MANAGED BY:
KAMIS
22 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Rabu, 27 Desember 2017 17:19
WADUH !!! Persoalan Sawah Retak di Desa Rantau Bakula

Dinas ESDM Kalsel Tak Ikuti Perkembangan Kasus

BIANG MASALAH: Aktivitas pertambangan bawah tanah yang dilakukan perusahaan asal Tiongkok, PT Merge Mining Industry (MMI) diduga kuat menjadi biang masalah retaknya persawahan di Desa Rantau Bakula, Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Banjar.

PROKAL.CO, BANJARBARU - Lama tak terdengar perkembangannya, persoalan retaknya sawah milik warga Desa Rantau Bakula, Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Banjar yang terjadi awal tahun lalu menguap begitu saja. Diduga kuat, aktivitas pertambangan bawah tanah perusahaan asal Tiongkok PT Merge Mining Industry (MMI) yang menjadi biang masalahnya. Lantas, bagaimana perkembangannya hingga sekarang?

Dikonfirmasi kemarin (26/11), Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalsel melalui Kabid Minerba, Kelik Isharwanto mengatakan persoalan sawah retak yang terjadi di desa tersebut sepenuhnya urusan pusat. "Karena PT MMI memegang izin Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara (PKP2B), kasus ini dikaji oleh Kementerian ESDM RI melalui Direktorat Jendral Mineral dan Batu Bara," kata Kelik kepada Radar Banjarmasin.

Dijelaskannya lebih lanjut, sebelumnya pihak PT. MMI memang sudah diminta untuk melakukan kajian teknis terkait kejadian sawah retak tersebut. Kajian ini diperlukan untuk membuktikan apakah memang betul retaknya sawah tersebut terjadi dikarenakan aktivitas pertambangan, atau hanya sekadar peristiwa alam belaka.

"Selain kajian dari pihak perusahaan, Ditjen Minerba juga sudah menggandeng Insititut Teknologi Bandung (ITB) untuk melakukan kajian secara independen," tuturnya. Kajian independen ini punya tujuan untuk membuktikan kepada publik bahwa pemerintah tak punya kepentingan apa-apa terhadap pelaku pertambangan yang ada.

Namun, sayangnya, Dinas ESDM Kalsel hingga sekarang juga belum memperbaharui kasus retaknya sawah di desa tersebut. "Lantaran ditangani oleh pusat, kami belum mengetahui secara persisnya seperti apa perkembangan kasus tersebut. Namun, akan kami sampaikan hasil kajian secepatnya," janji Kelik.

Di Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Banjar, selain PT. MMI, kawasan pertambangan Perusahaan Daerah (PD) Baramarta juga berdiri. Diwartakan sebelumnya oleh Radar Banjarmasin, perusahaan pelat merah dari Kabupaten Banjar tersebut juga diminta untuk melaporkan kajian teknis. Namun, penyerahan laporan tersebut dari PD Baramarta tak dilanjutkan. "Soalnya yang diduga kuat hanya PT. MMI ini," ujarnya.

Lantas, untuk mengonfirmasi perkembangannya kasus sawah retak ini, Kepala Teknik Pertambangan (KTT) PT. MMI, Winarto sangat sulit untuk didatangi dan dihubungi. Dihubungi melalui telepon seluler pernah beberapa kali terhubung, tetapi tak kunjung bersambut. Kemarin, ketika ingin dikonfirmasi, telepon genggamnya malah tak aktif.

Sementara itu, Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Kalsel, Kisworo Dwi Cahyono menyayangkan pihak ESDM yang tak gesit dalam mengawal kasus sawah retak ini. "Walaupun ditangani oleh pemerintah pusat, harusnya pemerintah daerah juga mengetahui bagaimana perkembangannya. Jangan hanya menunggu dari pusat," ujar aktivis lingkungan yang akrab disapa Kis ini.

Ia khawatir, jika retaknya sawah benar-benar terjadi lantaran aktivitas pertambangan, retakan yang ada di desa tersebut bakal menyebar menuju pemukiman warga. "Untung hanya di sawah. Coba saja kalau masuk pemukiman warga, harusnya ESDM Kalsel juga mengetahui perkembangan ini secara detail," tandas Kis. (dom/tof)


BACA JUGA

Rabu, 21 Februari 2018 17:57

SMK PP N Banjarbaru Latih Siswa Siap Uji Sertifikasi Profesi

BANJARBARU - Untuk mempersiapkan para siswa dalam menghadapi uji sertifikasi profesi bidang pertanian,…

Rabu, 21 Februari 2018 12:20
Parlementaria Balangan

Dewan Balangan Imbau Masyarakat Beralih Dari Karet

PARINGIN – Hingga saat ini, mayoritas masyarakat Kabupaten Balangan masih ketergantungan dengan…

Rabu, 21 Februari 2018 11:35

Harga Elpiji 3 Kg di Banua Makin Sulit Dikendalikan

Kelangkaan tabung gas elpiji ukuran tiga kilogram bikin rakyat kecil Banua menjerit. Dalam beberapa…

Rabu, 21 Februari 2018 11:30
BREAKING NEWS

HMI Demo, Minta Kasus Penganiayaan Usman Diusut Tuntas

KOTABARU - Mahasiswa yang tergabung dalam naungan HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) Kotabaru berunjuk rasa…

Rabu, 21 Februari 2018 11:29

Gugatan Sengketa Pilkada Tabalong Dipersidangkan

TANJUNG - Akhirnya sengketa gugatan Pilkada Kabupaten Tabalong yang disampaikan pasangan calon H Norhasani…

Rabu, 21 Februari 2018 11:07

Warga Kelayan Selatan Rela Antri Demi Satu Tabung Gas

BANJARMASIN - Puluhan warga di Laksana Intan, Kelayan Selatan, terpaksa antre di depan Pangkalan gas…

Rabu, 21 Februari 2018 11:00

Dirut Baru PDAM Nanti Bakal Ditunggu Utang

BANJARMASIN - Posisi Direktur Utama PDAM Bandarmasih sebentar lagi dilelang. Siapapun nanti yang terpilih,…

Rabu, 21 Februari 2018 09:48

Para Badut Banjarbaru di Panggil Satpol PP, Ini Kesepakatannya

BANJARBARU - Badut jalanan akhirnya bisa beraktivitas dengan tenang. Sebab, Satpol PP Banjarbaru telah…

Rabu, 21 Februari 2018 09:44
Parlementaria

Dewan Minta Tingkatkan Fasilitas Peserta Didik Disabilitas

BANJARBARU - Dari total 48 ribu peserta didik SD dan SMP di Banjarbaru, 500 di antaranya merupakan penyandang…

Rabu, 21 Februari 2018 09:42
Pemko Banjarbaru

Wawali Banjarbaru Sambut Kedatangan Menteri Perdagangan

BANJARBARU - Wakil Walikota Banjarbaru H Darmawan Jaya Setiawan didampingi Kepala Dinas Perdagangan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .