MANAGED BY:
SENIN
17 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Kamis, 28 Desember 2017 15:30
Mahasiswa Uvaya Ditemukan Tewas, Diduga Akibat Tindak Kekerasan
Foto ilustrasi

PROKAL.CO, BANJARBARU – Muhammad Hasri Rianto tewas telungkup di halaman belakang kampusnya, Universitas Achmad Yani Banjarbaru, Jalan A Yani KM 32, Kemarin (27/12 siang sekitar pukul 12.30 Wita. Mahasiswa semester 5 berusia 23 tahun dari Tabihi - Padang Batung, Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan ditemukan sesama mahasiswa di antara pohon pisang dan tanaman singkong, tak jauh dari jasadnya ada potongan kayu dan bekas darah di atas tanah.

Mendadak geger, pasalnya sejak menempuh studi di Uvaya, Hasri yang mengambil jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dikenal ramah dan tidak memiliki musuh, ia aktif di pecinta alam. Dari informasi di lapangan, kondisi mayat bonyok bagian belakang dan wajah, bahkan bagian kanan berlumuran darah.

Hingga dibawa pulang menggunakan Ambulans RSUD Idaman Banjarbaru dari Instalasi Pemulasaran Jenazah ke Kandangan, belum diketahui penyebab kematiannya. Pihak keluarga bersikeras menolak autopsi, H Iriyanor, ayah korban menolak visum ulang dan memilih mengebumikan ke kampung halamannya.

Nurhayati, saksi pertama mengatakan, pertama kali melihat tubuh korban sekitar pukul 12.30 Wita seusai mengikuti mata kuliah. Duduk sebentar di muka ruang kelas dan ke samping kampus, niatnya menyuci tangan.”Waktu membasuh tangan itulah saya melihat mayat berbaju biru dan bercelana gelap, di sela-sela pohon pisang dan terlindung dari tanaman singkong,” terang Nurhayati sembari mengabarkan ke rekan lain di kampus dan membuat heboh. Belakangan ia tahu itu adalah rekannya yang biasa disapa Hasri

Haris, kawan Hasri Mapala Arga, organisasi pecinta alam di kampus menyatakan, Hasri adalah anak baik dan mudah bergaul. Sebelum meninggal, Hasri jadi panitia latihan pemantapan Mapala Arga di Mandi Angin selama 4 hari, pelaksanaan kegiatan dari 22 sampai dengan 25 Desember 2017.

“Tanggal 25 Desember pagi, Hasri pamit ke rumah acilnya di Landasan Ulin. Katanya ada janji bertemu dengan orang tuanya. Seingat saya, Senin Malam setelah Salat Magrib dia ada lagi di kampus, setelah itu tidak ada lagi kabar,” tambah Haris

Sekitar setengah jam di ruang jenazah RSUD Idaman Banjarbaru setelah dievakuasi rekanan TRC 225 Banjarbaru didampingi Arbayah, acil Hasri, orang tuanya baru mendatangi. Iriyanor sontak menangis dan mengaku tak menyangka, Senin 25 Desember jadi hari terakhir ia bertemu dengan anaknya. Namun, ia menolak permintaan pihak berwajib untuk divisum ulang dan bersikeras membawa pulang jasad anaknya ke Kandangan.

Kapolres Banjarbaru AKBP Kelana Jaya melalui Kasat Reskrim AKP Ahmad Andi Suryadi menegaskan, polisi belum menemukan tanda-tanda kekerasan pada jasad korban seperti bekas benda tumpul maupun benda tajam, apakah korban mempunyai riwayat penyakit, polisi sebenarnya masih mengumpulkan informasi dari pihak keluarga."Kami masih menunggu hasil visum. Orang tua korban juga menolak autopsi," ujarnya.

Andi sempat berbincang dengan ayah korban di depan Instalasi Pemulasaran Jenazah Rumah Sakit Idaman, Jalan Trikora. Hingga jelang magrib, jenazah dibawa pulang keluarga ke kampung halaman. "Keluarga menerima keadaan anaknya. Minta segera dipulangkan untuk dikuburkan," imbuhnya.

Hasil penyelidikan sementara, dari pengakuan teman-teman sekampus, perilaku korban dikenal baik dalam bergaul. Sulit disangka jika ia punya musuh. "Korban dikenal kawan-kawannya baik dan pendiam," jelasnya.

Masalahnya, foto dan kondisi korban sudah menyebar via media sosial. Detail seperti darah dan bagian tubuh yang penyok mengundang kecurigaan. "Itu akibat jatuh dan habis diguyur hujan semalaman," tampiknya.

Lantas, apakah penyelidikan akan dihentikan karena keluarga korban sudah mengikhlaskan kepergian Hasri? Andi hanya berjanji akan mengabari media jika ditemukan petunjuk baru dalam kasus ini. "Karena autopsi ditolak, tak bisa diketahui secara pasti penyebab kematian," tegasnya. (fud/mam/ay/ran)


BACA JUGA

Minggu, 16 Desember 2018 11:29

Saksi Mangkir, Polemik Sengketa Tanah di Tegal Arum Belum Temui Titik Terang

BANJARBARU - Sidang Perdata lanjutan polemik sengketa tanah tumpang tindih…

Minggu, 16 Desember 2018 10:41

Darurat!! Hermansyah Nyatakan Banjarmasin Darurat Ngelem

BANJARMASIN - Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hermansyah menyatakan kotanya sedang…

Sabtu, 15 Desember 2018 10:47

Apes Salah Target!! Aksi Jambret Gagal Setelah Korbannya Menerjang Pelaku

BANJARMASIN - Noor Rahman alias Rahman  (46), tertangkap setelah mengambil…

Sabtu, 15 Desember 2018 10:38

Korsleting Listrik Hanguskan Salah Satu Rumah Warga Sarang Halang

KANDANGAN – Warga Desa Sarang Halang, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten…

Sabtu, 15 Desember 2018 10:28

Disidang, Bos Miras Ungkap Alasannya Menjual Minuman Keras

BANJARBARU - Teka teki pemilik dari 485 botol minuman keras…

Jumat, 14 Desember 2018 10:33

Warga Tala Dibuat Geger, Penjaga Warung Akhiri Hidup Dengan Gantung DiriĀ 

PELAIHARI - Warga Desa Asam-Asam, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut…

Jumat, 14 Desember 2018 10:27

Hidup Lagi, Satpol PP Amankan Dua PSK di Eks Lokalisasi Pal 18

BANJARBARU - Usai ditutup Pemko Banjarbaru sekitar dua tahun yang…

Jumat, 14 Desember 2018 09:42

Bea Cukai Musnahkan Jutaan Batang Rokok Ilegal

BANJARMASIN - Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Bea dan Cukai…

Jumat, 14 Desember 2018 09:21

Begini Kronologi Penemuan Mayat Elsa Siswi AKPER Kesdam

BANJARMASIN – Via Febrianti terlihat pucat. Mahasiswi semester 1 AKPER…

Jumat, 14 Desember 2018 09:12

Karyawan Curi ATM Bos, Tarik Uang Hingga Rp 76 Juta

BANJARMASIN – Kartu ATM hilang. Tapi, isinya terus berkurang hingga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .