MANAGED BY:
JUMAT
25 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Rabu, 27 Desember 2017 17:19
WADUH !!! Persoalan Sawah Retak di Desa Rantau Bakula

Dinas ESDM Kalsel Tak Ikuti Perkembangan Kasus

BIANG MASALAH: Aktivitas pertambangan bawah tanah yang dilakukan perusahaan asal Tiongkok, PT Merge Mining Industry (MMI) diduga kuat menjadi biang masalah retaknya persawahan di Desa Rantau Bakula, Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Banjar.

PROKAL.CO, BANJARBARU - Lama tak terdengar perkembangannya, persoalan retaknya sawah milik warga Desa Rantau Bakula, Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Banjar yang terjadi awal tahun lalu menguap begitu saja. Diduga kuat, aktivitas pertambangan bawah tanah perusahaan asal Tiongkok PT Merge Mining Industry (MMI) yang menjadi biang masalahnya. Lantas, bagaimana perkembangannya hingga sekarang?

Dikonfirmasi kemarin (26/11), Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalsel melalui Kabid Minerba, Kelik Isharwanto mengatakan persoalan sawah retak yang terjadi di desa tersebut sepenuhnya urusan pusat. "Karena PT MMI memegang izin Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara (PKP2B), kasus ini dikaji oleh Kementerian ESDM RI melalui Direktorat Jendral Mineral dan Batu Bara," kata Kelik kepada Radar Banjarmasin.

Dijelaskannya lebih lanjut, sebelumnya pihak PT. MMI memang sudah diminta untuk melakukan kajian teknis terkait kejadian sawah retak tersebut. Kajian ini diperlukan untuk membuktikan apakah memang betul retaknya sawah tersebut terjadi dikarenakan aktivitas pertambangan, atau hanya sekadar peristiwa alam belaka.

"Selain kajian dari pihak perusahaan, Ditjen Minerba juga sudah menggandeng Insititut Teknologi Bandung (ITB) untuk melakukan kajian secara independen," tuturnya. Kajian independen ini punya tujuan untuk membuktikan kepada publik bahwa pemerintah tak punya kepentingan apa-apa terhadap pelaku pertambangan yang ada.

Namun, sayangnya, Dinas ESDM Kalsel hingga sekarang juga belum memperbaharui kasus retaknya sawah di desa tersebut. "Lantaran ditangani oleh pusat, kami belum mengetahui secara persisnya seperti apa perkembangan kasus tersebut. Namun, akan kami sampaikan hasil kajian secepatnya," janji Kelik.

Di Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Banjar, selain PT. MMI, kawasan pertambangan Perusahaan Daerah (PD) Baramarta juga berdiri. Diwartakan sebelumnya oleh Radar Banjarmasin, perusahaan pelat merah dari Kabupaten Banjar tersebut juga diminta untuk melaporkan kajian teknis. Namun, penyerahan laporan tersebut dari PD Baramarta tak dilanjutkan. "Soalnya yang diduga kuat hanya PT. MMI ini," ujarnya.

Lantas, untuk mengonfirmasi perkembangannya kasus sawah retak ini, Kepala Teknik Pertambangan (KTT) PT. MMI, Winarto sangat sulit untuk didatangi dan dihubungi. Dihubungi melalui telepon seluler pernah beberapa kali terhubung, tetapi tak kunjung bersambut. Kemarin, ketika ingin dikonfirmasi, telepon genggamnya malah tak aktif.

Sementara itu, Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Kalsel, Kisworo Dwi Cahyono menyayangkan pihak ESDM yang tak gesit dalam mengawal kasus sawah retak ini. "Walaupun ditangani oleh pemerintah pusat, harusnya pemerintah daerah juga mengetahui bagaimana perkembangannya. Jangan hanya menunggu dari pusat," ujar aktivis lingkungan yang akrab disapa Kis ini.

Ia khawatir, jika retaknya sawah benar-benar terjadi lantaran aktivitas pertambangan, retakan yang ada di desa tersebut bakal menyebar menuju pemukiman warga. "Untung hanya di sawah. Coba saja kalau masuk pemukiman warga, harusnya ESDM Kalsel juga mengetahui perkembangan ini secara detail," tandas Kis. (dom/tof)


BACA JUGA

Jumat, 25 Mei 2018 17:20
Berita Tabalong

Tabalong Urutan Keempat UN SMP Kalsel

TANJUNG - Hasil ujian nasional (UN) Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs)…

Jumat, 25 Mei 2018 15:36

1001 Kisah Pesantren: Tak Punya Banyak Aturan

Sudah umum didengar ada guru di pesantren yang ditakuti santrinya. Tapi beda dengan Gus Jam, pimpinan…

Jumat, 25 Mei 2018 15:15

Meriah, Alalak Utara Sambut Sukacita Paman Birin

Jarum jam baru menunjukan pukul 01.00 Wita dini hari.  Namun suasana di areal lingkungan Masjid …

Jumat, 25 Mei 2018 15:10

PLN Jaga Pasokan Listrik Masjid, Ibadah Jadi Nyaman

BANJARMASIN - Memasuki Ramadan, PLN Area Banjarmasin melaksanakan kegiatan peduli instalasi listrik…

Jumat, 25 Mei 2018 14:39

Herman: Sudahlah, Sebaiknya Pak Ibnu Manut Saja

BANJARMASIN - Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hermansyah menyarankan agar Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina…

Jumat, 25 Mei 2018 14:35

Tidak Membuat Jera, Denda Warung Sakadup Dinilai Terlalu Kecil

BANJARMASIN - Razia warung sakadup digelar maraton. Sejak Selasa (22/5) hingga kemarin (24/5), sudah…

Jumat, 25 Mei 2018 14:27

Jelang Mudik, BPTD Cek dan Ricek Kelayakan Angkutan di Terminal Km 6

BANJARMASIN - Menjelang mudik Lebaran, Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah XV Kalsel mengecek…

Jumat, 25 Mei 2018 14:20

Dikuasai Preman, Tarif Parkir di Pasar Sudimampir Berlapis

Praktik "tarif berlapis" parkir Pasar Sudimampir benar-benar bikin siapa saja geregetan. Alih-alih cukup…

Jumat, 25 Mei 2018 13:41

ASTAGA! Diberi Sembako, Warga Malah Dimintai Tanda Tangan Dukung Tambang

Di malam Ramadan, usai jam teraweh beberapa Ketua RT di Desa Selaru kasak-kusuk. Mereka sibuk mengumpulkan…

Jumat, 25 Mei 2018 13:39

11.000 Dukungan Tolak Tambang di Pulau Laut Diserahkan

BANJARMASIN – Setelah Jumat pekan lalu pihak penggugat (PT Sebuku Group) mendatangkan dua saksi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .