MANAGED BY:
SENIN
18 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Kamis, 28 Desember 2017 15:30
Mahasiswa Uvaya Ditemukan Tewas, Diduga Akibat Tindak Kekerasan
Foto ilustrasi

PROKAL.CO, BANJARBARU – Muhammad Hasri Rianto tewas telungkup di halaman belakang kampusnya, Universitas Achmad Yani Banjarbaru, Jalan A Yani KM 32, Kemarin (27/12 siang sekitar pukul 12.30 Wita. Mahasiswa semester 5 berusia 23 tahun dari Tabihi - Padang Batung, Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan ditemukan sesama mahasiswa di antara pohon pisang dan tanaman singkong, tak jauh dari jasadnya ada potongan kayu dan bekas darah di atas tanah.

Mendadak geger, pasalnya sejak menempuh studi di Uvaya, Hasri yang mengambil jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dikenal ramah dan tidak memiliki musuh, ia aktif di pecinta alam. Dari informasi di lapangan, kondisi mayat bonyok bagian belakang dan wajah, bahkan bagian kanan berlumuran darah.

Hingga dibawa pulang menggunakan Ambulans RSUD Idaman Banjarbaru dari Instalasi Pemulasaran Jenazah ke Kandangan, belum diketahui penyebab kematiannya. Pihak keluarga bersikeras menolak autopsi, H Iriyanor, ayah korban menolak visum ulang dan memilih mengebumikan ke kampung halamannya.

Nurhayati, saksi pertama mengatakan, pertama kali melihat tubuh korban sekitar pukul 12.30 Wita seusai mengikuti mata kuliah. Duduk sebentar di muka ruang kelas dan ke samping kampus, niatnya menyuci tangan.”Waktu membasuh tangan itulah saya melihat mayat berbaju biru dan bercelana gelap, di sela-sela pohon pisang dan terlindung dari tanaman singkong,” terang Nurhayati sembari mengabarkan ke rekan lain di kampus dan membuat heboh. Belakangan ia tahu itu adalah rekannya yang biasa disapa Hasri

Haris, kawan Hasri Mapala Arga, organisasi pecinta alam di kampus menyatakan, Hasri adalah anak baik dan mudah bergaul. Sebelum meninggal, Hasri jadi panitia latihan pemantapan Mapala Arga di Mandi Angin selama 4 hari, pelaksanaan kegiatan dari 22 sampai dengan 25 Desember 2017.

“Tanggal 25 Desember pagi, Hasri pamit ke rumah acilnya di Landasan Ulin. Katanya ada janji bertemu dengan orang tuanya. Seingat saya, Senin Malam setelah Salat Magrib dia ada lagi di kampus, setelah itu tidak ada lagi kabar,” tambah Haris

Sekitar setengah jam di ruang jenazah RSUD Idaman Banjarbaru setelah dievakuasi rekanan TRC 225 Banjarbaru didampingi Arbayah, acil Hasri, orang tuanya baru mendatangi. Iriyanor sontak menangis dan mengaku tak menyangka, Senin 25 Desember jadi hari terakhir ia bertemu dengan anaknya. Namun, ia menolak permintaan pihak berwajib untuk divisum ulang dan bersikeras membawa pulang jasad anaknya ke Kandangan.

Kapolres Banjarbaru AKBP Kelana Jaya melalui Kasat Reskrim AKP Ahmad Andi Suryadi menegaskan, polisi belum menemukan tanda-tanda kekerasan pada jasad korban seperti bekas benda tumpul maupun benda tajam, apakah korban mempunyai riwayat penyakit, polisi sebenarnya masih mengumpulkan informasi dari pihak keluarga."Kami masih menunggu hasil visum. Orang tua korban juga menolak autopsi," ujarnya.

Andi sempat berbincang dengan ayah korban di depan Instalasi Pemulasaran Jenazah Rumah Sakit Idaman, Jalan Trikora. Hingga jelang magrib, jenazah dibawa pulang keluarga ke kampung halaman. "Keluarga menerima keadaan anaknya. Minta segera dipulangkan untuk dikuburkan," imbuhnya.

Hasil penyelidikan sementara, dari pengakuan teman-teman sekampus, perilaku korban dikenal baik dalam bergaul. Sulit disangka jika ia punya musuh. "Korban dikenal kawan-kawannya baik dan pendiam," jelasnya.

Masalahnya, foto dan kondisi korban sudah menyebar via media sosial. Detail seperti darah dan bagian tubuh yang penyok mengundang kecurigaan. "Itu akibat jatuh dan habis diguyur hujan semalaman," tampiknya.

Lantas, apakah penyelidikan akan dihentikan karena keluarga korban sudah mengikhlaskan kepergian Hasri? Andi hanya berjanji akan mengabari media jika ditemukan petunjuk baru dalam kasus ini. "Karena autopsi ditolak, tak bisa diketahui secara pasti penyebab kematian," tegasnya. (fud/mam/ay/ran)


BACA JUGA

Minggu, 17 Februari 2019 16:33

Astaga..! Terbakarnya Ponpes Ummul Qura HSU Karena Ulah Iseng Santri

AMUNTAl - Penyebab terbakarnya Pondok Pesantren Ummul Qura di Desa…

Minggu, 17 Februari 2019 12:41

Ponpes Ummul Qura HSU Terbakar

AMUNTAI -- - Warga Desa Bayur Khusus di RT 04…

Minggu, 17 Februari 2019 09:34
BREAKING NEWS

Penghuni Kos Ditemukan Jadi Mayat

BANJARBARU --  Warga Jalan Angkasa, Kelurahan Syamsudin Noor, Kecamatan Landasan…

Sabtu, 16 Februari 2019 20:44

Geger!! Seorang Nenek Ditemukan Tak Bernyawa Didalam WC

BANJARMASIN-Warga Kelayan A Gang Papadaan Banjarmasin Selatan geger. Dikabarkan seseorang…

Sabtu, 16 Februari 2019 16:30

Asap Duta Mall Bukan Karena Apar, Tapi Karena ini

BANJARMASIN --  Pihak management Duta Mall Banjarmasin, angkat bicara terkait…

Sabtu, 16 Februari 2019 13:00
Breaking News

Ini Penyebab Kepulan Asap di Duta Mall Banjarmasin

BANJARMASIN - Telah terjadi konsleting listrik di ruang AHU mall…

Sabtu, 16 Februari 2019 12:31

Kepergok Warga, Spesialis Curanmor Banjarbaru Digaruk Polisi

BANJARBARU - Polsek Banjarbaru Barat berhasil mengungkapkan kasus pencurian kendaraan…

Sabtu, 16 Februari 2019 09:34

Panik dan Terdesak, Napi Coba Membuang Barang Bukti

BANJARBARU - Kondisi terdesak. Berbagai cara dihalalkan beberapa Napi untuk…

Sabtu, 16 Februari 2019 09:11

Ditinggal Makan, Pikup Najib Raib Dibawa Pria Misterius

BANJARMASIN - Ditinggal makan, sebuah pikup berplat KH 8595 NP…

Jumat, 15 Februari 2019 14:51

Ternyata Faktor Ini yang Membuat Tren Perceraian di Batola Meningkat

MARABAHAN - Memasuki tahun 2019, tren perceraian di Kabupaten Barito…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*