PROKAL.CO, Orang bisa membaca tulisan Arab tanpa harakat bukan karena hebat. Tapi kebiasaan. Itulah keyakinan KH Agus Shohib Khoirani, penemu metode mustaqilli.

----------------------------------

Budian Noor, Banjarbaru

----------------------------------

Membaca tulisan arab gundul dan memahami maknanya masih dipandang perkara sulit. Apalagi lulusan madrasah sekalipun, masih banyak yang tidak mampu menguasainya.

Keprihatinan ini membuat KH Agus Shohib Khoironi, berusaha mencari cara mudah untuk mempelajari bahasa Arab. Metode ini ditulisnya saat menjalani pendidikan Universitas Al Azhar Mesir.

"Padahal bahasa Arab itu bagi seorang muslim posisinya sangat penting, Alquran, Hadis, doa, bacaan salat, pertanyaan malaikat dalam kubur. Bahkan bahasa penduduk surga, ulama bersepakat, Insya Allah Bahasa Arab," ujar Kyai Shohib di acara Talk Show yang diikuti para wali siswa SMPIT Insantama dan SMAIT Ar Rahman, Banjarbaru, Sabtu (23/12) tadi.

Ia pun menghitung, kurikulum pendidikan madrasah yang disusun pemerintah melalui Kemenag, dari Madrasah Ibtidaiyah sampai Sarjana, selama 700 jam, belum mampu mengantarkan pada paham membaca Alquran.

"Justru godokan pesantren yang ngerti, saya sampaikan ini ke Menteri Agama," ujar Kyai Shohib yang pernah menerima penghargaan Menag pada 17 Januari 2009, sebagai Tokoh yang banyak memberikan pengaruh dan perubahan positif kepada umat dengan metode Mustaqilli.

Disebut mustaqilli karena siswa dituntut sangat aktif secara mandiri. Sampai mereka bisa menguasai bahasa Arab, baik dalam membaca kitab, menterjemah kitab, menulis, mengarang dan berbicara dalam bahasa Arab.

"Mustaqilli artinya mandiri," ujar Kyai Shohib yang juga pendiri Indonesia Arabic Centre (IAC).

Metode Mustaqilli sendiri dibagi beberapa tahap. Mulai dari Arabic for kids terdiri dari 6 jilid dengan penguasaan 650 mufradat (kosa kata).

"Untuk anak usia SD, menguasai 650 mufradat sudah tinggi, prioritasnya mereka bisa berbicara dengan kosa kata dasar. Karena anak tidak hanya belajar bahasa Arab kan, semua nuntut pinter, IPA, Matematika," ujarnya.

Tahap selanjutnya, masuk ke buku dasar-dasar Mustaqilli jilid 1 dan 2, masing-masing berisi 250 dan 800 kosa kata, cocok untuk anak usia SMP.

"Tapi kalau di camp-kan, 25 hari cukup untuk menguasai dua buku ini," terangnya.

Berikutnya, masuk ke kitab Al-Arabiyyah li Ghoiril ‘Arab. Pada tahap ini, kitab tidak lagi disertai dengan harakat, tapi diganti dengan kaidah-kaidah nahwu saraf. Kandungan mufradatnya pun mencapai 2500.

"Murid harus memegang kamus, kalau ada yang tidak mengerti, tidak boleh tanya guru, cari sendiri dalam kamus," ujarnya.

Setelah kitab ini selesai, ia yakin murid akan mampu menterjemah Alquran dan hadis.  "Metode ini juga tidak hanya efektif untuk pelajar, tapi lansia sekalipun. Kami di Jakarta punya kelas-kelas yang pesertanya sudah sepuh, 60-70 tahun," terangnya.

Metode Mustaqilli ini pun sudah mendapat apresiasi di luar negeri. Kitab “Al-Arabiyyah li Ghoiril ‘Arab” dan “Audhohul Manahij” diterbitkan di Amerika pada 2007 dan laku keras, digunakan lembaga-lembaga pendidikan keislaman di sana.

"Kami juga pernah diundang untuk presentasi di depan 63 negara OKI (Organisasi Konferensi Islam). Alhamdulillah, metode ini masuk the best," ungkapnya. (al/bin)


BACA JUGA

Sabtu, 20 Januari 2018 11:07

Sisi Lain Parade Jukung Barenteng, Berawal dari Request Fotografer Asing

Belakangan sering digelar parade jukung di Kota Banjarmasin. Menampilkan berbagai formasi unik. Di balik…

Kamis, 18 Januari 2018 18:57

Dibalik Kegagalan Rumah Sakit Idaman Meraih Akreditasi Bintang Lima

Dua spanduk besar bertuliskan "RSID Kita Semua, RSID Paripurna, RSID Yes! Yes! Yes!" terpasang di lobi…

Sabtu, 13 Januari 2018 15:10

Kisah Perajin Purun di Bahalayung, Rumput Tergusur Kelapa Sawit

Perajin  topi purun  masih bertahan,  meski bahan baku rumput mulai langka akibat tergusur…

Minggu, 07 Januari 2018 06:53
Featute

Hudes, Kedai Pertama yang Menjual Kopi Asli Kalsel (Bagian 2)

KETIKA Hudes Coffee baru dibuka, Syam mengaku keteteran. Kini ia dibantu Ari Wahyu Fatikha Krisna, 23…

Minggu, 07 Januari 2018 06:46

Hudes, Kedai Pertama yang Menjual Kopi Asli Kalsel (Bagian 1)

Kafe manapun yang dimasuki, pertanyaannya selalu sama. Dari papan menu ada pilihan Kopi Aceh, Gayo,…

Sabtu, 06 Januari 2018 14:25

Pegiat Fan Art di Banjarmasin, Awalnya Hobi, Kini Jadi Bisnis

Pernah mendengar istilah fan art? Yap, seni menggambar yang tergolong anti mainstream. Hasil karya tak…

Jumat, 05 Januari 2018 11:46

Bripda Anna Meirina, Polwan yang Aktif di Dunia Olahraga

Olahraga adalah bagian penting dalam hidup manusia. Pastinya bikin sehat jasmani dan rohani. Lebih dari…

Rabu, 03 Januari 2018 12:40

Serunya Menikmati Satu Jam Naik Bajaj Terbaru

“Bremm bremmm”… Itulah suara mesin bajaj yang baru beroperasi sepekan di Banjarmasin.…

Selasa, 02 Januari 2018 14:36

Cerita Sukses Psikolog Muda, Sekolah Psikolog Untuk Bantu Orang Sakit

Untuk mencapai kesuksesan tak harus menunggu tua. Kerja keras! Itu menjadi kunci utama. Hal itulah yang…

Jumat, 29 Desember 2017 15:40

Kisah-Kisah di Balik Penerjemahan Alquran Berbahasa Banjar

Bolehkah memakai kata ganti sidin untuk Allah? Apakah maha punya padanan kata dalam Bahasa Banjar? Pertanyaan-pertanyaan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .