MANAGED BY:
SENIN
20 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Rabu, 27 Desember 2017 17:19
WADUH !!! Persoalan Sawah Retak di Desa Rantau Bakula

Dinas ESDM Kalsel Tak Ikuti Perkembangan Kasus

BIANG MASALAH: Aktivitas pertambangan bawah tanah yang dilakukan perusahaan asal Tiongkok, PT Merge Mining Industry (MMI) diduga kuat menjadi biang masalah retaknya persawahan di Desa Rantau Bakula, Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Banjar.

PROKAL.CO, BANJARBARU - Lama tak terdengar perkembangannya, persoalan retaknya sawah milik warga Desa Rantau Bakula, Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Banjar yang terjadi awal tahun lalu menguap begitu saja. Diduga kuat, aktivitas pertambangan bawah tanah perusahaan asal Tiongkok PT Merge Mining Industry (MMI) yang menjadi biang masalahnya. Lantas, bagaimana perkembangannya hingga sekarang?

Dikonfirmasi kemarin (26/11), Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalsel melalui Kabid Minerba, Kelik Isharwanto mengatakan persoalan sawah retak yang terjadi di desa tersebut sepenuhnya urusan pusat. "Karena PT MMI memegang izin Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara (PKP2B), kasus ini dikaji oleh Kementerian ESDM RI melalui Direktorat Jendral Mineral dan Batu Bara," kata Kelik kepada Radar Banjarmasin.

Dijelaskannya lebih lanjut, sebelumnya pihak PT. MMI memang sudah diminta untuk melakukan kajian teknis terkait kejadian sawah retak tersebut. Kajian ini diperlukan untuk membuktikan apakah memang betul retaknya sawah tersebut terjadi dikarenakan aktivitas pertambangan, atau hanya sekadar peristiwa alam belaka.

"Selain kajian dari pihak perusahaan, Ditjen Minerba juga sudah menggandeng Insititut Teknologi Bandung (ITB) untuk melakukan kajian secara independen," tuturnya. Kajian independen ini punya tujuan untuk membuktikan kepada publik bahwa pemerintah tak punya kepentingan apa-apa terhadap pelaku pertambangan yang ada.

Namun, sayangnya, Dinas ESDM Kalsel hingga sekarang juga belum memperbaharui kasus retaknya sawah di desa tersebut. "Lantaran ditangani oleh pusat, kami belum mengetahui secara persisnya seperti apa perkembangan kasus tersebut. Namun, akan kami sampaikan hasil kajian secepatnya," janji Kelik.

Di Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Banjar, selain PT. MMI, kawasan pertambangan Perusahaan Daerah (PD) Baramarta juga berdiri. Diwartakan sebelumnya oleh Radar Banjarmasin, perusahaan pelat merah dari Kabupaten Banjar tersebut juga diminta untuk melaporkan kajian teknis. Namun, penyerahan laporan tersebut dari PD Baramarta tak dilanjutkan. "Soalnya yang diduga kuat hanya PT. MMI ini," ujarnya.

Lantas, untuk mengonfirmasi perkembangannya kasus sawah retak ini, Kepala Teknik Pertambangan (KTT) PT. MMI, Winarto sangat sulit untuk didatangi dan dihubungi. Dihubungi melalui telepon seluler pernah beberapa kali terhubung, tetapi tak kunjung bersambut. Kemarin, ketika ingin dikonfirmasi, telepon genggamnya malah tak aktif.

Sementara itu, Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Kalsel, Kisworo Dwi Cahyono menyayangkan pihak ESDM yang tak gesit dalam mengawal kasus sawah retak ini. "Walaupun ditangani oleh pemerintah pusat, harusnya pemerintah daerah juga mengetahui bagaimana perkembangannya. Jangan hanya menunggu dari pusat," ujar aktivis lingkungan yang akrab disapa Kis ini.

Ia khawatir, jika retaknya sawah benar-benar terjadi lantaran aktivitas pertambangan, retakan yang ada di desa tersebut bakal menyebar menuju pemukiman warga. "Untung hanya di sawah. Coba saja kalau masuk pemukiman warga, harusnya ESDM Kalsel juga mengetahui perkembangan ini secara detail," tandas Kis. (dom/tof)


BACA JUGA

Senin, 20 Agustus 2018 12:31

Lukisan untuk Hari Kemerdekaan

BANJARMASIN - Memperingati kemerdekaan RI ke-73, Kodim 1007/Banjarmasin menggelar lomba nyentrik. Mengundang…

Senin, 20 Agustus 2018 11:42

Unik, Pegawai Imigrasi Upacara dengan Baju Adat

BANJARBARU - Pelaksanaan upacara 17 Agustus dengan Tema Kerja Kita, Prestasi Bangsa yang bertempat di…

Senin, 20 Agustus 2018 11:17
Pemkab Balangan

Balangan Borong Piala di Festival Borneo

PARINGIN – Kabupaten Balangan membawa pulang enam piala dari perhelatan Festival Borneo II se…

Senin, 20 Agustus 2018 11:17
Pemkab Balangan

Siswi SMPLB Balangan Juara Satu Menari

PARINGIN – Para pelajar Kabupaten Balangan terus unjuk diri di tingkat Provinsi Kalsel, tak terkecuali…

Senin, 20 Agustus 2018 11:08

Pemko Banjarbaru Kekurangan Staf PNS, ini Formasi yang Sangat Dibutuhkan

BANJARBARU - Tak adanya penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) dalam beberapa tahun terakhir,…

Senin, 20 Agustus 2018 10:37
Pemko Banjarbaru

Gelar Upacara Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan

BANJARBARU - Pemko Banjarbaru, Jumat (17/8) tadi menggelar upacara peringatan detik-detik proklamasi…

Senin, 20 Agustus 2018 10:28
Parlementaria

Dewan Ingin Semua PJU Bertenaga Surya

BANJARBARU - DPRD Banjarbaru menyoroti kondisi penerangan jalan umum (PJU) di wilayah Kota Banjarbaru.…

Senin, 20 Agustus 2018 10:24
Pemkab Tanah Bumbu

Cuaca Panas, Peserta Upacara Tetap Semangat

BATULICIN - Cuaca sangat panas menerangi lapangan upacara di Kantor Bupati Tanah Bumbu, Jumat (17/8).…

Senin, 20 Agustus 2018 10:06
Pemkab Tanah Bumbu

Plt Bupati Tabur Bunga di Makam Pahlawan

BATULICIN -Tak berbeda pada peringatan sebelumnya, ziarah ke makam pahlawan kerap dilaksanakan usai…

Senin, 20 Agustus 2018 09:59

PLN Beri Yohanis Beasiswa hingga S1

mengapresiasi tindakan tersebut dengan bantuan beasiswa hingga jenjang pendidikan tinggi Strata 1 (S1).…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .