MANAGED BY:
SABTU
16 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Rabu, 27 Desember 2017 17:19
WADUH !!! Persoalan Sawah Retak di Desa Rantau Bakula

Dinas ESDM Kalsel Tak Ikuti Perkembangan Kasus

BIANG MASALAH: Aktivitas pertambangan bawah tanah yang dilakukan perusahaan asal Tiongkok, PT Merge Mining Industry (MMI) diduga kuat menjadi biang masalah retaknya persawahan di Desa Rantau Bakula, Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Banjar.

PROKAL.CO, BANJARBARU - Lama tak terdengar perkembangannya, persoalan retaknya sawah milik warga Desa Rantau Bakula, Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Banjar yang terjadi awal tahun lalu menguap begitu saja. Diduga kuat, aktivitas pertambangan bawah tanah perusahaan asal Tiongkok PT Merge Mining Industry (MMI) yang menjadi biang masalahnya. Lantas, bagaimana perkembangannya hingga sekarang?

Dikonfirmasi kemarin (26/11), Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalsel melalui Kabid Minerba, Kelik Isharwanto mengatakan persoalan sawah retak yang terjadi di desa tersebut sepenuhnya urusan pusat. "Karena PT MMI memegang izin Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara (PKP2B), kasus ini dikaji oleh Kementerian ESDM RI melalui Direktorat Jendral Mineral dan Batu Bara," kata Kelik kepada Radar Banjarmasin.

Dijelaskannya lebih lanjut, sebelumnya pihak PT. MMI memang sudah diminta untuk melakukan kajian teknis terkait kejadian sawah retak tersebut. Kajian ini diperlukan untuk membuktikan apakah memang betul retaknya sawah tersebut terjadi dikarenakan aktivitas pertambangan, atau hanya sekadar peristiwa alam belaka.

"Selain kajian dari pihak perusahaan, Ditjen Minerba juga sudah menggandeng Insititut Teknologi Bandung (ITB) untuk melakukan kajian secara independen," tuturnya. Kajian independen ini punya tujuan untuk membuktikan kepada publik bahwa pemerintah tak punya kepentingan apa-apa terhadap pelaku pertambangan yang ada.

Namun, sayangnya, Dinas ESDM Kalsel hingga sekarang juga belum memperbaharui kasus retaknya sawah di desa tersebut. "Lantaran ditangani oleh pusat, kami belum mengetahui secara persisnya seperti apa perkembangan kasus tersebut. Namun, akan kami sampaikan hasil kajian secepatnya," janji Kelik.

Di Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Banjar, selain PT. MMI, kawasan pertambangan Perusahaan Daerah (PD) Baramarta juga berdiri. Diwartakan sebelumnya oleh Radar Banjarmasin, perusahaan pelat merah dari Kabupaten Banjar tersebut juga diminta untuk melaporkan kajian teknis. Namun, penyerahan laporan tersebut dari PD Baramarta tak dilanjutkan. "Soalnya yang diduga kuat hanya PT. MMI ini," ujarnya.

Lantas, untuk mengonfirmasi perkembangannya kasus sawah retak ini, Kepala Teknik Pertambangan (KTT) PT. MMI, Winarto sangat sulit untuk didatangi dan dihubungi. Dihubungi melalui telepon seluler pernah beberapa kali terhubung, tetapi tak kunjung bersambut. Kemarin, ketika ingin dikonfirmasi, telepon genggamnya malah tak aktif.

Sementara itu, Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Kalsel, Kisworo Dwi Cahyono menyayangkan pihak ESDM yang tak gesit dalam mengawal kasus sawah retak ini. "Walaupun ditangani oleh pemerintah pusat, harusnya pemerintah daerah juga mengetahui bagaimana perkembangannya. Jangan hanya menunggu dari pusat," ujar aktivis lingkungan yang akrab disapa Kis ini.

Ia khawatir, jika retaknya sawah benar-benar terjadi lantaran aktivitas pertambangan, retakan yang ada di desa tersebut bakal menyebar menuju pemukiman warga. "Untung hanya di sawah. Coba saja kalau masuk pemukiman warga, harusnya ESDM Kalsel juga mengetahui perkembangan ini secara detail," tandas Kis. (dom/tof)


BACA JUGA

Jumat, 15 Februari 2019 15:17

Sudah 29 Kotak Suara Ditemukan Rusak Dalam Proses Perakitan

MARABAHAN - Dijaga pihak kepolisian, Proses perakitan kotak suara terus…

Jumat, 15 Februari 2019 15:13

Salut!! Tradisi Bahalarat Masih Eksis di Ulu Benteng

MARABAHAN - Memasuki musim tanam, Warga Ulu Benteng, Kecamatan Marabahan…

Jumat, 15 Februari 2019 14:32

Tak Main-main, Pengkot PTMSI Tunjuk Pelatih dari Binpres

BANJARMASIN – Pengurus Kota Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (Pengkot…

Jumat, 15 Februari 2019 11:48

TAK DIBAYAR..! Ini Ternyata Motivasi Petugas Haul Abah Guru Sekumpul

MARTAPURA – Haul Ke-14 Abah Guru Sekumpul digelar 9-10 Maret…

Jumat, 15 Februari 2019 11:46

BANUA PEDIA: Kambang Sarai, Kerajinan Spesialis Acil Kampung Kembang

MARTAPURA – Ada istilah kambang barenteng dan kambang sarai. Keduanya…

Jumat, 15 Februari 2019 11:44

BANUA PEDIA: Legenda Nini Randa, Nenek Moyang Parentengan Kampung Bunga Bincau

MARTAPURA – Sebagian besar bunga yang dijajakan di pasar, sekitar…

Jumat, 15 Februari 2019 11:41

Kapolda Kalsel Terjun ke Lapangan Pantau Logistk Pemilu 2019

BANJARMASIN - Kiriman surat suara pertama tiba di Pelabuhan Trisakti,…

Jumat, 15 Februari 2019 11:39

Berikut Desa Pengasil Kembang di Kabupaten Banjar

MARTAPURA – Sentra kembang Kabupaten Banjar sering disebut kampung kembang.…

Jumat, 15 Februari 2019 11:33

Kecewa Berat, Caleg Sebut Bawaslu Tebang Pilih Dalam Menindak

Baliho milik Partai Nasdem diturunkan di Amuntai. Semua pihak bersuara,…

Jumat, 15 Februari 2019 11:12

BANUA PEDIA: Mengenal Istilah Kambang Barenteng Khas Martapura

MARTAPURA – Kabupaten Banjar punya Kampung Kembang. Dari situ mengemuka…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*